Assalamu'alaikum
Alhamdulillah
Tafadhdhol yaa akhi.. tapi mungkin lafadz arabicnya kurang sempurna.
Ini ana nukilkan dari Ustad kita di Batam
Wassalamu'alaikum
ABu Ghazi
TERAPI RASULULLAH DALAM PENYEMBUHAN PENYAKIT AL-ISYQ (CINTA)
Mukaddimah
Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban.
Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri
disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah
mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang
bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga
dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika
laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami
problema seperti ini atau sedang mengalaminya ? mau tau terapinya ?
mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan ibn Qoyyim
dalam karya besarnya âZadul Maâadâ.
Beliau berkata: âGejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang
memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis
penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah
menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit
bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit
disembuhkan.
Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Alquran tentang dua tipe
manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada
mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana
penyakit ini telah menyerang istri Al-Azizâ"gubernur Mesirâ"yang
mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan
kedatangan para malaikat ke negeri Luth
ÙÙØ¬Ùاء٠أÙÙÙ'Ù٠اÙÙ'Ù
ÙØ¯ÙÙÙÙØ©Ù
ÙÙØ³Ù'ØªÙØ¨Ù'Ø´ÙØ±ÙÙÙÙ(67)ÙÙØ§Ù٠إÙÙÙ`Ù
ÙÙØ¤ÙÙÙØ§Ø¡Ù ضÙÙÙ'ÙÙÙ ÙÙÙÙØ§ تÙÙÙ'Ø¶ÙØÙÙÙÙ
(68)ÙÙØ§ØªÙ`ÙÙÙÙØ§ اÙÙÙ`ÙÙÙ ÙÙÙÙØ§ ØªÙØ®Ù'زÙÙÙÙ
(69)ÙÙØ§ÙÙÙØ§ Ø£ÙÙÙÙÙÙ
Ù' ÙÙÙÙ'ÙÙÙ٠عÙÙÙ
اÙÙ'Ø¹ÙØ§ÙÙÙ
ÙÙÙÙ(70)ÙÙØ§ÙÙ ÙÙØ¤ÙÙÙØ§Ø¡Ù
بÙÙÙØ§ØªÙ٠إÙÙÙ' ÙÙÙÙ'تÙÙ
Ù' ÙÙØ§Ø¹ÙÙÙÙÙÙ(71)
ÙÙØ¹ÙÙ
Ù'رÙÙ٠إÙÙÙ`ÙÙÙÙ
Ù' ÙÙÙÙÙ
سÙÙÙ'Ø±ÙØªÙÙÙÙ
Ù' ÙÙØ¹Ù'Ù
ÙÙÙÙÙÙ(72)
Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira
(karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: "Sesungguhnya mereka
adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan
bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku
terhina".Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari
(melindungi) manusia?" Luth berkata: "Inilah puteri-puteri (negeri)
ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang
halal)". (Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya
mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)". Surat al-
Hijr:68/72
Kebohongan Kisah Cinta Nabi dengan Zainab Binti Jahsy
Ada sekelompok orang yang tidak tahu menempatkan
kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah
tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat
Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: âMaha Suci Rabb yang
membolak-balik hatiâ sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam
hati Rasulullah Saw, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin
Haritsah: âTahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:
تÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙ`ÙØ°Ù٠أÙÙÙ'عÙÙ
٠اÙÙÙ`ÙÙÙ
عÙÙÙÙÙ'ÙÙ ÙÙØ£ÙÙÙ'عÙÙ
Ù'ت٠عÙÙÙÙÙ'Ù٠أÙÙ
Ù'سÙÙÙ' عÙÙÙÙÙ'Ù٠زÙÙÙ'جÙÙÙ ÙÙØ§ØªÙ`ÙÙÙ
اÙÙÙ`ÙÙÙ ÙÙØªÙØ®Ù'ÙÙÙ
ÙÙÙ ÙÙÙÙ'سÙÙÙ Ù
ÙØ§ اÙÙÙ`ÙÙÙ Ù
ÙØ¨Ù'دÙÙÙÙ
ÙÙØªÙØ®Ù'Ø´Ù٠اÙÙÙ`ÙØ§Ø³Ù ÙÙØ§ÙÙÙ`ÙÙÙ Ø£ÙØÙÙÙ`Ù
Ø£ÙÙÙ' ØªÙØ®Ù'Ø´ÙØ§ÙÙ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah
melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat
kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah",
sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan
menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang
lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri
keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu
dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk
(mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak
angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan
adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (al-Ahzab:37)[1]
Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran
Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah
kasmaran para Nabi dan meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini
terjadi akibat kejahilannya terhadap Alquran dan kedudukan para
Rasul, hingga ia memaksakan kandungan ayat apa-apa yang tidak layak
dikandungnya dan menisbatkan kepada Rasulullah suatu perbuatan yang
Allah menjauhkannya dari diri Beliau
Kisah sebenarnya, bahwa zainab binti Jahsy adalah istri Zaid ibn
Harisah .--bekas budak Rasulullah-- yang diangkatnya sebagai anak dan
dipanggil dengan Zaid ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi
dibandingkan Zaid. Oleh Sebab itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid
datang menemui Rasulullah minta saran untuk menceraikannya, maka
Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang zainab, sementara Beliau
tahu bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut
akan cemoohan orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya.
Inilah yang disembunyikan Nabi dalam dirinya, dan rasa takut inilah
yang tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu di dalam ayat Allah
menyebutkan karunia yang dilimpahkanNya kepada Beliau dan tidak
mencelanya karena hal tersebut sambil menasehatinya agar tidak perlu
takut kepada manusia dalam hal-hal yang memang Allah halalkan baginya
sebab Allahlah yang seharusnya ditakutinya. Jangan Sampai beliau
takut berbuat sesuatu hal yang Allah halalkan karena takut gunjingan
manusia, setelah itu Allah memberitahukannya bahwa Allah langsung
Yang akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya agar
Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai kebolehan menikahi bekas
istri anak angkat, adapun menikahi bekas istri anak kandung maka hal
ini terlarang.sebagaimana firman Allah:
ÙÙØÙÙÙØ§Ø¦ÙÙÙ Ø£ÙØ¨Ù'ÙÙØ§Ø¦ÙÙÙÙ
٠اÙÙ`ÙØ°ÙÙÙÙ
Ù
ÙÙÙ' Ø£ÙØµÙ'ÙÙØ§Ø¨ÙÙÙÙ
Ù'
(dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu) (an-
Nisa :23). Allah berfirman dalam surat lain:â
Ù
ÙØ§ÙÙØ§ÙÙ Ù
ÙØÙÙ
Ù`ÙØ¯Ù Ø£ÙØ¨Ùا Ø£ÙØÙØ¯Ù Ù
ÙÙÙ'
Ø±ÙØ¬ÙاÙÙÙÙÙ
Ù'
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di
antara kamu, .(al-Ahzab: 40) Allah berfirman di pangkal surat ini
:ÙÙÙ
ÙØ§ Ø¬ÙØ¹ÙÙÙ Ø£ÙØ¯Ù'عÙÙÙØ§Ø¡ÙÙÙÙ
Ù'
Ø£ÙØ¨Ù'ÙÙØ§Ø¡ÙÙÙÙ
Ù' ذÙÙÙÙÙÙ
Ù' ÙÙÙÙ'ÙÙÙÙÙ
Ù'
Ø¨ÙØ£ÙÙÙ'ÙÙØ§ÙÙÙÙÙ
Ù'
Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu
(sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja.
(al--Ahzab:4)Perhatikanlah bagaiamana pembelaan terhadap Rasulullah
ini, dan bantahan terhadap orang-orang yang mencelanya. Wabillahi at-
Taufiq.
Tidak dipungkiri bahwa Rasulullah sangat mencintai istri-istrinya.
Aisyah adalah istri yang paling dicintainy, namun kecintaannya kepada
Aisyah dan kepada lainnya tidak dapat menyamai cintanya tertinggi ,
yakni cinta kepada Rabbnya. Dalam hadis shahih :
ÙÙÙÙÙÙ' ÙÙÙÙ'ت٠Ù
ÙØªÙ`ÙØ®ÙØ°ÙØ§ Ù
ÙÙÙ
اÙÙÙ`ÙØ§Ø³Ù Ø®ÙÙÙÙÙÙØ§ ÙÙØ§ØªÙ`ÙØ®ÙذÙ'تÙ
Ø£ÙØ¨Ùا بÙÙÙ'رÙ
Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang
penduduk bumi maka aku akan menjdikan Abu Bakar sebagai kekasih[2]
Kriteria Manusia yang Berpotensi Terjangkit Penyakit al-isyq
Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari
rasa mahbbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan
dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada
Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap
serangan virus ini.sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis
salam:â
ÙÙØ°ÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙØµÙ'رÙÙ٠عÙÙÙ'ÙÙ Ø§ÙØ³Ù`ÙÙØ¡Ù
ÙÙØ§ÙÙ'ÙÙØÙ'Ø´ÙØ§Ø¡Ù Ø¥ÙÙÙ`ÙÙÙ Ù
ÙÙÙ'
Ø¹ÙØ¨ÙادÙÙÙØ§ اÙÙ'Ù
ÙØ®Ù'ÙÙØµÙÙÙÙ
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu)
dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita
itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah,
agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian.
Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.â¦.
(Yusuf:24)
Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak
virus ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek
dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan
menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .
Berkata ulama Salaf:â penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong
dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah
berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:
ÙÙØ£ÙصÙ'Ø¨ÙØÙ ÙÙØ¤Ùاد٠أÙÙ
Ù`Ù Ù
ÙÙØ³ÙÙ
ÙÙØ§Ø±ÙØºÙØ§ Ø¥ÙÙÙ' ÙÙØ§Ø¯ÙتÙ' ÙÙØªÙبÙ'دÙ٠بÙÙÙ
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia
menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan
hatinya(al-Qasas:11) yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa
karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada
Musa.
Bagaimana virus ini bisa berjangkit ?
Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, pertama: Karena
mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin
memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini
tiada niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis
ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya
memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.
Makhluk Diciptakan Saling Mencari Yang Sesuai Dengannya
Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Swt dengan hikmahNya
menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai
dengannya, secara fitrrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya
akan menjauh dari yang berbeda dengannya.
Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan
mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya
perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan
kesesuaian. Dengan cara inilah tegaknya urusan manusia. Allah
befirman:
:âÙÙÙ٠اÙÙ`ÙØ°ÙÙ Ø®ÙÙÙÙÙÙÙÙ
Ù' Ù
ÙÙÙ'
ÙÙÙÙ'س٠ÙÙØ§ØÙØ¯ÙØ©Ù ÙÙØ¬ÙعÙÙÙ Ù
ÙÙÙ'ÙÙØ§
زÙÙÙ'جÙÙÙØ§ ÙÙÙÙØ³Ù'ÙÙÙ٠إÙÙÙÙÙ'ÙÙØ§
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia
menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. (al-isyq-
Aâraf :189)
Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang
seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan
bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan
kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan
dan keingginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun
tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab
ketenangan dan timbulnya cinta.
Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya
اÙÙ'Ø£ÙØ±Ù'ÙÙØ§ØÙ جÙÙÙÙØ¯Ù Ù
ÙØ¬ÙÙÙ`ÙØ¯ÙØ©Ù
ÙÙÙ
ÙØ§ ØªÙØ¹ÙارÙÙÙ Ù
ÙÙÙ'ÙÙØ§ ائÙ'تÙÙÙÙÙ
ÙÙÙ
ÙØ§ تÙÙÙØ§ÙÙØ±Ù Ù
ÙÙÙ'ÙÙØ§ اخÙ'تÙÙÙÙÙ
âRuh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling
mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan
berselisih[3]
Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini
yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang
tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan
wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang
tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.
Karena itulah Syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut
jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan
perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang
siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu
pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah
persamaan dan sebaliknya.
Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan
diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:â
اØÙ'Ø´ÙØ±ÙÙØ§ اÙÙ`ÙØ°ÙÙÙ٠ظÙÙÙÙ
ÙÙØ§
ÙÙØ£ÙزÙ'ÙÙØ§Ø¬ÙÙÙÙ
Ù' ÙÙÙ
ÙØ§ ÙÙØ§ÙÙÙØ§
ÙÙØ¹Ù'Ø¨ÙØ¯ÙÙÙÙ(
kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim
beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka
sembah( as-Saffat:23)
Umar ibn Khtaab dan seteelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai
tafsiran âazwajahumâ yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah
juga berfirman:â
ÙÙØ¥ÙØ°ÙØ§ اÙÙÙ`ÙÙÙÙØ³Ù زÙÙÙ`ÙØ¬ÙتÙ'
dan apabila jiwa dipertemukan (at-Takwir: 7)
Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama
prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang
saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang â"
orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka
Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau
tidak mau. Di dalam mustadrak al-isyq-Hakim disebukan bahwa Nabi Sa
bersabda:âTidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan
digirim bersama mereka kelakâ[4]
Cinta dan Jenis-jenisya
Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan, yang tertinggi dan
paling mulia adalah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah
dan di dalam Agama Allah ) yaitu cinta yang mengharuskan mencintai
apa-apa yang dicintai Allah, yang dilakukan berlandaskan cinta
kepada Allah dan RasulNya.
Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan
dalam cara hidup, agama, mazhab, idiologi, hubungan kekeluargaaan,
profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.
Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena inggin
mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik dalam bentuk
kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan
biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadiâ"yaitu al-mahabbah
al-âardiyah-- akan hilang bersama hilangnya apa-apa yang inggin
didapatnya dari orang yang dicintai. Yakinlah bahwa orang yng
mencintaimu karena sesuatu akan meninggalkanmu ketika dia telah
mendapat apa yang diinginkannya darimu.
Adapun cinta lainnya adalah cinta yang berlandaskan adanya kesamaan
dan kesesuaian antara yang menyinta dan yang dicinta. Mahabbah al-
isyq termasukCinta jenis ini tidak akan sirna kecuali jika ada
sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh
dan jiwa, oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar
baik beruparasa was-was, hati yang gundah gula maupun kehancuran
kecuali pada cinta jenis ini.
Timbul pertanyaan bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin
dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan?
Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang
sedang kasamaran saja, jika cinta ini perpaduan jiwa dan ruh maka
tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak bukan
sepihak saja?
Jawabnya yaitu bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya
syarat tertentu, atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya
cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga faktor, pertama: bahwa
cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan, oleh karena itu
tidak mesti keduanya saling mencintai, terkadang yang dicintai malah
lari darinya. Kedua: adanya penghalang sehingga dia tidak dapat
mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam
akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga: adanya
penghalang dari pihak orang yang dicintai.
Jika penghalang ini dapat disingkirkan maka akan terjalin benang-
benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad,
cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para
rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari
cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.
Terapi penyakit al-isyq
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapt
disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut
adalah sebagai berikut:
Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran
tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan
syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama.
Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Masud
Radhiyallahu ᮨu, bahwa Rasulullah Shallallahu ᬡihi wa Sallam bersabda:
ÙÙØ§ Ù
ÙØ¹Ù'Ø´ÙØ±Ù Ø§ÙØ´Ù`ÙØ¨Ùاب٠Ù
ÙÙÙ
اسÙ'ØªÙØ·Ùاع٠Ù
ÙÙÙ'ÙÙÙ
٠اÙÙ'Ø¨ÙØ§Ø¡ÙØ©Ù
ÙÙÙÙ'ÙÙØªÙزÙÙÙ`ÙØ¬Ù' ÙÙÙ
ÙÙÙ' ÙÙÙ
Ù'
ÙÙØ³Ù'ØªÙØ·ÙعÙ' ÙÙØ¹ÙÙÙÙÙ'ÙÙ
Ø¨ÙØ§ÙصÙ`ÙÙÙ'Ù
Ù ÙÙØ¥ÙÙÙ`ÙÙÙ ÙÙÙÙ ÙÙØ¬Ùاء٠*
Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah mak
hendaklah dia menikah , barang siap yang belum mampu maka hendaklah
berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran
(kepada perbuatan zina).
Hadis ini memberikan dua solusi, solusi utama, dan solusi pengganti.
Solusi petama adalah menikah, maka jika solusi ini dapat dilakukan
maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwaytkan dari
Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:
ÙÙØ§ÙÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙ`ÙÙ٠صÙÙÙ`Ù٠اÙÙÙ`ÙÙÙ
عÙÙÙÙÙ'ÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙ`ÙÙ
Ù ÙÙÙ
Ù' ÙÙØ±Ù ÙÙÙÙ'Ù
ÙØªÙØÙابÙ`ÙÙÙ'ÙÙ Ù
ÙØ«Ù'Ù٠اÙÙÙ`ÙÙÙØ§ØÙ*
Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling
mengasihi selain melalui jalur pernikahan.
Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang
merdeka ataupun budak dalam firman-Nya:
ÙÙØ±ÙÙØ¯Ù اÙÙÙ`ÙÙ٠أÙÙÙ' ÙÙØ®ÙÙÙ`ÙÙÙ
عÙÙÙ'ÙÙÙ
Ù' ÙÙØ®ÙÙÙÙ٠اÙÙ'Ø¥ÙÙÙ'Ø³ÙØ§ÙÙ
Ø¶ÙØ¹ÙÙÙÙØ§
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan
bersifat lemah.(an-Nisa:28)
Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang
diberikannya terhadapa hambaNya dan kelemahan manusia untuk menahan
syahwatnya denga nmembolehkan mereka menikahi para wanita yang baik-
baik dua, tiga ataupun empat,sebagaimana Allah membolehkan bagi
mereeka mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah
membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika
mereka butuh sebagai peredam syahwat, keringanan dan rahmat iNya
terhadap makluk yang lemah ini..
Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan karena
tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan
syarâi dan takdir, penyakit ini bisa semangkin ganas. Adapun
terapinya harus dengan meyakinkan dirinya bahwa apa-apa yang
diimpikannya mustahil terjadi, lebih baik baginya untuk segera
melupakannya. Jiwa yang berputus asa untuk mendapatkan sesuatu,
niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum
terlupakan, akan berpengaruh terhadap jiwanya sehingga semangkin
menyimpang jauh.
Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari
terapi lain yaitu dengan mengajak akalnya berfikir bahwa
menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dapat dijangkau
adalah perbuatan gila, ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah
orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-
orang yang tidak waras?
Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang
dicintainya tertutup karena larangan syariat, terapinya adalah
dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi
miliknya. Jalan keselamatan adalah dengan menjauhkan dirinya dari
yang dicintainya.Dia harus merasa bahwa pintu kearah yang diingininya
tertutup, dan mustahil tercapai.
Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada
kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya
karena dua hal,pertama karena takut(kepada Allah)yaitu dengan
menumbuhkan perasaan bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih
bermanfaat,lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika
menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan
sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih
kekal dan lebih nikmat, akan memilih yang lebih tinggi derajatnya.
Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak
terlintas dalam pikiranmu dengan kenikmatan sesaat yang segera
berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi
indah, ataupun menghayal terbang melayang jauh, ketika tersadar
ternyata hanyalah mimpi dan khayalan, akhirnya sirnalah segala
keindahan semu, tinggal keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan
menunggu.
Kedua keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat
menyakitkan akan ditemuinya jika dia gagal melupakan yang
dikasihinya, dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus,
yaitu:gagal dalam mendapatkan kekasih yang diinginkannya,dan bencana
menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal
mendapati dua hal menyakitkan ini niscaya akan mudah baginya
meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta.Dia akan bepikir
bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri
dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar sedikit
demi mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Sementara kebodohan, hawa
nafsu, kezalimannya kan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan
apa yang dikasihinya . orang yang terhindar adalah orang-orang yang
dipelihara oleh Allah.
Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidka terima
dengan terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif
dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang
akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsunya akan menimbulkan
kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang datang, lebih parah lagi
dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk
mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilannya dan
kemaslahatannya.
Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia
selalu mengingat sisi-sisi kejelekan kekasihnya,dan hal-hal yang
membuatnya dampat menjauh darinya, jika dia mau mencari-cari
kejelekan yang ada pada kekasihnya niscaya dia akan mendapatkannya
lebih dominan dari keindahannya, hendaklah dia banyak bertanya
kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang
berbagai kejelekannya yang tersembunyi baginya. Sebab sebagaiman
kecantikan adalah faktor pendorong seseorang untuk mencintai
kekasihnya demikian pula kejelekan adalah pendorong kuat agar dia
dapat membencinya dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua
sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan sampai terperdaya
dengan kecantikan kulit dengan membandingkannya dengan orang yang
terkena penyakit sopak dan kusta, tetapi hendaklah dia memalingkan
pandangannnya kepada kejelelekan sikap dan prilakunya, hendaklah dia
menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejekan
yang diceritakan mengenainya dan kejelekan hatinya.
Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka
terapi terakhir adalah mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah
yang senantiasa menolong orang-orang yang ditimpa musibah jika
memohon kepadaNya, hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya
dihadapan kebesaranNya, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan
diri. Jika dia dapat melaksankan terapi akhir ini, maka sesunguhnya
dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia
berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya, jangan
sampai dia menjelek-jelekkan kekasihanya dan mempermalukannya
dihadapan manusia, ataupun menyakitinya, sebab hal tersebut adalah
kezaliman dan melampaui batas.
Penutup
Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit
ini. Namun ibarat kata pepatah:â mencegah lebih baik daripada
mengobati âmaka sebelum terkena lebih baik menghindar. Bagaimana cara
menghindarinya? tidak lain dengan tazkiyatun nafs. Semoga pembahasan
ini bermanfaat.
Diterjemahkan oleh: Ahmad Ridwan,Lc (Abu
Fairuz Al-Medani)
Dari kitab : Zadul Maâad fi hadyi khairi Ibad
juz 4/hlm. 265-274
------------------------------------------------------------------
[1] Ini berita batil yang diriwayatkan oleh Ibn Saâad dalam â at-
Tabaqatâ8/101-102, dan al-Hakim 3/23 dari jalan Muhammad ibn Umar al â"
Waqidi seorang yang Matruk (ditinggalkan)-- dan sebagian menggapnya
sebagai pemalsu hadis, dari Muhakmmad ibn Yahya ibn Hibban--seorang
yang siqah --namun riwayat yang diriwayatkannya dari Nabi sekuruhnya
mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama
almuhaqqiqin. Mereka berkata:â Penukil riwayat ini dan yang
menggunakan ayat ini sebagai dalil terhadap prasangka buruk mereka
mengenai Rasulullah sebenranya tidak meletetakkan kedudukan
kenabianRasulullah sebagaimana layaknya, dan tidak mengerti makna
kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yang disembunayikan Nabi di dalam
dirinya dan belakangan Allah nampakkan adalah berita yang Allah
sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor
yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan
perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega
menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dengan kisah ini Allah
ingin membatakan tadisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu
dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya.Peristiwa
yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan
lebih diterima dan mengena di hati mereka.. Lihat âAhkam Alquranâ
3/1530,1532 karaya Ibn Arabi dan âFathul Bari8/303, Ibn Kastir 3/492,
dan Ruhul Maâani 22/24-25.
[2] Hadis diriwaytkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab fadhail sahabat
Nabi, dari jalan Abdullah ibn Abbas, dan diriwayatkan oleh Imam
Muslim (2384) dalam fadailSahabat, bab keutamaan Abu Bakar, dari
jalan Abdullah ibn Masud, dan keduanya sepakat meriwayatkan dari
jalan Abu Saâid al-khudri.
[3] Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis âAisyah secara muallaq, dan
Muslim (2638)dari jalan Abu Hurairah secara mausul
[4] Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan an-Nasai dari
jalan âAisyah Bahwa Rasulullah Saw bersabda:âAku bersumpah
terhadap tiga hal, Allah tidak akan menjadikan orang-orang yang
memiliki saham dalam Islam sama dengan orang yang tidak memiliki
saham, saham itu yakni: Sholat, puasa dan zakat. Tidak lah Allah
mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yang dapat
mengankat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai
suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama(di
akhirat). Kalau boleh aku bersumpat terhadap yang keempat dan
kuharap aku tiodak berdosa dalam hal ini yaitu tidaklah seseorang
memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya)kecuali
Allah akn memberikannya pakaian penutup di hari kiamatâ. Para perawi
hadis ini stiqah kecuali Ssyaibahal-khudri( di dalam Musnad di tulis
keliru dengan al-isyq-hadromi). Dia meriwayatkan dari Urwah, dan dia
tidak di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban, namun ada syahidnya dari
hadisjIbn Masud dari jalur Abu Yaâla, dan Thabrani dari jalur Abu
Umamah, dengan kedua jalan ini hadis ini menjadi sahih.
--- In [email protected], "isyhadubiannamuslim"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
>
> Innalhamdalillah ash shalaatu was sallamu 'ala rasulillah.
> Ana mau tahu bagaimana agar kita bisa menghilangkan al isyq. Karena
ia bisa mengganggu aktiftas dan pikiran kita (Wal Iyadzubillah). Dan
fenomena ini adalah trend saat ini, ana sering di tanya 'anak-anak
muda' bila ada forum pengajian.
>
> Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
> Abu Nidia Aidin Alaik Al Marghasary
> 13 SHawwal 1399
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/