>From: adyts adyts <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thu Oct 20, 2005  8:05 pm
>Subject: mohon penjelasa ttg zakat fitrah di negri kafir
>assalamualaikum warohmahtullahi wabarokatuh.
>ana sekarang sedang bekerja di negri yang mayoritas penduduknya non
>muslim. berhubung sepertinya sangat tidak ada yg berhak menerima
>zakat fitri ini di sekitar lingkungan ana tinggal maka ana mohon
>bantuan penjelasan dari ustad dan ustazah di milis kita ini ttg
>bagaimana ajaran rosulullah saw dalam hal ini.
>seterusnya boleh kah zakat fitrah ana, ana kirimkan kepada seorang
>teman yg sedang menimba ilmu agama di mesir sana, dan bolehkah ana
>meminta zakat fitrah dari teman2 sesama bekerja di sini untuk
>dikirimkan ke teman ana yg sepertinya sedang membutuhkan bantuan
>ekonomi di mesir sana.
>atas kemurahan hati ustad dan ustazah dalam hal ini, terlebih
>dahulu ana ucapkan banyak terima kasih, semoga menjadi amal sholeh
>yg di terima ALLAH SWT.  AMIIIN.
>Terlebih dan kurang salah dan janggal ana mohon maaf yg sebesar
>besarnya.
>wassalamualaikum warohmahtullahi wabarakatuh


Alhamdulillah,
Zakat fithri itu mengikuti orangnya. Jika datang waktu zakat, dan kamu berada 
pada suatu negeri, hendaklah tunaikan zakat tersebut di negeri yang kamu 
berada. Umpamanya, kamu berasal dari Medinah lalu ketika kamu berada di Mekkah 
tibalah waktu Ied, maka kamu wajib mengeluarkan zakat di Mekkah dan begitu pula 
sebaliknya. Jika kamu penduduk Mesir misalnya, atau Syam atau Irak, lalu hari 
Ied tiba ketika kamu berada di Mekkah, maka kamu wajib menunaikan zakat di 
Mekkah dan begitu pula sebaliknya.

Jika dalam suatu negeri tidak ada orang fakir, maka zakat boleh disalurkan ke 
negeri lainnya, lebih jelasnya saya salinkan dari situs 
http://www.almanhaj.or.id


ZAKAT TIDAK BOLEH DIANGKUT DARI TEMPAT ASAL WAJIBNYA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Suatu jama'ah telah mengangkat 
seorang wakil agar membeli gandum untuk dibagikan sebagai zakat fithri di 
Afganistan, bagaimana hukumnya..?

Jawaban.
Yang mashur dari madzhab Hanabilah dalam masalah ini tidak boleh, sebab zakat 
fithri tidak boleh dipindahkan dari tempat asal diwajibkannya kecuali jika pada 
tempat tersebut tidak ada yang berhak menerimanya. Jika tidak ada yang berhak 
menerimanya, maka zakat tersebut hendaknya dibagikan kepada negeri yang 
terdekat. Penduduk setempat yang fakir itu lebih berhak menerima zakat. Jika 
dalam suatu negeri tidak ada orang fakir, maka zakat boleh disalurkan ke negeri 
lainnya. Begitupula menurut pendapat yang kuat, bolehnya menyalurkan zakat ke 
negeri lain tergantung kemaslahatan yang ada. Tetapi zakat fithri tidak sama 
dengan zakat harta dalam hal waktu. Zakat harta memiliki waktu yang sangat luas 
sedangkan zakat fithri sebaliknya hanya satu atau dua hari menjelang shalat Ied.


ZAKAT FITHRI MENGIKUTI ORANG DIMANA BERADA

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ketika seseorang berada di 
negeri Mekkah, bolehkah ia mengeluarkan zakat fithri di negerinya sendiri.?

Jawaban.
Zakat fithri itu mengikuti orangnya. Jika datang waktu zakat, dan kamu berada 
pada suatu negeri, hendaklah tunaikan zakat tersebut di negeri yang kamu 
berada. Umpamanya, kamu berasal dari Medinah lalu ketika kamu berada di Mekkah 
tibalah waktu Ied, maka kamu wajib mengeluarkan zakat di Mekkah dan begitu pula 
sebaliknya. Jika kamu penduduk Mesir misalnya, atau Syam atau Irak, lalu hari 
Ied tiba ketika kamu berada di Mekkah, maka kamu wajib menunaikan zakat di 
Mekkah dan begitu pula sebaliknya.


MENERIMA ZAKAT FITHRI MELALUI WAKIL

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah seorang fakir yang 
ingin diberi zakat mewakilkan seseorang untuk menerimanya pada saat 
penyerahan..?

Jawaban.
Hal itu boleh. Yakni, orang yang mau berzakat fithri boleh berkata kepada si 
fakir : "Kamu bisa mewakilkan kepada seseorang untuk menerima zakat fithri pada 
waktunya. Dan ketika tiba saatnya, aku akan serahkan zakat kepada wakilmu 
tersebut".

[Disalin dari Buku 257 Tanya Jawab Fatwa-Fatwa Al-Utsaimin, karya Syaikh 
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal. 174-179. terbitan Gema Risalah Press, 
alih bahasa Prof.Drs.KH.Masdar Helmy]
sumber http://www.almanhaj.or.id


________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE!
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke