Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu Afwan sebelumnya, Saya seorang akhwat yang punya masalah yaitu badan saya sangat lemah (tinggi +- 157,berat +-40) dan mudah masuk angin, hampir setiap selesai berwudhu saya harus berganti pakaian ketika akan sholat, dan ketika sholat saya tidak bisa khusyuk karena saya tidak bisa berdiri terlalu lama (bahkan untuk bacaan sholat, saya mengambil yang ringan-ringan dan untuk yg dibaca 3 kali biasanya hanya saya baca satu kali) karena jika agak lama (maaf) sering buang angin, karena mudah masuk angin). Ketika duduk diantara dua sujud pun tidak bisa konsentrasi(suka gerak-gerak) karena takut batal, sedangkan jika sering batal saya tidak bisa sering kontak dengan air(sering wudhu) karena mudah masuk angin). Bahkan untuk nyuci piringpun biasanya adik saya yang melakukan dan saya mengerjakan tugas rumah yg sedikit kontak dengan air.
1. Saya merasa sangat berdosa dengan kondisi sholat saya yang seperti itu, karena sholat saya hampir seperti burung mematuk makanan(tapi tidak terlalu cepat) dan tidak khusyuk dan saya takut jika sholat saya tidak diterima oleh Allah sehingga terkadang saya merasa percuma melakukan amalan-amalan lain karena amalan yg pertama kali dihisab adalah sholat. Saya bingung harus bagaimana, apakah memang ini adalah musibah penyakit sebagai takdir saya (seperti halnya wanita di zaman Rasulullah yang terkena suatu penyakit, yang jika kambuh sering terbuka auratnya). 2. Apakah ketidak khusyukan sholat saya memang karena penyakit (saya sudah berusaha mengobatinya dengan minum obat habbatussauda (karena yakin dengan hadis Nabi, bahwa ini merupakan penyembuh segala penyakit, namun saya baru beberapa kali meminumnya dan belum sembuh) ataukah was-was/gangguan dari syetan ? (namun saya sudah sering membaca ayat kursi pagi dan petang, menjelang tidur, agar tidak terkena gangguan syetan, namun kondisi sholat saya masih seperti itu.)Apakah dengan hanya membaca ayat kursi itu sudah mencukupi untuk menghindari gangguan syetan. 3. Bagaimanakah cara meruqyah diri sendiri dan apa yang harus dibaca, bagaimana jika ketika kita melakukan ruqyah terjadi reaksi dan apakah kita bisa mengatasi reaksi itu sendiri, karena saya pernah bertanya kepada seorang ustadz tidak boleh meruqyah diri sendiri melalui VCD atau kaset karena ini termasuk meminta ruqyah dan nanti tdk bisa termasuk 7 golongan yg dilindungi di hari kiamat. 4. Bagaimana hukumnya jika kita menyetel kaset ruqyah hanya untuk mendengarkan tanpa bermaksud untuk meruqyah ? 5. Bagaimana hukumnya jika saya menceritakan kepada teman yang mengerti tentang ruqyah dengan maksud agar ia mau meruqyah saya (apakah ini termasuk meminta ruqyah meski secara tidak langsung), karena kata ustadz jika teman kita yang berinisiatif meruqyah kita ini tidak apa-apa. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
