SEPUTAR ISSU TERORISME

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary
Bagian Terkahir dari Dua Tulisan 2/2



Kemana mereka dengan ilmu (yang dimilikinya) atau (lebih pantasnya) dengan 
kebodohannya ? Kita tidak akan lupa terhadap tindakan mereka yang sadis 
dengan mengatasnamakan Islam, padahal sama sekali tidak ada hubungannya 
dengan Islam. Tidak ada toleransi bagi kita atas perbuatan mereka ini, 
ketika ada di antara mereka yang memperoleh penganiayaan, serta penyiksaan. 
Sebab Allah telah berfirman.

“Artinya : Dan balasan kejahatan adalah kejelekan serupa”

Tenu saja semua ini termasuk dalam pedoman-pedoman syar’i.

Apalagi, mereka melakukannya dengan keburukan, tentunya akan mendapatkan 
imbalan keburukan yang berlipat ganda. Tindakan mereka tanpa pedoman ilmu, 
tanpa bayyinah (bukti), tanpa petunjuk dan tanpa taufikNya.

Saya kagum dengan ungkapan seorang da’i ketika menggambarkan para pelaku 
aksi-aksi merusak tersebut dengan mengatasnamakan Islam, yang mungkin dengan 
niat baik. Namun, niat baik tidak akan mengubah amalan jelek menjadi amalan 
shalih. Sebab sabda Nabi.

“Artinya : Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya”

Maksudnya sesungguhnya amalan baik tergantung niatnya yang baik pula.

Da’i itu mengatakan : “Sesungguhnya masalah utama kita dengan orang-orang 
itu, terletak pada permasalahan akal-akal mereka, bukan terletak pada 
hati-hati mereka”.

Mungkin hati mereka berniat baik, tapi belum cukup, sebab harus bersesuaian 
dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Bagaimana kalau peristiwa ini 
dimanfaatkan oleh pihak-pihak musuh dengan memperalat mereka untuk merusak 
dan menodai citra Islam ?

Dalam kesempatan ini saya ingin menyebutkan satu perkara yang harus ditulis 
oleh sejarah dan harus diabadikan sepanjang masa. Bahwa dakwah Salafiyah 
dengan para ulamanya, da’i-da’inya, penuntut ilmunya dan guru-gurunya, 
benar-benar telah memperingatkan bahaya pemikiran-pemikiran ekstrim dan 
menyimpang ini. Pemikiran-pemikiran yang telah diingatkan oleh Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabdanya.

“Artinya : Hati-hatilah, jangan sekali-kali bersikap ghuluw (berlebihan) 
dalam agama. Sesungguhnya hal yang telah membinasakan orang-orang sebelummu 
hanyalah sikap ghuluw mereka dalam agama mereka”.

Dakwah Salafiyah yang diberkahi ini telah memperingatkan bahaya 
pemikiran-pemikiran menyimpang tesebut sejak lebih dari 20 tahunan, dan 
semakin menggema peringatan itu semenjak sepuluh tahun belakangan, sebelum 
kita mendengar di radio, koran, majalah dan media massa lain tentang issu 
terorisme.

Para ulama dakwah Salafiyah telah mengingatkan bahaya sikap ghuluw yang 
dibangun berdasarkan penyimpangan terhadap Al-Qur’an dan Sunnah ini, sejak 
bertahun-tahun lamanya dengan maksud agar istilah-istilah syar’i tertanam 
secara mengakar, kemudian meletakkannya sesuai dengan tempatnya. Baik 
berkaitan dengan istilah jihad, batasan-batasan, hak-hak serta 
ketentuan-ketentuannya, atau istilah kufur dan takfir, ataupun 
istilah-istilah lain yang masih banyak lagi.

Ini merupakan point penting yang harus dicamkan dalam benak dan ditanamkan 
dalam hati, supaya al-haq (kebenaran) sajalah yang menjadi penuntun dan 
pembimbing

Sebagai penutup ceramah saya, (saya sampaikan) dua hal penting yang 
berkaitan erat dengan negara ini, yang penduduknya baik-baik, mengagungkan 
Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Dua perkara tersebut ialah.

[1]. Negara ini adalah negara Islam terbesar yang berpenduduk lebih dari 200 
juta, mayoritas adalah muslimin. Islam tersebar dengan luas di negeri ini 
sejak beberapa abad lalu, tidak dengan pedang, tetapi dengan akhlak, iman 
dan amal shalih. Mana bukti tuduhan terorisme kini yang ingin dilekatkan 
kepada Islam, yang –sebenarnya- sama sekali tidak ada hubungannya dengan 
Islam? Kita bersyukur kepada Allah, sebab di awal abad sebelum abad ini, 
Allah telah menempatkan seorang alim yaitu Syaikh Allamah Ahmad Asy-Syurkati 
yang meluruskan garis perjuangan, berdakwah kepada Al-Kitab dan Sunnah, 
memerangi syirik, khurafat, kesesatan, menyeleksi hadits yang dha’if dan 
memerangi bid’ah. Tokoh ini, telah berkerja mentauhidkan masyarakat negeri 
ini berdasarkan ilmu yang murni manhaj yang benar.

[2]. Keharusan membedakan antar hakikat terorisme dengan pembelaan terhadap 
tanah air muslimin. Kalau ada negara menjajah negara lain, maka pembelaan 
diri tidak termasuk terorisme, meskipun menurut pengertian para musuh Islam. 
Justru (pembelaan ini) merupakan kewajiban yang diperintahkan sesuai dengan 
kemampuan dan kemudahan yang dimiliki. Negara ini selama empat abad 
melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dan berhasil mengusir mereka 
dari tanah air.

Semoga Islam tetap berkibar di negeri ini, sehingga hati menjadi penuh 
dengan kebahagiaan, dan jiwa manusia dipenuhi keimanan.

sumber http://www.almanhaj.or.id

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M Rubrik 
Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Ali bin Hasan bin Ali 
Al-Halaby Al-Atsary Tgal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke