>From: Istiarso <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thu Nov 10, 2005 8:47 am
>Subject: Tanya Firqoh ?
>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
>Ana pernah melihat buku di tempat saudara ana, dengan judul " Sudah
>luruskah aqidah anda ?" dan diberi note "Untuk kalangan sendiri".
>diantara isinya :
>- mensyaratkan pengucapan syahadat disaksikan oleh banyak orang
>untuk memastikan keislaman seseorang ?!
>- membagi tauhid menjadi 3, yaitu Rubbubiyah, Uluhiyah
>dan "mulkiyah" (bukannya asma wa shifat, sebagaimana definisi ulama
>salaf) dari ciri-ciri bacaan mereka ini, kira-kira mereka dari
>firqah mana ?
>jazakallah khair,
>wassalam,

Alhamdulillah,
Salah satu ciri khas jama'ah-jama'ah tersembunyi yang setiap anggotanya 
diharuskan untuk syahadat ulang seperti kasus diatas, adalah mengajarkan
adanya Tauhid Mulkiyah sebagai pelengkap dasar dari gerakan mereka dan juga 
sebagai senjata politik dakwah mereka.

Untuk lebih jelasnya saya salinkan dari situs http://www.almanhaj.or.id 
semoga bermanfaat


PENGGUNAAN KATA HAKIMIYAH TERMASUK PELENGKAP DAKWAH POLITIK

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : "Wahai Syaikh kami –semoga 
Allah memberkahimu- para ulama salaf -semoga rahmat Allah atas 
mereka-menyebutkan bahwa tauhid ada tiga macam yaitu ; Uluhiyah, Rububiyah 
dan Asma wa Sifat. Maka, apakah dibenarkan jika kita mengucapkan bahwa di 
sana terdapat tauhid yang keempat yaitu 'Tauhid Hakimiyah' atau 'Tauhidul 
Hukum ?'

Beliau menjawab : "Al-Hakimiyah adalah bagian dari 'Tauhid Uluhiyah". Mereka 
yang mendengung-dengungkan kalimat yang 'muhdats' tadi di zaman ini bukanlah 
untuk mengajari kaum muslimin tentang tauhid yang dibawa oleh para nabi dan 
para rasul seluruhnya, melainkan hanyalah sebagai senjata politik. Karena 
itu aku akan tetap menyatakan untuk kalian apa yang telah aku ucapkan tadi, 
walaupun sebenarnya sudah berulang kali ditanyakan dan berulang kali aku 
menjawabnya. Atau kalau kau suka kita lewatkan saja apa yang sedang kita 
bahas.

Dalam satu kesempatan seperti ini aku telah menyampaikan pendukung apa yang 
telah aku ucapkan tadi bahwa penggunaan kata 'hakimiyah' adalah pelengkap 
dakwah politik yang merupakan ciri khas beberapa 'hizb-hizb' yang ada pada 
hari ini. Pada kesempatan ini aku sampaikan satu kisah yang terjadi antara 
aku dengan salah seorang 'khatib' di salah satu masjid di Damaskus. Pada 
hari Jum'at dia berkhutbah yang seluruhnya berkisar tentang 'hakimiyah' bagi 
Allah Azza wa Jalla. Kemudian dia keliru dalam salah satu masalah fiqh.

Ketika selesai sahalat Jum'at aku maju kepadanya, aku ucapkan salam 
kepadanya dan aku katakan kepadanya : "Wahai saudaraku engkau berbuat 
seperti ini dan hal itu adalah menyelisihi sunnah". Dia menjawab : "Aku 
adalah orang yang bermadzhab Hanafi yang berpedapat dengan apa yang aku 
kerjakan itu". Aku berkata : "Subhanallah', engkau berkhutbah bahwa 
'hakimiyah' milik Allah Azza wa Jalla dan kalian menggunakan kata itu hanya 
sekedar untuk memerangi orang-orang yang kalian anggap sebagai hakim-hakim 
yang telah kafir karena tidak berhukum dengan syari'at Islam. Sedangkan 
kalian lupa pada diri kalian sendiri bahwa 'hakimiyah' itupun mencakup 
setiap muslim. Maka mengapa sekarang ketika kusebutkan kepadamu bahwa Rasul 
berbuat seperti ini, engkau mengatakan bahwa madzhabku demikian. Berarti 
engkau menyelisihi apa yang kau dakwahkan. Maka, kalau saja tidak karena 
mereka mengambil kata tersebut sebagai pengantar dakwah politik, tentu kami 
akan katakan : "Inilah dagangan kami kembali kepada kami".[1]

Adapun dakwah yang manusia kami seru kepadanya di sana terdapat 'hakimiyah' 
dan selain 'hakimiyah' yaitu 'tauhid uluhiyah' sebagai tauhid ibadah yang 
termasuk di dalamnya apa yang mereka dengung-dengungkan. Atas apa yang 
kalian sebut-sebut ketika kalian mendengung-dengungkan 'tauhid hakimiyah', 
maka kami menyebarkan hadits Hudzaifah Ibnul Yaman bahwa Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam membacakan kepada para sahabatnya ayat-ayat mulia.

"Artinya : Mereka menjadikan pendeta-pendeta mereka dan ahli-ahli ibadah 
mereka sebagai rabb-rabb selain Allah" [At-Taubah : 31]

Adi bin Hatim Ath-Tha'i mengatakan : "Demi Allah, wahai Rasulullah, kami 
tidak pernah menjadikan mereka sebagai rabb-rabb selain Allah". Maka beliau 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Bukankah jika mereka mengharamkan 
untuk kalian apa yang halal, maka kalian mengharamkannya ; dan jika mereka 
menghalalkan untuk kalian perkara yang haram maka kalian menghalalkannya ?" 
Dia berkata : "Kalau demikian memang terjadi". Maka Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda : "Itulah berarti kalian menjadikan mereka 
sebagai rabb-rabb selain Allah".

Kami juga yang menyebarkan hadits ini sampai kepada orang-orang lain hingga 
kemudian mereka mengembangkan dari 'tauhid uluhiyah' atau tauhid ibadah 
dengan penamaan yang bid'ah dengan tujuan politik. Maka saya tidak 
berpendapat adanya istilah seperti ini. Kalau saja mereka mengucapkannya 
hanya dengan pengakuan tanpa mengamalkan konsekuensinya sebagaimana yang aku 
sebutkan tadi bahwa dia sudah termasuk dalam tauhid ibadah, tetapi kamu 
lihat mereka beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang mereka sepakati.

Dan jika dikatakan sebagaimana yang kita sebut dalam kisah tadi bahwa amal 
ini menyelisihi sunnah atau menyelisihi ucapan Rasul, dia berkata : "Ini 
Madzhabku". 'Alhakimiyah bagi Allah bukan berarti hanya menentang 
orang-orang kafir dan musyrik saja, akan tetapi juga menentang orang-orang 
yang melanggar hukum seperti orang-orang yang beribadah kepada Allah tanpa 
sesuai dengan apa yang datang dari Allah dalam kitab-Nya dan dari Nabi-Nya 
Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sunnahnya.

Inilah yang ada dalam benakku tentang jawaban terhadap pertanyaan seperti 
ini.


BARANGSIAPA MENGANGGAP BAHWA TAUHID HAKIMIYAH MERUPAKAN TAUHID KEEMPAT IA 
ADALAH MUBTADI'

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, anggota Haiah Kibaril Ulama dan
dosen di Fakultas Syari'ah dan Ushuluddien di kota Qashim, Saudi Arabia, 
ketika ditanya tentang permasalahan ini (Tauhid Hakimiyah).

Beliau menjawab :

"Barangsiapa menganggap bahwa ada bagian keempat dalam (pembagian) tauhid 
yang disebut 'tauhid hakimiyah', maka orang tersebut dianggap 'mubtadi'. Ini 
adalah pembagian yang diada-adakan dan timbul dari seorang 'jahil' yang 
tidak paham tentang perkara aqidah dan agama sedikitpun.

Yang demikian itu karena 'al-hakimiyah' termasuk dalam tauhid 'rububiyah' 
dari sisi bahwasanya Allah menghukum dengan apa-apa yang Dia kehendaki. Ia 
juga termasuk dalam tauhid 'uluhiyah' (dari sisi), karena setiap hamba wajib 
beribadah kepada Allah dengan hukum Allah. Dengan demikian 'hakimiyah' tidak 
keluar dari tiga jenis tauhid, yaitu tauhid 'rububiyyah' tauhid 'uluhiyah' 
dan tauhid 'asma wa sifat'.

Ketika beliau ditanya tentang cara membantah mereka, beliau menjawab : "Saya 
membantah mereka dengan bertanya kepada mereka : Apa makna 'al-hakimiyah ?' 
Tidak lain mereka akan mengatakan : 'inil hukmu illa lillah (tidak ada hokum 
selain hukum Allah). Padahal ini adalah tauhid 'rububiyah' Allah. Dia adalah 
'Ar-Rabb' (Yang Memelihara), 'Al-Khaliq' (Yang Menciptakan), 'Al-Malik' 
(Yang Memiliki), 'Al-Mudabbir' (Yang Mengatur segala urusan).

Adapun tentang maksud dan niat ucapan mereka ini, sesungguhnya kita tidak 
mengetahuinya, maka ita tidak bisa memastikannya.

[Disalin dari Harian Al-Muslimun, Kuwait, no 639, Jum’at , 25 Dzulhijjah 
1417H, Majalah Salafy, Edisi XXI/1418/1997 hal. 18-19]
_________
Foote Note
[1] Ini adalah potongan terjemah ayat yang mengisahkan Nabi Yusuf yang 
maksud beliau adalah bahwa ucapan orang tadi tentang 'hakimiyah' kalau saja 
benar yang dimaksudkan adalah mengajak berhukum dengan hukum Allah tentu 
kata itu adalah dalil buat Syaikh Al-Albani dalam membantah 'muta'ashib' 
(orang yang ta'ashub) dengan madzhab Hanafi tadi. Yakni berhukumlah dengan 
hukum kitab wa sunnah jangan berhukum dengan hukum madzhab tertentu.

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke