Semoga Alloh menetapkan hidayah atas kami dan atas kontributor
dana-jasa pada http://www.almanhaj.or.id dan memberkahi perjuangan 
ilmiyah ini.

------------------------------------------------------
APAKAH ORANG MATI DAPAT MENDENGAR PANGGILAN ORANG YANG MEMANGGILNYA ?

Oleh
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta


Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah para wali
yang shalih mendengar panggilan orang-orang yang memanggilnya ? Apa
makna sabfda Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam.

"Artinya : Demi Allah sesungguhnya orang yang telah meninggal dari
kalian (di dalam kuburnya) mendengar bunyi langkah terompah kalian?".

Mohon penjelasan !

Jawaban.
Pada dasarnya bahwa orang yang telah meninggal dunia baik yang shalih
atau yang tidak shalih, mereka tidak mendengar perkataan manusia,
sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ;
dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkankan
permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu
dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana
yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui" [Fathir : 14]

Begitu juga firmanNya Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di
dalam kubur dapat mendengar" [Fathir : 22]

Akan tetapi terkadang Allah memperdengarkan kepada mayit suara dari
salah satu rasulnya untuk suatu hikmah tertentu, seperti Allah
memperdengarkan suara Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam kepada
orang-orang kafir yang terbunuh di perang Badar, sebagai penghinaan
dan penistaan untuk mereka, dan kemuliaan untuk Rasulullah Shallallahu
`alaihi wa sallam. Sampai-sampai Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam
mengatakan kepada para sahabatnya ketika sebagian mereka mengingkari
hal tersebut.

"Artinya : Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku katakana
daripada mereka, akan tetapi mereka tidak mampu menjawab" [1]

Lihat pembahasan ini di kitab "An-Nubuwat", kitab "At-Tawassul
Wa-al-Wasilah" dan kitab "Al-Furqan", seluruhnya karya Syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah. Maka kitab-kitab tersebut cukup memadai dalam mengupas
pembahasan ini.

Adapun mayat yang mendengar suara langkah orang yang mengantarnya
(ketika berjalan meninggalkan kuburnya) setelah dia dikubur, maka itu
adalah pengengaran khusus yang ditetapkan oleh nash (dalil), dan tidak
lebih dari itu (tidak lebih dari sekedar mendengar suara terompah
mereka), karena hal itu diperkecualikan dari dalil-dalil yang umum
yang menunjukkan bahwa orang yang meninggal tidak bisa mendengar
(suara orang yang masih hidup), sebagaimana yang telah lalu.

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu
`alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.

[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da'imah I/151-152 dari Fatwa no. 7366 Di
susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh.
Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 7/I/ 1424H]
_________
Foote Note
[1] Hadits Riwayat Ahmad –dan ini lafalnya- (I/27 : III/104, 182, 263
dan 287), Bukhari II/101 dan Nasa'i IV/110

Sumber :
http://almanhaj.or.id/index.php?action==more&article_id=77&bagian==0



--- In [email protected], "wirahidin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu
gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh
karenanya ORANG-ORANG YANG SUDAH MATI DAPAT BERBICARA, (tentulah Al
Quran itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan
Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa
seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah
memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir
senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau
bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah
janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
> (QS. Ar Ra'd : 31)
> 
> Poinnya adalah : orang yang sudah mati dapat bicara kembali.
> 
> Masalah saya adalah adanya orang (saudara temen saya) yang meyakini
bisa bicara dengan roh-roh orang yang sudah mati. Misal bicara dengan
roh mbah fulan dengan masuk ketubuh manusia (seperti cenayang).
> 
> Mohon penjelasannya, mohon disertai pula dalil-dalil yang shahih.
> 
> Terima kasih atas bantuannya




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke