Bismillahi Arrahmaan Arrahiim.
ana coba memberikan gambaran pada anti, semoga
bermanfaat
buat kita sekalian.
...
Dalam hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu,
bahwa Jibril pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam mengenai Islam dan Iman.
Maka beliau menjawab : "Islam adalah engkau bersaksi
bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat,
menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke
Baitullah".
Mengenai Iman beliau menjawab : "Engkau beriman kepada
Allah,
para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya,
hari AKhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan
yang buruk".
Dari hadits yang mulia sebagaimana dijelaskan oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ...,
(dlm menjelaskan Islam dan Iman Apa bedanya
www.assunnah.or.id/artikel/masalah penting)
Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan yang zhahir
yang berupa
perkataan lisan dan perbuatan anggota badan.
Sedangkan Iman ditafsirkan dengan amalan-amalan
batiniah
berupa i'tiqad-i'tiqad dan amalan hati.
Dalam penjelasan lain...
(PENGERTIAN IMAN MENURUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH)
Pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah
adalah ;
1.ikrar dalam hati,
2.diucapkan dengan lisan dan
3.diamalkan dengan anggota badan.
Jika keadaannya demikian, maka iman itu akan bisa
bertambah atau
bisa saja berkurang.Lagi pula nilai ikrar itu tidak
selalu sama.
Ikrar atau pernyataan karena memperoleh satu berita,
tidak sama dengan jika langsung melihat persoalan
dengan kepala
mata sendiri. Pernyataan karena memperoleh berita dari
satu orang
tentu berbeda dari pernyataan dengan memperoleh berita
dari dua
orang. Demikian seterusnya. Oleh karena itu, Ibrahim
'Alaihis
Sallam pernah berkata seperti yang dicantumkan oleh
Allah dalam
Al-Qur'an.
"Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau
menghidupkan orang-orang yang mati. Allah berfirman
:
'Apakah kamu belum percaya'. Ibrahim menjawab :
'Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah
tetap hati
saya". (Al-Baqarah : 260)
Iman akan bertambah tergantung pada pengikraran hati,
ketenangan dan kemantapannya. Manusia akan mendapatkan
hal itu
dari dirinya sendiri, maka ketika menghadiri majlis
dzikir dan
mendengarkan nasehat didalamnya, disebutkan pula
perihal surga
dan neraka ; maka imannya akan bertambah sehingga
seakan-akan
ia menyaksikannya dengan mata kepala. Namun ketika ia
lengah
dan meninggalkan majlis itu, maka bisa jadi keyakinan
dalam
hatinya akan berkurang.
Iman juga akan bertambah tergantung pada pengucapan,
maka orang berdzikir sepuluh kali tentu berbeda dengan
yang berdzikir seratus kali. Yang kedua tentu lebih
banyak
tambahannya.
Demikian halnya dengan orang yang beribadah secara
sempurna
tentunya akan lebih bertambah imannya ketimbang orang
yang
ibadahnya kurang.Dalam hal amal perbuatan pun juga
demikian,
orang yang amalan dengan anggota badannya jauh lebih
banyak
daripada orang lain, maka ia akan lebih bertambah
imannya daripada
orang yang tidak melakukan perbuatan seperti dia.
Tentang bertambah atau berkurangnya iman, ini telah
disebutkan
di dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah.
[Akhir potongan artikel - diharapkan merujuk kepada
artikel aslinya agar pesan yang di
inginkan sampai dengan benar]
Dari potongan penjelasan tersebut. Justru ada
pertanyaan buat anti.
atau kita sekalian.
1. masih perlukah keimanan seseorang itu disaksikan?
2. untuk apa persaksian itu ? dan
3. bagaimana bentuk persaksiannya ?
kalau yang dimaksud adalah kesaksian manusia,
4. Apa manfaat persaksian kita diatas kesaksian orang
tersebut?
5. juga, apa manfaat buat orang yang menyaksikan
tersebut ?
kalau yang dimaksud bentuk persaksiannya adalah
ditujukan
kepada organisasi,
6. dimana syariat yang mengaturnya?
ya ikhwah, sesungguhnya siapa yang persaksiannya
paling
bermanfaat buat amalan kita?
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah :
" Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia
Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus
(makhluk-Nya);
tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa
yang di
langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at
di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa
yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan
mereka
tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa
yang
dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi.
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan
Allah
Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. 2/255)
Afwan, mohon koreksi ikwan sekalian. Jazakallohu
khoir.
Abu Hilmy.
"Aku berlindung kepada Allah dari kebodohan,serta
kesombongan diri ini"
"sesungguhnya hanya kepadanya sajalah kita mohon
pertolongan dan ampunan dari keburukan diri-diri kita
dan keburukan amal-amal kita"
--- zahra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> assalaamu'alaykum..
>
> afwan mo nanya...
> perlukah keimanan seseorang itu disaksikan?
> tidak perlu atau tidak diperintahkan?
>
> syukran
>
>
>
__________________________________
Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
http://www.yahoo.com/r/hs
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/