>From: "Ari Firdaus" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wed Nov 23, 2005  4:02 pm
>Subject: Tanya Sejarah Kunar Afganistan
>Assalamu'alaikum warohmatulahi wabarokatuh
>Ane mau bertanya kepada antum semua tentang sejarah Afganistan
>beberapa puluh tahun yang lalu yang di pimpin oleh Imaroh Kunnar.
>dimana dia berusaha menerapkan Hukum Allah tetapi Kaum Hizbi malah
>berusaha menumbangkannya??
>Seperti apa Afganistan pada waktu itu? dan siapa yang berusaha
>menumbangkannya.
>Sampe terucap dari kaum hizbi tersebut: 'membunuh 1 orang wahabi 
>lebih baik daripada membunuh 10 orang komunis'
>afwan ini ana tanyakan karena ane mendengar dalam sebuah kajian
>tentang Ilmu yang ane download tetapi.. ngak jelas.

Alhamdulillah,
Masalah yang ditanyakan adalah merupakan penjelasan dari penerjemah[lihat 
foote note] dalam buku AL-IFTIRAAQ MAFHUMUHU ASBABUHU SUBULUL WIQAYATU MINHU 
[Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya].

Lengkapnya saya salinkan secara ringkas dari situs http://www.almanhaj.or.id 
semoga dapat menjadi penjelas dari permasalahan yang ditanyakan


SEBAB-SEBAB PERPECAHAN

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-'Aql


6]. Kurang Memahami Kaidah-Kaidah Berselisih Pendapat

Di antara sebab-sebab perpecahan adalah kurang memahami kaidah-kaidah 
berselisih pendapat.

Yang saya maksud di sini adalah mengenal hukum-hukum berbeda pendapat antara 
dua orang muslim dan efek yang timbul di balik itu. Mana saja yang boleh 
diperselisihkan dan mana yang tidak. Jika ada seseorang menyelisihi, bilakah 
penyelisihannya itu dapat ditolerir ? Bilakah kita boleh memvonisnya kafir 
atau fasik ? Apakah vonis seperti itu boleh dijatuhkan oleh siapa saja ? 
Banyak sekali orang yang tidak mengetahui perincian masalah tersebut. 
Terkadang dari sinilah muncul perpecahan yang seharusnya tidak terjadi !

Demikian pula dangkalnya pemahaman tentang kaidah-kaidah ijma' dan jama'ah. 
Memahami kaidah-kaidah tersebut sangat penting sekali yang dewasa ini banyak 
diabaikan oleh mayoritas penuntut ilmu syar'i. Di samping mereka juga tidak 
memahami tujuan dan makna persatuan umat, kaidah-kaidah jama'ah, bahkan 
banyak di antara mereka yang tidak mengerti titik-titik rawan perpecahan dan 
sebab terjadinya, titik rawan fitnah dan sebab pecahnya fitnah. Mereka tidak 
memahami mana saja hukum-hukum dan kaidah-kaidah yang tetap dan yang dapat 
berubah-ubah.

Ciri mereka adalah jahil terhadap kaidah-kaidah umum syari'at dan 
hikmah-hikmah umum syari'at, seperti kaidah-kaidah yang berkaitan 'mengambil 
maslahat dan menolak mafsadah', kaidah 'kesulitan mendatangkan kemudahan', 
kaidah penetapan bilakah seseorang mendapat dispensasi, bilakah kaidah 
'darurat' dapat diterapkan, dan bagaimana caranya menerapkan seperangkat 
kaidah tentang 'darurat', hukum-hukum pada masa fitnah, perdamaian. Mereka 
juga tidak mengetahui kaidah dan etika bermu'amalah terhadap orang yang 
beselisih pendapat dengannya, etika terhadap ulama dan penguasa. Oleh karena 
itu kita dapati banyak di antara mereka yang tidak dapat membedakan antara 
kondisi gawat dan fitnah dengan kondisi aman dan damai, akibatnya keliru 
dalam berkomentar dan menetapkan hukum. Ini jelas merupakan kekeliruan besar 
dan salah satu sebab perpecahan.

Saya beri contoh tentang pertikaian yang terjadi antara saudara-saudara kita 
di Afghanistan. yaitu pertikaian yang terjadi di wliayah Kunar. Orang yang 
punya bashirah kana mengetahui bahwa pertikaian yang terjadi bukan antara 
haq dan batil secara mutlak. Atau bukanlah pertikaian dalam masalah aqidah 
secara mutlak. Tidak ada dalih qath'i yang menunjukkan bahwa kebanaran ada 
pada salah satu dari dua pihak yang bersengketa. Hanya saja menurut sebagian 
orang, kebenaran lebih condong pada salah satu dari dua pihak tersebut. 
Sementara menurut orang lain justru sebaliknya. Maka cara yang paling tepat 
adalah mencari kejelasan lalu berusaha menciptakan perdamaian dan memadamkan 
api pertikaian dan mengembalikan permasalahan kepada ahli ilmu[1]

Akan tetapi yang berkomentar tentang fitnah itu adalah orang-orang yang 
tidak mengerti hukum seputar fitnah, dan kapan waktunya harus angkat bicara 
dan kapan waktunya harus diam. Kapan kita boleh mengomentari seseorang dan 
menjatuhkan vons atasnya dan kapan hal itu tidak dibolehkan. Sementara ia 
tidak punya pengetahuan tentang kemaslahatan umat Islam yang besar. 
Kemaslahatan yang berlaku bagi terciptanya persatuan umat Islam. Bagaimana 
menyatukan persepsi dan mengadakan perdamaian. Serat keharusan menahan diri 
berbicara apabila dengannya api fitnah akan berkobar. Dan menjauh dari 
pertikaian yang tengah terjadi antara dua kelompok muslim di tengah-tengah 
situasi fitnah, mencegah kerusakan dan tindakan-tindakan lainnya.

Sungguh banyak sekali orang yang tidak memiliki bashirah dan ilmu 
pengetahuan mencampuri persoalan ini. Mereka tidak mengambil petunjuk dari 
ucapan ahli ilmu dan tidak meminta pengarahan dari para syaikh yang ada di 
tengah-tengah mereka. Mereka justru berambisi agar para ulama menerima 
pendapat-pendapat mereka. Akan tetapi mereka sendiri tidak mau mendengar 
arahan para ulama

[Disalin dari kitab Al-Iftiraaq Mafhumuhu ashabuhu subulul wiqayatu minhu, 
edisi Indonesia Perpecahan Umat ! Etiologi & Solusinya, oleh Dr. Nashir bin 
Abdul Karim Al-'Aql, terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]
_________
Foote Note.
[1] Komentar Dr. Nashir bin Abdul Karim menanggapi pertikaian di wilayah 
Kunar sangat keliru. Kelihatannya Dr. Nashir menhandarkan komentarnya ini 
kepada informasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu 
hendaklah Dr. Nashir mencari kejelasan -sebagaimana yang dikatakannya di 
atas tadi- dari sumber yang terpercaya dan kalangan Salafiyin yang hadir dan 
menyaksikan dari dekat hakikat pertikaian yang terjadi di sana, agar tidak 
menzhalimi dakwah tauhid dan ahli tauhid di wilayah Kunar As-Salafiyah.

Perlu pembaca ketahui, bahwa pertikaian di wilayah Kunar adalah pertikaian 
antara haq dan bathil, pertikaian antara Muwahhidin (ahli tauhid) yang 
dipimpin oleh tokoh Salafi wilayah Kunar Syaikh Jamilurrahman dengan kaum 
Quburiyyin. Jelas pertikaian di sana adalah pertikaian dalam masalah 
prinsipil, yaitu masalah aqidah. Jadi dalam pertikaian tersebut kebenaran 
tidaklah samar sebagaimana yang digambarkan oleh Dr. Nashir -semoga Allah 
memaafkannya Sungguh sangat menyayat hati kita bila pembantaian para 
Muwahhidn yang dilakukan kaum Quburiyin itu dianggap bukan merupakan 
perseteruan antara haq dan batil

Dipicu kegerahan kaum Quburiyin melihat perkembangan dakwah tauhid yang 
marak di wilayah Kunar. Kebencian kaum Quburiyin terhadap kaum Muwahhidin 
yang mereka juluki Wahhabiyah ini memuncak hingga sebagai klimaksnya adalah 
pengepungan wilayah Kunar dan pembantaian penduduknya yang mayoritas adalah 
para Muwahhidin. Hingga beredarlah semboyan di tengah-tengah mereka bahwa 
membunuh seorang wahabi lebih baik daripada membunuh sepuluh orang komunis!. 
Hingga akhirnya Syaikh Jamilurrahman Rahimahullah juga terbunuh tidak lama 
setelah itu.

Setelah peristiwa berdarah itu, kaum Quburiyin yang dipimpin oleh Hikmatyar 
menggelar tabligh akbar menyatakan berlepas diri dari peristiwa tersebut, 
ironinya hal ini disambut gegap gempita oleh Ikhwaniyin (pengikut Ikhwanul 
Muslimin)! Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un -pent

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke