--- abdz danang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum wr.wb.
Wa'alaikumsalam warokhmatullohi wabarokaatuhu
> 
<awal potong..>
>...
> Pertanyaan ana:
> 1. Benarkah pemahaman hadist tersebut?
> 2. Seandainya benar, dalam konteks atau situasi apa
> (selain minta hujan dalam sholat istisqa'),
> diperbolehkannya mengangkat kedua tangan?

Afwan, ana coba membantu pertanyaan nomor 2. ana
sertakan artikel dari http://www.almanhaj.or.id. insya Allah membantu.
> 
> Jazzakumullah khairan...
wa iyyakum.
Abu Hilmy.

BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN

Oleh :Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang
paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta
penyebab terkabulnya doa. 

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi
Maha Mulia, Dia malu dari
hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya
(meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak
mendapat apa-apa". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab
Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68.
Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih
Sunan Abu Daud].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun
berasal dari lafazh haya' yang bermakna malu. Allah
memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan
dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat
tersebut. Lafazh kariim yang berarti Maha Memberi
tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha
Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia
dzat yang Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an
yarudahuma shifron artinya kosong tanpa ada sesuatu.
[Mur'atul Mafatih 7/363]

Dari Anas Radhiyalahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak berdoa dengan
mengangkat tangan kecuali dalam shalat Istisqa.
[Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/12. Shahih Muslim,
kitab Istisqa' 3/24].

Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits tersebut
tidak menafikan berdoa dengan mengangkat tangan akan
tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam
mengangkat tangan pada saat berdoa, artinya mengangkat
tangan dalam doa istisqa' memiliki cara tersendiri
mungkin dengan cara mengangkat tangan tinggi-tinggi
tidak seperti pada saat doa-doa yang lain yang hanya
mengangkat kedua tangan sejajar dengan wajah saja.

Berdoa dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan
kedua pundak tidaklah bertentangan dengan hadits di
atas sebab beliau pernah berdoa mengangkat tangan
hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh
mengangkat tangan dalam berdoa hingga kelihatan
ketiaknya, akan tetapi di dalam shalat istisqa
dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada shalat
istisqa kedua telapak tangan diarahkan ke bumi dan
dalam doa selainnya kedua telapak tangan diarahkan ke
atas langit.

Imam Al-Mundziri mengatakan bahwa jika seandainya
tidak mungkin menyatukan hadits-hadits diatas, maka
pendapat yang menyatakan berdoa dengan mengangkat
tangan lebih mendekati kebenaran sebab banyak sekali
hadits-hadits yang menetapkan mengangkat tangan dalam
berdoa, seperti yang telah disebut Imam Al-Mundziri
dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab dan Imam
Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadits
yang diriwayatkan Imam Muslim dari 'Amarah bin
Ruwaibah bahwa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat
tangan dalam berdoa, lalu mengingkarinya kemudian
berkata : "Saya melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam tidak lebih dari ini sambil mengisyaratkan
jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari
sebagian salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan
mengisyaratkan jari telunjuk. Akan tetapi hadits di
atas terjadi pada saat khutbah Jum'at dan bukan
berarti hadits tersebut menafikan hadits-hadits yang
menganjurkan mengangkat tangan dalam berdoa. [Fathul
Bari 11/146-147].

Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan,
sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah
sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan, dan
sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali
mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja,
serta sebagian yang lain di antara keduanya, artinya
mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang
dianjurkan dan tidak mengangkat tangan pada waktu
berdoa yang tidak ada anjurannya. Imam Al-'Izz bin
Abdussalam berkata bahwa tidak dianjurkan mengangkat
tangan pada waktu membaca doa iftitah atau doa
diantara dua sujud. Tidak ada satu haditspun yang
shahih yang membenarkan pendapat tersebut.

Begitupula tidak disunahkan mengangkat tangan tatkala
membaca doa tasyahud dan tidak dianjurkan berdoa
mengangkat tangan kecuali waktu-waktu yang dianjurkan
oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk
mengangkat tangan. [Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal.
47].

Syaikh Bin Bazz berkata bahwa dianjurkan berdoa
mengangkat tangan karena demikian itu menjadi penyebab
terkabulnya doa, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi
Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengankat
kedua tangannya (meminta-Nya), Dia kembalikan dalam
keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Hadits
Riwayat Abu Dawud].

Dan sanda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Baik tidak menerima
kecuali yang baik dan
sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang
beriman seperti memerintahkan kepada para rasul, Allah
berfirman.

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara
rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan
bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya
kepada-Nya kamu menyembah". [Al-Baqarah : 172].

Dan firman Allah : "Hai rasul-rasul, makanlah dari
makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang
shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan". [Al-Mukminuun : 51]

Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh
mengangkat kedua tangannya ke arah langit berdoa : 'Ya
Rabi, ya Rabbi tetapi makanannya haram, minumannya
haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya
tumbuh dari yang haram, bagaimana doanya bisa
dikabulkan .?" [Shahih Muslim, kitab Zakat 3/85-86]

Tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan bila
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak
mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa seperti
berdoa pada waktu sehabis salam dari shalat, membaca
doa di antara dua sujud dan membaca doa sebelum salam
dari shalat serta pada waktu berdoa dalam khutbah
Jum'at dan Idul fitri, tidak pernah ada hadits yang
menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam mengangkat tangan pada waktu waktu tersebut.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah
panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan
dan apa yang dilaksanakan semuanya suatu yang terbaik
buat umatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum'at
khatib membaca doa istisqa', maka dianjurkan
mengangkat tangan dalam berdoa sebagaimana yang telah
dilakukan oleh Rasulullah Shallallah 'alaihi wa
sallam. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa', bab Jamaah
Mengangkat Tangan Bersama Imam 2/21].

Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa setelah
shalat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin
melakukannya karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan
seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat
dari beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam terlebih
para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan
ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.

Adapun hadits yang berbunyi :

"Artinya : Shalat adalah ibadah yang membutuhkan
khusyu' dan berserah diri, maka angkatlah kedua
tanganmu dan ucapkanlah : Ya Rabbi, ya Rabbi". [Hadits
Dhaif, Fatawa Muhimmmah hal. 47-49].

Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca
doa thawaf sebab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
berkali-kali melakukan thawaf tidak ada satu
riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdoa
mengangkat tangan pada saat thawaf.

Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti ajaran
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti
perbuatan bid'ah.

Cara Mengangkat Tangan Dalam Berdoa.

Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan
dalam berdoa adalah kedua tangan diangkat hingga
sejajar dengan kedua pundak, dan beristighfar
berisyarat dengan satu jari, adapun ibtihal
(istighasah) dengan mengangkat kedua tangan
tinggi-tinggi. [Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Doa
2/79 No. 14950. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam
Shahih Sunan Abu Daud].

Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahwa saya melihat
Ibnu Umar berdoa di Al-Qashi dengan mengangkat
tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan
kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya.
[Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147.
Dinisbatkan kepada AL-Bukhari dalam kitab Adabul
Mufrad tetapi tidak ada].

Ketahuilah Bahwa Doa Istisqa' Memiliki Dua Cara

Pertama.
Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak
tangan ke wajah, berdasarkan dari Umair Maula Abi
Al-Lahm bahwa dia melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam berdoa istisqa di Ahjari Zait dekat dengan
Zaura' sambil berdiri mengangkat kedua telapak
tangannya tidak melebihi di atas kepalanya dan
mengarahkan kedua telapak tangan ke arah wajahnya.
[Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil
Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani
dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].

Kedua
Mengangkat tagan tinggi-tinggi dan mengarahkan luar
telapak tangan ke arah langit dan dalam telapak tangan
ke arah bumi. Dari Anas bahwa beliau melihat
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa saat
istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan
mengarahkan telapak tangan sebelah dalam ke arah bumi
hingga terlihat putih ketiaknya. [Sunan Abu Daud,
kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No.
1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan
Abu Daud 1/226 No. 1035].


[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi
Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin
Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 61-69 terbitan
Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke