BAB: WANITA HAIDH DILARANG MENGERJAKAN THAWAF
------------------------------------------------------------------------------------
disalin dari : Ensiklopedi Larangan (Al-Masuu-'ah al-Manaahiy Asy-Syar-'iyah)
Penulis : syaikh Salim bin 'Id al-Hilaly


Dari Aisyah, ia berkata:

"Kami keluar bersama Rasulullah semata-mata untuk menunaikan ibadah haji. Ketika kami tiba di Sarif, aku mendapatkan haidh.
Rasulullah datang menemuiku dan aku sedang menangis. Rasulullah bertanya kepadaku:

"Apa yang membuatmu menangis?"

Aku berkata: "Demi Allah, alangkah baiknya jika aku tidak keluar berhaji tahun ini."

Rasulullah berkata: "Kelihatannya engkau mendapatkan haidh?"

"Benar", jawabku.

Rasulullah berkata:

"Sesungguhnya hal itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan atas anak-anak wanita Adam, maka kerjakanlah apa yang dikerjakan oleh jamaah haji, hanya saja janganlah mengerjakan thawaf hingga engkau suci dari haidh"

(HR Bukhari No 305)


Kandungan Bab:
-------------------------

1. Wanita haidh boleh mengerjakan seluruh manasik haji kecuali thawaf

2. Manasik haji terdiri atas zikir, talbiyah, doa dan tilawah Qur-an, wanita haidh tidak dilarang mengerjakannya.

Barangsiapa melarang wanita haidh membaca Qur-an atau memegang mushaf, maka ia telah keliru.
Adapun hadits marfu' dari Ibnu 'Umar yang berbunyi: "Wanita haidh dan orang junub janganlah membaca sesuatu dari Al-Qur-an" adalah hadits dhaif (lemah) dari seluruh jalur-jalur riwayatnya sebagaimana telah ditegaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (I/409).

Tidak ada hadits yang shahih tentang larangan membaca al-Qur-an atas wanita haidh dan orang junub. Wallahu a'lam



------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke