Bismillahhirrahmanirrahiim,
  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
   
  Ana mohon maaf atas kekhilafan kepada Bpk. Muhammad Hilmi atas 
jawaban ana yang tidak mewakili pertanyaannya dan lebih kepada 
bantahan. Terima kasih kepada Bpk. Alghurahy yang mengingatkan ana. 
Semoga Allah memberikan hidayah kepada ana dan antum sekalian. 
Jazakallah khairon katsir.

alghurahy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          bismillahirrahmaanirrahiim
   
  assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh,
   
  kita tentunya perlu mengedepankan husnudhon kepada al-akh si 
penanya, sebagaimana perkataan beliau "Mohon penjelasan",
jadi tentunya beliau mengharapkan solusi bukan bantahan... bisa jadi 
beliau kena syubhat atau memang belum tahu,
   
  1. maka tentang khutbah jumat menggunakan bahasa selain bahasa 
Arab, telah dijelaskan oleh para ulama' diantaranya (yang saya tahu) 
dalam Majmu' Fatawa syaikh ibnu Baz dan syaikh Ibnu Utsaimin 
(rahimahumallahu ta'ala).
   
  menurut syaikh bin baz, (kurang lebihnya) bahwa memang ada 
sekelompok ulama' mengharuskan khutbah jum'at dalam bahasa Arab, dan 
ada pula sekelompok yang membolehkan bahasa selain Arab apabila 
pendengarnya tidak memahami bahasa Arab. Lalu beliau pun menjelaskan 
hujjah serta pentingnya daripada khutbah itu sebagai nasihat, 
pengajaran dll. Nasihat, pengajaran itu tidak lain untuk 
mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya Allah, maka bagaimana akan 
tersampai apabila pendengarnya tidak memahami ?.
   
  berikut ini kurang lebihnya terjemahan fatwa syaikh Utsaimin 
(karena lebih ringkas dan lebih pas dengan persoalan), 
    Fatwa no. 6421, Fadhilatus syaikh rahimahullahu ta'ala 
ditanya, "Bagaimana hukumnya khutbah dengan bahasa selain Arab ?"
   
  maka beliau, fadhilatus syaikh menjawab, 
  Yang benar dalam masalah ini adalah boleh bagi seorang khotib 
jumat berkhutbah dengan bahasa yang dipahami para hadirin, misalnya 
suatu kaum yang diluar Arab dan tidak paham bahasa Arab, maka sang 
khotib boleh berkhutbah dengan bahasa mereka. Karena ini adalah 
wasilah (sarana) tersampainya bayan (penjelasan) bagi mereka, dan 
tujuan daripada khutbah adalah penjelasan tentang hukum-hukum Allah 
subhaanahu wa ta'ala bagi para hamba, dan nasihat serta pengajaran 
bagi mereka. Kecuali ayat-ayat al-Qur'an wajib dibaca dalam bahasa 
Arab, kemudian boleh dijelaskan tafsirnya dalam bahasa kaum 
tersebut. Dan yang menjadi dalil bolehnya berkhutbah dengan bahasa 
yang dipahami kaumnya adalah firman Allah ta'ala, 
   
  "Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa 
kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada 
mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi 
petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang 
Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." [Ibrahim 4]
   
  Maka Allah telah menjelaskan (dalam ayat tersebut -pent), bahwa 
wasilah tersampainya bayan itu tidak lain dengan bahasa yang 
dipahami para pendengar.
  waAllahu a'lam
   
  [Majmu' Fatawa syaikh Utsaimin jilid 16 http://binothaimeen.com]
   
  2. kemudian tentang tetapnya sunnah shalat tarawih berjama'ah, 
telah dibahas panjang lebar oleh syaikh Muhammad Nashiruddin al-
Albani dalam kitab beliau shalatut tarawih dan qiyam ramadhan, 
bantahan terhadap orang yang mengklaim bahwa shalat tarawih 
berjama'ah adalah bid'ah.
   
  Diantaranya yang beliau tekankan adalah, bahwa tidak keluarnya 
rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada hari keempat untuk 
shalat tarawih (sementara para shahabat beliau sudah menunggu dan 
mereka berjubel banyak sekali ingin mengikuti shalat beliau), adalah 
karena adanya alasan khawatir akan dijadikan wajib lalu memberatkan 
umatnya, kemudian sampai beliau shallallahu alaihi wa sallam wafat 
ternyata tidak diwajibkan dan tentunya wahyu telah terputus. Dengan 
demikian tidak ada lagi alasan  untuk khawatir pada hari keempatnya 
dan seterusnya.
  waAllahu a'lam bis shawab, silakan merujuk kitab-kitab beliau.
   
  maka jawaban ringkasnya atas perkataan penanya "Kalau kita ingin 
mengikuti sunnah nabi secara konsekwen tentunya,...", 
  adalah : berarti kita perlu memahami sunnah nabi shallallahu 
alaihi wa sallam dengan merujuk kepada pemahaman para ulama', yang 
mereka tentunya telah berkecimpung dalam hadits-hadits, bukan atas 
pandangan pribadi kita sehingga berkesimpulan secara prematur.
   
  waAllahu ta'ala a'lamu bis shawab,
   
  abu iisa alghurahy
    
---------------------------------
  
    ----- Original Message ----- 
  From: Firman Syah 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 14, 2005 5:30 PM
  Subject: Re: [assunnah] Tanya Praktik Sholat Jumat
  

Bismillah,
  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh
   
  Dari mana antum mengetahui bahwa khutbah sholat jum'at harus pakai
bahasa Arab? Apakah ada dalilnya? 

Mengenai tarawikh, antum jangan baca hanya dari hadist lalu 
mengartikan sendiri, tapi penjelasan para shahabat/ulama yang 
menafsirkan hadist tsb.
   
  Semoga kita dimudahkan dalam menemukan dalil shahih. Amin.
   
  
muhammad hilmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
   
  Kalau kita ingin mengikuti sunnah nabi secara konsekwen,

  tentunya kita pada waktu sholat jumat dan khutbah menggunakan 
bahasa arab, kenapa kita menggunakan bahasa Indonesia? begitu juga 
sholat terawih berjamaah, seharusnya kita sholat hanya tiga malam 
saja dan tidak berurutan, namun kita melakukan satu bulan penuh.

   
  Mohon penjelasan. terimakasih

                        
---------------------------------
Yahoo! Shopping
 Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke