Assalamu'alaikum,

Alhamdulillah, bersyukurlah akhi, antum telah mendapat 
petunjuk dari Allah tentang jalan kebenaran. Masih banyak 
ikhwan kita yang melakukan bid'ah tapi masih dilakukan 
terus karena TIDAK TAHU. Allah kuasa untuk mengampuni 
orang yang tidak tahu.

Sekarang kita sudah tahu, kenapa kita tidak mendatangi 
ikhwan kita itu untuk MEMBERI TAHU dengan hikmah (tidak 
kasar), kita benci bid'ah-nya tetapi tidak benci orangnya, 
sebagaimana sifat Rasulullah. kewajiban orang yang tahu 
adalah memberi tahu orang yang tidak tahu.

Insya Allah, wassalam.

abdul-mulk



On Thu, 15 Dec 2005 19:47:01 +0700
  "Naufal" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ----- Original Message -----
>From: Hans Ferry
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, December 14, 2005 9:41 AM
> Subject: [assunnah] MASALAH BID"AH
>>
>> Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
> 
> Wa'alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
> 
>> Saya baru beberapa bulan ini mengikuti kajian dalam 
>>milist Assunah, 
>> banyak sudah ilmu yg saya dapat yg sebelumnya saya belum 
>>pernah
>> mengetahuinya secara langsung, tapi banyak juga jawaban2 
>>atau 
>> tanggapan2 dari para Ustaz & Ustazah dari pertanyaan2 yg 
>>diajukan
>> member milist yg tidak mengena di hati saya, apalagi 
>>tentang
>> pembahasan2 hadist yg sohih & dhoif.
>> jujur saya sebagai seorang yg fakir dlm ilmu Islam masih
>> mempertanyakan apakan hadist2 yg para Ustaz & member 
>>sampaikan
>> itu benar2 hadist yg shohih/ dhoif atau bukan. Saya dari 
>>kecil
>> sampai saat ini melaksanakan ajaran2 Islam dengan 
>>mengikuti contoh2\
>> & keterangan2 baik dr Orang Tua langsung maupun dr guru2 
>>mengaji
>> saya. Tapi sekarang saya malah jadi bingung ????
>> kenapa, soalnya seluruh amalan & ibadah saya dari kecil 
>>hingga saat
>> ini banyak yang BID'AH (bila mengikuti keterangan2 dr 
>>para Ustaz
>> Assunah) seperti :
>>
>> a. Membaca Do'a Qunut pd waktu subuh (sebab di seluruh 
>>masjid di
>> lingkungan sekitar saya semua memakai Do'a Qunut bila 
>>Shalat Subuh).
> 
> Dari Abi Malik al-Asyja'i, ia berkata kepada ayahnya: 
>"Wahai ayahku, sesungguhnya engkau pernah shalat di 
>belakang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, di 
>belakang Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman dan di belakang 'Ali 
>di daerah Qufah sini kira-kira selama lima tahun, apakah 
>qunut Shubuh terus-menerus?" Ia jawab: "Wahai anakku 
>qunut Shubuh itu BID'AH!! [Hadits shahih riwayat 
>at-Tirmidzi (no. 402), Ahmad (III/472, VI/394), Ibnu 
>Majah (no. 1241), an-Nasa-i (II/204), ath-Thahawi 
>(I/146), ath-Thayalisi (no. 1328) dan Baihaqi (II/213), 
>dan ini adalah lafazh hadits Imam Ibnu Majah, dan Imam 
>at-Tirmidzi berkata: "Hadits hasan shahih." Lihat pula 
>kitab Shahih Sunan an-Nasa-i (I/233 no. 1035) dan 
>Irwaa-ul Ghalil (II/182) keduanya karya Imam al-Albany.]
> http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1406&bagian=0
> ---------------
> Dari Abi Mijlaz, ia berkata: "Aku pernah shalat Shubuh 
>bersama Ibnu 'Umar, tetapi ia tidak qunut." Lalu aku 
>bertanya kepadanya: 'Aku tidak lihat engkau qunut 
>Shubuh?' Ia jawab: 'Aku tidak dapati seorang Shahabat pun 
>yang melakukan hal itu.'" Atsar ini telah diriwayatkan 
>oleh Imam al-Baihaqi di dalam kitab Sunanul Kubra 
>(II/213) dengan sanad yang hasan, sebagaimana yang telah 
>dikatakan oleh Syaikh Syuaib al-Arnauth dalam tahqiq 
>beliau atas kitab Zaadul Ma'ad (I/272).
> 
> Abul Hasan al-Kurajiy asy-Syafi'i (wafat th. 532 H), 
>beliau tidak mengerjakan qunut Shubuh. Dan ketika 
>ditanya: "Mengapa demikian?" Beliau menjawab: "Tidak ada 
>satu pun hadits yang shah tentang masalah qunut Shubuh!!" 
>[Lihat Silsilatul Ahaadits adh-Dha'iifah wal Maudhu'ah 
>(II/388).]
> 
> Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata: "Tidak ada sama sekali 
>petunjuk dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
>mengerjakan qunut Shubuh terus-menerus." Jumhur ulama 
>berkata: "Tidaklah qunut Shubuh ini dikerjakan Nabi 
>Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan tidak ada satupun 
>dalil yang sah yang menerangkan bahwa Nabi Shallallahu 
>'alaihi wa sallam mengerjakan demikian." [Lihat Zaadul 
>Ma'aad (I/271 & 283), tahqiq: Syu'aib al-Arnauth dan 
>'Abdul Qadir al-Arnauth]
> 
> Syaikh Sayyid Sabiq berkata: "Qunut Shubuh tidak 
>disyari'atkan kecuali bila ada nazilah (musibah) itu pun 
>dilakukan di lima waktu shalat, dan bukan hanya di waktu 
>shalat Shubuh. Imam Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, Ibnul 
>Mubarak, Sufyan ats-Tsauri dan Ishaq, mereka semua tidak 
>melakukan qunut Shubuh." [Lihat Fiqhus Sunnah 
>(I/167-168)]
> http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1448&bagian=0
> 
>> b. Yasinan pada malam Jum'at di Masjid (masjid seluruh 
>>Indonesia
>> hampir semua membaca Yasin bila Malam Jum'at).
> 
> tidak ada dalil yg shahih bahwa Rasulullah 
>shalallahu'alayhi wasallam atau para Salafush Shalih 
>melakukan hal itu.
> 
>> c. Berdo'a setelah selesai Shalat.
> 
> Saat untuk berdoa adalah didalam shalat karena saat 
>itulah kita sedang menghadap Allah, saatnya berdoa bisa 
>pada saat sujud atau sesaat sebelum salam setelah 
>tasyahud, sedangkan setelah selesai shalat berarti kita 
>telah selesai menghadap Allah, kenapa saat menghadap 
>Allah kita tidak berdo'a kepada-Nya dan malah berdo'a 
>setelah selesai menghadap-Nya? setelah selesai shalat 
>adalah saatnya untuk berdzikir dgn dzikir2 yg 
>disunnahkan.
> 
>> d. Mengikuti Imam membaca surat Al Fatihah setelah 
>>selesai shalat
>> Jum'at, atau shalat Fardhu lainnya.
> 
> Tidak ada keterangannya bahwa Rasulullah 
>shalallahu'alayhi wasallam atau para Salafush Shalih 
>melakukan hal itu.
> 
>> e. Mengangkat kedua tangan bila sedang berdo'a.
> 
> Hal ini belum tentu bid'ah.
> 
>> f. dll.
>>
>> Yang saya mau tanyakan, kenapa semua ibadah2 tersebut 
>>telah di
>> VONIS sebagai BID'AH ??? padahal kita tahu hampir 
>>seluruh umat
>> muslim & masjid di Indonesia melakukan amalan ibadah 
>>tersebut
>> di atas.
> 
> Seuatu amalan ibadah dikatakan bid'ah jika tidak pernah 
>dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu'alayhi wasallam, 
>sebagaimana sabda beliau : "Barangsiapa mengamalkan 
>amalan yang tidak ada dasarnya dalam urusan(agama) kami, 
>maka dia akan tertolak." [Hadits Riwayat Imam Muslim]
> maka jika ingin mengamalkan suatu bentuk ibadah ketahui 
>dulu apakah ada dalilnya (yg shahih) atau tidak, jika 
>tidak ada dalilnya maka amalan tsb adalah bid'ah, bid'ah 
>tetaplah bid'ah walaupun banyak orang yg melakukannya. 
>Karena Ibadah didasarkan pada kekuatan hujjah dari 
>Kitabullah dan Sunnah/Hadits yg shahih, bukan didasarkan 
>pada suara/jumlah terbanyak dari yg melakukannya.
> Jadi banyaknya yg melakukan amalan bid'ah (walaupun 
>hampir seluruh umat muslim di masjid di indonesia) hal 
>itu tetap tidak merubah status ke-bid'ah-annya.
> 
> Allahu a'lam
> 
>> Demikian sekelumit gundah saya, untuk ustaz & ustazah, 
>>mohon tulisan saya ini mendapat tanggapan yg serius.
>>
>> Wassalamua'alaikum,
>>
>> Hans




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke