Assalamualaikum,
Terimakasih diatas apa yg disampaikan ...disini saya nak tanya 
tentang perbuatan mengusap muka selepas berdoa mengangkat 
tangan...boleh dikatakan semua orang di malaysia...
mengamalkan nya ...

sekian terimakasih .


Abu Abdillah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
>From: "hisham sam" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[email protected]>
>Sent: Sunday, December 18, 2005 12:53 PM
>Subject: [assunnah] doa dan zikir selepas solat fardhu....
>Assalamualaikum
>berzikir selepas solat diringi doa selepasnya adalah menjadi amalan
>para imam dan makmum diseluruh masjid2 dimalaysia .... para makmum 
>dan imam akan berzikir secara serentak bermula dengan isthigfar dan
>zikir ...setelah selesai imam pun berdoa ...sekiranya ini bid'ah yg
>jelas ..apakah yg perlu saya lakukan dan bolehkah tolong jelaskan
>masa2 yg paling sesuai utk berdoa ....dan sepekara lagi.. adakah doa
>selepas solat fardhu tiada dlm sunnah ....

Alhamdulillah
Yang diperintahkan bagi seorang muslim adalah berdzikir kepada Allah 
sesuai dengan apa yang disyariatkan agama, dan berdo'a kepada Allah 
Azza wa Jalla dengan do'a-do'a yang ma'tsur yang datang dari Al-
Qur'an dan Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang shahih. 
Karena itu, wajib atas seorang muslim mengikuti (ittiba') yang telah 
disyariatkan Allah dan apa yang telah dicontohkan NabiNya 
Shallallahu 'alaihi  wa sallam.

Syaikhhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, berkata " Di antara 
orang yang sangat aib dan tercela ialah orang yang menggunakan hizib 
atau wirid yang tidak ma'tsur (tidak ada contohnya) dari Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam, sekalipun hizib atau wirid tersebut 
berasal dari syaikhnya (tuan gurunya). Sementara, ia justru 
meninggalkan/mengabaikan dzikir dan wirid yang diajarkan dan dibaca 
oleh pemimpin umat manusia dan Imam seluruh makhluk, yaitu Nabi 
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan hujjah Allah 
atas hamba-hambaNya.

Dibawah ini aka saya salinkan beberapa kesalahan yang dilakukan 
setelah shalat fardhu

PERINGATAN PENTING SEPUTAR KESALAHAN DALAM SHALAT

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


Beberapa hal biasa dilakukan oleh banyak orang setelah shalat fardhu 
(wajib) yang lima waktu, tapi tidak ada contoh dan dalil dari Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat 
Ridhwaanullaah 'alaihim ajma'iin.

Di antara kesalahan dan bid'ah tersebut ialah :

[1]. Mengusap muka setelah salam [1]
[2]. Berdo'a dan berdzikir secara berjama'ah yang dipimpin oleh imam 
shalat.[2]
[3]. Berdzikir dengan bacaan yang tidak ada nash/dalilnya, baik 
lafazh maupun bilangannya, atau berdzikir dengan dasar hadits yang 
dah'if (lemah) atau maudhu' (palsu)

Contoh :
[a]. Setelah salam membaca "Alhamdulillah"
[b]. Membaca surat Al-Faatihah setelah salam.
[c]. Membaca beberapa ayat terakhir surat Al-Hasyr dan lainnya.

[4]. Menghitung dzikir dengan memakai biji-bijian tasbih atau yang 
serupa dengannya. Tidak ada satupun hadits yang shahih tentang 
menghitung dzikir dengan biji-bijian tasbih, bahkan sebagiannya 
maudhu' (palsu) [3] Syaikh Al-Albani Rahimahullah 
mengatakan : "Berdzikir dengan biji-bijian tasbih adalah bid'ah" [4]

Syaikh Bakr Abu Zaid mengatakan bahwa berdzikir dengan menggunakan 
biji-bijian tasbih menyerupai orang-orang Yahudi, Nasrani, Budha, 
dan perbuatan ini adalah bid'ah dhalalah.[5]

Yang disunnahkan dalam berdzikir adalah dengan menggunakan jari-jari 
tangan.

"Artinya : Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : 
Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih 
(dengan jari-jari) tangan kanannya" [6]

Bahkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para 
sahabat wanita menghitung : Subhanallah, Alhamdulillah, dan 
mensucikan Allah dengan jari-jari, karena jari-jari akan ditanya dan 
diminta untuk berbicara (pada hari kiamat) [7]

[5]. Berdzikir dengan suara keras dan beramai-ramai 
(bersamaan/berjama'ah).

Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita berdzikir dengan suara 
yang tidak keras (Al-A'raaf : 55, 205, Lihat Tafsir Ibnu Katsir 
tentang ayat ini)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berdzikir dengan suara 
keras sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Muslim dan lain-
lain.

Imam Asy-Syafi'i menganjurkan agar imam atau makmum tidak 
mengeraskan bacaan dzikir.[8]

[6].Membiasakan/merutinkan do'a setelah shalat fardhu (wajib) dan 
mengangkat tangan pada do'a tersebut (perbuatan ini) tidak ada 
contohnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.[9]

[7]. Saling berjabat tangan sesuai shalat fardhu (bersalam-salaman). 
Tidak ada seorangpun dari sahabat atau salafush shalih yang berjabat 
tangan (bersalam-salaman) kepada orang disebelah kanan atau kiri, 
depan atau belakangnya apabila mereka selesai melaksanakan shalat. 
Jika seandainya perbuatan itu baik, maka akan sampai (khabar) kepada 
kita, dan ulama akan menukil serta menyampaikannya kepada kita 
(riwayat yang shahih). [10]

Para ulama mengatakan : "Perbuatan tersebut adalah bid'ah" [11]

Berjabat tangan adalah dianjurkan, akan tetapi menetapkannya di 
setiap selesai shalat fardhu tidak ada contohnya, atau setelah 
shalat shubuh dan Ashar, maka perbuatan itu adalah bid'ah. [12]

Wallahu a'lam bish Shawwab

[Disalin dari Kumpulan Do'a dari Al-Qur'an dan As-Sunnah Yang 
Shahih, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam 
Asy-Syafi'i]
_________
Foote Note
[1]. Lihat Silsilah Al-Haadiits Adh-Dhaiifah Wal Maudhuu'ah No. 660 
oleh Imam Al-Albani.
[2]. Al-I'tishaam, Imam Asy-Syathibi hal.455-456 tahqiq Syaikh Salim 
Al-Hilali, Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah VII/104-105, Fataawa Syaikh 
Bin Baaz XI/188-189, As-Sunan Wal Mubtada'aat hal. 70. Perbuatan ini 
bid'ah, (Al-Qaulul Mubiin Fii Akhthaa-il Mushalliin hal. 304-305)
[3]. Lihat, Silsilah Al-Haadiits Adh-Dha'iifah Wal Mudhuu'ah no. 83 
dan 1002.
[4]. Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'iifah I/185
[5]. As-Subhah Taariikhuha wa Hukmuha hal. 101 cet.I Daarul Ashimah 
1419H, Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid.
[6]. Hadits shahih, riwayat Abu Dawud no. 1502, dan At-Tirmidzi no. 
3486, Shahih Sunan At-Tirmidzi III/146 no. 2714, Shahih Abi Dawud 
I/280 no. 1330, Al-Hakim I/547, Al-Baihaqi II/253
[7]. Hadits hasan, riwayat Abu Dawud no. 1501, dan At-Tirmidzi. 
Dihasankan oleh Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani
[8]. Lihat kitab Fat-hul Baari II/326, dan Al-Qaulul Mubin hal. 305
[9]. Lihat Zaadul Ma'aad I/357 tahqiq Al-Arna'uth, Majmuu Fataawa, 
Syaikh bin Baaz XI/167-168
[10]. Tamaamul Kalaam fi Bifd'iyyatil Mushaafahah ba'das Salaam. DR 
Muhammad Musa Alu Nashr
[11]. Al-Qaulul Mubiin fii Akhthaa'il Mushalliin hal. 293-294 Syaikh 
Masyhur Hasan Salman
[12]. Al-Qaulul Mubiin fii Akhthaa il Mushalliin hal.294-295 dan 
Silsilah Al-Haadiits Ash-Shaahiihah I/53.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke