Wa 'alaikumus-salaamu wa rahmatullahi wa barakaatuh
 
Al-Hamdu Lillah, Nasta'inuhu wa Nastaghfiruh, Wa Na'udzu Billahi Min Syururi Anfusina Man Yahdihillahu Falaa Mudhilla Lahu Wa Man Yudhlil Falaa Haadiya Lahu. Asyhadu An-Laa ilaaha illallahu wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullahi, Amma Ba'du.
 
Semoga Allah tegak As-Sunnah di muka bumi ini dengan perantara sebagian dari kita-kita. Aamiin.
 
[Ana katakan] Riwayat-riwayat di bawah cukup jelas, sebagaimana berikut. Semua ana tulis hanya artinya :
Riwayat-1
Al-Bukhari berkata dalam shahih-nya :
Bab Menempelkan Bahu dengan Bahu dan Tepi Kaki dengan Tepi Kaki Lainnya Dalam Barisan Shalat, Berkata Nu’man bin Basyir, “Aku melihat masing-masing orang dari kami menempelkan mata kakinya ke mata kaki kawannya.”
 
CATATAN :
[Ana katakan] Imam Al-Hafizh Al-Bukhari menurunkan hadits ini tanpa sanad kecuali menyandarkan kepada shahabat An-Nu’man radhiyallahu ‘anhu (secara Mu’allaq), namun hadits ini SHAHIH, dan sanadnya disambung oleh Ibnu Hajar Al-‘Asqalaniy dalam Taghliqut-Ta’liq (2/302), dengan sanad yang panjang, dari beliau sendiri hingga An-Nu’man radhiyallahu ‘anhu.
-------------------------------
[Ana katakan] Bahkan Al-Bazzar mengeluarkan dalam kitab Musnad-nya dengan sanad lengkap sbb :
Riwayat-2
Al-Bazzar berkata, mengabarkan kepada kami Al-Fahm ibnu ‘Abdir-rahman, katanya, mengabarkan kepada kami ‘Abdullah ibnu Numair, katanya, mengabarkan kepada kami Zakariya, dari Husain ibnu Al-Harits Abi Al-Qasim, katanya, Aku mendengar An-Nu’man ibnu Basyir radhiyallahu ‘anhu berkata,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap wajahnya kepada kami (ketika hendak shalat) dan bersabda, “Tegakkanlah shaff-shaff kalian (3x), hendaklah kalian benar-benar menegakkan shaff atau Allah akan menjadikan perselisihan di antara wajah-wajah kalian.”
Maka sungguh-sungguh aku menyaksikan seorang lelaki dari kami menempelkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya dan mata kakinya dengan mata kaki temannya.”
 
HR. Al-Bazzar, Musnad no.3285 (8/229-230); Ibnu Hibban, Shahih no.2175 (5/549-550); Ibnu Khuzaimah, Shahih no.160 (1/82); Al-Baihaqi, As-Sunan Al-Kubra no.362 (1/76); Ad-Daruquthni, Sunan (1/282); Ahmad, Musnad (4/276); Ibnu ‘Abdil-Barr, At-Tamhid (24/257). Di-SHAHIH-kan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah.
-------------------------------
Riwayat-3
Abu Ya’la berkata –menceritakan kepada kami Abu Bakr, menceritakan kepada kami Husyaim, mengabarkan kepada kami Humaid Ath-Thawil, dari Anas ibnu Malik, Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
“Berlaku luruskanlah kalian dalam shalat, dan merapatlah kalian. Karena sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari balik punggungku.”
Berkata Anas, “Sungguh benar-benar aku melihat salah seorang dari kami menempelkan bahunya dengan bahu orang yang sampingnya dan kakinya dengan kaki orang yang di sampingnya.
Seandainya aku terapkan amalan itu (merapatkan shaff) pada hari ini. Benar-benar engkau akan melihat salah seorang dari kalian akan enggan seperti seekor bighal (peranakan keledai dan kuda) yang membangkang.”
 
HR. Abu Ya’la, Musnad no.3720 (6/381); Ibnu Abi Syaibah, Mushannaf no.3542 (1/308); Ibnu Hajar dlm Fathul Bariy (2/211) menyandarkannya kepada Isma’iliy, dari riwayat Ma’mar, dari Humaid, dari Anas. Syaikh Al-Albani men-SHAHIH-kan dlm Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah.
-------------------------------
 
[Ana katakan] Jelas sebagian faedah yang dapat kita petik adalah :
1. Sang Imam harus mengatakan kata-kata yang mengingatkan jama'ah untuk  merapatkan dan meluruskan shaff kemudian benar-benar memperhatikan penerapannya.
 
2. Ma'mum tidak menghadapkan ujung jemari kakinya ke arah luar kanan/kiri (mengangkang), sebagaimana yang kita dahulu pernah lakukan atau ketika shalat sendiri, tapi lebih menitik beratkan pada menempelkan mata kaki seseorang dengan mata kaki sebelahnya. Sehingga terlihat oleh ma'mum yang dibelakang tumit-tumit ma'mum yang di depannya bertemu dan lurus, jadi bukan pada ujung-ujung jari kaki.
 
3. Seseorang (ma'mum) tidak dibenarkan melebarkan posisi kakinya melebihi lebar bahunya, agar tercapai maksud As-Sunnah - menempelkan bahunya dengan bahu orang yang di sampingnya - dengan melembutkan lengan bagi saudaranya.
 
4. Ternyata pada zaman Anas ibn Malik radhiyallahu 'anhu, keengganan manusia untuk menerapkan As-Sunnah (merapatkan shaff dan meluruskannya) sudah terjadi, dapat dibayangkan bagaimana enggannya manusia di zaman para shahabat sudah tidak ada, apalagi sekarang.
Bahkan ana pernah disampaikan suatu berita seorang kyai muda pemilik pesantren daerah Cikarang menjelaskan (men-ta'wil-kan) makna merapatkan barisan adalah bukan menempelkannya, tapi rapat sebagaimana pagar rapat tapi tidak menempel, Subhanallah.
Dan yang lebih jelek lagi, ada seorang kyai (dengan lagak preman) yang menganjurkan kepada para jama'ah-nya, apabila kakinya ditempelkan oleh seseorang pukul saja tangannya atau injak kakinya dan tegur orangnya untuk lebih mengutamakan ke-khusu'-an dan kenyamanan dalam shalat berjama'ah. Allahul-Musta'an. Sehingga ana dan teman-teman dapati sendiri bahwa mereka keras sekali perlakuannya kepada kaum muslimin, saudara-saudara mereka. Sehingga ada beberapa ikhwah yang dinasihati dengan keras, dan dihimbau untuk tidak melakukannya. Ketika beberapa orang dari kami menunjukkan dalilnya dalam kitab Al-Bukhari (yang mungkin tidak pernah di baca oleh kyai tersebut) mereka hanya terdiam dengan wajah tidak senang, pernah salah seorang sedangkan muridnya mengatakan - saya lebih percaya kepada guru saya dalam memahaminya. Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'un.
 
Catatan tambahan :
[Ana katakan] Kata "Allahul-Musta'an (artinya : Allah sajalah yang dimintai pertolongan/Allah tempat meminta pertolongan)", termasuk ucapan bahkan do'a yang pernah diucapkan oleh Nabi Ya'qub 'alaihis-salaam dalam Al-Qur'an (QS.Yusuf 12:18) dan Taqrir Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari ucapan 'Utsman ibn 'Affan tercantum dalam kitab-kitab shahih serta perkataan para 'ulama islam dari dahulu hingga sekarang, jadi bukan perkataan baru. Allahul-Musta'aan.
 
Silahkan lihat :
Muslim, Shahih no.2403 dan Al-Bukhari, Shahih no.3490 dan riwayat ini lafazh-nya
hadits tersebut sbb :
Riwayat-4
Al-Bukhari berkata – menceritakan kepada kami Yusuf ibn Musa, menceritakan kepada kami Abu Usamah, katanya, menceritakan kepadaku ‘Utsman ibn Ghiyaats, menceritakan kepada kami Abi ‘Utsman Al-Nahdiy, dari Abi Musa Al-‘Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu katanya, katanya,
Aku berada bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu taman dari taman-taman di Madinah lantas datang seseorang lalu meminta izin untuk dibukakan, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukakanlah untuknya dan berilah khabar gembira padanya dengan Al-Jannah (surga)!” Maka aku bukakan untuknya (pintu taman), maka ketika ternyata Abu Bakr lantas aku khabarkan kepadanya apa yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memuji Allah. Kemudian datang seorang lagi dan meminta izin dibukakan (pintu), maka bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukakanlah baginya dan berilah khabar gembira dengan Al-Jannah, maka aku membukakan untuknya!” Dan ternyata ‘Umar, maka aku khabarkan kepadanya apa yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun memuji Allah. Kemudian seorang lagi minta izin dibukakan (pintu taman), maka berkata beliau kepadaku, “Bukakan untuknya dan berilah khabar gembira padanya dengan Al-Jannah atas mushibah yang menimpanya!” Dan ternyata ‘Utsman, maka aku khabarkan kepadanya apa yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun juga memuji Allah kemudian berkata, “Allahul-Musta’aan (Allah adalah tempat meminta pertolongan).”
 
Demikian, semoga bermanfaat.
Was-Salaamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
[EMAIL PROTECTED]
 

Haris Räikkönen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu 'alaikum wr wb

ana mo tanya,
yang dimaksud rapat shaf itu bagaimana? apa samping kanan kiri kaki rapat dengan jamaah di sebelahnya? atau bisa rapat antara sesama bahu jamaah?
dan bagaimana dengan lurus shaf? apa lurus sesama jari kaki? ato lurus sesama tumit kaki??

syukran

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke