HANDOYO ASNAN wrote:
> saya mau tanya masalah mengucapkan selamat hari raya bagi non 
muslim terutama sekarang hari natal boleh tidak tau memang haram 
tolong penjelasannya.
> urgent sekali.

Wa allaikumsalam warahmatullah,

Menyikapi Hari Raya Natal, Tahun Baru dan Hari Raya Non Muslim Lainnya

Oleh
Komisi Tetap Fatwa Saudi Arabia:

Sesungguhnya nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah Subhannahu wa
Ta'ala kepada hamba-Nya adalah nikmat Islam dan iman serta istiqomah
di atas jalan yang lurus. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah
memberitahukan bahwa yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan
yang ditempuh oleh hamba-hamba-Nya yang telah diberi nikmat dari
kalangan para nabi, shiddiqin, syuhadaa dan sholihin (Qs. An
Nisaa :69).

Jika diperhatikan dengan teliti, maka kita dapati bahwa musuh-musuh
Islam sangat gigih berusaha memadamkan cahaya Islam, menjauhkan dan
menyimpangkan ummat Islam dari jalan yang lurus, sehingga tidak lagi
istiqomah.Hal ini diberitahukan sendiri oleh Allah Ta'ala di dalam
firman-Nya, diantaranya (yang artinya):

"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat
mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena
dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi
mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai
Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu." (QS. 2:109)

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang lain (yang artinya):

"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari
jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya
menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak
lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS. 3:99)

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-orang yang
kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu kebelakang (kepada
kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi". (QS. 3:149)

Salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agama (jalan
yang lurus) yakni dengan menyeru dan mempublikasikan hari-hari besar
mereka ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah
hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum dan bisa diperingati
oleh siapa saja. Oleh karena itu, Komisi Tetap Urusan Penelitian
Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi telah memberikan fatwa
berkenaan dengan sikap yang seharusnya dipegang oleh setiap muslim
terhadap hari-hari besar orang kafir.Secara garis besar fatwa yang
dimaksud adalah:

Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nashara menghubungkan hari-hari besar
mereka dengan peristiwa-peritiwa yang terjadi dan menjadikannya
sebagai harapan baru yang dapat memberikan keselamatan, dan ini
sangat tampak di dalam perayaan milenium baru (tahun 2000 lalu), dan
sebagian besar orang sangat sibuk memperangatinya, tak terkecuali
sebagian saudara kita -kaum muslimin- yang terjebak di dalamnya.
Padahal setiap muslim seharusnya menjauhi hari besar mereka dan tak
perlu menghiraukannya.

Perayaan yang mereka adakan tidak lain adalah kebatilan semata yang
dikemas sedemikian rupa, sehingga kelihatan menarik. Di dalamnya
berisikan pesan ajakan kepada kekufuran, kesesatan dan kemungkaran
secara syar'i seperti: Seruan ke arah persatuan agama dan persamaan
antara Islam dengan agama lain. Juga tak dapat dihindari adanya
simbul-simbul keagamaan mereka, baik berupa benda, ucapan ataupun
perbuatan yang tujuannya bisa jadi untuk menampakkan syiar dan
syariat Yahudi atau Nasrani yang telah terhapus dengan datangnya
Islam atau kalau tidak agar orang menganggap baik terhadap syariat
mereka, sehingga biasnya menyeret kepada kekufuran. Ini merupakan
salah satu cara dan siasat untuk menjauhkan umat Islam dari tuntunan
agamanya, sehingga akhirnya merasa asing dengan agamanya sendiri.

Telah jelas sekali dalil-dalil dari Al Quran, Sunnah dan atsar yang
shahih tentang larangan meniru sikap dan perilaku orang kafir yang
jelas-jelas itu merupakan ciri khas dan kekhususan dari agama
mereka, termasuk di dalam hal ini adalah Ied atau hari besar
mereka.Ied di sini mencakup segala sesuatu baik hari atau tempat
yang diagung-agungkan secara rutin oleh orang kafir, tempat di situ
mereka berkumpul untuk mengadakan acara keagamaan, termasuk juga di
dalam hal ini adalah amalan-amalan yang mereka lakukan. Keseluruhan
waktu dan tempat yang diagungkan oleh orang kafir yang tidak ada
tuntunannya di dalam Islam, maka haram bagi setiap muslim untuk ikut
mengagungkannya.

Larangan untuk meniru dan memeriahkan hari besar orang kafir selain
karena adanya dalil yang jelas juga dikarenakan akan memberi dampak
negatif, antara lain:

Orang-orang kafir itu akan merasa senang dan lega dikarenakan sikap
mendukung umat Islam atas kebatilan yang mereka lakukan.

Dukungan dan peran serta secara lahir akan membawa pengaruh ke dalam
batin yakni akan merusak akidah yang bersangkutan secara bertahap
tanpa terasa.

Yang paling berbahaya ialah sikap mendukung dan ikut-ikutan terhadap
hari raya mereka akan menumbuhkan rasa cinta dan ikatan batin
terhadap orang kafir yang bisa menghapuskan keimanan. Ini
sebagaimana yang difirmankan Allah Ta'ala, (yang artinya):

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara
kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang zalim". (QS. 5:51)

Dari uraian di atas, maka tidak diperbolehkan bagi setiap muslim
yang mengakui Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad
sebagai nabi dan rasul, untuk ikut merayakan hari besar yang tidak
ada asalnya di dalam Islam, tidak boleh menghadiri, bergabung dan
membantu terselenggaranya acara tersebut.Karena hal ini termasuk
dosa dan melanggar batasan Allah.Dia telah melarang kita untuk
tolong-menolong di dalam dosa dan pelanggaran, sebagaimana firman
Allah, (yang artinya):

"Dan tolong-menolonglah kamu di dalam (mengerjakan) kebajikan dan
taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah
amat berat siksa-Nya." (QS. 5:2)

Tidak diperbolehkan kaum muslimin memberikan respon di dalam bentuk
apapun yang intinya ada unsur dukungan, membantu atau memeriahkan
perayaan orang kafir, seperti: iklan dan himbauan; menulis ucapan
pada jam dinding atau fandel; menyablon/membuat baju bertuliskan
perayaan yang dimaksud; membuat cinderamata dan kenang-kenangan;
membuat dan mengirimkan kartu ucapan selamat; membuat buku tulis;
memberi keistimewaan seperti hadiah/diskon khusus di dalam
perdagangan, ataupun (yang banyak terjadi) yaitu mengadakan lomba
olah raga di dalam rangka memperingati hari raya mereka. Kesemua ini
termasuk di dalam rangka membantu syiar mereka.

Kaum muslimin tidak diperbolehkan beranggapan bahwa hari raya orang
kafir seperti tahun baru (masehi), atau milenium baru sebagai waktu
penuh berkah (hari baik) yang tepat untuk memulai babak baru di
dalam langkah hidup dan bekerja, di antaranya adalah seperti
melakukan akad nikah,memulai bisnis, pembukaan proyek-proyek baru
dan lain-lain. Keyakinan seperti ini adalah batil dan hari tersebut
sama sekali tidak memiliki kelebihan dan keistimewaan di atas hari-
hari yang lain.

Dilarang bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat atas hari raya
orang kafir, karena ini menunjukkan sikap rela terhadapnya di
samping memberikan rasa gembira di hati mereka.

Berkaitan dengan ini Ibnul Qayim rahimahullah pernah
berkata, "Mengucapkan selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang
kafir sudah disepakati kaharamannya seperti memberi ucapan selamat
atas hari raya mereka, puasa mereka dengan mengucapkan, "Selamat
hari raya (dan yang semisalnya), meskipun pengucapnya tidak
terjerumus ke dalam kekufuran, namun ia telah melakukan keharaman
yang besar, karena sama saja kedudukannya dengan mengucapkan selamat
atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan di hadapan Allah, hal ini
lebih besar dosanya daripada orang yang memberi ucapan selamat
kapada peminum khamar, pembunuh, pezina dan sebagainya. Dan banyak
sekali orang Islam yang tidak memahami ajaran agamanya, akhirnya
terjerumus ke dalam hal ini, ia tidak menyadari betapa besar
keburukan yang telah ia lakukan. Dengan demikian, barang siapa
memberi ucapan selamat atas kemaksiatan, kebid'ahan dan lebih-lebih
kekufuran, maka ia akan berhadapan dengan murka Allah". Demikian
ucapan beliau rahimahullah!

Setiap muslim harus merasa bangga dan mulia dengan hari rayanya
sendiri termasuk di dalam hal ini adalah kalender dan penanggalan
hijriyah yang telah disepakati oleh para shahabat Radhiallaahu anhu,
sebisa mungkin kita pertahan kan penggunaannya, walau mungkin
lingkungan belum mendukung. Kaum muslimin sepeninggal shahabat
hingga sekarang (sudah 14 abad), selalu menggunakannya dan setiap
pergantian tahun baru hijriyah ini, tidak perlu dengan mangadakan
perayaan-perayaan tertentu.

Demikianlah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap mukmin,
hendaknya ia selalu menasehati dirinya sendiri dan berusaha sekuat
tenaga menyelamatkan diri dari apa-apa yang menyebabkan kemurkaan
Allah dan laknatNya. Hendaknya ia mengambil petunjuk hanya dari
Allah dan menjadikan Dia sebagai penolong.


[Dinukil dari Fatwa Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa
Kerajaan Arab Saudi Tertanda; Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah
Alu Syaikh; Anggota: Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan,
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, Syakh Shalih bin Fauzan Al Fauzan]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke