>From: "Halik Sahbana" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thu Dec 8, 2005  10:14 am
>Subject: Tanya Tentang Ahli Kitab
>Assalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
>Tolong di jelaskan lagi tentang ahli kitab.
>1. Apakah ahli kitab yang hidup di zaman Rosululloh SAW sama
>dengan ahli kitab yang sekarang ?
>2. Apakah kitab nasrani yang dimaksud pada zaman 
>Rosululloh SAW sama dengan kitab nasrani yang sekarang ?
>Mohon penjelasan dari Ulama besar beserta hadistnya.
>Maaf kalau pertanyaan kurang berkenan.
>Terima kasih,
>Wassalammualaikum.

Alhamdulillah
Untuk mengetahui keadaan/kondisi kitab-kitab yang ada ditangan ahli 
kitab, penjelasannya saya salinkan dari kitab At-Tauhid Lish 
Shaffits Tsani Al-'Ali edisi Indonesia Kitab Tauhid-2.

KITAB-KITAB YANG ADA PADA AHLI KITAB

Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka namakan sebagai
kitab Taurat dan Injil dapat dipastikan bahwa ia termasuk hal-hal yang tidak
benar penisbatannya kepada para Nabi Allah. Maka tidak bisa dikatakan bahwa
Taurat yang ada sekarang adalah Taurat yang dahulu diturunkan kepada Nabi
Musa Alaihis Salam. Juga Injil yang ada sekarang bukanlah Injil yang
diturunkan kepada Nabi Isa 'Alaihis Salam. Jadi keduanya bukanlah kedua
kitab yang kita diperintahkan untuk mengimaninya secara rinci. Dan tidak
benar mengimani sesuatu yang ada dalam keduanya sebagai kalam Allah, kecuali
yang ada dalam Al-Qur'an lalu dinisbatkan kepada keduanya.

Kedua kitab tersebut telah 'di-nasakh' (dicabut masa berlakunya) dan diganti
oleh Al-Qur'an. Allah menyebutkan terjadinya pengubahan dan pemalsuan
terhadap keduanya di lebih dari satu tempat dalam Al-Qur'an.

Allah berfirman.

"Artinya : Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka
mengubahnya setelah memahaminya, sedang mereka mengetahui" [Al-Baqarah : 75]

"Artinya : (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya. Kami kutuki mereka,
dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan
(Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari
apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad)
senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara
mereka (yang tidak berkhianat), maka ma'afkanlah mereka dan biarkanlah
mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di
antara orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya kami ini orang-orang
Nasrani', ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi (mereka)
sengaja melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan
dengannya ; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian
sampai hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberikan kepada mereka apa yang
selalu mereka kerjakan. Hai ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu
rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al-Kitab yang kamu
sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya" [Al-Maidah : 13-15]

Di antara bentuk pengubahan yang dilakukan ahli kitab adalah penisbatan anak
kepada Allah. Mahasuci Allah dari yang demikian, mereka mengatakan :

"Artinya : Orang-orang Yahudi berkata, Uzair itu putera Allah'. Demikian
itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan
orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allahlah mereka ; bagaimana
mereka sampai berpaling?" [At-Taubah : 30]

Begitu pula pemahaman orang-orang Nasrani terhadap Nabi Isa 'Alaihis Salam
serta perkataan mereka bahwa Allah adalah salah satu oknum dari tiga unsur
(atau yang lebih dikenal dengan kepercayaan 'trinitas' ,-pent).

Allah berfirman.

"Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata,
'Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam', padahal Al-Masih
(sendiri) berkata, 'Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu',
Sesunggunya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti
Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada
bagi orang zhalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah
orang-orang yang mengatakan, 'Bahwasanya Allah salah seorang dari yang
tiga', padahal sekali-kali tidak ada sesembahan selain dari Allah Yang
Mahaesa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih"
[Al-Maidah : 72-73]

Allah menjelaskan bahwa mereka telah mengubah firman-Nya. Mereka melalaikan
peringatan-peringatan Allah serta menisbatkan kepada-Nya apa yang Allah
Mahasuci dan bersih daripadanya. Mereka menuhankan yang lain-Nya
bersama-Nya, dan berbagai hal lain yang mereka susupkan ke dalam kitab-kitab
mereka. Dengan demikian tidak sah dan tidak benar penisbatan kitab-kitab ini
kepada Allah.

Disamping itu ada beberapa hal yang lebih menguatkan ketidakbenaran
penisbatan ini kepada Allah -di samping apa yang dinyatakan dalam Al-Qur'an-
yaitu antara lain.

[a] Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka yakini
sebagai kitab suci adalah bukan 'nuskhah' (naskah) yang asli, akan tetapi
terjemahannya.

[b] Bahwa kitab-kitab itu telah dicampuri dengan perkataan para 'mufassir'
dan para 'muarrih' (ahli sejarah), juga orang-orang yang mengambil
kesimpulan hukum dan sejenisnya.

[c] Tidak benar penisbatannya kepada rasul, karena tidak mempunyai 'sanad'
yang dapat dipercaya (dipertanggung jawabkan). Taurat ditulis sesudah Nabi
Musa 'Alaihis Salam berselang beberapa abad. Adapun Injil-injil yang ada,
semuanya dinisbatkan kepada pengarang dan penulisnya, lagi pula telah
dipilih dari Injil-injil yang bermacam-macam.

[d] Bermacam-macamnya naskah serta kontradiksi yang ada didalamnya
menunjukkan secara yakin atas perubahan dan pemalsuannya.

[e] Injil-injil itu berisi aqidah-aqidah yang rusak dalam menggambarkan Sang
Pencipta dan menyifatiNya dengan sifat-sifat kekurangan. Begitupula
menyifati para nabi dengan sifat-sifat kotor. Karena itu orang Islam wajib
meyakini bahwa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bukanlah kitab yang
diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, bahkan kitab-kitab itu adalah karangan
mereka sendiri. Maka kita tidak membenarkan sesuatu darinya kecuali yang
dibenarkan oleh Al-Qur'an yang mulia dan As-Sunnah yang disucikan. Dan kita
mendustakan apa yang didustakan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kita tidak
berkomentar tentang sesuatu yang tidak dibenarkan atau didustakan oleh
Al-Qur'an, karena ia mengandung kemungkinan benar atau dusta.

Wallahu a'lam!

[Disalin dari At-Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-'Ali , edisi 
Indonesia Kitab Tauhid-2, hal 65-69, Penerbit Darul Haq]
_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke