assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
   
  TV, memang ada juga program yang tidak mengandung maksiat, ana 
perkirakan 5% - 10% tidak lebih, sisanya bejibun maksiatnya.  Kalau 
kita mau bener-2 selektive alhamdulillah, tapi ingat hal itu amat 
susah.
   
  Ana sering kali mendapat nasihat dari beberapa client ana di 
tempat kerja yang umumnya mereka itu bule yang sebagian lagi dari 
mereka atheis, mengatakan: kalau antum ingin menjaga mutu pendidikan 
anak anda maka jangan ada televisi dirumah, untuk pengganti dari itu 
sediakan media bacaan yaitu buku-2 yang bermutu.  mengapa karena TV 
itu adalah pembunuh jiwa kreativitas untuk berpikir, berkreasi, dan 
berupaya dst.  apalagi TV yang sekarang umum merusak the moral value 
sebagai bahan dasar masa depan mereka.
   
  Nasihat dari orang-2 kafir yang tidak mengenal Islam saja cukup 
logis buat ana untuk menyemangatkan ana dalam ber-Istiqomah kepada 
ajaran Diinul-Islam, subhanallah...
   
  Music, datang masuk ke jiwa manusia dari berbagai arah, ini memang 
memerlukan perjuangan yang amat sangat tekun untuk mengenyahkan dari 
sekitar lingkungan (diri & keluarga) kita.  Kejangkitan mendengar 
music adalah sudah merupakan penyakit Psichologis, memang sangat 
amat susah untuk dihindarkan.  Bagaikan seseorang mengkonsumsi 
rokok, susah dihindarkan karena addicted, kecanduan, ini semua 
tergantung dari kadar kita menyerapnya setiap hari baik itu music 
atau rokok.
   
  Ana pribadi sebelum mempelajari & ber-manhaj salaf, adalah 
pengagum music yang nomor wahid, dari music yang paling ana kagumi 
(slow rock hingga ke music dari dataran Africa).  
   
  Sebelumnya juga, mempunyai gairah Islam yang cukup, tapi tanpa 
landasan ilmu akhirnya jalan ke-Islam-an ana tak terarah (ngawur). 
   
  Memang ana sudah menemui hadits-2 mengenai larangan mendengarkan 
music dari awal, tapi bukannya ana terima dengan lapang dada, malah 
ana lakukan memprotes (wa iyyadzubillah), kemudian berdalih dengan 
segala macam upaya, agar ana bisa menemukan justifikasi yang tepat. 
Itulah kecanduan, itulah penyakit psichologi yang memerlukan terapi.

  Ana setuju dengan dengan nasihat Al-Akh Novareza, agar 
memperbanyak mendengarkan murottal lewat segala instrument itu yang 
tadinya banyak digunakan untuk mendengar music, akan tetapi berarti 
masih ada kesempatan untuk mendengarkan music walaupun hanya sesa'at.  
   
  Metode ini pernah ana lakukan tapi hasilnya nihil, entah mungkin 
kadar yang ana konsumsi sudah mangganas bagai parasit kanker ganas 
walaupun ana sudah bermanhaj salaf.
   
  Wallahu'alam...  Ana selalu berdo'a NYA azza wajall siang malam 
untuk dikaruniai petunjuk agar bisa menanggulanginya.   

  Alakullihal...  tak lama baru ana tersadarkan bahwa ana mempunyai 
hobby selain mendengar music adalah gemar membaca & mempelajari 
sejarah apa saja khususnya Islam, khususnya lagi para pejuang Islam, 
beruntungnya lagi para sahabat, Ulama tabi'in, para Imam dst. 
Sejalan juga, ana berusaha menjauhkan dan mengenyahkan semua 
instrument pendengar.  Ana usahakan semua instrument itu agar mudah 
menjadi rusak sebagiannya juga sengaja ana hancurkan.
   
  Nonton TV, ana bisa control nafsu untuk tidak menonton, computer 
juga bisa membasmi dari semua music, instead ana download sebanyak-
banyak ceramah-2 dauroh dari banyak Ustadz Salaf, seperti Ust. Yazid 
Jawwas, Abdul Hakim Abdat, Abu Haydar, Agus Hasan Bashori, Ahmad 
Sabiq, Ainur Rofiq, Bamu'alim, dst.

  Ana super sibukkan diri dengan join dengan berbagai diskusi 
Mallist yang bermanhaj Salaf baik berbahasa Melayu maupun Inggris.
   
  Hobby membaca & mempelajari sejarah, ana curahkan semua jiwa dan 
tenaga ana.  Ana habiskan uang sampingan dengan membeli buku-2 
salaf.  Ana khususkan untuk mempelajari para Sahabat, Tabi'in, 
Atbaut-Tabi'in, para Imam Muhadditsin yang terdahulu dan sekarang. 
Kenikmatan ini, Wallaahi ya ikhwah fiddin sungguh bagaikan kita 
menonton layar hidup yang benar-2 terjadi bukan fiktiv.  Memang 
benar-2 nonton perjalanan hidup dan ajaran dan nasihat-2 mereka 
semoga Allah subhana wata'ala meridloi dan merahmati mereka semua, 
amin.
   
  Dua tahun terlewatkan sudah, telinga sudah terbiasa tidak menyerap 
music.  Pernah sekali ana berkunjung kerumah teman seorang muslim 
kebenaran mereka sambil memutarkan lagu dirumah.  Alhamdulillah rasa 
ingin apalagi rindu telah sirna, malah ana mohon kepada tuan 
rumahnya untuk mematikannya, ditanya alasannya, ana sampaikan apa 
adanya sebagaimana larangan dari Nabi salallahu'alaihi wasallam 
dengan sopan, lagian berbincang-2 dengan hingaran music pembicaraan 
pasti terganggu.  Music dimatikan, tapi Wallaahu'alam apakah dia 
bisa menerima atau tidak, yang pasti telah ana sampaikan risalah itu?
   
  Jadi itulah sedikit pengalaman ana kejangkitan Penyakit Mendengar 
Music yang telah berparasit bagai kanker ganas.
   
  Dari situ ya ikhwah....  Berdo'alah mintalah kepada Sang Khaliq 
azza wajall dan ber-ikhtiyar dengan sungguh-2, sungguh banyak jalan 
bagi kita untuk mencari keridloan Allah subhana wata'ala.  
   
  Allah pasti tidak akan membiarkan kita dalam keadaan sesat selama 
kita selalu tunduk atau mendengar dan ta'at kepada semua perintah 
dan laranganNya:

  "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya 
Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (Surat Muhammad 
ayat 7)
   
  Janganlah diartikan bahwa ana tidak akan tergoda lagi dengan 
rayuan setan itu, Wallaahu musta'an kita harus selalu waspada 
janganlah kita tercabut ruh kita selagi Iman melayang dari hati 
kita, ini adalah malapetaka.
   
  kita berdo'a satu sama lain, semoga kita selalu diberi kekuatan 
ber-Istiqomah dengan manhaj ini, berharap rahmatNya amin 
yarobbal'alamin.
   
  Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

>-----Original Message-----
>From: [email protected] 
>Of [EMAIL PROTECTED]
>Sent: Friday, April 29, 2005 10:18 AM
>To: [email protected]
>Subject: RE: [assunnah] Digest Number 1796
>Assalammu'alaikum,
>Ana masih susah sekali meninggalkan lagu.. mungkin karna sudah 
>terlalu banyak syair lagu yang ada di kepala ana... mungkin di 
>antara ikhwan/Akhwat yang punya tips ampuh untuk meninggalkan lagu.
>Wassalammu'alaikum,
>Ikhsan.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke