>From: "ampera" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Thu Jan 12, 2006  4:17 pm
>Subject: Tulisan/Kaligrafi di dalam Masjid
>Assalamu'alaikum warohamatullahi waabrokatuh,
>Ikhwan fiilah, di perusahaan tempat kami bekerja telah didirikan
>masjid yang cukup luas dan dapat menampung jama'ah sholat sampai 300
>jama'ah. Para pengurus masjid berencana membuat kaligrafi yang 
>diambil dari ayat suci Al-Qur'an dan kaligrafi tersebut ditempatkan 
>ditembok depan bagian atas, yang secara jelas akan terbaca oleh 
>setiap jama'ah yang masuk ke dalam masjid.
>Adakah dalil dalam Al-Qur'an atau hadits yang memperbolehkan atau
>melarang adanya tulisan, gambar atau kaligrafi di dalam masjid.
>Jazakumulloh khoiron katsiroo.
>Wasalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah
Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu melarang menghiasi masjid dan 
memperindahnya, karena yang demikian itu dapat mengganggu shalat seseorang. 
Dan ketika beliau memerintahkan merehab Masjid Nabawi, beliau berkata, 
“Lindungilah manusia dari hujan, dan janganlah engkau beri warna merah atau 
kuning karena akan memfitnah (mengganggu) manusia” [Shahih Bukhari 1 : 539]

Kaligrafi ayat-ayat al-qur'an di dinding masjid termasuk menghiasi 
masjd, dan mereka (orang-orang) yang menempelkan ayat-ayat yang 
mulia ini hanya menginginkan menempelkannya dengan sia-sia dan 
sekedar pemandangan ? Sesungguhnya Al-Qur’an tidak layak dijadikan 
permainan sia-sia dan pemandangan yang menjadi hiasan saja. 
Sesungguhnya Al-Qur’an lebih tinggi kedudukannya dan lebih agung 
derajatnya dari sekedar dijadiakn hiasan dinding.

Lengkapnya saya salinkan dari situs http://www.almanhaj.or.id semoga 
bermanfaat

MEMPERINDAH MASJID DAN BERMEGAH-MEGAHAN DENGANNYA

Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil


MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang 
dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang 
kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam 
masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. 
Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman 
keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman 
kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan 
oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan 
seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu 
telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.
________________________________

Diantara tanda-tanda lainnya yang menunjukkan dekatnya kiamat ialah 
orang-orang memperindah, menghias, bermegah-megahan dalam membangun masjid 
serta membangga-banggakannya. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 
‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berasabda.

“Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga manusia bermegah-megahan dalam 
membangun masjid” [Musnad Ahmad 3 : 134 dengan catatan pinggir Muntakhab 
Kanzul Ummal. Al-Albani berkata “Shahih”. Lihat : Shahih Al-Jami’ush Shagir 
6 : 174, hadits nomor 7298]

Dan dalam riwayat Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah dari Anas Radhiyallahu ‘anhu 
bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Diantara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah orang-orang 
bermegah-megahan dalam membangun masjid”. [Sunan Nasa’i 2 : 32 dengan syarah 
As-Suyuti. Al-Albani mengesahkannya dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir 5 : 
213, nomor 5771, Shahih Ibnu Khuzaimah 2 : 282, hadits nomor 1322-1323 
dengan tahqiq Dr Muhammad Musthafa Al-A’zhami. Beliau berkata “Isnadnya 
shahih”]

Al-Bukhari berkata : Anas berkata, “Orang-orang bermegah-megahan dalam 
membangun masjid, kemudian mereka tidak memakmurkannya kecuali hanya 
sedikit. Maka yang dimaksud dengan At-Tabaahii (bermegah-megahan) ialah 
bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menghiasinya”.

Ibnu Abbas berkata , “Sungguh kalian akan memperindah dan menghiasinya 
sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani memperindah dan menghiasi tempat 
ibadah mereka” [Shahih Bukhari, Kitab Ash-Shalah, Bab Bunyanil Masajid 1 : 
539]

Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu melarang menghiasi masjid dan 
memperindahnya, karena yang demikian itu dapat mengganggu shalat seseorang. 
Dan ketika beliau memerintahkan merehab Masjid Nabawi, beliau berkata, 
“Lindungilah manusia dari hujan, dan janganlah engkau beri warna merah atau 
kuning karena akan memfitnah (mengganggu) manusia” [Shahih Bukhari 1 : 539]

Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada Umar, karena orang-orang tidak mau 
menerapkan wasiatnya, bahkan mereka tidak hanya memberi warna merah atau 
kuning, tapi sudah lebih dari itu hingga mengukir dan melukis masjid seperti 
melukis pakaian. Dan para Raja dan Khalifah sudah bermegah-megahan dalam 
membangun masjid sehingga sangat mengagumkan. Masjid-masjid yang dibangun 
dengan kemegahan semacam itu sebagaimana yang ada di Syam, Mesir, Maroko, 
Andalus dan sebagainya. Dan sampai sekarang kaum muslimin senatiasa 
berlomba-lomba dan bermegah-megahan dalam memperindah dan menghiasi masjid.

Tidak disangsikan lagi bahwa memperindah, menghiasi dan bermegah-megahan 
dalam membangun masjid termasuk perbuatan berlebih-lebihan dan mubadzir. 
Padahal, memakmurkan masjid itu adalah dengan melaksanakan ketaatan dan 
berdzikir di dalamnya, dan cukuplah bagi manusia sekiranya mereka sudah 
terlindung dari panas dan hujan di dalam masjid. Sungguh diancam dengan 
kehancuran apabila masjid-masjid sudah diperindah dan mushaf-mushaf sudah 
dihiasi sedemikian rupa. Al-Hakim At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Darda’ 
Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata.

“Artinya : Apalagi kamu sudah menghiasi (memperindah) masjid-masjidmu dan 
mushaf-mushafmu, maka kehancuran akan menimpamu” [1]

Al-Munawi [2] berkata , “Maka memperindah masjid dan menghiasi mushaf itu 
terlarang, sebab dapat menggoda hati dan menghilangkan kekhusyu’an, 
perenungan, dan perasaan hadir di hadapan Allah Ta’ala. Menurut golongan 
Syafi’iyah, menghiasi masjid atau Ka’bah dengan emas atau perak adalah haram 
secara mutlak, dan dengan selain emas dan perak hukumnya makruh” [Faidhul 
Qadir 1 : 367]


[Disalin dari kitab Asyratus Sa’ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, 
oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, Terbitan CV Pustaka Mantiq, 
hal.111-112]
_________
Foote Note
[1] Shahih Al-Jami Ash-Shagir 1 : 220, hadit nomor 599, Al-Albani berkata, 
“Isnadnya hasan”. Dan beliau menyebutkan dalam kitab Silsilatul Ahaditsish 
Shahihah 3 : 337, hadit nomor 1351 bahwa hadist ini diriwayatkan oleh 
Al-Hakim At-Tirmidzi dalam kitab Al-Akyas Wal-Mughtarrin, halaman 78 dari 
Abu Darda secara marfu.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dengan mendahulukan dan 
mengakhirinya (membalik susunannya) dalam Kitab Az-Zuhdi halaman 275, hadits 
nomor 797 dengan tahqiq Habibir-Rahman Al-Azhami. Dan Al-Bani menyebutkan 
isnad Ibnu Mubarak dalam As-Silsilah dengan mangatakan, ‘Ini adalah isnad 
yang perawi-perawinya adalah perawi-perawi kepercayaan, perawi-perawi 
Muslim, tetapi saya tidak tahu apakah Bakar bin Suwadah (yang meriwayatkan 
dari Abu Darda) ini mendengar dari Abu Darda’ atau tidak ?” Hadits ini 
disebutkan oleh Al-Baghawi dalam Syarah As-Sunnah 2 ; 350 dan beliau 
menisbatkannya kepada Abu Darda’.
As-Suyuthi menisbatkannya di dalam Al-Jami’ush Shagir halaman 27 kepada 
Al-Hakim dan Abu Darda’ dan memberi siyarat dha’if. Demikian pula Al-Munawi 
mendhaifkannya dalam Faidhul Qadir 1 ; 367, hadits nomor 658.
[2] Belaiu adalah Zainuddin Muhammad bin Abdur Ra’uf bin Tajul Arifin bin 
Ali bin Zainul Abidin Al-Haddadi Al-Munawi. Beliau memiliki delapan buah 
karangan, terutama dalam bidang hadits, biografi, dan sejarah. Beliau wafat 
di Kairo pada tahun 1031H. Semoga Allah merahmati beliau. Lihat Al-A’lam 6 : 
204

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke