Wa`alaykumussalam warahamatullahi wabarakatuh Ya ukhtiy, sebaiknya ukhtiy tetap berusaha untuk selalu mendapat keridhaon orangtua dalam segala tindakan yang ukhtiy lakukan selama hal itu bukan maksiat, jangan sampai ukhtiy menyakiti perasaan orang tua. Teruslah berdoa dan tetap berusaha untuk mencari jalan tengah yang dapat mengkompromikan keinginan ukhtiy dgn keinginan orang tua, sehingga ukhtiy tetap mendapatkan yg anti inginkan dan juga tetap mendapatkan ridho orangtua.
Jika ukhtiy sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tetap tidak bisa membuat orang tua ukhtiy mengerti, maka apaboleh buat, mintalah ikhwan tsb untuk mengerti keadaan ukhtiy yg tidak bisa mengambil keputusan yg menentang orangtua (apalagi dgn ancaman tidak diakui sbg anak, na'udzubillah). Jika ikhwan tsb seorang yg berakhlaq baik maka tentu dia akan mengerti keadaan ukhtiy, karena dlm masalah jodoh sebisa mungkin jangan sampai ukhtiy memaksakan berjodoh dgn orang yg tidak diridhoi oleh orang tua ukhtiy, karena hak ke-wali-an ada ditangan orang tua dan tentu ukhtiy mengharapkan mempunyai keluarga sakinah yg diridhoi oleh orang tua. Dan agar ukhtiy tidak menyesal dikemudian hari dgn rumahtangga yg tidak diridhoi orang tua. Tapi ukhtiy juga tetap punya hak pilih jika orang tua ukhtiy menentukan pilihan jodoh untuk ukhtiy, misalnya jika menurut ukhtiy ada yg tidak baik dari akhlaq dan agamanya, maka ukhtiy dapat menjadikan itu sbg alasan untuk menolaknya. Jangan sampai kita menentang keridhoan orangtua kita, tapi bagaimanapun tetap saja ketaatan tsb haruslah ketaatan yg tidak bertentangan dgn ketaatan kpd Allah dan Rasul-Nya. ----- Original Message ----- From: asri damayanti To: [email protected] Sent: Wednesday, January 25, 2006 1:31 PM Subject: [***SPAM*** Score/Req: 05.69/05.00] [assunnah] tanya ttg maisyah dan keluarga Assalamu'alaikum wr wb, ana lulusan dari PT, ana berpikir bahwa akhwt sekolah untuk mendidik anaknya kelak, tapi tidak dng orang tua ana, ana dipaksa melamar kerja di perusahaan2 oleh orang tua ana. klo tidak menuruti keinginan mereka ana dianggap tidak berbakti. bagaiman sikap ana seharusnya? dah dicoba dijelaskan tapi orang tua ana tidak mau mengerti. ana bisnis ngajar privat, pengasilannya alhamdulillah tapi orang tua tetap meminta ana untuk bekerja di kantor, bagaimana ana menyikapi ini? ada ikwan bermanhaj salaf yang ingin mengkhitbah ana, tapi orang tua ana tidak menyetujui karena maisyah ikhwan tersebut. tapi ikhwan tersebut tetap ingin maju ke orang tua ana, sedangkan ibu ana mengancam akan jatuh sakit dan tidak mengakui ana sebagai anaknya lagi jika ana menikah dengan ikhwan tersebut. bagaimana sikap ana terhadap ikhwan tersebut dan orang tua ana? adakah konsep sekufu dalam islam untuk menikah? tlg beri ana solusi dan saran. Jazakallah khair ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
