HAL-HAL YANG MENYEBABKAN SERTA MENAMBAH PERPECAHAN DAN HAL-HAL YANG 
MENYEBABKAN PERDAMAIAN

Oleh
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah
Sumber : http://www.almanhaj.or.id


Pertanyaan.
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah ditanya : 
Fadhilatus Syaikh, mohon Anda jelaskan contoh dari hal-hal yang 
menyebabkan dan menambah perpecahan dan hal-hal yang menyebabkan 
ishlah (perdamaian)!

Jawaban.
Hal-Hal Yang Menambah Perpecahan Adalah.

[a]. Taashub (fanatik) yang tercela, yaitu fanatik sebagian orang 
terhadap golongan tertentu karena mengikuti hawa nafsu, baik itu 
karena fanatik tercela yang disebabkan oleh kafanatikan terhadap ras 
atau golongan atau kepentingan dunia atau karena benci pada pihak 
yang menyelisihinya, inilah fanatik yang menambah perpecahan.

[b]. Oleh karena itulah, maka wajib atas penuntut ilmu untuk 
mengikhlaskan amalannya semata-mata karena Allah dan tidak memandang 
manusia karena status dan kedudukannya yang akhirnya dia mengukur 
kebenaran dengan figur/tokoh tertentu, padahal justru kebenaran 
itulah yang menjadi ukuran untuk menilai kedudukan seseorang. 
Semestinya dia harus membela kebenaran dan orang yang berada 
diatasnya meskipun orang itu kecil atau rendah derajatnya, dan 
semestinya harus pula dia mencegah orang dzalim dari kedzolimannya 
walaupun mulia dan tinggi kedudukannya

[c]. Menukil perkataan dan menyebarluaskannya. Menukil perkataan 
diantara manusia khususnya dalam perselisihan merupakan hal yang 
menambah perpecahan, kalian tentunya tahu bahwa Nabi Shallallahu 
alaihi wa sallam membenci qilla wa qoola, banyak bertanya dan 
membuang-buang harta qilla wa qoola adalah banyak menukil perkataan 
antar manusia : Kata Fulan begini, kata Fulan begitu, Fulan 
dikatakan begini, Fulan dikatakan begitu.. sehingga diapun 
menyibukkan waktu-waktunya dengan perkataan ini. Maka inilah 
diantara sebab yang paling besar yang menyebabkan kerasnya hati, 
menimlbulkan hasad, dengki, permusuhan antara ikhwah dan menambah 
perpecahan.

Maka kewajiban penuntut ilmu adalah menjaga lisannya, tidak 
memperbanyak menukil perkataan, tidak pula memperbanyak pembicaraan 
yang tidak ada manfaatnya, dan sikap dia ketika tersebar masalah ini 
diantara ikhwah adalah menjauhinya dan mengatakan: Tidak layak kita 
disibukkan dengan hal ini tapi sibukkan diri kita dengan menuntut 
ilmu dan hal-hal yang bermanfaat, kecuali jika (menukil perkataan 
itu) ada maslahatnya untuk mendamaikan antara ikhwah, maka hal itu 
diperbolehkan.

[d]. Jahil (bodoh), yaitu bahwa sebagian mereka yang berselisih 
terkadang disebabkan oleh kejahilan, jahil terhadap yang haq atau 
jahil terhadap ahli haq. Jahil terhadap al-haq yaitu: tidak tahu 
dipihak mana kebenaran itu berada. Contohnya jika ada 2 golongan 
berselisih dalam masalah ilmiyah, kemudian datang orang yang tidak 
mengetahui al-haq dalam masalah yang diperselisihkan ini, sehingga 
diapun membela yang bathil. Inilah yang dapat menambah perpecahan 
dan perselisihan. Atau bisa jadi karena jahil terhadap ahlul haq 
(orang-orang yang mengikuti al-haq). Maksudnya, bahwa seseorang yang 
berilmu tahu al-haq dan tahu dalil-dalilnya, tapi dia tidak tahu 
keadaan Fulan, dan ini kadang terjadi pada para penuntut ilmu 
disebabkan karena mereka tidak tidak tahu apa yang terjadi di 
Indonesia, maka jika ada salah seorang penuntut ilmu yang 
mengatakan: Kata Fulan begini kata Fulan begitu.. tentunya seorang 
yang berilmu itu berbicara sesuai dengan berita yang disampaikan 
pada dia. 

Maka seharusnya bagi mereka yang menukil perselisihan antara manusia 
bersikap jujur dan terpercaya dalam menukil, tidak boleh dia menukil 
hal yang tidak pernah diperbuat oleh orangnya tidak juga hal yang 
tidak pernah dikatakan oleh orang tersebut, tidak boleh pula dia 
mengambil konsekwensi perkataannya, haruslah dia menukil 
perselisihan itu sesuai dengan kenyataannya. Dan jahil (tidak 
mengetahui) terhadap ahlul-haq ini tidaklah menjatuhkan derajat 
ulama, tidak pula merendahkan harkat mereka, karena mereka tidak 
tahu apa sebenarnya yang sekarang terjadi di Indonesia -misalnya-, 
kecuali dari nukilan (sebagian penuntut ilmu) negara ini. Mereka 
tidak tahu apa yang terjadi di negara tertentu , tapi datang 
sebagian penduduknya dan menukil perkataan: Kata Fulan begini,kata 
Fulan begitu tentunya orang alim itu berbicara sesuai dengan apa 
yang dia dengar, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa 
sallam : Sesungguhnya saya hanya memutuskan sesuai dengan apa yang 
saya dengar

Seorang hakim dan mufti menghukumi sesuai dengan apa yang dia 
dengar, maka selayaknya jika kita menukil sebuah khilaf atau meminta 
fatwa, hendaknya kita menukil sesuai dengan kenyataan sehingga 
menghasilkan hukum yang benar, karena seorang alim bertugas untuk 
berijtihad dalam memutuskan suatu masalah ilmiyah tapi terkadang dia 
kurang tahu tentang keadaan manusia dan apa yang terjadi terhadap 
mereka, inilah sebagian dari sebab terjadinya perselisihan.

Adapun Sebab-Sebab Perdamaian Adalah.

[a]. Niat yang jujur dan benar untuk mendamaikan, Allah berfirman 
tentang dua orang penengah yang mendamaikan suami-istri yang 
berselisih: Jika kedua hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, 
niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu [An-Nisaa : 35], 
kalau dalam masalah mendamaikan suami istri saja Allah menjanjikan 
taufiq untuk mereka berdua, apalagi orang yang berusaha untuk 
mendamaikan antara kaum muslimin, tidak diragukan lagi dia akan 
diberi taufik -insya Allah-, apabila terpenuhi padanya niat jujur 
(benar), karena kejujuran niat itu merupakan salah satu sebab 
hilangnya perselisihan, sehingga diapun menjadi kunci kebaikan yang 
Allah mudahkan dengannya terjadi perdamaian

[b]. Doa untuk kebaikan ikhwah, yaitu mendoakan saudara-saudara kita 
dengan mengikhlaskan niat dalam berdoa agar Allah mengangkat 
perselisihan, mendamaikan dan menyatukan hati mereka diatas kebaikan 
dan taqwa dan membimbing mereka dalam kebenaran

[c]. Menasehati pihak yang salah, kita katakan pada dia: Anda 
bersalah, maka kembalilah kepada al-haq, tapi ini bagi orang yang 
mampu melakukannya, adapun orang yang tak mempunyai kemampuan untuk 
menasehatinya maka tak ada kewajiban baginya

[d]. Menasehati pihak yang benar, yaitu agar bersabar, kita katakan 
pada mereka: Bersabarlah dan tahan diri kamu terhadap teman-temanmu 
(yang bersalah) karena merekapun ahlus sunnah, dan perselisihan 
mereka dengan kamu bukan berarti pula mereka membencimu, bukan 
berarti mereka tidak menginginkan al-haq, tapi mereka salah. Para 
sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun berselisih dalam 
banyak masalah, bahkan terjadi fitnah di zaman mereka, tapi setiap 
mereka mengatakan pada temannya: Kami tidak merasa lebih dari kalian 
dalam iman dan taqwa, Ali bin Abi Thalib radhiallaahu anhu adalah 
orang paling utama setelah kematian Utsman radhiallaahu anhu, beliau 
mengatakan: (Mereka) adalah saudara-saudara kita, kita tidak merasa 
melebihi mereka dalam iman dan taqwa padahal beliau adalah orang 
yang paling utama mudah-mudahan Allah meridhoinya-. 

Demikian pula Muawiyah radhiallaahu anhu, beliaupun mengakui 
keutamaan Ali radhiallaahu anhu dan mengatakan: Kami tidak memerangi 
beliau dalam perkara ini (khilafah) dan mengakui keutamaan beliau, 
lihatlah !!! Bagaimana mereka berselisih dan menginginkan haq 
walaupun sudut pandang mereka berbeda dalam banyak masalah, tapi 
mereka tidak saling mencela satu sama lainnya, bahkan mereka 
mengakui bahwa saudaranya menginginkan al-haq dan berijtihad, inilah 
muamalah yang harus dilakukan terhadap saudara-saudara kita.

[Diterjemahkan dari Nasehat Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily 
hafidzohullah, dan risalah ini disusun oleh Abu Abdirrahman Abdullah 
Zaen dan Abu Bakr Anas Burhanuddin dkk Mahasiswa Universitas Islam 
Madinah]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke