Wa'alaykumussalamu Warahmatullahi Wabarakatuh.

Innalhamdalillah, ash shalaatu wassallamu 'ala rasulillah. Amma ba'du.

Menambahi..
Allahu A'lam.
Tersebut dalam buku terjemahan al Bida' al Hauliyah (Ritual Bid'ah dlm Setahun) 
karya Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz At Tuwaijiri, terbitan Darul Falah, hal 
102. Syaikh Abdullah At Tuwaijiry mengutip dari Zaadul Ma'ad, II, 75-76:

Ibnul Qayyim al Jauziyah berkata, "Barangsiapa merenungkan kumpulan riwayat 
Ibnu 'Abbas radliyallahu anhuma, maka jelaslah baginya semua permasalahan. 
Diantara luasnya ilmu Ibnu 'Abbas radliyallahu anhuma bahwa dia tidak 
menjadikan hari 'Asyura pada hari ke-9, tetapi berkata pada penanya, 
"berpuasalah pada hari ke-9"*). Maka penanyapun menghapus pengetahuan yang 
selama ini dipegangnya bahwa hari 'Asyura adalah hari ke-9, seperti anggapan 
kebanyakan manusia. Ibn 'Abbas radliyallahu anhuma memberikan penjelasan kepada 
penanya itu agar dia berpuasa pada hari ke-9 dan mengabarkan bahwa Rasulullah 
shalallahu 'alayhi wassallam juga berpuasa di dalamnya, baik beliau 
melaksanakan puasa tsb untuk mendapatkan keutamaan, maupun untuk menunjukkan 
perintah serta keinginannya di masa mendatang. Bukti yang menunjukkan hal ini 
adalah bahwa beliau bersabda, "Berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari 
setelahnya." Dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam menyuruh 
kita untuk berpuasa pada hari Asyura, yaitu hari ke-10."
Semua atsar tsb diriwayatkan darinya, yang membenarkan sebagian riwayat 
lainnya. Sehubungan dengan itu, tingkat kesempurnaan puasa di dalamnya ada 
tiga: Yang paling lengkap adalah berpuasa sehari sebelumnya dan sehari 
sesudahnya; tingkat berikutnya berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10; dan tingkat 
ketiga hanya berpuasa pada hari ke-10 saja. Jika berpuasa hanya pada tanggal 9, 
berarti pemahaman terhadap atsar kurang sempurna; tidak menelaah lafal dan 
jalannya sehingga jauh dari bahasa syariat.

=====Hingga di sini kutipan Syaikh at Tuwaijiry. Dan hingga di sini kutipan 
saya dari terjemahan buku karya beliau; al Bida' al Hauliyah. Tanda *) tidak 
ada dalam kutipan (tidak di Zaadul Ma'ad, tidak juga di al Bida'). Namun, 
Syaikh At Tuwaijiry sebelum mengetengahkan kutipan dari Zaadul Ma'ad, beliau 
menyampaikan al hadits dan atsar dari beberapa riwayat. Diantaranya dari 
shahabat mulia; Ibn Abbas radliyallahu anhuma.

*)Diriwayatkan dari Al-Hakam bin al A'raj (seorang tabi'in, Imam Ahmad 
men-tsiqahkannya, begitu juga Abu Zur'ah. Hadits2 riwayat darinya ada di kitab 
Ats-Tsiqaat karya Ibn Hibban), dia berkata, "Saya pergi menemui Ibn Abbas 
radliyallahu anhuma yang sedang berbantal surbannya di sisi sumur Zamzam, lalu 
saya katakan padanya, "Beritahukan padaku tentang puasa 'Asyura?", Dia 
menjawab, "Jika kamu melihat hilal bulan Muharram, maka hitunglah dan 
berpuasalah pada hari kesembilan". Saya katakan, "Seperti itukah Rasulullah 
shalallahu alayhi wassallam berpuasa di dalamnya?", dia menjawab, "Ya." (HR. 
Ahmad dalam Musnadnya, Muslim dalam Shahihnya, Abu Daud dalam Sunannya, At 
Tirmidzi dalam Sunannya, Ibn Huzaimah dalam shahihnya).

Diriwayatkan dari Ibn Abbas radliyallahu anhuma, dia berkata, "Rasulullah 
shalallahu 'alaihi wassallam menyuruh kita untuk berpuasa pada hari Asyura, 
yaitu hari kesepuluh". (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya, dan berkata bahwa ini 
adalah hadits Ibn Abbas dan hadits hasan Shahih).

Diriwayatkan dari Ibn Abbas radliyallahu anhuma, bahwasannya dia berkata, 
"Ketika Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WasSallam berpuasa di hari 'Asyura dan 
menyuruh untuk berpuasa di dalamnya, mereka berkata, "Ya Rasulullah, 
sesungguhnya hari 'Asyura itu adalah hari yang diagung-agungkan oleh Yahudi dan 
Nasrani". Kemudian beliau shalallahu 'alaihi wassallam bersabda, "Pada tahun 
depan, insya Allah-, kita akan berpuasa di hari kesembilan". Ibn Abbas berkata, 
"Blm datang tahun berikutnya hingga Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam 
meninggal dunia". Dalam suatu riwayat disebutkan, "Jika saya masih hidup, pada 
tahun yang akan datang saya akan berpuasa pada hari kesembilan". (HR. Imam 
Ahmad dalam Musnadnya, Imam Muslim dalam shahihnya, Abu Daud dalam Sunannya, 
dan Ibn Majah).

Allahu A'lam.
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Abu Nidia al Marghasary
1399 H


--- In [email protected], Dedeh Hasanah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakaatuh
>
> Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa pada hari 10 Muharram disyari'atkan
> untuk berpuasa.
> Ibnu Abbas mencerita-kan : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
> tiba di Madinah, lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa
> pada hari Asyura' (tanggal 10 Muharram), maka beliau bertanya: "Hari
> apakah ini?"
> Mereka menjawab: "Ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari dimana
> Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa shallallahu
> 'alaihi wasallam  berpuasa pada hari itu karena syukur kepada Allah.
> Dan kami berpuasa pada hari itu untuk mengagungkannya."
> Nabi shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda:
> "Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian", maka Nabi berpuasa
> Asyura'dan memerintah-kan puasanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
>
> Harus Menyalahi Ahli Kitab
> Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
> "Ya Rasulullah, sesungguhnya Asyura' itu hari yang diagungkan oleh
> orang Yahudi dan Nasrani",
> maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda:
> "Tahun depan insya Allah kita akan puasa (juga) pada hari yang
> kesembilan." (HR. Muslim (1134) dari Ibnu Abbas).
>
> Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda
> Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
> "Berpuasalah pada hari Asyura' dan selisihilah orang-orang Yahudi
> itu, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (Fathul
> Bari, 4/245).
>
> Keutamaan Asyura'
> Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa
> Asyura', maka beliau menjawab: "Ia menghapuskan dosa tahun yang
> lalu." (HR. Muslim (1162), Ahmad 5/296, 297).
>
> Karena itu, pantas jika Ibnu Abbas menyatakan :
> "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
> berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain
> hari ini (Asyura') dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini
> (maksudnya: Ramadhan)." (HR. Al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).
>
> Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda : "Puasa yang
> paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah yang bernama
> Muharram." (HR.Muslim,1163).
>
> Wallahu'alam bish showab
>
>
>
> remeremere <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> assalamu'alaikum
> saya masih bingung nih sebenarnya puasa yang disunahkan pada bulan
> muharam itu tanggal berapa?
> klo tau ada dalilnya ga?
> jazakumullah
> wa'alaikumsalam




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------
HADIRILAH.. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR
ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID
ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 – 12.00
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke