>From: "Rien Ariningsih" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Fri Jan 27, 2006 4:21 pm
>Subject: Tanya : Hari Raya Anak Yatim
>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
>Mau tanya ya.., ada teman tanya tentang lebaran anak yatim ? Soalnya
>saya ga yakin ada, karena setahu saya yang namanya Hari Raya adalah
>Idul Fitri dan Idul Adha. Jika ada kapan ?
>Demikian, jazakumullah khoiron katsiro.
>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah,
Pada bulan Muharrom terdapat hari yang pada hari itu terjadi peristiwa yang
besar dan pertolongan yang nyata, menangnya kebenaran mengalahkan kebatilan,
dimana Allah telah menyelamatkan Musa Alaihis salam dan kaumnya dan
menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Hari tersebut mempunyai keutamaan yang
agung dan kemuliaan yang abadi sejak dahulu. Dia adalah hari kesepuluh yang
dinamakan Asyura. [Durusun Aaimun, Abdul Malik Al-Qosim, ha;. 10]
Namun amat disayangkan pada bulan muharram ini dinodai dengan berbagai
bid'ah, serta tradisi dan mitos berbau khurafat yang berujung pada
kesyirikan, yang dikaitkan secara umum maupun hari Asyura secara khusus,
termasuk didalamnya menjadikan Asyura sebagai hari raya, khususnya
hari raya untuk anak yatim, dimana mereka mengkhusukan dengan
memberi banyak sedekah dan mengusap-ngusap kepala anak yatim.
Dibawah ini sebagian dari bid'ah-bid'ah yang dilakukan pada bulan Muharram,
yang disalin dari majalah Fatawa, semoga bermanfaat.
BIDAH-BIDAH YANG DILAKUKAN DI BULAN MUHARRAM
[1]. Menjadikan hari Asyuro sebagai hari berkabung, bersedih,, meratap dan
menyakiti badan
Bidah ini dilakukan oleh kaum Syiah yang mengklaim sebagai pengikut Ahli
Bait. Mereka lakukan hal itu untuk memperingati hari terbunuhnya Husain bin
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhuma (10 Muharram 61H). Pada hari
tersebut mereka berkabung, bersedih, menangis dan meratap bersama disertai
dengan menampar-menampar pipi (atau menyakiti anggota bdan yang lain),
merobek-robek pakaian dan meneriakkan ucapan-ucapan (syiar-syiar)
jahiliyah.
Padahal Allah dan RasulNya telah memerintahkan untuk bersabar, mencari
pahala dan mengembalikan diri (kepada Allah) dari setiap musibah yang
menimpa. Allah Subhanahu wa Taala berfirman.
Artinya : Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Innaa
Lillahi wa innaa ilaihi raajiuun. Mereka itulah yang mendapatkan
keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk [Al-Baqarah : 155-157]
Dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melarang perbuatan-perbuatan di atas
dalam sabdanya.
Artinya : Bukan termasuk golongan kami, orang yang menampar-nampar pipi,
merobek-robek pakaian, dan meneriakkan ucapan jahiliyah {HR Bukhari no.
1232]
[2]. Menjadikan hari Asyuro sebagai hari raya, hari berbahagia dan
bersenang-senang.
Bidah ini dilakukan oleh kaum Khawarij (Nawashib) sebagai tandingan dari
apa yang dilakukan oleh kaum Syiah (yang mereka nyatakan sebagai musuh).
Mereka tampakkan rasa kebahagian dan kesenangan mereka dengan memakai celak
mata (ikhtihal), mewarnai rambut, tangan, atau kaki dengan inai/pacar
(ikhtidhab), menambah nafkah (belanja dapur) untuk keluarga, membuat
berbagai makanan di luar kebiasaan, dan lain-lain yang biasanya dikerjakan
pada hari-hari raya.
[3]. Tidak mengadakan pernikahan, khitanan dan membangun rumah
Bidah ini merupakan mitos kejawen, bulan muharram (suro) dianggap sebagai
bulan sial. Oleh karena itu, mereka tidak mau mengadakan acara-acara
pernikahan, khitanan dan sebagainya (hampir sama dengan mitos syiah). Atau
tidak mau memulai suatu pekerjaan besar pada bulan ini, seperti membangun
rumah dan sebagainya.
Keyakinan dan mitos semacam ini merupakan khurafat yang harus dijauhi oleh
setiap mukmin. Dan meyakini adanya hari atau bulan sial merupakan bentuk
celaan terhadap waktu yang Allah ciptakan, sedangkan mencela Allah yang
mencitptakannya. Maka hal ini dilarang dalam syariat Islam, sebagaimana
disabdakan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
Artinya : Janganlah kamu mencela dahr (waktu) karena Allah itu adalah dahr
[HR Muslim no 2246 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu]
Maksudnya bahwa Allah adalah pencipta waktu sebagaimana terdapat dalam
riwayat lain yang menjadi penafsir hadits di atas. Nabi Shallalallahu
alaihi wa sallam bersabda.
Artinya : Allah berfirman, Anak-anak Adam mencela dahr (waktu), padahal
aku adalah (pencipta) dahr, di tangan-Ku (perputaran) malam dan siang [HR
Bukhari no. 5827 dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu]
Hari, bulan dan tahun yang Allah ciptakan semuanya baik, tidak ada yang sial
atau naas. Sesungguhnya kesialan, kecelakaan adalah bagian dari takdir
Allah, yang tidak diketahui hambanya kecuali setelah terjadi. Allah bisa
menimpakan kesialan atau kenaasan kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun,
bila Allah menghendakinya. Dan hamba harus rela menerima takdir tersebut.
Disamping itu, keyakinan adanya hari atau bulan sial merupakan bentuk
thiyarah atau tasyaum (menganggap sial sesuatu) yang dilarang oleh Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam, karena ia merupakan kesyirikan yang biasa
dilakukan oleh kaum jahiliyah sebelum Islam. Nabi Shallallahu alaihi wa
sallam bersabda.
Artinya :Thiyarah itu suatu kesyirikan (Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
mengulanginya 3x) dan tidak ada satupun dari kita kecuali (pernah melakukan
thiyarah), tetapi Allah Subhanahu wa Taala akan menghilangkannya dengan
(cara) bertawakkal (kepadaNya) [HR Abud Dawud no. 3910, Ibnu Majah no.
3538, Ahmad I/389 dan yang lainnya]
[4]. Membaca surat-surat Al-Quran yang memuat kisah Nabi Musa Alaihis
salam setelah shalat subuh pada hari Asyuro.
Hal itu dikerjakan dalam rangka memperingati kemenengan Nabi Musa Alaihis
salam atas Firaun dan bala tentaranya yang terjadi pada hari tersebut.
Dibeberapa tempat di Indonesia acara peringatan kemenangan Nabi Musa
Alaihis salam ini diwujudkan dalam bentuk selamatan/syukuran dengan
berbagai cara (seperti tirakatan).
[5]. Menghidupkan malam Syura dengan shalat dan ibdah lainnya.
Hal ini merupakan bidah dan belum pernah ada contohnya dari Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam maupun para sahabatnya. Hadits tentang shalat
Asyuro adalah hadits palsu sebagaimana disebutkan oleh Suyuthi dalam
Al-Laali Al-Mashnuah.
[6]. Membaca doa Asyuro yang tercantum dalam kumpulan wirid, dengan
keyakinan bahwa barangsiapa yang membacanya maka dia tidak akan mati pada
tahun tersebut.
Hal ini merupakan bidah yang mungkar.
[7]. Melemparkan sesajian/tumbal ke laut.
Di Indonesia hal ini banyak dijumpai di beberapa tempat pesisir pantai laut.
Mereka melakukan hal itu di bulan Muharram dengan keyakinan akan mencegah
amarah penununggu laut dan akan mendatangkan keberkahan laut berupa ikan
yang banyak. Membuang atau memberi sesajian ke laut dengan keyakinan seperti
itu jelas merupakan kesyirikan.
Masih banyak lagi kebidahan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang
awam di bulan Muharram, seperti memandikan benda-benda pusaka, mencari
berkah dari kotoran kerbau yang diyakini keramat, thawaf di kuburan,
bangunan dan lain-lain.
[Disalin secara ringkas dari Majalah Fatawa Vol. 01/Th II/1425H-2004M dari
artikel Sunnah dan Bidah di Bulan Suro oleh Abu Humaid Arif Syarifuddien]
_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search!
http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------------------
HADIRILAH.. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR
ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID
ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 12.00
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/