Wa'alaikum salam Wr.Wb. Niat menolong orang itu sangat-sangat baik. Tapi apapun perbuatan kita haruslah dalam proporsi yang tepat. Kita semua bisa melihat bahwa di sekitar kita teramat banyak orang yang dalam kesusahan daripada yang "kelihatan berpunya".
Marilah kita pilah-pilah orang yang "kesusahan" terkait dengan keseringan kita "meminjamkan uang" : 1. Orang yang dalam keadaan darurat termasuk yang terkena musibah. Inilah orang yang wajib kita tolong apapun yang kita miliki untuk menolongnya. 2. Orang yang senantiasa tekor dalam urusan keuangan rumah tangganya tapi dia mantap dalam segala usaha yang dijalankannya dengan segala kejujurannya. Ini tipe orang yang harus ditolong sekaligus diberdayakan atas apa yang diusahakan kalau perlu dipinjamkan modal usaha. 3. Orang yang selalu tekor keuangannya, tapi keseriusan dan kejujurannya dalam berusaha tidak begitu jelas. Ini tipe orang yang harus ditolong secara terbatas. Berkata "tidak" mungkin perlu disampaikan sekali-sekali. 4. Orang yang tekor dikarenakan tidak bisa mengurus keuangannya sebagaimana pepatah "besar pasak daripada tiang". Terhadap tipe yang seperti ini pertolongan diberikan dengan "sangat" terbatas dilihat tingkat daruratnya. 5. Orang yang tekor keuangannya karena "malas". Kategori ini barangkali termasuk orang yang bodoh dan tidak punya akses karena kurangnya silaturahmi dan mungkin sombong (menyombongkan diri). Yang tipe seperti ini juga harus ekstra hati-hati karena salah-salah dia akan bergantung kepada kita. Kita bisa beri dia pancingan pekerjaan semisal membersihkan halaman rumah dan kita upah. Lalu kita nilai bagaimana cara kerja dia, rajinkah? tekunkah? 6. Tipe penipu. Yang satu ini pada saat datang kepada kita bisa langsung saja "ditolak" dengan cara yang baik. Mengatakan "tidak punya uang" pada tipe orang yang satu ini menurut saya bukan termasuk berbohong karena menghindari penipuan. Saya kira jika kita proporsional dalam merespon orang yang datang kepada kita maka kita terhindar dari tipe orang yang dalam Islam dilarang, yaitu "orang yang kikir" dan "orang yang boros". Kuncinya, dan ini sering kita dengar, bagaimana kita bisa mengatakan "TIDAK" atas hal yang memang tidak bisa kita penuhi tentu saja dengan jawaban halus yang tidak menyakitkan. Wallaahu a'lam. Wassalam / Jaerony.- ----- Original Message ----- From: "Hari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, February 08, 2006 5:52 PM Subject: [assunnah] Menolong Tetangga > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. > > Saudara-saudaraku, ana ingin minta bantuan saran atau pendapat dari rekan-rekan millist As-Sunnah. > > Keluarga ana tergolong keluarga yang alhamdulillah tidak kekurangan namun juga tidak berlebihan, ana dan keluarga suka menolong orang-orang (tetangga) yang sedang kesulitan (maaf tidak bermaksud sombong), seperti orang yang memerlukan biaya tambahan modal berdagang atau yang lainnya. Ana beserta istri mau membantu mereka dengan harapan uang tersebut dapat kembali tidak kurang dan tidak lebih. > Akan tetapi pada saat waktu yang telah disepakati mereka tidak bisa mengembalikan uang itu, istri ana sudah mencoba menagih kepada mereka namun mereka selalu dan selalu meminta tenggang waktu hari lagi yang akhirnya mereka tidak bisa membayar, sehingga akhirnya kami mengikhlaskannya. > > Bagaimana seharusnya sikap ana dan keluarga menghadapi masalah tersebut, sementara banyak yang minta tolong ke keluarga ana, dan ana sangat ingin sekali membantu mereka dengan kemampuan seadanya yang ana miliki, namun ana khawatir uang tersebut tidak kembali lagi seperti yang lainnya, karena ana juga membutuhkan uang tersebut untuk kehidupan keluarga ana sehari hari. > > Sekali lagi mohon bantuan saran dan pendapatnya, mudah-mudahan beserta contohnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. > > Jazakumullah khoiron katsiro > Wassalaamu 'alaikum warohmatullahi wabarokaatuhu. > Hari hamba Allah yang dhoif ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------ HADIRILAH.. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 – 12.00 Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
