ULAMA-ULAMA PEMBELA DAKWAH SALAFIYAH DAHULU HINGGA SEKARANG
-SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH RAHIMAHULLAH-

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
Bagian Kedua dari Tiga Tulisan 2/3

[Insya Allah Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, ceramah di Masjid Istiqlal, 
Ahad 20-Muharram 1427H/ 19-Ferbruari 2006, jam 09.00 - 12.00, 
terbuka untuk umum (pria dan wanita), sumber 
http://www.almanhaj.or.id]

SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH RAHIMAHULLAH

Adapun pada abad-abad pertengahan, (sebagaimana yang sudah saya 
katakan), dalam waktu yang singkat ini saya tidak bisa menyebutkan 
setiap ulama untuk setiap abad. Saya hanya akan menyebutkan orang-
orang yang memiliki tanda-tanda yang menonjol.

Kami menyebutkan pada abad-abad pertengahan, pada abad ke delapan, 
Syaikhul Islam, seorang ulama besar, seorang imam, Abul Abbas, Ahmad 
bin Abdul Halim bin Abdus Salam, Ibnu Taimiyah, An-Numairi, Ad-
Dimasyki, Al-Harani –semoga Allah memberi rahmat kepadanya-. Beliau 
telah menulis kitab-kitab, menyusun tulisan-tulisan, menempatkan 
kaidah-kaidah, dan menjawab masalah-masalah.

Demi Allah, demi Allah dan demi Allah hampir saya bersumpah secara 
khusus, bahwasanya tidak ada syubhat yang kamu hadapi di masa-masa 
ini. Setelah delapan abad dari kematian Imam ini, wahai saudaraku 
yang mendapatkan taufik, di dalam masalah aqidah dan agama yang 
termasuk masalah-masalah ahli bid’ah lalu kamu mencarinya di dalam 
kitab-kitabnya, kamu teliti di dalam tulisan-tulisannya dan risalah-
risalahnya, atau fatwa-fatwa dan jawaban-jawabannya, maka kamu akan 
mendapatkan jawabannya. Jika kamu tidak mendapatkannya, maka hal itu 
disebabkan ketidak mampuan dalam mencarinya, bukan karena Ibnu 
Taimiyah tidak menyebutkan jawaban. Masalah ini saya harapkan agar 
dipahami secara baik. Sehingga nampak kemampuan Imam ini, kekuatan 
ilmunya, keluasan akalnya, kegeniusan otaknya –semoga Allah memberi 
rahmat kepadanya-.

Apabila kamu ingin tahu kedudukan Ibnu Taimiyyah, maka ketahuilah 
bahwa Ibnul Qayyim adalah muridnya. Apabila kamu ingin tahu ukuran 
kegeniusan yang diberikan oleh Allah kepada Ibnu Taimiyah, maka 
ketahuilah bahwa Imam Ibnu Katsir termasuk muridnya. Daftar nama-
nama muridnya akan menjadi panjang dengan menyebutkan : Al-Mizzi, 
Ibnu Rajab, Ibnu Abdul Hadi, yang termasuk murid-muridnya atau murid-
murid sahabat-sahabatnya dari kalangan imam-imam besar yang memenuhi 
sejarah Islam. Saya tidak hanya mengatakan, mereka memenuhi 
perpustakaan Islam saja. Bahkan mereka memenuhi sejarah Islam dengan 
kesungguhan, perjuangan, ilmu, akhlaq, adab, tingkah laku mereka dan 
banyak lagi hal-hal lainnya.

Imam Ibnu Taimiyah juga pada masanya, dia hidup pada masa 
bergelombangnya fitnah-fitnah dan tersebarnya ujian-ujian. Mulai 
fitnah Tartar sampai fitnah Rawafidh, juga fitnah tersebarnya 
madzhab Asy’ariyah yang menyimpang dan lain-lainnya. Dia turun di 
setiap medan bagai tentara berkuda yang besar dengan membawa pedang, 
pena, dan mata lembing. Dia menulis, berjihad, dan membela. Dia 
diperdaya, dimusuhi, dan bersabar. Hingga pada suatu saat dia 
mendapat kehormatan dari sebagian sulthan (penguasa). Sulthan 
tersebut datang kepada Ibnu Taimiyah dengan membawa musuh-musuhnya 
yang memfitnah tentang dirinya, memenjara, menyakiti, mengusir dan 
mendzaliminya. Sulthan berkata kepadanya : “Apa yang akan kamu 
lakukan kepada mereka ?” Dia menjawab : “Saya memberi maaf kepada 
mereka”. Maka mereka kagum kepadanya. Mereka berkata : “Wahai Ibnu 
Taimiyah, kami mendzalimimu dan kamu mampu untuk membalasnya, tetapi 
kamu memberikan maaf?” Dia menjawab : “Ini adalah akhlak orang-orang 
beriman”. Memang,  akhlak ini tidak dimilki kecuali oleh orang-orang 
istimewa saja. Yaitu, kamu memberi maaf, padahal kamu pada posisi 
yang tinggi, terlebih-lebih setelah banyak didzalimi oleh orang yang 
diberi maaf. Oleh karena itu, apabila kita membaca sejarah, kita 
tidak mendengar seorang yang namanya Bakri dan Akhna’i kecuali 
karena Ibnu Taimiyah telah membantah keduanya. Nama Ibnu Taimiyah 
selalu naik dan melambung sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu?”[Alam 
Nashrah : 4]

Imam Ibnul Qayyim berkata tentang ayat ini : “Sesungguuhnya setiap 
orang yang menolong sunnah, meninggikan sunnah dan mendukung Ahlus 
Sunnah, dia mendapatkan bagian dari firman Allah “Dan kami tinggikan 
bagimu sebutan (nama)mu?” [Alam Nashrah : 4] Setiap orang yang 
merusak sunnah dan menentang Ahlus Sunnah, dia mendapatkan bagian 
dari firman Alllah.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang 
terputus” [Al-Kautsar : 3]

Mereka (musuh-musuh sunnah) itu terputus. Sedangkan mereka (penolong-
penolong sunnah) mendapatkan pertolongan dan derajat ketinggian.

Lihatlah anjuran dan jihad Ibnu Taimiyah terhadap bangsa Tartar 
dalam peperangan Syaqhab. Ada orang yang berkata : “Sesungguhnya 
kami pasti akan menang!”. Maka Ibnu Taimiyah berkata 
kepadanya : “Katakanlah insya Allah!”. Dia berkata : “Saya 
mengatakan insya Allah sebagai perwujudan bukan penundaan”. Karena 
dia percaya kepada pertolongan Allah. Merasa tenang dengan taufik 
dari Allah, dan bertawakal kepada Allah, maka Allah mencukupinya.

Inilah Ibnu Taimiyah. Dia telah menulis bantahan kepada Asy’ariyah 
dan Mutakallimin (ahli filsafat) dalam kitab-kitab yang besar. 
Diantaranya, kitab bantahan kepada Fakhruddin Ar-Razi yang telah 
membangun madzhabnya yang menyimpang dalam sebuah kitab, yang 
dinamakan dengan At-Ta’sis. Ibnu Taimiyah menulis bantahan kepadanya 
sebanyak 4 jilid. Kitab yang dibantah tersebut sekitar kurang lebih 
seratus halaman. Dibantah oleh Ibnu Taimiyah dengan kitab sebanyak
4 jilid. Berisi tentang penjelasan kesesatan Jahmiyah dan 
pembongkaran dasar-dasar bid’ah halamiyah (filsafat). Kitab 
tersebut, dua jilid besar telah dicetak dan selebihnya insya Allah 
akan dicetak dalam waktu dekat.

Dia juga menulis bantahan kepada Al-Amidi, Al-Ghazali, dan lain-
lainnya dalam sebuah kitab yang besar sekali yang diberi nama “ 
Dar’u Ta’arudil Aql wan Naql”. Kitab tersebut punya nama lain. Kedua 
nama tersebut adalah nama satu kitab. Sebagian orang menyangka dua 
nama kitab itu untuk dua kitab. Yaitu kitab “Muwafaqatu Shahihil 
Manqul li Shahihi Ma’qul” yang di tulis untuk membantah kelompok di 
atas.

Dia juga menulis bantahan kepada kelompok Syi’ah yang buruk, dengan 
sebuah kitab yag diberi nama “Minhajus Sunnah Nabawiyah fi Naqdi 
Kalamisy Syi’atil Qadariyah” Dia menulis 10 jilid sebagai bantahan 
kepada salah satu pembesar mereka yang bernama Al-Muthahhar Al-Hilli 
atas kitabnya yang berjudul Minhajul Karomah. Dia membantahnya dalam 
10 jilid.

Kelompok Syi’ah sudah dikenal sebagai musuh bebuyutan. Mereka selalu 
mencari kesalahan apa saja yang dilihatnya, kecuali Ibnu Taimiyah. 
Bahkan sampai sekarang mereka tidak bisa membantah dan menjawab 
hujjah-hujjah dan dalil-dalilnya. Oleh karena itu kamu melihat 
mereka diam, membisu, tidak mau berbicara. Kitab tersebut masih 
tetap dicetak, diterbitkan, bahkan diterjemahkan dan dipelajari.
Di hadapan kitab tersebut tidak bisa bergerak. Inilah Ibnu Taimiyah, 
seorang imam yang merupakan ulama terbesar bagi da’wah yang agung 
dan penuh berkah ini.

Dengan melihat sejarah dan riwayat hidupnya, akan didapatkan banyak 
hal tentang Ibnu Taimiyah. Tetapi yang terlintas secara khusus dalam 
diri adalah suatu hal, yaitu bahwa Ibnu Taimiyah meninggal dunia di 
dalam penjara karena tipu daya dan di fitnah oleh musuh-musuhnya di 
hadapan Sulthan (penguasa). Meskipun demikian, ahli sejarah 
mengatakan tatkala Ibnu Taimiyah meninggal dunia di dalam penjara 
dan dikeluarkan jenazahnya, maka semua penduduk Damaskus keluar, 
kecuali empat orang karena takut. Bila mereka keluar akan dibunuh 
oleh orang-orang. Penduduk Damaskus semuanya keluar kepada 
jenazahnya. Oleh karena itu perkataan yang masyhur dari Imam Besar 
Ahmad bin Hambal adalah : “Katakanlah kepada ahlul bid’ah perjanjian 
antara kami dan kalian adalah hari jenazah”.

Kalau kita melihat muridnya, Imam Ibnul Qayyim (yang saya katakan) 
dan saya berharap tidak berlebih-lebihan : “Dia adalah murid terbaik 
dari ulama terbaik sepanjang abad”. Dia memahami prinsip-prinsip 
dakwah Ibnu Taimiyah. Mengolah kaidah-kaidahnya, kenyang dari semua 
sisi-sisinya, menimba dari semua sumber-sumbernya, dan melebihi 
syaikhnya dalam sesuatu yang tidak dicapai oleh syaikhnya, yaitu 
keindahan tutur katanya dalam menerangkan.

Tetapi saya ingin mengoreksi kepada diri saya dengan mengatakan, 
bahwa kita tidak mendapatkan perkataan Ibnu Taimiyah yang indah 
dalam karangannya, sebagaimana kita mendapatkan pada Ibnul Qayyim. 
Bukan berarti Ibnu Taimiyah tidak memiliki kemampuan yang sempurna 
dari sekedar membuat karangan dan melebihi Ibnul Qayyim. Tetapi 
karena kemampuannya atau kehidupannya penuh dengan cobaan. Beliau 
tidak memiliki waktu dan kesabaran yang cukup untuk menyusun makna-
makna dan kata-kata sebagaimana yang dimiliki oleh muridnya Ibnul 
Qayyim. Ini adalah masalah yang sangat penting untuk dicermati.

Diantara hal-hal yang berkaitan dengan Ibnu Taimiyah, saya akan 
menyebutkan suatu yang penting. Bahwa Imam Ibnu Taimiyah 
Rahimahullah memiliki perkataan yang indah, yang dia terapkan 
sendiri pada dirinya, dan disebarkan oleh murid-murid beliau. Sampai 
sekarang kita mengulang-ulanginya, karena perkataan itu diambil dari 
firman Allah. Perkataan itu adalah.

“Dengan kesabaran dan keyakinan, keimanan dalam agama dicapai”

Perkataan ini dibenarkan oleh firman Allah.

“Artinya : Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin 
yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan 
adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami” [As-Sajdah : 24]

Inilah Ibnu Taimiyah, seorang ulama yang sangat masyhur dalam dakwah 
mentauhidkan Allah Azza wa Jalla.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VI/1423H/2002M, 
Diambil dari materi ceramah Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul 
Hamid Al-Halabi Tanggal 3-6 Muharram 1423H di Ma’had Ali Al-Irsayd 
Surabaya dengan judul A’lam Dakwah Salafiyah Diterjemahkan oleh 
Azhar Rabbani dan Muslim Atsari]
 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------
HADIRILAH.. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR
ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID
ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 – 12.00
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke