Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
 
Hadits yang antum sampaikan (Allahu 'Alam) Shahih.
Berikut penjelasannya yang ana kutip dari kitab "Doa dan Wirid" karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam muqaddimahnya :
 
Ada satu riwayat yang shahih bahwa 'Abdullah bin Mas'ud radliallahuanhu
pernah melihat satu kaum di masjid mereka membuat beberapa halaqah (kelompok), setiap halaqah ada seorang yang memimpin dan ditangan mereka ada biji-bijian tasbih, lalu (si pemimpin) berkata: "Bertakbirlah seratus kali", dan mereka bertakbir seratus kali, lalu berkata: "Bertahlilah seratus kali", dan mereka bertahlil seratus kali, kemudian berkata: "Bertasbihlah seratus kali", dan mereka bertahlil seratus kali.
 
Kemudian 'Abdullah bin Mas'ud mendatangi halaqah-halaqah dizikir tersebut, lalu berkata: "Apa yang sedang kalian lakukan?" Jawab mereka: "Wahai Abu 'Abdirrahman, batu kerikil yang kami pakai untuk menghitung tahlil dan tasbih." 'Abdullah bin Mas'ud berkata: "Hitunglah kejelekan dan kesalahan-kesalahan kalian, aku jamin tidak akan hilang kebaikan-kebaikan kalian. Celakalah kalian wahai ummat Muhammad, alangkah cepatnya kebinasaan kalian, mereka Sahabat-Sahabat Nabi Sahlallahu alaihi wasalam banyak yang masih hidup, ini pakaiannya belum rusak dan bejananya belum hancur, demi Rabb yang jiwaku di tangan-Nya, apakah kalian merasa lebih baik dari agama Nabi Muahammad Shalallahu alaihi wasalam, atau kalian mebuka pintu kesesatan?" Mereka berkata: "Demi Allah, wahai Abu 'Abdirrahman, kami tidak menginginkan kecuali kebaikan!" Beliau berkata: "Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak benar caranya! Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Nanti akan ada satu kaum yang membaca al-Qur-an tidak melewati tenggorokan mereka!" (Lanjut Ibnu Mas'ud) "Demi Allah, aku melihat apa yang disabdakan Nabi Shalallahu alaihi wasalam tersebut kebanyakan dari kalian." (Lihat riwayat lengkapnya dalam Sunan ad-Darimi 1/68-69, Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah no. 2005)
 
Riwayat ini banyak sekali manfaatnya, di antaranya:
 
-- 'Abdullah bin Mas'ud radliyallahuanhu mengingkari cara berdzikir berjama'ah meskipun niatnya baik, karena hal ini merupakan sesuatu yang baru dalam ibadah, yaitu bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan meskipun dianggap baik oleh orang banyak. 'Abdullah bin 'Umar radliyallahuanhu berkata: "Setiap bid'ah ada kesesatan meskipun orang menganggapnya baik." (Diriwayatkan oleh Imam al-Lalika-i daram Syarah Ushuul I'tiqaad Ahli Sunnah wal Jamaa'ah no. 126, Ibnu Baththah no.205 dengan sanad shahih)
-- Yang menjadi tolak ukur dalam beragama bukanlah banyaknya ibadah, tetapi ibadah itu sesuai dengan Sunnah atau tidak? Dan setiap orang harus menjauhkan bid'ah, karena bid'ah akan membawa kebinasaan.
-- Bahwa pemahaman para Sahabat adalah hujjah. Kalau seandainya dzikir secara berjamaah itu baik, maka para Sahabat sudah melakukannya. (Lihat Silsilah al-Ahadiits ash-Shahiihah V/13-14)
 
Dalam hadits-hadits Nabi Shalallahu alaihi wasalam yang shahih, tidak ada satupun riwayat bahwa Nabi Shalallahu alaihi wasalam memimpin majelis dzikir berjama'ah bersama para Sahabat, baik sesudah shalat lima waktu maupun pada kesempatan lainnya. Yang ada, Nabi Shalallahu alaihi wasalam mengajarkan al-Qur-an, lafazh dan maknanya kepada para Sahabat, dan mengajarkan Sunnah-sunnah, mengajarkan tauhid, bagaimana beribadah kepada Allah dengan benar, menjauhkan syirik, mengajarkan shala, akhlak, adab-adab isalm, hukum-hukum halal dan haram dan lainnya.
 
Afwan jika ada yang kurang agar dikoreksi.
 
Barakallahu fiik,
 
Setiawan
 
 
 
 
krishna <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Kepada: <[email protected]>
Dari: "krishna" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Thu, 23 Feb 2006 08:57:14 +0700
Topik: [assunnah] Tanya takhrij hadits?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mohon dibantu tentang penjelasan hadits berikut

Tidakkah kita ingat kisah Abdullah bin Mas'ud rodhiallahu'anhu yang
menjumpai sekumpulan orang yang berdzikir dengan berjama'ah, salah
seorang memimpin dan yang lainnya mengikutinya, karena mereka
mengerjakan sesuatu yang baru dalam agama maka Abdullah bin Mas'ud pun
menegur mereka dengan keras. Tapi mereka mengelak dengan alasan "Wahai
Abu Abdirrahman, tidaklah kami bermaksud kecuali kebaikan" Maka Ibnu
Mas'ud pun menjawab, "Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan
tapi tidak mendapatkannya".

Jazaakallahukhair

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh


Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


------------------------------------------------------------------
HADIRILAH.. SILATURAHMI ULAMA DAN UMMAT KE II BERSAMA MURID-MURID SENIOR
ULAMA AHLI HADITS ABAD INI SYAIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI, MASJID
ISTIQLAL, AHAD 20 MUHARRAM 1427H/19 FEBRUARI 2006M JAM 08.00 � 12.00
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Islam Beliefs Religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke