buat ukhti Leony, semoga Allah ta'ala menunjukki anti.

  Ana setuju dengan pendapat akhi dion dan ummu rufaidah.dan ana pun 
pernah ikut dalam lembaga dakwah kampus yang ada di sebagian besar 
kampus di Indonesia yang katanya bermuara ke IM.Saran ana ukhti :

  - Anti harus yakin bahwa Islam itu satu.
  - dalam beragama kita tidak boleh taqlid ikut-ikutan.dan di IM 
(maaf) cenderung taqlid, dalam hal ini pengalaman ane pernah ikut 
liqo, ane harus menuruti apa yang mentor perintah.

  - Dan ini yang harus anti pegang terhadap lembaga dakwah kampus, 
bahwa mereka mencampuradukkan antara salaf, sufi, syiah, dsb (mohon 
dikoreksi) dengan alasan mengambil yang haq menyingkirkan yang 
bathil. Dan ini tentu saja tidak dapat dibenarkan.coba anti baca 
buku Adab dan Syarah dalam Menuntut Ilmu karangan Syaikh Muhammad 
bib Shalih al Utsaimin(rahimahullah).Jadi saran ana lebih baik anti 
menuntut ilmu agama yang baik daripada berorganisasi tapi miskin 
ilmu agama.dan yang benar dalam memahami agama ini adalah ulama-
ulama yang senantiasa menghidupkan sunnah Rasulullah 
shalallahu'alaihiwasallam,yaitu ulama-ulama 
salafusshalih.wallahu'alam

ummu rufaidah asyirboniyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  betul sekali apa yang dikatakan akhi dion tentang pola-pola kegiatan LDK 
-apalagi karena kita sekampus.. sefakultas lagi, jadi yang dialami mungkin 
mirip...

pengalaman ana dulu pas masuk UI dan melihat juga pola di fakultas lain yang 
serupa.

pertama2 biasanya kita langsung dibagi kedalam kelompok2 mentoring atau di 
fakultas lain ada yang dinamakan KSI (kelompok studi islam), terus yang khas 
suka ada kegiatan semacam dauroh yang sampai nginep2 di luar kota... yang kasih 
materi mentoring yang kakak kelas yang sebagian besar sih kurang sekali 
ilmunya. di tingkat selanjutnya biasanya kelompok2 ini kembali dipisah, yang 
sudah ikut liqo lama tidak diikutkan lagi (dulu mereka digabung dengan yang 
masih baru untuk menyemangati).... setau ana jenjangnya lain antara mentoring 
dan liqo. dan liqo itu tahap yang lebih advanced lagi menurut mereka... padahal 
menurut pengalaman ana keduanya ya sama saja. sama sama ga ada ilmunya... yang 
beda di liqo sudah mulai ditekankan keterikatan pada jama'ah..

di setiap kelas (angkatan) biasanya ada tim da'wah fardhiyah.. setiap anggota 
tim ini punya tugas untuk membina/mendekati teman2 yang belum "paham". dulupun 
ana sempat dimasukan ke tim ini, tapi setelah ana terang-terang bilang ana 
tidak semanhaj dengan mereka, ya tentu saja setelah itu langsung di black list 
dan ga pernah diikutsertakan dalam kegiatan mereka... alhamdulillah

jujur harus kita akui... strategi mereka cukup rapi dan terorganisir, bahkan 
kalo di UI setiap ketua senat, ketua BEM, ketua rohis fakultas, sudah jauh2 
hari dirancang siapa saja orangnya agar jangan ke tangan orang lain... termasuk 
juga ikhwan/akhwat yang ngaji salaf. ini kenyataan loh..

tapi strategi dan cara yang baik saja tentu tidak cukup, yang lebih penting 
justru dilupakan... ilmu yang benar sangat kurang sekali, bahkan bid'ah semakin 
dibudayakan. bahkan 75% lebih kegiatan mereka adalah bid'ah... merayakan 
perayaan islam yang tidak pernah rasulullah contohkan, mabit dengan sholat 
tahajud berjamaah dengan acara nangis bersama, demonstrasi, nasyid, kebiasaaan 
salam2an setelah sholat, kebiasaan mengucapkan selamat ulang tahun... dan 
banyak lagi... sementara kajian ilmiyah sedikit sekali dibahas, sedikit sekali 
di bahas soal hadits, tafsir, fiqih, dll..., sementara liqo sendiri (yang 
sepertinya segala-galanya buat mereka) yang dibahas sama sekali tidak 
mengedepankan keilmiyahan..

Saran ana kepada ukhti leony, mungkin ukur kemampuan diri dan keilmuan kita.. 
kita termasuk orang yang bisa mewarnai atau terwarnai...
kalo kita masih bisa terpengaruh... sebaikanya segera mengundurkan diri dari 
lingkungan mereka... dulu ada teman akhwat ana yang sudah ikut kajian salaf 
tapi dia tetep keukeuh ikut di IM juga... lama2 toh dia terbawa dengan mereka 
juga, bahkan akhirnya dijadi ketua keputrian... dan sulit juga menurut ana sih 
untuk menjalani keduanya (apalagi buat akhwat, sendirian lagi)... bagaimana 
bisa.. di satu pihak mengajarkan sunnah, di lain pihak membudayakan bid'ah.. 
bagaimana bisa menyatukannya??...

dulu ana juga langsung mutusin keluar saja karena memang merasa tidak nyaman 
saja dan ga ada manfaatnya... toh da'wah ga berhenti dengan kita keluar dari 
mereka.., alhamdulillah beberapa temen (walau ga banyak) akhirnya bisa 
dida'wahi dan ikut kajian salaf.. alhamdulillah....

dan satu hal yang mesti ukhti pegang erat dalam hati. Jangan pernah takut 
sendiri, jangan pernah takut jadi orang yang paling beda, jangan pernah takut 
jadi orang yang paling aneh, JUMLAH BUKAN UKURAN KEBENARAN, tetaplah Istiqomah 
dan cari teman yang semanhaj yang bisa diajak bertukar pikiran... kalo ilmu 
ukhti belum terlalu banyak, lebih baik hindari banyak berdebat untuk teman2 
dari kalangan IM... ingat!!! mereka terdidik bisa berargumentasi dan berdebat 
dengan baik, kalo kita belum kuat niscaya justru kita yang terpengaruh... 
dulupun ana sendirian di antara sekian banyak mahasiswa di salemba, tapi modal 
ana waktu hanya dengan keyakinan yang sangat kuat bahwa manhaj salaf adalah 
manhaj yang haq, sehingga alhamdulillah masih bisa kuat bertahan dengan prinsip.

Kalo kita yakin kita bisa mewarnai ya mungkin boleh saja sih, tapi jika 
sendiri.. apakah mungkin??.. ana pikir terlalu riskan ya... (kenyataan yang ana 
lihat seperti itu soalnya, terutama buat akhwat)

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan keistiqomahan pada ukhti...



murdiyono murdiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ini pertanyaan menarik dari saudari kita yang baru masuk kampus.
afwan ana ketinggalan info neh soal ada email yang nanya masalah ginian.
ana kebetulan sudah lumayan lama berada di kampus yang cukup giat kegiatan 
'da'wah'nya setau ana (ana kuliah di UI) markas besar IM dan inkubator yang 
bagus untuk menumbuhkan gerakan da'wah yang merupakan kaderisasi2 dari partai 
beraliansi 'Islam' PKS yang ngakunya berngaran dan berkiblat ke IM di mesir.

cara yang biasa dilakukan mereka ini biasanya diantaranya,
1. (Khususnya di UI) biasanya di awali dengan OSPEK ala Rohis dengan mentoring 
kecil sebagai perkenalan, tentunya dengan kaka' kelas/kaka' angkatannya.
2. Acara rutin awal semester yang jalan2 rutin tiap awal kampus ataw bahasa 
kerennya safar ke puncak dan sejenisnya, yang merupakan acara yang memang buat 
MABA sebagai awal perekrutan mahasiswa oleh LDF (Lembaga da'wah Fakultas) 
secara simultan,
dengan menu2 Outbond maupun Muhasabah jamaah.
3. Diadakannya acara2 rutin seperti kegiatan2 harian buat2 buletin, acara2 
Rohis, dsb.
4. mentoring mingguan yang diadakan secara syiriyah dan terkoordinasi terutama 
oleh LDF2 kampus.
5. Sering diajaknya MABA dalam acara2 rutin fakultas hingga acara rutin kampus.
dll.

biasanya sie ini yang umumnya terlihat sebagai perekrutan di fakultas, tentunya 
jika masuk didalamnya anti akan menemui kegiatan2 yang jika di nalar isinya 
cuma kangkung, bayem dan tempe (afwan, maksudnya kajian2 tak berisi) lha yang 
ngisi amatiran2 kelas teri semua.

ada murobi diatas pementor, kalo anti dah lama mungkin akan di da'wahi langsung 
oleh sang murobi kacangan2 kampus itu.

jazakillah khoir

Leonny Pramitasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh

Ana baru mulai mengenal manhaj salaf serta mengikuti pengajian salaf.
Ana  ingin bertanya apa saja cara dakwah yg biasa dilakukan di lembaga2  dakwah 
(di kampus atau sekolah) yang tidak sesuai dengan syariat?
Lalu apakah yang seharusnya ana lakukan (bagaimana bersikap) di lembaga dakwah 
yang ada di kampus ana...
Akhir2 ini ana juga mulai aktif di lembaga tersebut.
Mohon bantuan jawaban...
Jazakillah..
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke