----- Original Message -----
From: "ahmad ahmad" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, March 22, 2006 6:14 PM
Subject: [assunnah] Ada artikel tentang Hadist Dhoif ? Insya Allah ana mau 
tambah ilmu.... ada yang bisa bantu?

> Ass.Wr.Wb.
>
> Kepada Saudara/i ku yang baik hati...
> Mohon bantuannya..
> Ana ingin sekali mengetahui artikel dari sahabat .. mengenai Hadist Dhoif...
> Yaitu HADIST DHOIF DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM SERTA KEDUDUKANNYA....
>
> Semoga Allah Yang Maha Kaya membuat kita dapat memperkaya ilmu kita .. aminn
> Insya Allah..
> Syukron atas perhatiannya....


Bahaya Hadits Dla'if Dan Mawdlu' (Palsu)

Di antara bencana besar yang menimpa kaum Muslimin sejak periode-periode 
pertama adalah tersebar luasnya hadits-hadits Dla'if
(lemah) dan Mawdlu' (palsu) di tengah mereka. Tidak ada seorang pun yang 
dikecualikan di sini sekalipun mereka adalah kalangan para
ulama mereka kecuali beberapa gelintir orang yang dikehendaki Allah, di 
antaranya para imam hadits dan Nuqqaad (Para Kritikus
hadits) seperti Imam al-Bukhary, Ahmad, Ibn Ma'in, Abu Hatim ar-Razy dan ulama 
lainnya.

Penyebaran yang secara meluas tersebut mengakibatkan banyak dampak negatif, di 
antaranya ada yang terkait dengan masalah-masalah
aqidah yang bersifat ghaib dan di antaranya pula ada yang berupa 
perkara-perkara Tasyri' (Syari'at).

Adalah hikmah Allah Ta'ala Yang Maha Mengetahui, bahwa Dia tidak membiarkan 
hadits-hadits yang dibuat-buat oleh orang-orang yang
benci terhadap agama ini untuk tujuan-tujuan tertentu menjalar ke tubuh kaum 
Muslimin tanpa mengutus orang yang akan menyingkap
kedok yang menutupi hakikatnya dan menjelaskan kepada manusia permasalahannya. 
Mereka itulah para ulama Ahli hadits dan pembawa
panji-panji sunnah Nabawiyyah yang didoakan Rasullah dalam sabdanya, "Semoga 
Allah mencerahkan (menganugerahi nikmat) seseorang yang
mendengarkan perkataanku lalu menangkap (mencernanya), menghafal dan 
menyampaikannya. Betapa banyak orang yang membawa ilmu tetapi
tidak lebih faqih (untuk dapat menghafal dan menyampaikannya) dari orang yang 
dia sampaikan kepadanya/pendengarya (karena ia mampu
menggali dalil sehingga lebih faqih darinya)." (HR.Abu Daud dan at-Turmudzy 
yang menilainya shahih).

Para imam tersebut -semoga Allah mengganjar kebaikan kepada mereka dari kaum 
Muslimin- telah menjelaskan kondisi kebanyakan
hadits-hadits tersebut dari sisi keshahihan, kelemahan atau pun kepalsuannya 
dan telah membuat dasar-dasar yang kokoh dan
kaidah-kaidah yang mantap di mana siapa saja yang menekuni dan mempelajarinya 
secara mendalam untuk mengetahuinya, maka dia akan
dapat mengetahui kualitas dari hadits apa pun meski mereka (para imam tersebut) 
belum memberikan penilaian atasnya secara tertulis.
Itulah yang disebut dengan ilmu Ushul Hadits atau yang lebih dikenal dengan 
Llmu Mushthalah Hadits.

Para ulama generasi terakhir (al-Muta`akkhirin) telah mengarang beberapa buku 
yang khusus untuk mencari hadits-hadits dan
menjelaskan kondisinya, di antaranya yang paling masyhur dan luas bahasannya 
adalah kitab al-Maqaashid al-Hasanah Fii Bayaan Katsiir
Min al-Ahaadiits al-Musytahirah 'Ala al-Alsinah karya al-Hafizh as-Sakhawy. 
Demikian juga buku semisalnya seperti buku-buku
Takhriijaat (untuk mengeluarkan jaluar hadits dan kualitasnya) yang menjelaskan 
kondisi hadits-hadits yang terdapat di dalam
buku-buku pengarang yang buku berasal dari Ahli Hadits (Ulama hadits) dan 
buku-buku yang berisi hadits-hadits yang tidak ada asalnya
seperti buku Nashb ar-Raayah Li Ahaadiits al-Bidaayah karya al-Hafizh 
az-Zaila'iy, al-Mugny 'An Haml al-Asfaar Fii al-Asfaar Fii
Takhriij Maa Fii Ihyaa` Min al-Akhbaar karya al-Hafizh al-'Iraqy, at-Talkhiish 
al-Habiir Fii Takhriij Ahaadiits ar-Raafi'iy
al-Kabiir karya al-Hafizh Ibn Hajar al-'Asqalany, Takhriij Ahaadiits 
al-Kasysyaaf karya Ibn Hajar juga dan Takhriij Ahaadiits
asy-Syifaa` karya Imam as-Suyuthy, semua buku tersebut sudah dicetak dan 
diterbitkan.

Sekalipun para imam tersebut -semoga Allah mengganjar kebaikan kepada mereka- 
telah melanggengkan jalan kepada generasi setelah
mereka, baik buat kalangan para ulama maupun para penuntut ilmu hingga mereka 
mengetahui kualitas setiap hadits melalui buku-buku
tersebut dan semisalnya, akan tetapi -sangat disayangkan sekali- kami melihat 
mereka malah telah berpaling dari membaca buku-buku
tersebut. Maka karenanya, mereka pun buta terhadap kondisi hadits-hadits yang 
telah mereka hafal dari para guru mereka atau yang
mereka baca pada sebagian buku yang tidak interes terhadap hadits yang shahih 
dan valid. Karena itu pula, kita hampir tidak pernah
mendengarkan suatu wejangan dari sebagian Mursyid (penyuluh), ceramah dari 
salah seorang ustadz atau khuthbah seorang khathib
melainkan kita dapati di dalamnya sesuatu dari hadits-hadits Dla'if dan Mawdlu' 
tersebut, dan ini amat berbahaya di mana karenanya
dikhawatirkan mereka semua akan terkena ancaman sabda beliau SAW., yang 
berbunyi, "Barangsiapa yang telah berdusta terhadapku secara
sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di api neraka." 
(Hadits Shahih Mutawatir)

Walau pun secara langsung mereka tidak menyengaja berdusta, namun sebagai 
imbasnya mereka tetap berdosa karena telah menukil
(meriwayatkan) hadits-hadits yang semuanya mereka periksa padahal mengetahi 
secara pasti bahwa di dalamnya terdapat hadits yang Dla'
if atau pun hadits dusta. Mengenai hal ini, terdapat isyarat dari makna hadits 
Rasulullah yang berbunyi, "Cukuplah seseorang itu
berdusta manakala ia menceritakan semua apa yang didengarnya (tanpa disaring 
lagi-red.,)." (HR.Muslim) dan hadits lainnya dari
riwayat Abu Hurairah.

Kemudian dari itu, telah diriwayatkan bahwa Imam Malik pernah berkata, 
"Ketahuilah bahwa tidaklah selamat seorang yang menceritakan
semua apa yang didengarnya dan selamanya, ia bukan imam bilamana menceritakan 
semua apa yang didengarnya."

Imam Ibn Hibban berkata di dalam kitab Shahihnya, "Pasal: Mengenai 
dipastikannya masuk neraka, orang yang menisbatkan sesuatu kepada
al-Mushthafa, Rasulullah SAW., padahal ia tidak mengetahui keshahihannya," 
setelah itu, beliau mengetengahkan hadits Abu Hurairah
dengan sanadnya secara marfu', "Barangsiapa yang berkata dengan 
mengatasnamakanku padahal aku tidak pernah mengatakannya, maka
hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka." Kualitas sanad hadits 
ini Hasan dan makna asalnya terdapat di dalam kitab
ash-Shahiihain dan kitab lainnya.

Selanjutnya, Ibn Hibban berkata, "Pembahasan mengenai hadits yang menunjukkan 
keshahihan hadits-hadits yang kami isyaratkan pada bab
terdahulu," kemudian beliau mengetengahkan hadits dari Samurah bin Jundub 
dengan sanadnya, dia berkata, Rasulullah SAW., bersabda,
"Barangsiapa yang membicarakan suatu pembicaraan mengenaiku (membacakan satu 
hadits mengenaiku) di mana ia terlihat berdusta, maka
ia adalah salah seorang dari para pendusta." (Kualitas hadits ini Shahih, 
dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam mukaddimahnya dari
hadits Samurah dan al-Mughirah bin Syu'bah secara bersama-sama). Ibn Hibban 
berkata, "Ini adalah hadits yang masyhur." Kemudian dia
melanjutkan, "Pembahasan mengenai hadits kedua yang menunjukkan keshahihan 
pendapat kami," lalu dia mengetengahkan hadits Abu
Hurairah yang pertama di atas.

Dari apa yang telah kami sampaikan di atas, jelaslah bagi kita bahwa tidak 
boleh menyebarkan hadits-hadits dan meriwayatkannya tanpa
terlebih dahulu melakukan Tatsabbut (cek-ricek) mengenai keshahihannya sebab 
orang yang melakukan hal itu, maka cukuplah itu sebagai
kedustaan terhadap Rasulullah yang bersabda, "Sesungguhnya berdusta terhadapku 
bukanlah berdusta terhadap salah seorang diantara
kamu; barangsiapa yang berdusta terhadapku secara sengaja, maka hendaklah dia 
mempersiapkan tempat duduknya di api neraka."
(HR.Muslim dan selainnya), wallahu a'lam.

(SUMBER: Mukaddimah Syaikh al-Albany di dalam bukunya Silsilah al-Ahaadiits 
adl-Dla'iifah Wa al-Mawdluu'ah Wa Atsaruha as-Sayyi` Fi
al-Ummah, jld.I, h.47-51 dengan sedikit perubahan dan pengurangan)








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke