>From: "M. Fakhrur Razi" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sat Mar 11, 2006  5:22 pm
>Subject: Tanya : Fitnah Dajjal --hadits Fatimah binti Qais-
>Assalamu'alaikum
>mohon bantuannya ttg derajat hadits riwayat Fatimah binti Qais yang 
>berisi ttg cerita Tamim Ad-dari bahwa dia telah melihat dajjal .
>Seandainya ini adalah hadits shahih, berarti dajjal sebenarnya telah 
>ada sejak jaman Rasulullah SAW dan hanya sedang menunggu saatnya 
>keluar saja

Alhamdulillah
Ibnu Hajar berkata, "Sebagian ulama beranggapan bahwa hadits Fatimah binti 
Qais ini sebagai hadits gharib yang hanya diriwayatkan oleh perseorangan, 
padahal sebenarnya tidak demikian. Hadits ini di samping diriwayatkan dari 
Fatimah binti Qais juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, Aisyah. Dan Jabir 
radhiyallahu 'anhum." [Fathul-Bari 13: 328]

Untuk lengkapnya saya salinkan secara ringkas dari situs 
http://www.almanhaj.or.id semoga bermanfaat

APAKAH IBNU SHAYYAD ITU DAJJAL YANG BESAR ITU ?

Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2

Maka ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan 
pinangannya kepada saya, saya berkata, "Urusanku berada di tanganmu, karena 
itu nikahkanlah saya dengan siapa saja yang engkau kehendaki." Lalu beliau 
bersabda, "Pindahlah ke rumah Ummu Syarik." Dan Ummu Syarik ini adalah 
seorang wanita yang kaya dari kalangan Anshar yang suka melakukan infaq di 
jalan Allah dan biasa dikunjungi tamu-tamu. Lalu saya berkata, "Akan saya 
laksanakan." Kemudian beliau bersabda, "Jangan lakukan, sesungguhnya Ummu 
Syarik itu seorang wanita yang sering didatangi tamu-tamu, dan aku tidak 
suka kerudung (jilbab)mu terlepas atau pakaianmu terbuka dan tampak betismu, 
lalu dilihat oleh kaum itu apa yang tidak engkau sukai.

Tetapi berpindahlah ke rumah putra pamanmu yaitu Abdullah bin Amr Ibnu Ummi 
Maktum" (seorang lelaki dari Bani Fihr, yaitu Fihr Quraisy, yang dari 
kalangan merekalah Abdullah dan Fatimah ini dilahirkan). Lalu saya -kata 
Fatimah melanjutkan- pindah ke sana. Ketika masa 'iddah ku telah habis, saya 
mendengar tukang seru Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyerukan 
Ash-Sholaatu Jaami 'ah (Shalatlah dengan berjama'ah). Lalu saya pergi ke 
masjid dan shalat bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan saya 
berada di shaf wanita yang ada di belakang shaf laki-laki.

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam usai melakukan shalat, 
beliau duduk di atas mimbar sambil tersenyum seraya berkata, "Hendaklah 
tiap-tiap orang tetap berada di tempat shalatnya." Kemudian beliau 
melanjutkan, "Tahukah kamu, mengapa saya kumpulkan kamu?" Mereka menjawab, 
"Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengerti." Beliau bersabda, "Demi Allah, 
sesungguhnya aku tidak mengumpulkan kalian karena senang atau benci. Aku 
kumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari, seorang pengikut Nasrani, telah 
berbai'at masuk Islam dan dia bercerita kepadaku tentang suatu masalah yang 
sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai Masih 
Ad-Dajjal.

la bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama tiga puluh orang yang 
terdiri atas orang-orang yang berpenyakit kulit dan lepra. Lalu mereka 
dihempas ombak selama sebulan di laut, kemudian mereka mencari perlindungan 
ke sebuah pulau di tengah lautan hingga sampai di daerah terbenamnya 
matahari. Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan memasuki pulau 
tersebut. Di sana mereka berjumpa seekor binatang yang bulunya sangat lebat 
hingga tak kelihatan mana qubulnya dan mana duburnya, karena lebat bulunya. 
Mereka berkata kepada binatang itu, "Busyet kamu! Siapakah kamu?" Binatang 
itu menjawab, "Aku adalah Al-Jassasah." Mereka bertanya, "Apakah Al-Jassasah 
itu?" Dia menjawab. "Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam 
biara ini, karena ia sangat merindukan berita kalian." Kata Tamim. "Ketika 
binatang itu menyebut seseorang, kami menjauhinya, karena kami takut 
binatang itu adalah syetan.

Lalu kami berangkat cepat-cepat hingga kami memasuki biara tersebut, 
tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sangat besar tubuhnya dan 
tegap, kedua tangannya dibelenggu ke kuduknya, antara kedua lututnya dan 
mata kakinya dirantai dengan besi. Kami bertanya, "Siapakah engkau ini?" Dia 
menjawab, "Kalian telah dapat menguak beritaku, karena itu beritahukanlah 
kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini?" Mereka menjawab. Kami adalah 
orang-orang dari Arab. Kami naik perahu dan kami terkatung-katung di laut 
dipermainkan ombak selama satu bulan, kemudian kami mencari tempat 
berlindung ke pulaumu ini dengan menaiki sampan kecil yang ada di sini 
lantas kami masuk pulau ini, dan kami bertemu seekor binatang yang bulunya 
sangat lebat hingga tidak kelihatan mana qabulnya dan mana duburnya karena 
lebat bulunya.

Lalu kami bertanya, "Busyet kamu, siapakah kamu?" Dia menjawab, "Aku adalah 
Al-Jassasah." Kami bertanya, "Apakah Al-Jassasah itu?" Dia menjawab, 
"Pergilah kepada lelaki ini di dalam biara, karena dia sangat merindukan 
berita kalian." Lalu kami bergegas menemui dan meninggalkan dia, dan kami 
merasa tidak aman jangan- jangan dia itu syetan." Dia (lelaki itu) berkata, 
"Tolong kabarkan kepada kami tentang desa Nakhl Baisan." Kami bertanya, 
"Tentang apanya?" Dia berkata, "Tentang kurmanya, apakah berbuah?" Kami 
menjawab, "Ya." Dia berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurmanya 
itu akan tidak berbuah lagi." Dan dia bertanya lagi, "Tolong beritahukan 
kepadaku tentang danau Ath-Thabariyah." Kami bertanya, "Tentang apanya?" Dia 
bertanya, "Apakah ada airnya?" Kami menjawab, "Airnya banyak sekali." Dia 
berkata, "Ketahuilah sesungguhnya airnya akan habis." Selanjutnya dia 
berkata lagi, "Kabarkan kepadaku tentang negeri 'Ain Zughor." Kami bertanya, 
"Tentang apanya?" Dia menjawab, "Apakah sumbernya masih mengeluarkan air 
yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram tanamannya?" Kami menjawab, 
"Airnya banyak sekali, dan penduduknya menggunakannya untuk menyiram tanaman 
mereka." Dia berkata lagi, "Tolong beritahukan kepadaku tentang Nabi orang 
ummi, apakah yang dilakukannya?" Kami menjawab, "Beliau telah berhijrah 
meninggalkan Makkah ke Yatsrib." Dia bertanya, " Apakah orang-orang Arab 
memeranginya?" Kami menjawab, "Ya." Dia bertanya lagi, "Apakah yang 
dilakukannya terhadap mereka?" Lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong 
orang-orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi beliau." Dia 
bertanya, " Apakah benar demikian?" Kami menjawab, "Benar." Dia berkata, 
"Ketahuilah bahwasanya Iebih baik bagi mereka untuk mematuhinya. Dan perlu 
saya beritahukan kepada kalian bahwa saya adalah Al-Masih (Ad- Dajjal), dan 
saya akan diizinkan keluar. yang nantinya saya akan berkelana di muka bumi, 
maka tidak ada satu pun desa melainkan saya singgahi selama empat puluh 
malam kecuali Makkah dan Thaibah (Madinah), karena kedua kota ini diharamkan 
atas saya. Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh 
seorang malaikat yang menghunus pedang, dan pada tiap-tiap lorongnya ada 
malaikat yang menjaganya."

Fatimah berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda sembari 
mencocokkan (menusukkan) tongkat kecilnya di mimbar, " inilah Thaibah. 
inilah Thaibah, inilah Thaibah," yakni Madinah. "Ingatlah. Bukankah aku 
telah memberi tahukan kepadamu mengenai hal itu?" Orang-orang menjawab "ya" 
selanjutnya beliau bersabda, ,"Saya heran terhadap cerita Tamim yang sesuai 
dengan apa yang telah saya ceritakan kepada kalian, juga tentang kota 
Madinah dan Makkah. Ketahuilah bahwa dia berada di laut Syam atau laut 
Yaman. Oh tidak, tetapi dia akan datang dari arah timur... dari arah 
timur... dari arah timur..." dan beliau berisyarat dengan tangan beliau 
menunjuk ke arah timur. Fatimah berkata. "Maka saya hafal ini dari 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam." [Shahih Muslim 18: 78- 83]

Ibnu Hajar berkata, "Sebagian ulama beranggapan bahwa hadits Fatimah binti 
Qais ini sebagai hadits gharib yang hanya diriwayatkan oleh perseorangan, 
padahal sebenarnya tidak demikian. Hadits ini di samping diriwayatkan dari 
Fatimah binti Qais juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, Aisyah. Dan Jabir 
radhiyallahu 'anhum." [Fathul-Bari 13: 328]

[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, 
Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, 
Penerbit CV Pustaka Mantiq]

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/






--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke