PANDANGAN MATERIALISTIS TERHADAP KEHIDUPAN DAN BAHAYA-BAHAYANYA

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Sumber http://www.almanhaj.or.id

Ada dua sudut pandang terhadap kehidupan dunia. Pertama : Pandangan 
Materialistis, dan Kedua : Pandangan Yang Benar. Masing-masing pandang
tersebut memiliki pengaruhnya sendiri.

[A]. Makna Pandangan Materialistis Terhadap Dunia

Yaitu pemikiran seseorang yang hanya terbatas pada bagaimana 
mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, sehingga apa yang 
diusahakannya hanya seputar masalah tersebut. Pikirannya tidak 
melampui hal tersebut, ia tidak mempedulikan akibat-akibatnya, tidak 
pula berbuat dan memperhatikan masalah tersebut. Ia tidak
mengetahui bahwa Allah menjadikan dunia ini sebagai ladang akhirat. 
Allah menjadikan dunia ini sebagai kampung beramal dan akhirat sebagai
kampung balasan. Maka barangiapa mengisi dunianya dengan amal shalih,
niscaya ia mendapatkan keberuntungan di dua kampung tersebut. 
Sebaliknya barangsiapa menyia-nyiakan dunianya, niscaya ia akan
kehilangan akhiratnya.

Allah berfirman.

"Artinya : Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu 
adalah kerugian yang nyata" [Al-Hajj : 11]

Allah tidak menciptakan dunia ini untuk main-main, tetapi Allah 
menciptakannya untuk suatu hikmah yang agung. 

Allah berfirman.

"Artinya : Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, 
siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya"[Al-Mulk : 2]

"Artinya : Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi 
sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara
mereka yang terbaik perbuatannya"[Al-Kahfi : 7]

Demikianlah, Allah menjadikan di atas dunia ini berbagai kenikmatan 
sesaat dan perhiasan lahiriyah, baik berupa harta, anak-anak, pangkat,
kekuasaan dan berbagai macam kenimatan lain yang tidak mengetahuinya
kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala

Di antara manusia -dan jumlah mereka mayoritas- ada yang menyempitkan
pandangannya hanya pada lahiriyah dan kenikmatan-kenikmatan dunia 
semata. Mereka memuaskan nafsunya dengan berbagai hal tersebut
dan tidak merenungkan rahasia di balik itu. Karenanya, mereka sibuk 
untuk mendapatkan dan mengumpulkan dunia dengan melupakan amal untuk 
sesudah mati. Bahkan mereka mengingkari adanya kehidupan selain 
kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), hidup hanyalah 
kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan 
dibangkitkan" [Al-An'am : 29]

Allah mengancam orang yang memiliki pandangan seperti ini terhadap 
dunia, sebagaimana firmanNya.

"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang tidakmengharapkan (tidak 
percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan
dunia serta merasa tentram dengan kehidupan dunia itu dan orang-orang 
yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah Neraka, 
disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan"[Yunus : 7-8]

"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, 
niscaya Kami berikan kepada mereka balasan perkerjaan mereka di dunia 
dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah 
orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali Neraka dan 
lenyaplah di akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-
sialah apa yang telah mereka kerjakan"[Hud :15-16]

Ancaman di atas berlaku bagi semua yang memiliki pandangan 
materailistis tersebut, mereka yang memiliki amal akhirat, tetapi 
menghendaki kehidupan dunia, seperti orang-orang munafik, orang-orang 
yang berpura-pura dengan amal perbuatan  atau orang-orang kafir yang 
tidak percaya terhadap adanya kebangkitan dan hisab (perhitungan ama).
Sebagaimana keadaan orang-orang Jahiliyah dan aliran-aliran destruktif
(merusak) seperti kapitalisme, komunisme, sekulerisme dan atheisme. 
Mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui nilai kehidupan dan 
pandangan mereka terhadap dunia tidak lebih dari pandangan binatang,
bahkan lebih sesat dari binatang. Sebab mereka menafikal akal mereka, 
menundukkan kemampuan mereka dan menyia-nyiakan waktu mereka yang 
tidak akan kekal untuknya, juga mereka tidak melakukan amalan untuk
tempat kembali mereka yang telah menunggu, dan mereka pasti menuju 
menunggunya, juga tidak memiliki akal untuk berfikir seperti manusia,
karena itu Allah berfirman tentang mereka.

"Artinya : Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu 
mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti 
binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang
ternak itu)"[Al-Furqan : 44]

Allah menyifati orang-orang yang memiliki pandangan ini dengan sifat
tidak memiliki ilmu. 

Allah berfirman.

"Artinya : Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka 
hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka
tentang(kehidupan) akhirat adalah lalai"[Ar-Rum : 6-7]

Meskipun mereka ahli di bidang berbagai penemuan dan isndustri, tetapi
pada hakikatnya mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak pantas 
mendapatkan julukan alim, sebaba ilmu mereka tidak lebih dari ilmu
lahiriyah kehidupan dunia, sedangkan ia adalah ilmu yang dangkal, 
sehingga memang tidak selayaknya para pemiliknya mendapat gelar mulia,
yakni gelar ulama, tetapi gelar ini diberikan kepada orang-orang yang
mengenal Allah dan takut kepadaNya, sebagaimana firmanNya.

"Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya 
hanyalah ulama" [Fathir : 28]

Termasuk pandangan materialistis terhadap kehidupan dunia ini adalah
apa yang disebutkan Allah dalam kisah Qarun dan kekayaan yang 
diberikan kepadanya. 

Allah befirman.

"Artinya : Maka keluarlah Qarun kepada kaummnya dalam kemegahannya. 
Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia.Moga-moga 
kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada
Qarun sesunggunya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang 
besar"[Al-Qashash : 79]

Mereka mengangan-angankan dan menginginkan memiliki kekayaan seperti 
Qarun seraya menyifatinya telah mendapatkan keberuntungan yang besar, 
yakni berdasarkan pandangan mereka yang materialistis. Hal ini seperti
keadaan sekarang di negara-negara kafir yang memiliki kemajuan di 
bidang teknologi industri dan ekonomi, lalu umat Islam yang lemah 
imannya memandang mereka dengan pandangan kekaguman tanpa melihat 
kekufuran mereka serta apa yang bakal menimpa mereka dari kesudahan 
yang buruk. Pandangan yang salah ini lalu mendorong mereka 
mengagungkan orang-orang kafir dan memuliakan mereka dalam jiwa mereka
serta menyerupai mereka dalam tingkah laku dan kebiasaan-kebiasaan 
mereka yang buruk. Ironinya, mereka tidak meniru dalam kesemangatan 
mereka dalam mempersiapkan kekuatan serta hal-hal bermanfaat
lainnya, misalnya di bidang penemuan-penemuan dan teknologi.

[B] Pandangan Yang Benar Terhadap Kehidupan

Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa apa yang ada di dunia ini, baik 
harta kekuasaan dan kekuatan materi lainnya hanyalah sebagai sarana 
untuk amal akhirat. Karena itu, pada hakikatnya dunia bukanlah tercela
karena dirinya, tetapi pujian atau celaan itu tergantung pada 
perbuatan hamba di dalamnya. Dunia ini adalah jembatan penyebrangan 
menuju akhirat dan daripadanya bakal menuju Surga. Dan kehidupan baik
yang diperoleh penduduk Surga tidak lain kecuali berdasarkan apa yang 
telah mereka tanam ketika di dunia. Maka dunia adalah kampung jihad, 
shalat, puasa, dan infak di jalan Allah, serta medan laga untuk
berlomba dalam kebaikan. Allah berfirman kepada penduduk Surga.

"Artinya : (Kepada mereka dikatakan), Makan dan minumlah dengan sedap 
disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah
lalu (ketika di dunia)"[Al-Haqqah : 24]

[Disalin dari kitab At-Tauhid Lish-Shaffits Tsalis Al-Ali, edisi 
Indonesia Kitab Tauhid-3, Penulis Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah 
Al-Fauzan, Penerjemah Ainul Harits Arifin Lc, Penerbit Darul Haq]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke