----- Original Message -----
From: "bjay" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 28, 2006 10:37 PM
Subject: [assunnah] mohon informasinya

> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuhu

> Mohon pencerahan mengenai masalah2 berikut :
> 1. Bagaimanakah menentukan nama kunyah seseorang? apa diambil dari nama ayah? 
> misal : nama ayah adjat
> apakah nama kunyah anaknya jadi ibnu adjat?

http://muslim.or.id/?p=146#more-146
Pertanyaan

Ustadz,
Apa hukum nama kunyah itu?
Apakah harus sudah mempunyai anak?
Apa adab-adab dalam membuat nama kunyah?

Jawaban Ustadz (Dijawab oleh : Ust. Abu Ukasyah Aris Munandar)
(2)
Dari Anas bin Malik "Rasulullah sering menemui kami. Aku punya adik yang 
berkunyah Abu 'Umair. Dia punya seekor burung yang sering
dipakai untuk bermain. Suatu hari Nabi datang setelah burung tersebut mati. 
Beliau melihat Abu 'Umair bermuram muka. Nabi lantas
bertanya kepada kami 'ada apa dengannya ?' 'burungnya mati', sahut kami. Nabi 
lalu bersabda 'hai Abu 'Umair apa yang telah dilakukan
oleh burungmu ?'" (HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi, Shahih Al-Jami' 
Ash-Shaghir no. 7830).

Kunyah adalah nama yang dimulai dengan ABU atau UMMU. Ada juga ulama yang 
mengatakan termasuk juga nama yang diawali dengan
saudara/paman., kunyah terkadang untuk memuji sebagaimana sahabat Nabi yang 
dulunya berkunyah Abu Hakam, terkadang untuk mencela
semacam Abu Jahal, terkadang disebabkan karena membawa sesuatu semisal Abu 
Hurairah dan terkadang hanya sekedar nama semisal Abu
Bakar dan Abul Abbas Ibnu Taimiyyah, padahal Ibnu Taimiyyah tidak mempunyai 
anak (lihat Al-Qoul Al-Mufid 'Ala Kitab At-Tauhid 2/169,
Maktabah Al-'Ilmi). Dalam syarah Muslim 14/129, Imam Nawawi mengatakan 
"pelajaran yang bisa dipetik dari Hadits sangat banyak
sekali. Diantaranya menunjukkan bahwa kunyah untuk orang tidak punya anak itu 
diperbolehkan, juga menunjukkan bolehnya kunyah untuk
anak kecil dan hal tersebut tidak termasuk kebohongan' (Dari Ahkam Ath-Thifli 
hal. 165).

Dalam Tuhfatul Aba' dinyatakan "Hadits di atas menunjukkan bahwa anak kecil 
boleh punya kunya. Anak kecil yang suka bermain dengan
burung dalam Hadits di atas berkunyah Abu 'Umair, bahkan Nabipun memanggilnya 
dengan kunyah tersebut. Ini termasuk adab arab yang
bagus. Kunyah untuk anak kecil itu berfungsi mengangkat dirinya, meningkatkan 
kecerdasannya dan menyebabkan dia merasa dihargai"
(Tuhfatul Aba' Bima Warada fi Tarbi Yatul Aulad, Dar Al-Qasim hal. 33).

Jadi Hadits di atas menunjukkan bahwa anak kecil boleh diberi kunyah, lihat 
juga Ahkam Ath-Thifli, Darul Hijrah hal. 164.

(3)
Nabi shollahu'alaihiwasallam bertanya kepada seorang sahabat, beliau berkunyah 
Abul Hakam padahal Al-Ahkam adalah nama Allah,
'apakah engkau mempunyai anak ?', sahabat tersebut menjawab 'Syuraih, Muslim, 
dan Abdullah', 'siapa yang paling tua diantara
ketiganya ? lanjut Nabi, 'Syuraih' kata sahabat tersebut. Nabi bersabda 'jika 
demikian maka engkau adalah Abu Syuraih' (HR. Abu
dawud dan Nasai, dishahihkan oleh Al-albani dalam Al-Irwa' no. 2615).

Dalam Ahkam Ath-Thifli dinyatakan "Hadits ini menunjukkan bahwa berkunyah 
dengan nama Allah semisal Abul Ahkam dan Abul 'Ala adalah
tidak dibolehkan" (Ahkam Ath-Thifli karya Ahmad Al-Isawi hal. 165). Syaikh 
Utsaimin mengatakan "Hadits di atas tidak menunjukkan
bahwa berkunyah itu dianjurkan karena Nabi ingin mengubah sahabat tersebut 
dengan kunyah yang diperbolehkan dan Nabi tidak
memerintahkan berkunyah pada awal mulanya" (Al-Qoul Al-Mufid 2/170).

Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim mengatakan "Dalam Hadits di atas Nabi 
memberi kunyah dengan anak yang paling tua dan itulah yang
sesuai dengan sunnah sebagaimana terdapat dalam beberapa Hadits. Jika tidak 
memiliki anak laki-laki maka dengan nama anak perempuan
yang paling tua. Ketentuan ini juga berlaku untuk kunyah seorang perempuan" 
(Hasyiah Kitab At-Tauhid hal. 318).

Jadi, diantara adab yang berkenaan dengan nama kunyah adalah :
Tidak boleh berkunyah dengan nama Allah semisal Abul A'la (Al-Maududi)
Kunyah itu dengan nama anak laki-laki yang paling tua. Jika tidak ada anak 
laki-laki maka dengan nama anak perempuan yang paling tua

Orang yang belum atau tidak punya anak boleh berkunyah. Oleh karena itu anak 
kecil yang jelas belum menikah diperbolehkan untuk
berkunyah.

Tidak boleh berkunyah 'Abul Qosim' berdasarkan Hadits Rasulullah 
Shollahu'alaihiwasallam "Hendaklah kalian bernama dengan
nama-namaku tetapi jangan berkunyah dengan kunyahku (Abul Qosim)" (HR. Bukhori 
no. 3537 dll). Ibnul Qoyyim mengatakan "pendapat yang
benar bernama dengan nama Nabi itu diperbolehkan. Sedangkan berkunyah dengan 
kunyah Nabi itu terlarang. Berkunyah dengan kunyah Nabi
saat beliau masih hidup itu terlarang lagi. Terkumpulnya nama dan kunyah Nabi 
pada diri seseorang juga terlarang (Zaadul Ma'ad,
2/317, Muassasah Ar-Risalah). Beliau juga mengatakan "kunyah adalah salah satu 
bentuk penghormatan terhadap orang yang diberi
kunyah. diantara petunjuk Nabi adalah memberi kepada orang yang sudah punya 
ataupun yang tidak punya anak. Tidak terdapat Hadits
yang melarang berkunyah dengan nama tertentu kecuali berkunyah dengan nama Abul 
Qasim" (Zaadul Maad, 2/314). Imam Ibnu Muflih
berkata, "diperbolehkan berkunyah meskipun belum memiliki anak" (Al-Adab 
Asy-Syar'iyyah karya Ibnu Muflih 3/152, Muassasah
Ar-Risalah).

> 2. Apakah Muadzin harus memiliki wudhu dulu sebelum adzan?
> 3. Apakah benar kalo shalat sunat rawatib lebih utama dikerjakan di rumah? 
> trus klo dlm perjalanan bagaimana?
>

dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah shalallahu`alayhwasallam bersabda:
"Shalat yang paling utama bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat 
wajib."[Hadits riwayat An Nasai, Thabrani, dan Abu Daud,
Sahih Jami' Shagir, no.1128]

SHALAT TATHAWWU / NAFILAH / SUNNAH BAGI MUSAFIR.

Jumhur ulama (mayoritas) berpendapat bahwa tidak mengapa dan tidak makruh 
shalat nafilah/ tathawwu bagi musafir yang mengqashar
shalatnya, baik nafilah yang merupakan sunnah rawatib (qobliyah dan ba'diyah) 
maupun yang lainnya. Dalil mereka adalah bahwasanya
Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam shalat delapan raka'at pada 
hari penaklukan kota Makkah atau Fathu Makkah dan
beliau dalam keadaan safar.[16]

Sebagian ulama berpendapat bahwa yang di syari'atkan adalah meninggalkan (tidak 
mengerjakan) shalat sunnah rawatib (qobliyah dan
ba'diyah) saja ketika safar, dalil mereka adalah riwayat dari Ibnu Umar 
radhiallahu anhuma bahwasanya beliau melihat orang-orang
(musafir) yang shalat sunnah rawatib setelah selesai shalat fardhu, maka 
beliaupun berkata: ""Kalau sekiranya aku shalat sunnah
rawatib setelah shalat fardhu tentulah aku akan menyempurnakkan shalatku 
(maksudnya tidak mengqashar). Wahai saudaraku, sungguh aku
menemani Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam dalam safar dan 
beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai
wafat, kemudian aku menemani Abu Bakar radhiallahu anhu dan beliau tidak pernah 
menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku
menemani Umar radhiallahu anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua 
raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Utsman
radhiallahu anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai 
wafat. Dan Allah subhaanahu wa ta'ala telah berfirman:
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik 
bagimu.""(QS.33 Al-Ahzaab: 21)[17]

Adapun shalat-shalat sunnah/nafilah/tathawwu' lainnya seperti shalat malam, 
witir, sunnah fajar, dhuha, shalat yang ada
sebab -sunnah wudhu dan tahiyyatul masjid- dan tathwwu muthlak adalah tidak 
mengapa dilakukan dan bahkan tetap di syari'atkan
berdasarkan hadis-hadis sahih dalam hal ini.[18]
----------
FootNote
[16].HR. Bukhari dan Muslim.
[17].HR.Bukhari. Lihat Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayyim 1/315-316, 473-475, Fiqhus 
Sunah 1/312-313, Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/223-229.
Majmu' Fatawa Syaikh Utsaimin 15/254.
[18].Kitab Ad-Dakwah, Bin Baz, lihat As-Shalah, Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar 
308.

> Jazakumullah khairan katsiran atas bantuannya
>
> Wassalamu'alaikum waroh matullohi wabarokatuh







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke