Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,

1.Kitab Jarh wa Ta'dil adalah kitab yang menjelaskan tentang celaan dan
pujian seorang rawi.
Nama-nama kitab jarh wa ta'dil :

- At Tarikh al Kabir karya Imam Bukhari ((194-256 H) yang berisi penjelasan
rawi-rawi yang tsiqah dan dhaif.
- Al Jarh wa at Ta'dil karya Imam Ibnu Abi Hatim (240-327 H) yang berisi
penjelasan rawi-rawi yang tsiqah dan dhaif.
- Ats Tsiqat karya Ibnu Hibban (...-354 H) yang berisi khusus tentang
rawi-rawi yang tsiqat.
- Mizanul I'tidal karya Imam Adz Dzahabi (wafat 748H) sebuah kitab yang
berisi khusus untuk rawi-rawi dhaif dan matruk.
- Al Kamil fi al Dlua'afa' karya Ibnu Adiy (277-356 H) kitab yang khusus
membahas khusus rawi-rawi dhaif.
- Al Kamal fi Asma'ir Rijal karya Abdul Ghani bin Abdil Walid al Maqdisi
(541-600 H) yang berisi khusus rawi-rawi yang ada di Kutubus Sittah (kitab
hadits yang 6 yaitu Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan An
Nasa'i, Sunan At Termidzi dan Sunan Ibnu Majah)
- Tahdzibu al Tahdzib karya Ibnu Hajar Al Asqalani (773-852 H) merupakan
ringkasan dari kitab Al Kamal fi Asma'ir Rijal.

2. Imam Ahmad bin Hanbal (164-241 H) menegaskan bahwa Men- Jarh seorang rawi
bukanlah ghibah akan tetapi merupakan nasehat dalam agama dengan syarat
bahwa dia adalah seorang alim dan ikhlas demi membela hadits Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wa sallam.

Ibnul Jauzi Al Baghdady (508-597 H) didalam Talbis Iblis mengatakan celaan
dan pujian terhadap rawi (Jarh wa Ta'dil) dipergunakan untuk membela
syariat.
Sebagaimana Ali bin Al Madiny yang mendhaifkan bapaknya sendiri.

Imam Nawawi (631-676 H) didalam Riyadhus Shalihin menjelaskan tentang syarat
membicarakan aib (ghibah) terhadap seseorang diperbolehkan dalam enam hal :
a. Untuk mengadukan orang yang menganiaya kepada penguasa.
b. Minta tolong untuk mengubah orang yang berbuat kemungkaran dan
mengembalikan ke jalan yang benar.
c. Minta fatwa.
d. Memberi peringatan atau nasehat kepada kaum muslimin, agar tidak
terjerumus dalam kejahatan.
e. Dengan terus terang menegur orang yang melakukan kefasikan dengan terus
terang.
f. Memberi penjelasan dan pengertian.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh

Andiono Setiawan


----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, April 01, 2006 10:31 AM
Subject: Re: [assunnah] Tanya masalah pembukuan Hadist
> Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
> 1. menyusul pertanyaan diatas saya mau tanya kitab apakah yang
> menerangkan sanad dan rawi itu bisa diterima (sifat rijalul hadits)
> 2. Apakah dengan mengkaji kitab tersebut kita termasuk membicarakan aib
> seseroang (perawi)
> Wasalamu alikum warahmatullahi wabarakatuh




--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke