Setahu saya, ada usaha pendidikan anak di Kota Malang, namanya Rabbani
School.
Alamatnya di Gedung Al-Irsyad, Jl Arif Margono I/27A Malang.


--- In [email protected], "Badaruddin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Alaikum salam warahmatullahi wabarakatu,
>
> Setahu saya sudah ada usaha kearah sini untuk daerah malang, karena
ada
> teman istri saya yang bekerja di salah satu lembaga tersebut, maaf
saya
> lupa namanya, insyaAllah akan saya kabari lagi sejauh mana lembaga
> berdiri dalam dunia pendidikan..
>
> Salam
> Badar
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of salehuddin alpraja
> Sent: 02 April 2006 3:01
> To: [email protected]
> Subject: Re: [assunnah] Antara Pesantren dan Homeschoolin
>
> Assalamu Alaikum Warohmatullahi
> Sangat menarik sekali. Mau tanya di Malang apa sudah
> ada yang merealisasikan gagasan ini. Saya sangat
> menantikan ada kabar baru dari Malang, karena
> sampai saat ini saya binggung dimana saya akan
> mondokan anak-anak saya sepulang dari Australia. Ada
> alternatif di pare atau di Jateng.
>
> Mudahan ada salafiyun Malang yg merenspons, saya siap
> dikontak kalau ada program mungkin kita bisa kerja
> sama merewujudkan ide bagus ini.
>
> Abu Sajid
> Canberra
>
>
> --- Fatkhurahman [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Assalaamu Alaikum Warohmatullahi wabarokatuhu.
> > Ana mau berbagi pengalaman.
> > 2 tahun yang lalu kami memindahkan sekolah anak kami
> > dari umum ke pesantren yang cukup jauh,
> > Sesungguhnya program pendidikan dan
> > penyelenggaraanya sangatlah bagus,
> > Namun ada beberapa kendala di pihak kami, contohnya
> > : anak kami masih kecil sulit mengurus kebersihan
> > dirinya sendiri, pakaian, kemudian ibunya selalu
> > kangen kepada anak termasuk saya sendiri.
> > Akhirnya karena beberapa kendala tersebut kami
> > putuskan untuk buat homescholling semi pesantren.
> >
> > Caranya adalah :
> > - dengan beberapa ikhwan sepakat untuk memulai
> > program ini dengan komitmen bersama (program tahfidz
> > dan diniyah)
> > - Menyediakan tempat di sekitar lingkungan kita
> > sendiri (boleh di rumah) untuk proses kegiatan
> > belajar mengajar
> > - ditunjuk penanggung jawab : UMUM dan DINIYAH
> > - Santri mondok dari senin sampai jum'at, sabtu
> > minggu libur bersama orang tua
> >
> > Untuk Pelajaran UMUM : (Insya alloh tidak perlu
> > khawatir untuk masalah IJAZAH)
> > - Menyelenggarakan sendiri program paket A atau B
> > atau C atau bergabung dengan yang sudah ada.
> > - waktu belajar fleksibel
> > - Kalau sudah kelas 6 didaftarkan untuk mengikuti
> > ujian
> > - Ijazah setara dengan SD atau SMP atau SMA dan
> > dapat melanjutklan ke perguruan tinggi bagi yang
> > berminat.
> > (Ditetapkan berdasarkan UU Diknas no 23)
> > - Program ini dapat dilaksanakan 1 grup 20 orang dan
> > mendapatkan dana dari pemerintah.
> >
> > Yayasan Asysyifa Al-Islamiyah Karawang
> >
> > Fatkhurohman
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "lulu aliudin" [EMAIL PROTECTED]
> > To: [email protected]
> > Sent: Thursday, March 30, 2006 7:54 AM
> > Subject: [assunnah] Antara Pesantren dan
> > Homeschooling: Minta saran
> >
> > > Assalamualaikum Warohmatullohi wa barokatuh.
> > > Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan
> > begitu banyak ni'mat.
> > > Sholawat dan Salam semoga terlimpahkan kepada Nabi
> > kita Muhammad
> > > Shollallohu 'alaihi wa sallam.
> > >
> > > Salah satu fenomena yang menggembirakan kita
> > -salafiyyin- adalah semakin
> > > banyaknya sekolah-sekolah Islam yang memberikan
> > pendidikan Islam menurut
> > > pemahaman Salafusholih. Diantara kita ada yang
> > mendidik anaknya di sekolah
> > > tersebut. Bahkan rela berpisah dari anaknya sedari
> > usia 7 tahun dengan
> > > menitipkan ke pondok pesantren untuk mendapatkan
> > pendidikan yang dapat
> > > meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
> > > Alhamdulillah ini adalah bukti betapa cemburunya
> > para orangtua kepada
> > > anak-anaknya. Mudah-mudahan kita juga memiliki
> > kecemburuan seperti itu
> > > sebagai pengamalan ayat al Qur-an "jagalah diri
> > dan keluargamu dari api
> > > neraka."
> > >
> > > Walaupun demikian hal ini bukanlah sesuatu yang
> > disepakati bersama, dalam
> > > arti ada yang pro dan kontra. Yang pro mengatakan
> > inilah solusi tepat
> > > untuk mendidik anak kita secara Islami. Yang
> > kontra merasa tidak tega
> > > menitipkan anaknya yang sedemikian masih kecilnya
> > dan jauh dari
> > > orangtuannya, walaupun yang kontra ini memahami
> > alasan yang dibawakan oleh
> > > yang pro. Yang pro juga mengatakan di kota kita
> > belum ada Lembaga
> > > pendidikan Islam bermanhaj ahlussunnah wal
> > jama'ah. Sehingga, mereka
> > > beralasan, kami lebih tidak tega lagi jika anak
> > kami belajar di sekolah
> > > umum. Di lain pihak, pihak yang kontra bukanlah
> > semata-mata tidak setuju
> > > terhadap konsep pesantren bagi anak-anak tapi juga
> > melihat kenyataan bahwa
> > > biaya pendidikan pondok pesantren juga tidak
> > sedikit. Dari obrolan
> > > beberapa ustadz salafy pun ada diantara mereka
> > yang tidak setuju
> > > memondokkan anak-anak usia 6 atau tujuh tahun di
> > pesantren
> > >
> > > Maka hal ini menjadi sesuatu yang dilematis bagi
> > saya pribadi. Bayangkan
> > > saja jika kita mulai menitipkan anak sedari usia 6
> > atau 7 tahun dan mulai
> > > usia tersebut sang anak jauh dari orang tuanya.
> > Itu artinya kita hanya
> > > "mengecap" kebersamaan dengan anak kita selama
> > enam atau tujuh tahun.
> > > Wallohu a'lam.
> > >
> > > Dari fenomena itu maka di Cilegon -sebuah kota
> > yang belum memiliki lembaga
> > > pendidikan ahlussunnah wal jama'ah-sedang beredar
> > wacana homeschooling
> > > untuk anak-anak salafiyyin. Wacana ini timbul
> > untuk menganbil jalan tengah
> > > antara yang pro dan kontra.
> > >
> > > Ada baiknya saya jelaskan wacana homeschool ini
> > kepada antum semua dan ana
> > > dengan memohon pertolongan Alloh meminta saran &
> > masukan dari antum. Kami
> > > memiliki rencana untuk tidak menitipkan anak-anak
> > kami ke
> > > pesantren-pesantren yang jaraknya ratusan bahkan
> > ribuan kilometer dari
> > > Cilegon dan tidak juga menyekolahkan anak kami ke
> > sekolah sekolah umum.
> > > Sebagai gantinya kami akan mendidik sendiri
> > anak-anak kami di rumah kami,
> > > minimal sampai usia 12 tahun. Ibunyalah yang akan
> > memberikan pendidikan
> > > dasar tersebut. Dalam rentang waktu tersebut kami
> > akan memberikan
> > > pendidikan dasar sebagaimana layaknya anak-anak
> > Siswa SD kepada anak anak
> > > kami. Kami akan membekali mereka dengan
> > pelajaran-pelajaran dasar Dinul
> > > Islam selain juga pelajaran umum sesuai kurikulum
> > DIKNAS. Jika ada mata
> > > pelajaran yang tidak dikuasai oleh kami, misalnya
> > matematika, maka kami
> > > akan memanggil guru privat untuk mereka. Wacana
> > ini sebetulnya bukan
> > > merupakan suatu hal yang baru karena di beberapa
> > negara ada, bahkan tidak
> > > sedikit yang mendidik anaknya seperti itu.
> > Demikian sekilas wacana
> > > tersebut.
> > >
> > > Namun tentu saja kami juga tahu diri tentang
> > keterbatasan kami baik dari
> > > segi ilmu ataupun wawasan yang berkenaan dengan
> > sistem pendidikan di
> > > Indonesia. Dengan memohon pertolongan Alloh ada
> > hal - hal yang ingin ana
> > > tanyakan:
> > > 1. Jika anak kami ingin mendapatkan ijazah SD
> > formal apakah kita bisa
> > > mengikuti program ujian persamaan, yang kalau
> > tidak salah namanya Paket A,
> > > B dan C? (Walhamdulillah, kami tidak butuh ijazah
> > dalam mendidik anak-anak
> > > kami namun ijazah ini kami anggap sebagai satu
> > sarana untuk melanjutkan
> > > pendidikan di pesantren yang membutuhkan ijazah
> > sebagai persyaratan
> > > masuknya. Kami berencana setelah memasuki usia
> > remaja barulah kami
> > > menitipkan anak kami ke pondok pesantren)
> > > 2. Adakah sanksi dari pemerintah jika kita tidak
> > menyekolahkan anak kita
> > > ke SD mengingat adanya program wajib belajar 9
> > tahun?
> > > 3. Bagaimana pendapat antum tentang wacana
> > Homeschooling ini?
> > >
> > > Demikian curahan hati saya yang panjang lebar ini.
> > Atas perhatiannya saya
> > > ucapkan Jazakumullohu Khoiron.
> > >
> > > Seorang bapak dari Maryam, Fathimah, Khodijah, dan
> > Abdurrohman.
> > >
> > > Abu Maryam Lulu Aliudin
>









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke