----- Original Message -----
From: "Zahra Abdillah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, April 04, 2006 8:23 AM
Subject: [assunnah] URGENT

> Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh,
>
> Mohon Artikel ttg Homoseksual (Laki2 berhubungan dengan laki2, perempuan
> dengan perempuan), Jazakallah atas bantuannya.
>
> Wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh.


PENYIMPANGAN SEKSUAL HOMOSEK/LIWATH

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Assalamu'alaikum warahmatullahi 
wabarakatuh. Saya seorang pemuda berumur 21 tahun. Saya telah
terjerat perilaku homoseksual sejak umur delapan tahun ketika ayah saya terlalu 
sibuk sehingga lalai mendidik saya. Saat ini saya
hidup dengan perasaan bersalah dan menyesali perbuatan itu sampai-sampai saya 
berpikir untuk bunuh diri - saya mohon perlindungan
Allah dari hal itu-. Rasa pedih dan siksa bertambah dengan permintaan keluarga 
saya agar saya menikah. Saya mohon Anda memberi saya
bimbingan tentang cara yang benar dan solusi yang tepat untuk masalah saya ini 
sehingga saya dapat terlepas dari kehidupan yang
sangat menyiksa yang saya rasakan saat ini. Semoga Allah membalas Anda dengan 
yang lebih baik.

Jawaban.
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Saya mohon kepada Allah agar 
melimpahkan kepada Anda kekuatan untuk terlepas dari
perilaku yang Anda ceritakan. Tidak diragukan lagi bahwa perilaku yang Anda 
ceritakan itu adalah perilaku yang sangat keji. Akan
tetapi -alhamdulillah- solusinya sebenarnya mudah, yaitu Anda segera bertaubat 
nasuha dengan cara sungguh-sungguh menyesali apa yang
telah terjadi, berhenti total dari perilaku keji itu, dan bertekad kuat untuk 
tidak mengulanginya, serta bergaul dengan orang-orang
yang baik, menjauhi orang-orang yang tidak baik, dan segera menikah. Jika 
secara jujur taubat itu, maka bergembiralah (bahwa Anda
akan mendapatkan) kebaikan, keberuntungan, dan akhir yang baik. Ini berdasarkan 
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut.

"Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah kalian semua wahai orang-orang yang 
beriman, supaya kalian beruntung" [An-Nur : 31]

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan 
taubat yang semurni-murninya" [At-Tahrim : 8]

Begitu pula berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

"Artinya : Taubat menghapuskan dosa yang sebelumnya"

"Artinya : Orang yang bertaubat dari dosanya keadaannya seperti orang yang 
tidak punya dosa" [Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 4250,
Thabrani X/150]

Semoga Allah melimpahkan taufiqNya kepada Anda, dan memperbaiki hati dan amal 
perbuatan Anda, serta menganugrahi Anda taubat nasuha
dan teman-teman dari orang-orang yang baik.

[Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah V/422-423]

[Disalin dari Majalah Fatawa Volume 11/Th I/14124H-2003M]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1439&bagian=0


BERGAUL DENGAN PELAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa pernjelasan Anda tentang bermua'amalah 
dengan para pelaku dosa besar, seperti pezina,
homosek dan dosa besar lainnya yang telah datang dalil yang menyebutkan ancaman 
keras bagi pelakunya ? Bolehkah berbicara dengan
mereka ? Bolehkah mengucapkan salam kepada mereka ? Bolehkah pula berteman 
dengan mereka dalam rangka mengingatkan mereka akan
ancaman Allah dari siksaNya yang pedih ?

Jawaban
Orang yang tertuduh melakukan perbuatan maksiat wajib untuk dinasehati dan 
diberi peringatan akan maksiat itu dan akibat jeleknya,
dan bahwa maksiat itu termasuk diantara penyebab sakit, mengeras dan matinya 
hati. Adapun orang yang terang-terangan dan mengakui
maksiat itu, maka wajib ditegakkan had pada dirinya dan dilaporkan kepada 
penguasa.

Tidak boleh berteman dan bergaul dengan orang seperti itu, bahkan sebaliknya 
wajib diboikot agar mudah-mudahan dia mendapat hidayah
Allah dan mau bertaubat. Kecuali jika boikot itu justru menjadikan mereka 
bertambah jelek perilakunya. Maka wajib selalu mengingkari
perbuatan mereka dengan cara yang baik dan nasehat yang terus menerus sampai 
mereka mendapat hidayah dari Allah.

Tidak boleh menjadikan mereka teman, bahkan wajib terus mengingkari dan 
memperingatkan mereka tentang perbuatan mereka yang keji
itu. Dan wajib bagi pemerintah negeri-negeri Islam menangkap mereka dan 
melaksanakan had-had syari'at pada mereka. Sedangkan
orang-orang yang mengetahui keadaan mereka, wajib untuk membantu negara dalam 
hal itu berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Artinya : Dan tolong-menolonglah dalam berbuat kebajikan dan ketakwaan" 
[Al-Ma'idah : 2]
"Artinya : Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebagian mereka 
(adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari perbautan yang mungkar" 
[At-Taubah : 71]

"Artinya : Demi masa,sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 
kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal
salih, dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati 
supaya menetapi kesabaran" [Al-Ashr : 1-3]

Begitupula berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka 
hendaknya dia merubahnya dengan tangannya. Jika tidak
mampu, hendaknya dengan lisannya. Dan jika tidak mampu juga, maka dengan 
hatinya, dan itu selemah-lemah iman" [Riwayat Muslim] [1]

"Artinya : Agama itu nasihat. Ditanyakan kepada beliau, "Nasihat untuk siapa 
wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab, "Untuk Allah,
untuk kitabNya, untuk RasulNya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan kaum 
muslimin umumnya" [Riwayat Muslim] [2]

Ayat dan hadits yang mengandung makna ini amat banyak.

Kami memohon kepada Allah semoga Dia memperbaiki keadaan kaum muslimin, 
menjadikan mereka paham akan ajaran agamanya, dan
melimpahkan taufiqNya kepada mereka untuk nasihat menasihati supaya mentaati 
kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi
kesabaran Anda, serta menyatukan kalimat mereka.

[Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah V/399-400]

[Disalin dari Majalah Fatawa Volume 11/Th I/14124H-2003M]

Foote Note.
[1]. Muslim No. 49. Tirmidzi no. 2172. Nasa'i No. 5008-5009. Abu Dawud No. 
1140, 4340. Ibnu Majah No. 1275, 4013. Ahmad No. 10689
[2]. Muslim No 55. Nasa'Ii No. 4197, 4198. Abu Dawud No. 4944. Ahmad No. 16493 
dari Tamim Ad-Dari. Tirmidzi N0. 1926 dan Nasa'i No.
4199 dari Abu Hurairah

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1457&bagian=0






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke