T A U B A T

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Sumber http://www.almanhaj.or.id


Taubat adalah kembali dari bermaksiat kepada Allah menuju ketaatan 
kepadaNya.

Taubat itu disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Artinya : Sesunguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan 
menyukai orang-orang yang mensucikan diri.[Al-Baqarah : 222]

Taubat itu wajib atas setiap mukmin

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah 
dengan taubat yang semurni-murninya.[At-Tahrim : 8]

Taubat itu salah satu faktor keberuntungan.

Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman 
supaya kamu beruntung.[An-Nur : 31]

Keberuntungan ialah mendapatkan apa yang dicarinya dan selamat dari apa
yang dikhawatirkannya.

Dengan taubat yang semurni-murninya Allah akan menghapuskan dosa-dosa 
meskipun besar dan meskipun banyak.

Artinya : Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadap 
diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. 
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semunya. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Az-Zumar : 53]

Jangan berputus asa, wahai saudaraku yang berdosa, dari rahmat Tuhanmu.
Sebab pintu taubat masih terbuka hingga matahari terbit dari tempat 
tenggelamnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Allah membentangkan tanganNya pada malam hari agar pelaku 
dosa pada siang hari bertaubat, dan membentangkan tanganNya di siang 
hari agar pelaku dosa malam hari bertubat hingga matahari terbit dari
tempat tenggelamnya.[Hadits Riwayat Muslim dalam At-Tubah, No. 2759]

Betapa banyak orang yang bertaubat dari dosa-dosa yang banyak dan 
besar, lalu Allah menerima taubatnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala 
berfirman.

Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain berserta
Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) 
kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa
yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa 
(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat 
dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali
orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka 
mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Al-Furqan : 68-70]

Taubat yang murni ialah taubat yang terhimpun padanya lima syarat.

Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan meniatkan 
taubat itu karena mengharapkan wajah Allah dan pahalanya serta selamat
dari adzabnya.

Kedua : Menyesal atas perbuatan maksiat itu, dengan bersedih karena 
melakukannya dan berangan-angan bahwa dia tidak pernah melakukannya.

Ketiga : Meninggalkan kemasiatan dengan segera. Jika kemaksiatan itu 
berkaitan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka ia 
meninggalkannya, jika itu berupa perbuatan haram dan ia segera 
mengerjakannya, jika kemaksiatan tersebut adalah meninggalkan
kewajiban. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak makhluk, maka 
segera ia membebaskan diri darinya, baik dengan mengembalikannya kepada
yang berhak maupun meminta maaf kepadanya.

Keempat : Bertekad untuk tidak kembali kepada kemasiatan tersebut di 
masa yang akan datang.

Kelima : Tubat tersebut dilakukan sebelum habis masa penerimaannya, 
baik ketika ajal datang maupun ketika matahari terbit dari tempat 
tenggelamnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

Artinya : Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang 
mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada 
seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan.Sesungguhnya saya 
bertaubat sekarang.[An-Nisa : 18]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Barangsiapa bertubat sebelum matahri terbit dari tempat 
tenggelamnya, maka Allah menerima taubatnya. [Hadits Riwayat Muslim 
daalm Adz-Dzikir wa Ad-Du'a No. 2703]

Ya Allah, berilah kami taufik untuk bertaubat semurni-murninya dan 
terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.

[Risalah fi Shifati Shalatin Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, hal. 44-45, 
Syaikh Ibn Utsaimin]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah
Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa 
Terkini-3, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir
Hamzah, Penerbit Darul Haq]





--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke