Wassalamu'alaikum Wr Wb Ana ingin menanggapi, pertanyaan tentang sains.
Terlebih dahulu kita kembali kembali mengingat hadits Rasulullah Saw, ketika seorang sahabat menyampaikan kepada Rasulullah Saw bahwa dipinggiran kota Madinah ada petani yang telah mengawinkan / menyilangkan antara 2 buah korma yang berlainan jenis pohon korma (benih jantan dari jenis yang berbeda dari benih betina) sehingga hasil pohon korma silang tersebut memiliki buah yang besar-besar dan berbuah sepanjang tahun. Rasulullah Saw ketika ditanya tentang hal itu mengatakan bahwa "Kalian lebih mengetahui dunia kalian". Menurut pendapat ana yang dimaksud "dunia" adalah peningkatan taraf hidup dan kemudah-mudahan lainnya yang dapat diusahakan oleh akal manusia yang terwujud dalam sains dan teknologi. Menurut ana ini merupakan dalil bagi umat Islam untuk menggunakan akalnya mengembangkan sains dan teknologi untuk kemashlahatan / kebaikan hidup di dunia. Namun harus dipahami bahwa agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw mencakup untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat, sehingga sains dan teknologi tersebut hanya bagian kecil dari urusan dunia yang dapat kita usahakan. Sementara urusan dunia selain sains dan teknologi harus berpedoman kepada syariat Islam, seperti misalnya cara berpakaian, makan dan minum, berumah tangga, tidur, jima', dan lain-lain sebagai seperti muamalah, muasyarah dan akhlak yang terhimpun didalam Al Qur'an dan Sunnah. Dengan demikian sains dan teknologi apapun namanya, secanggih apapun tetap harus mengikuti dan tunduk kepada syariat Islam dengan sebenarnya ihkhlas dan ittiba kepada Sunnah Rasulullah Saw. Contoh; tentang haramnya kloning, bayi tabung dari lain induk, dan lain-lain sebagainya yang mau tidak mau sains dan teknologi harus menyesuaikan dengan syariat. Bukan sebaliknya kita mengagungkan sains dan teknologi sehingga kita akan sesat. Sebaliknya kita juga tidak menafikan sains dan teknologi karena Rasulullah telah mengijinkannya. Sehingga ketika ada ahli bid'ah mengatakan "Mengapa kamu naik kendaran roda dua atau mobil atau pesawat ? Tidak naik onta seperti Rasulullah ? Itukan bid'ah ?" Kita katakan bahwa Rasulullah telah mengijinkan kita untuk mengelola alam ini dengan sains dan teknologi untuk kemashlahatan / kebaikan kita di dunia termasuk dalam hal kemudahan dalam transportasi. Sehingga menaiki kendaraan bukan bid'ah. Dan ini merupakan penjelasan berikutnya bahwa agama Islam adalah untuk kebahagiaan di dunia dan akherat, sehingga sains dan teknologi tidak ada pintu / celah sekecil apapun untuk dapat menjelaskan atau sebagai tuntunan atau sebagai dalil untuk mengatahui dan memahami akherat. Perkara akherat mutlah sepenuhnya hak para Nabi dan Rasul-Nya. Untuk itulah para Nabi dan Rasul diutus membimbing manusia menuju fitrahnya sebagai Hamba Allah yang akan kembali kepada-Nya dan akan dibalas sekecil apapun setiap tindakan dan perbuatannya baik lahir maupun bathin di Hari Pembalasan kelak dikemudian hari. Dan akhirat itu dimulai dengan tercabutnya nyawa seorang manusia kemudian masuk ke alam kubur dan seterusnya hari kiamat dan hari kebangkitan dan seterusnya sampai jelas antara penghuni sorga dan penghuni neraka. Dan tentang akhirat ini kita sebagai manusia yang beriman harus dengan keyakinan dan kepercayaan sepenuhnya untuk memahami dan mengetahuinya sesuai dengan yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw. Inilah yang menjadi aqidah ahlu sunnah wal jamaah dan tidak ada perselisihan didalamnya, kecuali ahli bid'ah dan ahlu hawa yang telah tertipu oleh dirinya sendiri karena bisikan syetan dan bala tentaranya yang sangat sesat dan menyesatkan. Dengan demikian kita tidak boleh menafsirkan ayat Al Qur'an dengan logika yang terbatas itu. Tetapi adalah kita menafsirkan Al Qua'an dan Hadits Rasulullah Saw sebagaimana pemahaman salafus sholih dan ulama-ulama yang mengikti mereka dengan baik sampai hari kiamat. Dengan demikian disimpulkan bahwa kita dalam masalah agama Islam, sebagai suatu syariat yang agung untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akherat tidak akan terpedaya oleh sains dan teknologi. Al Qur'an dan hadits yang kita pahami dengan pemahaman salafus sholih tidak akan terpengaruh oleh sains dan teknologi yang mengandalkan akal semata. Sehingga dalam masalah iman, ibadah, muamalah, muasyarah dan akhlak senantiasa ikhlas dan itti'ba dengan sunnah Rasulullah Saw. Jazaakumullahu khairan katsiran Wassalamu'alaikum Wr Wb antum mungkin ada yg pernah tau buku2 sains semacam : pusaran energi > ka'bah, terpesona di sidratul muntaha, ternyata akhirat tdk kekal, dan > semacamnya. (karya agus mustofa) > pertanyaan saya, apakah buku2 tsb layak dibaca? Apakah itu termasuk > tindakan penafsiran ayat2 Al-Qur'an yg seharusnya tdk boleh > ditafsirkan/dilogika? > mohon penjelasan. Terima kasih > > Jazaakumullahu khairan katsiran > Wassalamu'alaikum Wr Wb firdaus prabowo <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Sebenarnya tidak tepat kalo dibilang buku2 tersebut adalah buku2 sains. Secara sains pun, buku2 tersebut dapat dibilang tidak ada nilainya. Bahkan jika ada pendapat sains yg dinilai valid pun, kalau tidak sesuai dengan aqidah ahlu sunnah wal jama'ah, harus kita yakini bahwa aqidah ahlu sunnah wal jama'ah adalah yang benar. Hal ini karena sains akan selalu berubah. Contoh: dulu pada awal penemuannya, para fisikawan bilang bahwa neutrino tidak bermassa, tapi sekarang ternyata sudah terukur massanya. Sehingga model partikel elementer harus diperbaharui lg. Bagaimanapun dalam menafsirkan al-Qur'an, kita harus mengacu dengan penafsiran Rasulullah sendiri dan para sahabat, hal ini dijelaskan oleh para ulama ahli tafsir semisal Ibnu Katsir. Singkatnya, beliau rahimahullah dalam kitab tafsirnya menafsirkan ayat2 al-Qur'an dengan ayat al-Qur'an yg lain, dengan hadits2 Rasulullah, dan dengan tafsir para sahabat. Allahu a'lam. On 3/12/06, yosia sulistian <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum Wr Wb > > antum mungkin ada yg pernah tau buku2 sains semacam : pusaran energi > ka'bah, terpesona di sidratul muntaha, ternyata akhirat tdk kekal, dan > semacamnya. (karya agus mustofa) > pertanyaan saya, apakah buku2 tsb layak dibaca? Apakah itu termasuk > tindakan penafsiran ayat2 Al-Qur'an yg seharusnya tdk boleh > ditafsirkan/dilogika? > mohon penjelasan. Terima kasih > > Jazaakumullahu khairan katsiran > Wassalamu'alaikum Wr Wb --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
