assalamu'alaikum
yang mengucapkan itu adalah salah seorang pemimpin Ikhwanul muslimin, Hasan al hudhoiby
 
Dan pada kesempatan ini saya katakan: ada satu ucapan salah seorang da'i yang saya harapkan dari para pengikutnya agar komitmen dan merealisasikannya, yaitu: "Tegakkanlah negara islam di hatimu, niscaya negara islam akan ditegakkan di bumimu" (Yaitu ustad Hasan Al Hudhaiby rohimahulloh, salah seorang pembina kelompok Ikhwanul Muslimin. Syaikh Muhammad bin Utsaimin rohimahulloh berkata: Ucapan ini baik, wallahul musta'an) karena seorang muslim bila telah memperbaiki akidahnya, sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah, maka tidak diragukan lagi bahwa sesudah itu ibadah, akhlak, dan perilakunya dst akan baik pula, akan tetapi ucapan yang baik ini sangat disayangkan tidak diamalkan oleh mereka, dan mereka senantiasa meneriakkan pendirian negara islam tanpa hasil, mereka benar-benar seperti ucapan seorang penyair:

 

Keselamatan kau dambakan, tapi jalannya kau tinggalkan
Sungguh bahtera takkan berlayar di daratan

 

kutipan dari muslim.or.id



 
On 4/9/06, ibnu_syamsu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamua'laikum

Alhamdulillah, mdh2an kita tdk terjatuh ke dalam debat berkepanjangan dlm membahas masalah ini.

Pertanyaannya, apakah kader2 PKS sudah memenuhi persyaratan2 yg dijelaskan para ulama di atas utk berpolitik sekarang ini??
wallahua'alm.... karena klo melihat pengalaman pribadi dan realita, bahwa memang kurangnya tasfiyah dan tarbiyah dalam tubuh kader2 PKS... akankah daulah tercapai tanpa kedua hal tsb??? dan apakah daulah adalah tujuan utama yg harus dicapai utk menjalankan syariat (Top-Down approach, bentuk negara dulu baru pelaksanaan syariat)??
ataukan kita tanamkan pemahaman syariat dulu di masyarakat, maka barulah dengan itu akan terbentuk daulah di atas pemahaman yg benar dan ikhlas dari masyarkat sendiri (Down-Top approach)??

Jadi ingat perkataan ulama salaf (saya lupa siapa, ada yg bisa mengingatkan?):
"dirikanlah daulah dalam dirimu dahulu, baru kemudian daulah akan berdiri di tanah airmu"
atau
"kita mulai dengan aqidah, ibadah, akhlak, dan suatu saat nanti kita akan memasuki politik" (syaikh AlBani??).

selama aktif di halaqoh mereka dulu, saya kurang mendapat kajian tentang aqidah, ibadah, fiqh, dsb, sejelas dan sedalam ketika saya mengikuti kajian bermanhaj salaf sekarang ini, karena itulah yg saya perlukan dlam memahami Dien ini.... meskipun mereka jg berikrar diri dgn manhaj salaf, tapi saya kurang merasakannya sewaktu aktif di dalamnya...

sebagai akibatnya, satu hal yg paling terasa salahnya di saat mengikuti halaqoh mereka adalah persatuan yg semu, persatuan yg tidak didasarkan atas aqidah dan manhaj yg jelas... saya tidak tahu apakah mereka memiliki jawaban yg sama/kompak/seragam apabila ditanyakan pertanyaan kepada mereka tentang "Dimanakah Allah?" atau tentang "Kenapa kita berbeda dalam sebagian gerakan sholat? yg mana yg merupakan hal diperbolehkan ikhtilaf dan yg mana yg tidak?? dan yg mana yg lebih rajih??", sungguh karena kedua pertanyaan tsb berhubungan dgn hal penting dalam Dien ini, yaitu aqidah dan sholat yg menentukan hasil hisab nanti. Tapi apakah saya temui bahasan ttg kedua hal di atas selama aktif dalam halaqoh mereka dulu?? sayangnya belum selama saya aktif hampir 3 tahun, padahal hal tersebut adalah hal yg penting dan utama untuk disampaikan kepada umat ini... masih banyak hal2 lainnya yg belum saya ketahui sewaktu mengikuti mereka, dan baru saya dapatkan setelah mengikuti kajian2 manhaj salaf skrng ini, alhamdulillah...

Tapi, memang benar penjelasan yg ada dalam salah satu fatwa di atas, mereka juga memiliki kebaikan2 dibelakang kelemahan2nya, begitu jg dengan pribadi2 kita semuanya.... saya dulu memiliki semangat mengenal Islam karena dulu simpati thd pergerakan mereka dan melihat teman2 yg memang baik.... kita tdk bisa meratakan kesalahan manhaj haraki PKS ada dalam setiap individu yg aktif di PKS, karena kemungkinan besar individu2 tsb masuk ke manhaj haraki karena ketidaktahuannya saja atau karena ikut2an saja (seperti saya dulu, dan mudah2an Allah memberikan hidayah kepada mereka), individu2 yg masih mencari kebenaran yg hakiki (manhaj salaf)... lagipula kesholehan itu untuk setiap individu bukan sebuah golongan (seperti halnya para salaf kita, makanya ditambahi kata sholeh menjadi salafussholeh utk merujuk para salaf yg benar), Allah maha mengetahui atas setiap hamba2Nya...

Mohon koreksinya bila ada...
wallahua'lam bishowab
wassalamua'laikum warohmatullah







--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke