Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuhuu

BErikut saya lampirkan artikel ttg jamaah tabligh seperti yang pernah diangkat 
pada milis ini. semoga bermanfaat dan dapat menjadi hujjah bagi akhi kepada 
sesame muslim.

Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuhuu

Jamaah Tabligh, silahkan melihat di sana :

1.Fatawa Para Ulama tentang Jamaah tabligh (Syaikh Rabi' afidzahullah)
http://geocities.com/abu_amman/JamaahTabligh.htm

2.Jamaah Tabligh Sufi Gaya Baru (Syaikh Albani)
http://geocities.com/abu_amman/JamaahTabligh.htm

3.Studi Kritis Jamaah Tabligh
http://geocities.com/abu_amman/StudiKkritisJT.htm
Untuk yang ketiga ini saya copas-kan

Studi Kritis Jamaah Tabligh

SEJARAH SINGKAT
Jama'ah Tabligh didirikan oleh Syaikh Maulana Ilyas bin Syaikh Muhammad
Ismail Al-Kandahlawi Al-Hanafi -Rahimahullah- di benua hindia, tepatnya
di kota Sahar Nufur. Beliau dilahirkan tahun 1303 H. di lingkungan
keluarga yang mengikuti thariqat Al-Jitsytiyyah ash-Shufiyyah. Beliau
orang yang hafidz (hafal Qur'an) dan menimba ilmu di Madrasah Diyuband
setelah diba'iat oleh guru besar Thariqat, Syaikh Rasyid Ahmad
Al-Katskuhi.

Pusat perkembangan jama'ah tabligh ada di India, tepatnya perkampungan
Nidzammudin, Delhi. Mereka memiliki masjid sebagai pusat tabligh yang
dikeliliingi oleh 4 kuburan wali. Mereka terkesan sangat mengagungkan
masjid tersebut dan menganggap suci masjid yang ada kuburannya tersebut.
Da'wah jama'ah tabligh menyebar hingga ke Pakistan, Bangladesh dan
negara-negara asia timur dan menyebar hingga ke seluruh dunia. Tujuan
dakwah mereka adalah membina ummat islam dengan konsep khuruj/jaulah[1]
yang lebih menekankan kepada aspek pembinaan suluk/akhlak, ibadah-ibadah
tertentu seperti dzikir, zuhud, dan sabar[2].

AQIDAH MEREKA
Jama'ah tabligh bermanhaj shufi dalam masalah aqidah. Tasawwuf sangatlah
mendominasi anggota-anggota jama'ah dimana mereka sangat bersemangat
dalam ibadah, dan dzikir, melatih diri dengan sedikit makan dan minum,
tidur dan berbicara. Mereka juga mencurahkan perhatian besar terhadap
mimpi dan takwilnya. Aqidah mereka menurut pandangan ahlus sunnah wal
jama'ah adalah rusak dan khatir, sesat dan menyesatkan. Aqidah jama'ah
tabligh tercampur baur dengan syirik, khurafat, bid'ah, wihdatul wujud
dan hulul [3].

Mereka berkeyakinan akan adanya mukasyafah [4], wali-wali aqhtab [5],
dan mereka membenarkan ucapan-ucapan syatahat [6]. Mereka juga
menghidupkan dan mengajarkan bid'ah-bid'ah syirkiyyat seperti tabaruk
[7], tawassul terhadap makhluk, terhadap kuburan-kuburan nabi dan wali,
dan kesyirikan-kesyirikan yang nyata lainnya. Mereka juga menghidupkan
bid'ah-bid'ah mawalid dengan membaca qashidah burdah yang penuh dengan
kesyirikan dan kebid'ahan.[8]

KHURUJ METODE DAKWAH BID'AH
Mereka begitu mencintai metode dakwah mereka yang mereka nama khuruj
ini, bahkan seolah-olah khuruj ini termasuk dalam bagian tak terpisahkan
dari syariat islam yang murni dan suci ini. Mereka telah mengotori
manhaj dakwah nabi dengan memasukkan apa-apa yang bukan dari-nya. Mereka
begitu mengagung-agungkan metode ini, sampai-sampai jika ada diantara
jama'ah yang disuruh memilih antara khuruj dan haji, maka mereka lebih
memilih dan menyatakan keutamaan khuruj, sembari menyatakan, jika kita
berhaji maka pahalanya dan kebaikannya adalah untuk kita sendiri, namun
jika kita melaksanakan khuruj maka pahala dan kebaikannya selain untuk
kita, juga untuk manusia lainnya. Bahkan mereka lebih memuliakan khuruj
dibandingkan jihad fi sabilillah, sebab menurut mereka khuruj itulah
jihad fi sabilillah.

Mereka berdalil tentang disyariatkannya khuruj ini dengan mimpi pendiri
jama'ah tabligh ini, yakni Maulana Ilyas Al-Kandahlawi, yang bermimpi
tentang tafsir Al-Qur'an Surat Ali Imran 110 yang berbunyi : "Kuntum
khoiru ummatin UKHRIJAT linnasi ." mereka menafsirkan kata ukhrijat
dengan makna keluar untuk mengadakan perjalanan (siyahah). Sungguh
penafsiran yang bathil yang menyelisihi hampir seluruh kitab tafsir
ulama' salaf dan khalaf.

Mereka pun ketika khuruj dan berdakwah kepada ummat tanpa disertai ilmu
dan bashirah (hujjah yang nyata dan jelas). Mereka mengajak kaum
muslimin untuk menegakkan sholat namun mereka tidak mau membahas
permasalahan sholat secara mendalam beserta hujjah dan dalilnya sehingga
mereka tidak tahu bagiamana sifat sholat rasulullah yang benar itu.
Mereka mengajak untuk mencontoh kepada rasulullah sedangkan mereka tidak
mengetahui sunnah-sunnah dan hadits rasulullah, mereka tidak peduli
entah yang mereka gunakan itu hadits dhaif atau maudhu', yang penting
hadits.!!!

Mereka telah menetapkan sesuatu syariat yang seharusnya menjadi hak
Allah dan rasul-Nya, mereka mengkhususkan bilangan jumlah hari dalam
dakwah (baca : khuruj) secara tertentu tanpa ada keterangannya dari
rasulullah, mereka menentukan bilangan hari dalam khuruj dengan bilangan
yang tidak ada dasarnya sama sekali dari sunnah. Mereka menentukan
bilangan hari khuruj selama 6 bulan, 3 bulan, 40 hari, 20 hari, 7 hari
lalu seminggu. Suatu pengkhususan yang tidak berdasar dalam manhaj
da'wah rasulullah.

Mereka begitu terdorong dan bersemangat mengikuti hadits rasulullah yang
menyatakan : "Balligu 'anni walau aayah." (Sampaikan dariku walau satu
ayat.) namun mereka melupakan kata 'annii (dari-ku, yakni dari
rasulullah), yang seharusnya mereka menyampaikan ayat yang telah
benar-benar nyata dari rasulullah. Mereka juga lupa akan ayat Allah yang
berbunyi : "Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, aku dan
orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah atas bashiroh
(hujjah yang nyata)" (QS. Yusuf 108). Yang seharusnya mereka menyeru
kepada islam di atas hujjah yang nyata.!!!

Khuruj yang dilakukan jama'ah Tabligh yang mereka tentukan jumlah
harinya pada hakikatnya tidak pernah menjadi amalan generasi para salaf
dan khalaf. Yang mengherankan adalah mereka keluar untuk tabligh
(menyampaikan islam) namun mereka mengakui bahwa mereka tidak layak
untuk tabligh dan bukan ahlinya. Tabligh seharusnya dilakukan oleh
orang-orang yang memiliki kapabilitas keilmuan yang mumpuni seperti yang
dilakukan oleh rasulullah ketika mengutus delegasinya yang terdiri dari
sahabat alim yang mengajarkan islam kepada ummatnya, seperti beliau
mengutus Ali bin Abi Thalib, Mu'adz bin Jabal, dan selainnya seorang
diri, tidak pernah beliau mengutus serombongan sahabat lain untuk
menyertai individu-individu utusan rasul tersebut.

Karena itu kami menasehati jama'ah tabligh untuk lebih memperdalam ilmu
dien ini. Mengenai ucapan mereka -Jama'ah Tabligh- yang menyatakan :
"lihatlah para sahabat. mereka berasal dari mekkah, berasal dari
medinnah. namun kuburan-kuburan mereka tersebar, ada yang dikuburkan di
negeri Bukhara, di negeri samarkhand, di negeri Andalusia." maka sungguh
mereka salah meletakkan ucapan mereka yang mengqiyaskan apa yang
dilakukan oleh para sahabat itu sebagai khuruj ala tablighi. Namun
adalah mereka, para sahabat -Ridhwanullah 'alaihim
ajma'in- mereka keluar adalah dalam rangka jihad fi sabilillah.

KEANEHAN-KEANEHAN KITAB TABLIGHI NISHAB/ FADHAILUL 'AMAL Sungguh, mereka
benar-benar telah menjadikan 2 kitab tulisan tokoh mereka yakni Tablighi
Nishab[9] yang ditulis oleh Maulana Zakaria al-Kandahlawy dan
Hayatus-Shahabah yang ditulis oleh Maulana Yusuf al-Kandahlawy,
sebagaimana 2 kitab syaikhani[10], padahal 2 kitab yang mereka jadikan
rujukan utama, yang senantiasa mereka baca di setiap waktu, yang mereka
cintai, yang selalu mereka bawa kemana-mana, adalah kitab yang sesat
lagi menyesatkan, di dalamnya tercampur antara hadits shahih dengan
hadits dhaif, maudhu', dan laa ashla lahu, di dalamnya terkumpul bid'ah,
syirik, khurafat, dongeng, mitos, dan kesesatan lainnya[11]. Namun,
begitu taqlidnya mereka, begitu husnudh-dhonnya mereka, sehingga mereka
biarkan kesesatan itu tetap ada di dalam kitab mereka, mereka tidak
ridha dan rela kitab mereka dibersihkan dari kesesatan ini, mereka tetap
menginginkan kitab itu seperti apa adanya sebagaimana ditulis oleh
penulisnya, dan mereka tidak sadar bahwa penulis kedua kitab itu tidak
ma'shum, namun mereka tetap tidak mengindahkannya, dan mereka menganggap
seolah-olah penulis dua kitab itu bagaikan wali yang ma'shum. -Semoga
Allah memberikan hidayah kepada mereka-

Sungguh, telah banyak para ulama' pencinta kebenaran yang mengkoreksi
kitab-kitab semacam ini, yang berusaha membuang dan membersihkan agama
ini dari kotoran-kotoran, yang berusaha memelihara kemurnian agama ini,
yang berusaha memerangi para ahli bid'ah dan kebid'ahannya. Namun, usaha
mereka itu tidaklah mendapatkan tempat bagi orang-orang yang cinta akan
kesesatan dan kebid'ahan. Diantara kesesatan kitab itu adalah :

TABLIGHI NISHAB MENCAMPUR HADITS-HADITS MAUDHU' DAN DHAIF

1.     Dalam Fadha'iludz Dzikir, hal. 96
Diriwayatkan dari Umar, Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Salam bersabda
: "Manakala nabi Adam 'alahi salam melakukan perbuatan dosa, ia
mengetengadahkan kepala ke langit seraya berkata : 'Ya Rabb, aku memohon
kepada-Mu dengan keagungan Muhammad, ampunilah dosaku.' Maka Allah
menurunkan wahyu dari 'arsy. Lalu Adam berkata : 'Maha suci nama-Mu,
tatkala Kau menciptaku, aku mengetengadahkan kepalaku ke arah arsy,
ternyata tertulis padanya, Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah. Maka
aku mengetahui bahwa tak seorangpun yang lebih mulia martabatnya di
sisi-Mu daripada orang yang telah engkau jadikan beriringan dengan
nama-Mu.' Lalu Allah berfirman kepada Adam, 'wahai Adam, sesunggunya
Muhammad itu nabi terakhir dan termasuk anak cucumu, seandainya Muhammad
tidak diciptakan maka Aku tidak menciptamu." (Tablighi Nishab, bab
Fadhailudz Dzikir, hal 96.)

Keterangan : Hadits di atas adalah hadits Maudhu' dalam Al-Maudhu'at
Al-Kabir. Perawi-perawi dalam hadits di atas majhul (tidak dikenal).

2.     Dalam Fadha'iludz Dzikir, hal. 109-110
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, bersabda Rasulullah :
'Barangsiapa menziarahi kuburanku, maka wajib atasnya syafatku.'
(Tablighi Nishab, Bab Fadha'iludz Dzikir, hal. 109-110)

Keterangan : Hadits di atas hadits Maudhu', lihat Dhaiful Jami' no 5618.

3.     Dalam Fadha'ilul Haj, hal. 101
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda :
"Barangsiapa yang menziarahiku setelah wafat maka ia laksana
menziarahiku sewaktu aku hidup." Berkata penulis : Diriwayatkan oleh
Imam Thabrani, Daruquthni dan Baihaqi. Baihaqi menyatakan Hadits ini
Dhaif dalam Al Ittihaf. Berdasarkan riwayat Imam Baihaqi dalam
Al-Misyqat disebutkan, "Siapa yang melakukan haji dan menziarahi
kuburanku, maka ia seperti menziarahiku sewaktu aku hidup." Berkata
penulis : Al-Muwaffiq dalam Al-Mughni menjadikan hadits ini sebagai
dalil terhadap keutamaan ziarah ke makam nabi. (Tablighi Nishab, bab
Fadha'ilul Haj, hal 101)

Keterangan : Hadits di atas Maudhu' dalam Dha'iful Jami' no 5563

Inilah sekelumit di antara kandungan hadits-hadits Maudhu' dalam
Tablighi Nishab, yang masih sangat banyak lagi di dalamnya yang harus
dibersihkan dan dibuang jauh-jauh, karena Rasulullah bersabda dalam
haditsnya yang Mutawattir : "Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja
maka persiapkan duduknya di atas neraka", termasuk berdusta atas nama
nabi yakni menyampaikan kepada ummat apa-apa yang bukan dari beliau
namun disandarkan terhadap beliau, masuk di dalamnya menyampaikan atau
menggunakan hadits maudhu', dan telah sepakat ummat ini bahwa hadits
maudhu' tidak dapat dijadikan hujjah atau dalil.

TABLIGHI NISHAB BERISI KHURAFAT, HIKAYAT DAN DONGENG.
Muhammad Zakaria al-Kandahlawy -semoga Allah mengampuninya- di dalam
bukunya Tablighi Nishab merangkum khurafat, bid'ah, mitos dan
hikayat-hikayat yang memekakkan telinga dan jauh dari kodrat dan tidak
bisa dibenarkan akal sehat. Rujukan yang dipegangnya tak dapat dipercaya
dan ia menukil dari pengarang yang tak mendapatkan legitimasi para
ulama'. Diantara kisah-kisah tersebut adalah :

1.     Dalam Fadhailul Haj, hal 137-138, akhir bab IX, hikayat ke-13
Dinukil dari As-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi bahwa Sa'id Ahmad Ar-Rifa'I
berziarah ke makam Nabi setelah haji pada tahun 555 H. Ia melagukan dua
bait syair sebagai berikut :

Dalam hal yang jauh, ruhku kulepaskan..

Bumi menerima dariku, karena ia wakilku.

Inilah kerajaan khayalan yang aku hadiri.

Maka ulurkan tangan kananmu agar terengkuh oleh bibirku.

Lalu tangan nabi yang diberkahi keluar dari makamnya yang mulia dan
Ar-Rifa'i pun mencium tangannya.

Penulis menambahkan dalam kitab Al-Bunyan Al-Masyid, "ada 90 ribu orang
yang menyaksikan hal itu. Mereka adalah peziarah makam Nabi. Diantara
peziara itu adalah Syaikh Abdul Qodir Jailani."

(Tablighi Anishab, bab Fadhailul Haj, hal 137-138, akhir bab IX, hikayat
13)

2.     Dalam Fadha'ilul Haj, hal 133
Syaikh Abu Khair Al-Aqtha' berkata, "Aku merasa lapar karena selama 5
hari aku belum makan. Lalu aku berziarah dan ketiduran setelah aku
membaca shalawat kepada Nabi di sisi makamnya. Aku bermimpi Nabi datang
bersama Syaikhani dan Ali Radhiallahu 'anhu. Kemudian beliau memberi aku
sepotong roti. Aku makan roti itu setengahnya, ketika aku terbangun, aku
melihat setengah roti sisanya masih ada di tanganku." (Tablighi Nishab,
bab Fadha'ilul Haj, hal 133)

3.     Dalam Fadahilul hajj, hal 141
Syaikh Syamsuddin, ketua Khadamul haram An-Nabawi berkata : "Satu
jama'ah dari Aleppo menyuap gubernur Madinnah agar mereka dizinkan
membongkar makam Syaikhani dan mengambil jasad keduanya. Maka ketika itu
datanglah 40 orang laki-laki membawa cangkul pada malam harinya. Keempat
puluh orang itu iba-tiba saja hilang di telan bumi. Setelah itu gubernur
Madinah berkata, 'Janganlah kau sebarkan hal ini, atau aku akan
memenggal kepalamu." (Tablighi Nishab, bab Fadha'ilul Haj, hal 141)

4.     Dalam Fadha'ilul Haj, hal 87)
Syaikh Zakaria berkata, "Dinukil dari beberapa Syaikh, bahwa seorang
Syaikh yang tinggal di negeri Khurasan lebih dekat ke Ka'bah karena ia
selalu bersentuhan dengan ka'bah dibandingkan orang-orang yang selalu
berthawaf di ka'bah. Bahkan terkadang ka'bah datang mengunjunginya."
(Tablighi Nishab, bab Fadha'ilul Haj, hal 87)

5.     Dalam Fadhailush Shadaqah, hal. 588. dikisahkan : Syaikh
Zakaria mengerjakan sholat sebanyak 1000 raka'at dengan berdiri. Apabila
ia merasa lelah, maka ia sholat dengan duduk sebanyak 1000 raka'at.
(Tablighi Nishab, bab Fadha'ilush Shadaqah, hal 588)

6.     Dalam Fadha'ilul Qur'an, hal. 15. Diceritakan : bahwa Ibnu
Katib mengkhatamkan Al-Qur'an setiap hari sebanyak 8 kali.

7.     Dalam Fadhailul Haj, hal. 218. Diceritakan : bahwa Nabi Khidr
mengerjakan sholat shubuh di mekkah dan duduk di rukun syami sampai
terbit matahari, kemudian sholat Dhuhur di Madinah, sholat ashar di
Baitul Maqdis dan Sholat Maghrib dan Isya' di Al-Iskandari.

8.     Dalam Fadha'ilush Shadaqah hal. 588. Diceritakan : bahwa Abu
Muhammad Al Jurairi melaksanaknan I'tikaf di Makkah selama setahun
penuh, tidak tidur tidak pula bersandar di dinding atau tiang.

9.     Dalam Fadhailul Hajj, hal 135
Seseorang bertanya kepada Nabi Khidir, "apakah kamu melihat seseorang
yang lebih mulia daripada dirimu?" menjawab Nabi Khidir, "Pada suatu
ketika aku berada di dalam masjid Muhammad (di madinah). Pada waktu itu
Imam Abdurrazaq sedang mengajari jama'ah tentang hadits nabi, maka aku
melihat seorang pemuda duduk sendiri di pojok masjid sambil meletakkan
kepalanya di atas kedua lututnya. Aku bertanya padanya, 'mengapa kau
tidak mengikuti majlis Abdurrazaq dan mendengarkan hadits-hadits
nabawi', ia menjawab, 'Di sana jama'ah mendengarkan pengajian dari
Abdurrarzaq, namun di sini ada seorang sendirian mendengarkan pelajaran
Abdurrazaq tanpa ada orang lain.' Kemudian Nabi Khidr berkata, 'Jika
benar demikian maka katakanlah siapakah aku ini?' Ia menjawab 'Kamu
adalah nabi Khidr'. Nabi Khidr berkata. 'dengan demikian aku mengetahui
bahwa ada sebagian wali Allah yang tidak aku ketahui dikarenakan
ketinggian derajatnya." (Tablighi Nishab, bab Fadha'ilul Hajj, hal 135)

Banyak lagi hikayat-hikayat lainnya di samping dongeng-dongeng di atas,
yang mana di dalam buku ini banyak sekali berserakan di dalamnya mitos,
kebatilan, khurafat dan bid'ah. Apakah gerangan yang diinginkan
pengarang buku ini dengan memuat segala malapetaka ini? Bagiamana bisa
Jama'ah Tabligh menerima sesuatu yang rasanya pahit ini? Bagiamanakah
sikap ulama' mereka terhadap bahaya sufistik ini? Apakah ada yang bisa
menjawab? Hanya Allah lah tempat mengadu.!!!

PERNYATAAN ULAMA'-ULAMA' SUNNAH TENTANG JAMA'AH TABLIGH

.         Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashrudin Al-Albani
-Rahimahullah- dalam fatawa Al-Imarotiyah hal. 30 ketika ditanya tentang
jama'ah tabligh, beliau memberikan jawaban : "Da'wah Jama'ah Tabligh
adalah sufi masa kini (shufiyyah ashriyyah) yang tidak berpijak kepada
Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."

.         Fatwa terakhir Samahatusy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim 'alu
Syaikh -Rahimahullah- : "Saya jelaskan bahwa jam'iyyah ini (jama'ah
tabligh, peny.) adalah jam'iyah yang tidak kebaikan padanya. Sebab itu
jam'iyah ini adalah bid'ah lagi sesat menyesatkan." (fatawa Syaikh
Ibrahim, hal. 405 tanggal 29/1/82 H)

.         Fatwa terakhir Al-Allamah Samahatusy-Syaikh Abdullah bin
Abdul Aziz bin Baaz -Rahimahullah-, ketika beliau ditanya mengenai
jama'ah tabligh, beliau menjawab : ".Jama'ah Tabligh dari India yang
sudah dikenal ini terdapat khurafat, bid'ah dan syirik pada mereka."
(Fatwa terakhir Syaikh bin Bazz dikutip dari kaset Ta'qib
Samahatusy-Syaikh Abdul Aziz bin Bazz 'ala Nadwah.)

.         Syaikh Hammud bin Abdullah At-Tuwaijiri -Rahimahullah-
ketika ditanya tentang jama'ah tabligh, beliau menjawab secara
terperinci dalam Al-Qoul Al-Baligh fi ar-Roddi 'ala jama'atit tabligh
yang intinya adalah : "Saya katakan bahwa jama'ah tabligh itu kelompok
yang sesat lagi bid'ah. Mereka tidaklah mengikuti jalan yang telah
ditempuh Rasulullah dan sahabatnya, juga para tabi'in. Akan tetapi
mereka mengikuti metode shufiyyah yang bid'ah."

.         Syaikh Ali Hasan ketika ditanya mengenai kebaikan jama'ah
tabligh karena banyaknya pemuda yang masuk islam melalui da'wah mereka,
menjawab : "Perkataan itu benar namun kurang! Benar jama'ah tabligh
menda'wahi banyak manusia dimana menghasilkan orang yang dahulunya
berandalan sekarang bertaubat, tetapi sebagaimana pendapat ulama',
bahwasanya hidayah itu ada dua, yakni hidayah 'ila thariq (ke
jalan) dan hidayah fi thariq (di jalan). Ya.. memang jama'ah tabligh ini
mendakwahi manusia 'ila thariq, tapi mereka tidak berdakwah fi thariq.
Bagaimana tidak !!! aqidah mereka saja hancur!!! Mereka mengatakan dalam
kitab mereka yang masyhur tablighi nishab yang penuh dengan khurafat
serta penyimpangan-penyimpangan." (kaset muhadharah Syaikh Ali berjudul
Manhaj as-Salaf).

.         Fatawa Lajnah Al-fatawa fi idaratil Buhuts al-ilmiyyah wal
ifta' wad da'wah wal irsyad, menyatakan : "Jama'ah Tabligh sangat
berlebihan dalam hal-hal negatif dan generalisasi terhadap suatu
masalah. Jama'ah tabligh tidak jelas mengikuti apa yang telah dilakukan
oleh Rasulullah dalam berdakwah sampai dengan perincian prinsip-prinsip
syariat islam dan cabang-cabang hukumnya." (dinukil oleh Ust. Falih
Nafi' dalam kitabnya Ad-Diinun-Nashiihah hal 17-18)

NASIHAT BAGI JAMA'AH TABLIGH
Kami nasihatkan bagi jama'ah tabligh dan orang-orang yang simpati pada
da'wah mereka, termasuk orang-orang yang mengepankan ukhuwwah dan tidak
menegakkan pilar saling menasihati dan membiarkan kebathilan dan
kesalahan seperti ini dipendam dengan maksud menjaga ukhuwwah dan supaya
ummat tidak terpecah belah, agar :

1.     Bertakwa kepada Allah, takut akan siksa-Nya dan adzab-Nya.
Menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya dan meninggalkan segala hal yang
mengakibatkan murka-Nya.

2.     Bertaubat kepada Allah akan kesalahan-kesalahan kita, berjanji
tidak akan mengulanginya, dan meninggalkan segala pemahaman-pemahaman
sesat dan salah yang selama ini kita pegang.

3.     Menuntut ilmu dien yang syar'i yang selaras dengan pemahaman
salaf ash-sholih, mengamalkannya, mendakwahkannya dan sabar dalam
memeliharanya.

4.     Senantiasa menegakkan pilar nasehat-menasehati dan tolong
menolong dalam kebenaran dan ketakwaan.

===========[1] keluar wilayah untuk berdakwah dengan jumlah waktu yang
telah ditentukan seperti 4 bulan, 40 hari, seminggu, dls. [2] baca
'Jama'ah Tabligh' karya M. Aslam Al-Bakistani -beliau mantan tokoh
Jama'ah tabligh yang ruju' /taubat dari manhaj tablighi- [3] akan datang
keterangannya mengenai kesesatan aqidah jama'ah tabligh ini. [4]
tersingkapnya tabir ghaib sehingga manusia dapat mengetahui yang ghaib
dan ini merupakan aqidah shufi yang rusak [5] keyakinan adanya wali-wali
kutub yang memiliki kemampuan mempengaruhi kahidupan makhluk -ini
termasuk kesyirikan yang nyata [6] (ucapan-ucapan yang keluar dari
orang-orang shufiyah ketika akal mereka hilang dan mereka menganggap
mereka (orang-orang shufiyah ini,
peny.) dalam maqam yang paling tinggi dan ucapannya hampir seperti wahyu
-Wallahul musta'an) [7] mencari berkah baik di kuburan ataupun di
tempat-tempat yang dikeramatkan dan ini termasuk kesyirikan yang nyata
[8] Baca kitab mereka yang berjudul Bahjatul qulub karya Muhammad Iqbal,
salah seorang tokoh jama'ah tabligh, buku ini penuh dengan
keanehan-keanehan, kesyirikan dan kebid'ahan yang sesat lagi
menyesatkan. [9] Atau dikenal dengan Fadhailul 'amal. Nama fadhailul
'amal ini diambil sebagai upaya pentalbisan dengan mengangkat kebolehan
penggunaan hujjah hadits dhaif dalam fadhilah 'amal (amalan fadhilah),
namun mereka melupakan syarat-syarat bolehnya hadits dhoif digunakan
sebagai fadhilah amal, lebih jauh lagi, kitab ini bukan hanya mengangkat
hadits dhoif saja, namun juga maudhu', hikayat-hikayat, dan
dongeng-dongeng palsu. [10] Yaitu Bukhari Muslim, wallahu a'lam [11]
Akan menyusul contoh-contohnya dalam risalah ini



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Benny Kurniawan
Sent: Tuesday, April 18, 2006 5:24 PM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Mohon Penjelasan Kesesatan Thoriqot
sufiyyah/tasawwuf

Assalamu'alaikum wr.wb.
Mohon penjelasannya dari ikhwan & akhwat sekalian tentang letak
kesesatan dari thoriqot sufiyya/tasawwuf yg sedang menjamur di
lingkungan saya sehingga bisa menjadi hujjah saya didalam menjelaskan
kesesatannya menurut fatwa para 'ulama salafush sholih

Apakah jamaah tabligh ada kaitannya dengan thoriqot
sufiyyah/tasawwuf..........??

Syukron atas info yg berguna tsb bagi siapa saja menjelaskannya.

Wassalam




--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke