Assalaamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.
Syaikh Ali Hasan AL Halabi dalam kitabnya "Membedah Akar Bid'ah" berkata : 
"setiap amal yang tidak mengikuti Sunnah maka tidak akan mendekatkan pelakunya 
kepada Allah, bahkan akan semakin menjauhkannya dan Allah. Sebab Allah 
memerintahkan manusia dan jin untuk beribadah kepada-Nya dengan ketentuan yang 
telah diperintahkan-Nya dan tidak berdasarkan akal dan hawa nafsu atau 
ro'yunya."

Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Hajjah An-Nabi (hal. 103) berkata, "Hendaknya 
diketahui bahwa bahaya bid'ah itu tidak pada satu tingkatan, tetapi dalam 
beberapa tingkatan. Sebagiannya ada yang sampai kepada kesyirikan dan kekafiran 
yang nyata, dan sebagian yang lain di bawah itu, tetapi wajib kita ketahui 
bahwa bid'ah terkecil yang dilakukan seseorang dalam agama adalah haram dan 
tidak seperti anggapan sebagian orang, bahwa bid'ah hanya sampai pada tingkatan 
makruh saja.
Oleh karena itu, bid'ah adalah sesuatu yang sangat berbahaya, tetapi sayang 
hanya sekelompok ulama saja yang mengetahuinya, sedang kebanyakan manusia lalai 
darinya. Cukup sebagai dali! tentang bahaya bid'ah adalah sabda Nabi Muhammad 
Shallallahu Alaihi wa Sallam,"

Antum jangan lupa dengan Hadits ini :
"Sesungguhnya Allah menolak taubat setiap pelaku bid'ah hingga dia meninggalkan 
bid'ahnya." (HR. At-Thabrani, dari Ad-Dhiya' Al-Maqdisi dalam Al-Hadits 
Al-Mukhtarah, dan lain-lain, dengan sanad dan dinyatakan hasan oleh 
Al-Mundziri. Dan lihat Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. 1620.)

Artinya selama orang itu masih berbuat bid'ah bagaimana mungkin taubatnya 
diterima oleh Allah. Masalahnya si Ahli bid'ah ini tidak sadar bahwa ia 
melakukan bid'ah. Menurut persangkaannya, ia melakukan perbuatan amal shalih, 
apakah itu ibadah perbuatan, lafazh zikir2, ittiqod dll. Yang justru 
perbuatannya itu menyalahi sunnah, tidak mendapatkan pahala dan bahkan membuat 
taubatnya belum tentu diterima Allah.
Berbeda dengan orang yang melakukan dosa yang nyata seperti (mencuri, merampok, 
berdusta, berzina dll) ia tahu bahwa itu tidak boleh, dan ia tahu bahwa itu 
dosa. Maka ketika ia menyesal dan bertaubat, insya Allah penyesalannya dan 
taubatnya diterima oleh Allah.
Kalau Bid'ah, celakanya, si pelaku tidak tahu bahwa itu dosa, sehingga ia 
merasa tidak perlu menyesali perbuatannya, bahkan ia menyangka telah beribadah, 
mendekatkan diri pada Allah. Sehingga baginya, apa yang perlu disesali?
Wassalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.

Novy N (L,66)



dhea s <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  assalamualaikum

1. Benar itu ucapan temen anda yg di Pakistan. Itu juga disebut oleh Imam 
Syathibi dalam al-i'tisham-nya. Salah satu hal adalah bid'ah yg dilakukan oleh 
seseorang, bisa jadi akan terhapus karena keshalihannya yg banyak yg ia lakukan 
selama di dunia.
2. TAPI inget. Temanya sedang bicara bahaya bid'ah!!!! Setiap muslim mesti 
sepakat atas bahaya bid'ah.
3. Makanya, zina juga begitu. Bisa terhapus dgn taubat dan rajam atau cambuk. 
Lalu, apakah kalo begini, kita tidak mewanti-wanti dari bahaya zina??!!

Dhea
Wassalamu alaikum
====


Irwansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ana punya teman, beliau salah satu pelajar di Abu Bakar Univ. Pakistan. Ana 
pernah menanyakan hal ini kepada beliau, dan beliau menjawab dengan pertanyaan 
balik, ' Bagaimana dengan kedudukan orang yang melakukan satu amal kebajikan 
akan mendapatkan sepuluh hasanah, sedangkan bila melakukan kesalahan dalam 
agama hanya akan mendapatkan satu dosa, bukankan dengan rahmat Allah amal 
kebajikannya akan menutupi dosa-dosanya? '

Lalu ana bertanya dengan orang yang melakukan dosa syirik, beliau menjawab 
bahwa hal ini tidak bisa disamakan dengan perbuatan bid'ah.

Satu hal yang juga menjadi ganjalan dalam hati ana, berapa banyak hari ini 
muslim indonesia sudah terjerumus dalam perkara-perkara bid'ah, apakah bila 
mereka mati dalam keadaan seperti ini mereka akan masuk ke nerakanya Allah?

Bagaiamana caranya menasihati orang-orang yang melakukan perkara-perkara bid'ah 
ini? apalagi yang melakukannya adalah orang-orang yang sudah tua.



Pada tanggal 4/11/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> |[EMAIL PROTECTED]
> |Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> |
> | Ana mau bertanya tentang perkara bid'ah. "....kullu bid'atin dholalah
> | wakullu dholalatin finnar.." Apakah "penggalan" hadits ini bermakna
> bahwa
> | semua orang yang melakukan perkara bid'ah akan masuk neraka? Kalau ada
> | seseorang yang boleh dikatakan ta'at kepada Allah, tapi sehabis sholat
> | berjama'ah dia bersalam-salaman dengan jama'ah sholat, apakah orang ini
> | sudah masuk kategori ahli bid'ah? Apa saja kriteria sehingga seseorang
> itu
> | dikatakan ahli bid'ah?
> |
> | Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
>
> Wa'alaykumussalam warohmatullaahi wa barokaatuh
>
> '...Kullu Bid'atin Dholaalah wa Kullu Dholaalatin fiy nNaar' - ....Semua
> bid'ah sesat dan semua yang sesat tempatnya di neraka' demikian penggalan
> yang diucapkan oleh lisan Rosulullaah Shallallahu 'alayhi wassallam
>
> Tidak diragukan lagi, apa-apa yang keluar dari mulut suci Rosulullaah
> Shallallahu 'alayhi wassallam adalah wahyu yang diwahyukan
> (QS:An-Najm[53]:3-4), sehingga apa-apa yang dikatakan, yang diperbuat, yang
> ditetapkan, dan yang dimiliki oleh Beliau Shallallahu 'alayhi wassallam
> adalah 'Sunnah' yang menjadi contoh bagi ummat Muhammad Shallallahu 'alayhi
> wassallam hingga akhir zaman.
>
> Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan segala apa yang
> diperlukan manusia dalam ibadah, mu'amalah dan kehidupan mereka, yakni
> firman Allah Ta'ala yang artinya. "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk
> kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi
> Islam itu jadi agama bagimu". (QS:Al-Maa'idah[5]: 3).
>
> Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan segala sesuatu
> berkenan dengan agama, baik melalui perkataan, perbuatan atau persetujuan
> beliau. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkannya langsung
> dari inisiatif beliau, atau sebagai jawaban atas pertanyaan. Kadangkala,
> dengan kehendak Allah, ada seorang Badui datang kepada Rasulullah
> Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bertanya tentang sesuatu masalah dalam
> agama, sementara para sahabat yang selalu menyertai Rasulullah Shallallahu
> 'alaihi wa sallam tidak menanyakan hal tersebut, Karena itu para sahabat
> merasa senang apabila ada seorang Badui datang untuk bertanya kepada Nabi
> Shallallahu 'alaihi wa sallam.
>
> Apabila masalah tadi sudah jelas dan menjadi ketetapan kita, maka
> ketahuilah bahwa siapapun yang berbuat bid'ah (perkara baru dalam ibadah),
> walaupun dengan tujuan baik, maka itulah bid'ahnya, selain merupakan
> kesesatan, adalah suatu tindakan menghujat agama dan mendustakan firman
> Allah Ta'ala, yang artinya : "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu
> agamamu".
>
> Karena dengan perbuatannya tersebut, dia seakan-akan mengatakan bahwa
> Islam belum sempurna, sebab amalan yang diperbuatnya dengan anggapan dapat
> mendekatkan diri kepada Allah belum terdapat di dalamnya. dan mereka
> (pengikut hawa nafsu dan pengekor ahlul bid'ah) telah menuduh Rosulullaah
> Shallallahu 'alayhi wasallam masih menyembunyikan 'Risalah' pada agama ini
> dan menuduh para sahabat sebagai generasi buruk yang menyembunyikan 'Ilmu
> agama. --Allohul musta'aan
>
> Ucapan "Kullu Bid'atin Dholaalah wa Kullu Dholaalatin fiy nNaar" sering
> diucapkan oleh Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam ketika ber-khutbah,
> dan apa saja yang sering diucapkan oleh Rasulallaah shallallahu 'alayhi
> wasallam maka hal tersebut adalah penekanan pada peringatan bagi ummatnya
> baik yang dikatakan berulang-ulang atau yang lebih 1x disebutkan dalam
> perkataannya. dan bukankah Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam adalah
> pemberi peringatan ?? namun Alhamdulillah Rasulallaah shallallahu 'alayhi
> wasallam  juga pemberi khabar gembira.
> -- Lihat firman Allah ta'ala (QS:Ali 'Imran[3]:31) dan
> (QS:Al-A'raaf[7]:158)
>
> Adapun ketika seseorang melakukan perkara yang menyelisi Allah ta'ala dan
> (juga) Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam walaupun dia seorang taat
> beragama (dalam pandangan manusia) maka dia bukanlah seorang yang taat,
> karena dia tidak mengerjakan amalan-amalan yang shaleh (amalan yang
> di-ikhlaskan hanya kepada Allah ta'ala semata dan mutaba'ah (mencontoh)
> Nabi-Nya Rasulallaah shallallahu 'alayhi wasallam.
> -- firman Allah ta'ala yang artinya "Hai orang-orang yang beriman,
> janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah.
> Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
> (QS:Al-Hujuraat[49]:1).
>
> Mengenai bersalam-salaman, maka ini dilihat terlebih dahulu apakah
> bersalam-salamanya selesai akhir sholat (salam) ataukah selesai berdzikir
> ataukah ketika betul-betul selesai sholat.
> # Jika menetapkan (harus) selesai salam lantas bersalaman maka adalah
> perbuatan yang menyelisihi Sunnah * karena yang seharusnya dilakukan
> seharusnya adalah berdzikir.
> # Jika menetapkan (harus) selesai berdzikir, kemudian bersalam-salaman
> dengan berdiri kemudian membentuk formasi agar satu sama lain bersalaman,
> ini juga tdk ada contohnya, yang seharusnya bersalaman dan mengucapkan salam
> ini justru ditetapkan ketika kita bertemu dengan sesama saudara muslim.
> # Jika menetapkan  ketika ingin keluar masjid atau masuk masjid, karena
> ada suatu keperluan atau berpisah, kemudian bersalaman dan mengucapkan
> salam, maka inilah Sunnahnya !!
> "Bila dua orang muslim bertemu lalu bersalaman, maka diampuni dosa
> keduanya" (Hadits riwayat Abu Dawud)
>
> Perlu antum ketahui, bahwa perkara bid'ah kebanyakan dilakukan karena
> ikut-ikutan (taqlid), fanatik (ta'asshub) dan sumber dari itu semua adalah
> ke-BODOH-an (jahl) dalam beragama. Mereka anggap ibadah itu hanya Sholat,
> Puasa, Zakat, Haji !! mereka hanya mem-bebek sama ustadz-ustadz 'gadungan',
> mengikuti Kyai-kyai yang jahil, ulama-ulama yang jelek, dan fanatik pada
> mazhab tertentu yang justru banyak tdk dia ketahui tentang mazhab yang
> dianut tersebut. --Allohul musta'aan.
>
> Mereka lupakan perkataan, perbuatan, penetapan, akhlah, sifat Nabi yang
> terakhir diutus oleh Allah ta'ala. Sebagaimana yang dikatakan Rosulullah
> Shallallahu 'alayhi wassallam "Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, jika
> kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat
> selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya". (Hadist Riwayat Malik
> secara mursal (Al-Muwatha, juz 2, hal. 999).
>
> maka dari itu akan dikatakan bid'ah jika terkumpul pada 3 (tiga) syarat di
> bawah ini:
> 1. perkara tersebut baru, dan tdk terdapat di zaman Rosulullah shallallahu
> 'alayhi wassallam (sebagian (juga) mengatakan tdk terdapat pada zaman para
> shahabat radhiallahu ta'ala 'anhu
> 2. perkara tersebut disandarkan kepada Ibadah
> 3. perkara tersebut tdk memiliki dalil yang mendukungnya/menyertainya baik
> dari Al-Qur'an atau As-Sunnah
>
> Wallahu 'alam bisShowab
> Abu Yahya Bin Rahmat Syamsuri


--
Irwansyah
Network Operation Center
PT. Mobile-8 Telecom
0888 185 2137



---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
Messenger with Voice.




--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke