Assalamu'alikum wr wb
Begini ikwan Iskandar S Bintang, Islam sdh sempurna dan tdk perlu ditambah 
-tambah lagi hal sesuai dengan firman ALLAH di QS Al Maaidah : yg artinya
"Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan 
atasmu kenikmatan-Ku, dan Aku ridho Islam menjadi agamamu". (QS Al Maaidah: 3)."
apalagi kalau kita menambah sesuatu aturan yg tdk termasuk dalam tuntunan 
Rasulullah shollalahu alahiwasallam itu adalah Bid'ah sesuai dengan :

Hadits Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam 
bersabda:
"Barangsiapa mengada-ada (sesuatu) dalam urusan (agama) kami ini, padahal bukan 
termasuk bagian di dalamnya, maka dia itu tertolak." [Hadits Riwayat Al-Bukhari 
5/301 no. 2697, Muslim 12/61 dan lafadz ini milik Muslim]

dan berikut ini ana kutipkan dari www.salafi.com
minta maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan hanya ALLAH tempat kebenaran 
dan hanya kepadaNYA ana berlindung dari kesesatan.
Wassalamu'alaikum wr wb
-----------------------

SEJARAH PERAYAAN MAULID

Diantara perayaan-perayaan bid'ah yang diadakan oleh kebanyakan kaum muslimin 
adalah perayaan maulid Nabi. Bahkan maulid Nabi ini merupakan induk dari 
maulid-maulid yang ada seperti maulid para wali, orang-orang sholeh, ulang 
tahun anak kecil dan orang tua. Maulid-maulid ini adalah perayaan yang telah di 
kenal oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Dan perayaan ini bukan hanya ada pada 
masyarakat kaum muslimin saja tapi sudah di kenal sejak sebelum datangnya 
Islam. Dahulu Raja-Raja Mesir (yang bergelar Fir'aun) dan orang-orang Yunani 
mengadakan perayaan untuk Tuhan-Tuhan mereka,[1] 1. Al-Adab Al-Yunaani 
Al-Qodim...oleh DR Ali Abdul Wahid Al-Wafi hal. 131. demikian pula dengan 
agama-agama mereka yang lain.

Lalu perayaan-perayaan ini di warisi oleh orang-orang Kristen, di antara 
perayaan-perayaan yang penting bagi mereka adalah perayaan hari kelahiran Isa 
al-Masih q, mereka menjadikannya hariaya dan hari libur serta bersenang-senang. 
Mereka menyalakan lilin-lilin, membuat makanan-makanan khusus serta mengadakan 
hal-hal yang diharamkan.

Kemudian sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada agama Islam ini 
menjadikan hari kelahiran Nabi sebagai hari raya yang diperingati seperti 
orang-orang Kristen yang menjadikan hari kelahiran Isa al-Masih sebagai hariaya 
mereka. Maka orang-orang tersebut menyerupai orang-orang Kristen dalam perayaan 
dan peringatan maulid Nabi yang diadakan setiap tahun. Dari sinilah asal mula 
maulid Nabi sebagaimana yang dikatakan oleh as-Sakhawi : "Apabila orang-orang 
salib/kristen menjadikan hari kelahiran Nabi mereka sebagai hariaya maka orang 
Islam pun lebih dari itu" (at-Tibr al-Masbuuk Fii Dzaiissuluuk oleh as-Sakhawi)

Inilah teks penyerupaan dengan orang-orang Kristen. Sesungguhnya perayaan 
maulid Nabi ini menyerupai orang-orang Kristen, padahal "Barangsiapa yang 
menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu" (HR. Abu Daud, Ahmad dan 
dishahihkan oleh al-Albani dalam Irwaul Gholil 5/109.) Dan inilah yang 
dikabarkan serta yang dikhawatirkan oleh Nabi: "Sesungguhnya kalian akan 
mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sedikit demi sedikit sampai 
seandainya mereka masuk kelubang biawak kalian juga akan mengikuti mereka." 
(HR. Bukhari dan Muslim)

B. Siapa Orang Pertama Yang Mengadakan Maulid Nabi Dalam Sejarah Islam?
Para Ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini telah sepakat, demikian juga 
dengan orang-orang yang mendukung acara bid'ah ini bahwa Nabi tidak pernah 
merayakan maulidnya dan juga tidak pernah menganjurkan atau memerintahkan hal 
ini. Para sahabat beliau, para tabi'in dan tabi'ut tabi'in yang merupakan 
orang-orang terbaik umat ini serta yang paling bersemangat mengikuti Sunnah 
Nabi mereka semuanya tidak pernah merayakan maulid. Tiga generasi umat Islam 
yang telah direkomendasi oleh Nabi berlalu dan tidak di temui pada saat-saat 
itu perayaan-perayaan maulid ini. Tapi ketika Daulah Fatimiyyah di Mesir 
berdiri pada akhir abad keempat muncullah perayaan atau peringatan maulid Nabi 
yang pertama dalam sejarah Islam,2 2. Al-A'yad wa atsaruha alal Muslimin oleh 
DR. Sulaiman bin Salim As-Suhaimi hal. 285-287. sebagaimana hal ini dikatakan 
oleh al-Migrizii 3 3. Dia adalah pendukung kelompok Ubeid Al-Qoddah 
(Ubeidyyin). Dia bernama Ahmad bin Ali bin abdul Qodir bin Muhammad bin Ibrahim 
al-Husaini al-Ubeidi. Lahir pada tahun 766 H. dalam kitabnya "Al-Mawa'idz wal 
i'tibar bidzikri al-Khuthoth wal Aatsar" : Dahulu para Kholifah/penguasa 
Fatimiyyin selalu mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, diantaranya 
adalah perayaan tahun baru, Asy-Syura, Maulid Nabi, Maulid Ali bin Abi Thalib 
a, Maulid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah dll. (Al-Khuthoth 1/490)

C. Kilas Balik Pelopor Pertama Maulid Nabi
Pada tahun 317 H muncul di Maroko sebuah kelompok yang di kenal dengan 
Fatimiyyun (pengaku keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib) yang di 
pelopori oleh Abu Muhammad Ubeidullah bin Maimun al-Qoddah. Dia adalah seorang 
Yahudi yang berprofesi sebagai tukang wenter, dia pura-pura masuk ke dalam 
Islam lalu pergi ke Silmiyah negeri Maroko. Kemudian dia mengaku sebagai 
keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib dan hal ini pun di percaya dengan 
mudah oleh orang-orang di Maroko hingga dia memiliki kekuasaan.

Ibnu Kholkhon4 4. Dia adalah Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin Kholkhon, 
pengikut madzhab Syafi'i. Dia dilahirkan tahun 608 H. Seorang ahli sastra Arab 
dan penyair. Beliau meninggal pada tahun 681 H dan disemayamkan di Damaskus 
(Pent). berkata tentang nasab Ubeidillah bin Maimun al-Qoddah : "Semua Ulama 
sepakat untuk mengingkari silsilah nasab keturunannya dan mereka semua 
mengatakan bahwa, semua yang menisbatkan dirinya kepada Fatimiyyun adalah 
pendusta. Sesungguhnya mereka itu berasal dari Yahudi dari Silmiyah negeri Syam 
dari keturunan al-Qoddah. Ubeidillah binasa pada tahun 322 H, tapi keturunannya 
yang bernama al-Mu'iz bisa berkuasa di Mesir dan kekuasan Ubeidiyyun atau 
Fatimiyyun ini bisa bertahan hingga 2 abad lamanya hingga mereka dibinasakan 
oleh Sholahuddin al-Ayubi pada tahun 546 H." 5 5. Lihat Firoq Mu'ashiroh oleh 
DR Gholib Al-'Awajih 2/493-494.

Perlu diketahui bahwa kelompok Bathiniyah ini memiliki beberapa nama /sekte. 
Diantaranya : Nushairiyah, Duruz, Qoromithoh (Ubeidiyyin/Fathimiyyin), 
Ibahiyah, Isma'iliyah dll.
Perlu diketahui bahwa Maimun al-Qoddah ini adalah pendiri madzhab/aliran 
Bathiniyyah yang didirikan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Aqidah mereka 
sudah keluar dari Islam bahkan mereka lebih sesat dan lebih berbahaya dari 
Yahudi dan Nasrani. Tidak ada yang bisa membuktikan akan hal ini kecuali 
sejarah mereka yang bengis dan kejam terhadap kaum muslimin, diantaranya : pada 
tahun 317 H ketika mereka telah sangat berkuasa dan bisa sampai ke Ka'bah 
mereka membunuh jama'ah haji yang sedang berthowaf pada hari Tarwiyah (8 
Dzulhijjah). Mereka jadikan Masjid Haram dan Ka'bah lautan darah di bawah 
kepemimpinan dedengkot mereka Abu Thohir al-Janaabi.

Abu Thohir ketika pembantaian ini duduk di atas pintu Ka'bah menyaksikan 
pembunuhan terhadap kaum muslimin/jama'ah haji di Masjid Haram dan di bulan 
haram/suci. Dia mengatakan : "Akulah Allah, Akulah Allah, Akulah yang 
menciptakan dan Akulah yang membinasakan" -Mahasuci Allah dari apa yang ia 
katakan -. Tidak ada seorang yang thowaf dan bergantung di Kiswah Ka'bah 
melainkan mereka bunuh satu persatu.

Setelah itu mereka buang jasad-jasad tersebut ke sumur zam-zam. Dan mereka 
cungkil pintu Ka'bah dan mereka sobek kiswah Ka'bah serta mereka ambil hajar 
aswad dengan paksa. Pemimpin mereka (Abu Thohir) ketika melakukan hal tersebut 
dia mengatakan : "Dimana itu burung (Ababil), mana itu batu-batu yang (di buat 
melempar Abrahah)???" Mereka menyimpan hajar aswad di Mesir selama 22 tahun.6 
6. Lihat Bidayah wan Nihayah hal. 160-161 oleh Ibnu Katsir. Ini adalah gambaran 
singkat kekufuran Bathiniyyah

D. Bagaimana Pendapat Ulama Tentang Kelompok Bathiniyyah (Fatimiyyun)???
Imam Abdul Qohir al-Baghdady (meninggal tahun 429 H) v berkata : "Madzhab 
Bathiniyyah bukan dari Islam, tapi dia dari kelompok Majusi (penyembah api)7. 
7. Al-Farqu bainal Firoq oleh al-Baghdady hal. 22 Beliau juga berkata : 
"Ketahuilah bahwa bahayanya Bathiniyyah ini terhadap kaum muslimin lebih besar 
dari pada bahayanya Yahudi, Nasrani, Majusi serta dari semua orang kafir bahkan 
lebih dahsyat dari bahayanya Dajjal yang akan muncul di akhir zaman." 8 8. Ibid 
hal.282
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v mengatakan : "Sesungguhnya Bathiniyyah itu 
orang yang paling fasik dan kafir. Barangsiapa yang mengira bahwa mereka itu 
orang yang beriman dan bertakwa serta membenarkan silsilah nasab mereka 
(pengakuan mereka dari keturunan ahli bait/Ali bin Abi Tholib,-pent) maka orang 
tersebut telah bersaksi tanpa ilmu. Allah berfirman : "Dan janganlah kamu 
mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya" (QS. Al-Isra: 36)

Dan Allah berfirman :
"Kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran sedang dia mengetahui"
(QS.Az-Zukhruf : 86)
Para Ulama telah sepakat bahwa mereka adalah orang-orang zindik dan munafik. 
Mereka menampakkan ke-Islaman dan menyembunyikan kekufuran. Para Ulama juga 
sepakat bahwa pengakuan nasab mereka dari silsilah ahlul bait tidaklah benar. 
Para Ulama juga mengatakan bahwa mereka itu berasal dari keturunan Majusi dan 
Yahudi. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi Ulama dari setiap madzhab baik 
Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, maupun Hanabilah serta ahli hadits, ahli 
kalam, pakar nasab dll (Majmu Fatawa oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 
35/120-132)

Kesimpulan :
Jadi pelopor bid'ah maulid Nabi adalah kelompok Bathiniyyah 9 9. Ini pendapat 
yang kuat. Adapun yang mengatakan bahwa maulid tersebut dimulai tahun 604 H 
oleh Malik Mudoffar Abu Sa'id Kukburi maka ini tidak menafikan hal diatas 
karena awal maulid tahun 604 H ini di Mushil saja, adapun secara mutlak maka 
Bathiniyyahlah pencetus pertama Maulid Nabi di dunia, khususnya di Mesir. 
(Lihat kitab "Al-Bida' Al-Hauliyah" dan "Al-A'yad wa Atsaruha). yang mereka 
mempunyai cita-cita untuk merubah agama Islam ini dan memasukkan hal-hal yang 
bukan dari agama agar menjauhkan kaum muslimin dari agama yang benar ini. 
Menyibukkan manusia dari bid'ah (perayaan-perayaan bid'ah seperti maulid) 
adalah salah satu jalan yang mudah untuk mematikan Sunnah Nabi dan menjauhkan 
manusia dari syari'at Allah. 10 10 "Al-Bida' Al-Hauliyah" Hal. 145, oleh 
Abdullah bin Abdul Aziz at-Tuwaijiry.


----- Original Message -----
From: "Bintang Is Bintang" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, April 25, 2006 6:25 PM
Subject: [assunnah] Yang Sebenarnya Bagaimana ?????????

> Assalamu'alaikum wr,wb.
>
> Assunnah mengatakan bahwa meulid Nabi Bid'ah.
> Akan tetapi ini memasuki bulan lahinya Baginda Nabi Besar Muhammad saw,
> hiruk pikuk di pedalaman hingga di kota-kota mempersiapkan berbagai
> makanan untuk diberikan kepada orang-orang yang datang menikmati
> khanduri maulid, ini berpegang pada bahwa sanya mebesarkan hari
> lahirnya Nabi Muhammad saw adalah salah satu jalan untuk mendapatkan
> syafaat di padang mahsya kelak.
>
> Apakah benar ?
> mahon penyataan dari assunnah !!!!!
>
> Wassalamu'alaikum wr,wb
>
> regards
> Iskandar S Bintang ( Acehnes)




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke