BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM
BAROKALLAH HU FIK
saya rasa hal kayak gini kagak usah ditanyaain lagi lebih baik kita tanyakan 
keimanan kita aja sendiri apakah udah ITTIBA kita kepada nabi kita Muhammmad 
SAW, sudahkah kita menjalani apa yg diajarkan, sudahkan kita mengerjakan 
sunnahnya serta menjauhkan BID'AH dan yg lebih utama lagi udahkah kita 
berdakwah seprti nabi kita karena wajib bagi setiap muslim utk berdakwah, dsb
Karena istilah nabi besar itukan cuma sebutan aja jadi jangan dipersoalkan 
sepanjang yg mengucapkan tidak, gulluw dan bahkan membuat sosok nabi kita itu 
sebagai tuhan keduanya, nauzubillah minzalik


--- Saat Bedan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Fikiran saya, cara mencintai nabi ialah memahami
seerahnya, menghayati perjuangan nya dan menuruti
perintahnya, jauhi hal2 bid'ah. Nabi tidak meminta
agar di sebut nabi besar, cukuplah dengan pujian yang
telah Allah berikan kepada nya.


siti komariyah ahmad <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Ini keterlaluan!! jika anda menyebut ada NABI BESAR
tentu ada NABI KECIL, NABI SEDERHANA. Saya tidak ingin
melanjutkan dengan menerapkan kata BESAR, KECIL kepada
yang lain. Sudut pandang anda terhadap pemakaian kata
ini terlalu naif. Atau memang kami (saya) yang masih
bodoh, sehingga tidak pernah terpikirkan adanya Nabi
keci jika ada nabi besar, nabi sederhana dan selainnya
yang anda sebutkan. Saya mohon petunjuk anda bagaimana
batasan ghuluw yang anda pahami itu? Bagaimana cara
kita mencintai nabi Muhammad Sholollohu'alaihi
wasallam? Sikap seperti apa yang dilarang menurut
agama itu. Mudah-mudahan dengan pencerahan dari anda,
kami tidak terjerumus dalam ghuluw dan mudah-mudahan
kami masih tergolong ummat nabi yang senantiasa
mencintainya.


Saat Bedan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ini benar2 keterlaluan, kalau ada Nabi Besar sudah
tentu ada nabi kecil dan kalau ada yang kecil
bagaimana dengan Nabi sederhana? Tidak kurang di
Singapura terdapat banyak orang-orang yang GHuluw
seperti ini kononnya cinta kepada Nabi SAW tetapi
masih banyak yang melanggar syariatNya. Semoga Allah
memberi hidayahNya kepada mereka.


Dani Frima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya sering mendengar orang2 Islam baik dari kalangan
awam maupun terpelajar menyebut Rasulullah dengan
sebutan: NABI BESAR MUHAMMAD (shallallahu 'alaihi wa
salam). Nah, dari situ saya mau tanya:

Apa boleh kita menyebut Nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wa salam dengan sebutan NABI BESAR??? saya
pernah denger kalo itu nggak boleh, karena berarti
kalo begitu kita membedakan para Nabi, yaitu ada NABI
BESAR dan ada NABI KECIL, dan ini berarti kita
menyerupai orang2 Nasrani. tapi tentang hal ini saya
belum mendapatkan jawaban berdasarkan dalil yang
shahih dan rajih dari para ulama. kalau seandainya
mengatakan NABI BESAR itu nggak boleh, lantas
bagaimana dengan menyebut ulama sebagai ULAMA
BESAR???????? ada yang bisa jawab? mungkin ini
terkesan 'remeh' tapi bagi saya cukup membingungkan.
jazakumullah untuk yang punya jawabannya...


_____________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://beta.id.yahoo.com/




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke