Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
 
Doa qunut witir dan doa untuk qunut nazilah berbeda berdasarkan hadits - hadits yang sah, lalu apakah menjama' kedua doa tersebut dalam qunut nazilah boleh atau tidak, saya tidak mengetahui jawabannya.
 
Namun jika memakai kaidah ibadah dan mu'amalah maka doa adalah termasuk bagian ibadah yang artinya asal ibadah itu haram dikerjakan sampai datangnya nash yang sah. WallaHu a'lam.
 
Mungkin ada ikhwah fillah lain yang mengetahui masalah ini ?
 
Namun disunnahkan untuk mengangkat tangan  ketika membaca doa qunut sebagaimana penjelasan berikut :
 
Tentang Doa Qunut
Dari Hasan bin Ali ra., ia berkata, “Rasulullah mengajariku bacaan yang kuucapkan pada shalat witir : AllahummaHdinii fiiman Hadayt …” (HR. An Nasa’i III/248, Abu Dawud no. 1412, At Tirmidzi no. 463 dan Ibnu Majah no. 1178, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Kitab Al ‘Irwa II/172)

Jadi membaca doa qunut dapat dilakukan ketika shalat witir baik ketika dalam bulan Ramadhan ataupun bukan dan hukum membacanya adalah sunnah.

Dan juga menurut sunnnahnya membaca doa qunut ini dilakukan sebelum ruku’ berdasarkan hadits dari sahabat Ubay bin Ka’ab ra., ia berkata,

“Rasulullah melaksanakan qunut dalam shalat witir sebelum ruku” (HR. Abu Dawud no. 1414, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1266)

Tidak disyariatkan qunut dalam shalat wajib kecuali jika terjadi musibah dan bencana terhadap kaum muslimin (biasanya disebut qunut nazilah). Ketika hal itu terjadi maka qunut tersebut dilakukan setelah ruku’. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata,

“Jika Rasulullah hendak mendoakan keburukan atau kebaikan bagi seseorang, maka beliau melaksanakan qunut setelah ruku” (HR. Bukhari no. 4560)

Dan qunut nazilah ini dapat dibaca pada setiap shalat fardhu dan shalat sunnah. Ibnu Abbas ra. berkata, “Rasulullah telah berqunut sebulan berturut – turut dalam shalat – shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh yaitu dalam raka’at terakhir ketika i’tidal setelah mengucapkan ‘sami’allaHu liman hamidah’…disitu beliau berdoa untuk kebinasaan Bani Sulaim, Ra’al, Dzakwan dan Ushaiyah, sedang makmum yang di belakangnya mengaminkan doa itu” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Berkaitan pula dengan tata cara qunut nazilah, Syaikh Albani rahimahullah menjelaskan dalam Sifat Shalat Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bahwa jika Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam ingin mendoakan kecelakaan atau keselamatan untuk seseorang, beliau melakukan qunut pada raka’at terakhir setelah ruku’, lalu beliau membaca doa qunut dengan keras sambil mengangkat kedua tangannya sedangkan makmum yang berada di belakangnya mengaminkan doa beliau.

Hadits tentang mengangkat tangan ketika doa qunut diriwayatkan oleh Ahmad dan ath Thabrani, Syaikh Albani menyatakan hadits tersebut shahih dalam Sifat Shalat Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam. Dan mengangkat tangan ketika qunut merupakan bagian dari madzhab Imam Ahmad, sebagaimana disebutkan dalam al Masaa-il hal. 23 karya al Marwazi.

Adapun qunut shubuh terus menerus adalah bid’ah sebagaimana yang dijelaskan sahabat Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, Abu Malik Al Asyja’i ra. Sa’ad bin Thariq bertanya kepada bapaknya, Abu Malik Al Asyja’i ra.,

“Wahai ayah, engkau pernah shalat di belakang Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali di kufah ini kira – kira selama 5 tahun. Apakah mereka melakukan qunut pada shalat shubuh ?” Lalu ia berkata, “Wahai anakku, itu adalah perkara yang diada – adakan (bid’ah)” (HR. Ahmad III/472 dan Ibnu Majah I/393, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Al Irwa no. 435)

Maraji’
  1. Fikih Sunnah Jilid 2, Sayyid Sabiq, PT Al Ma’arif, Bandung, Cetakan Kesembilan, 1990 M.
  2. Panduan Fikih Lengkap Jilid 1, Abdul Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Juli 2005 M.
  3. Sifat Shalat Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Shafar 1427 H/Maret 2006 H.
  4. Syarah Doa Qunut, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Pustaka Imam Syafi’i, Bogor, Cetakan Pertama, Agustus 2005 M.

Semoga Bermanfaat


fi3g <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamau'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Untuk makluman akhi/akhawat sekalian, di masjid jami' di tempat ana
sekarang sering mengadakan qunut nazilah pada setiap solat fardhu. Ana
difahamkan qunut nazilah ini diadakan kerana di negeri ana ditimpa
musibah wabak penyakit Tangan Kaki dan Mulut (HFM) yang kebanyakan
menimpa kanak-kanak dan keadaannya agak gawat. Qunut yang dibaca
persis seperti doa qunut witr dan ditambahi doa tolak bala bencana.
Ana mohon kiranya antum sekalian dapat memberi penjelasan apakah hukum
pengadaaan qunut seperti ini.. dan apakah ana juga harus mengangkat
tgn sekali setiap kali doa qunut ini dibaca??

Mohon penjelasan.

Jazakumullahu Khairan Kathiro...





 


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Islam Beliefs Religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke