Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Tidak Disukainya Kumpul kumpul di Rumah Ahli Mayit
Setelah Penguburan Mayit
Dari Jabir bin Abdullah Al Bajalii ra., ia berkata, Kami (para sahabat Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam) menganggap bahwa berkumpul kumpul di tempat ahli mayit dan membuat makanan sesudah
ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap (niyahah) (HR. Ibnu Majah no. 1612 dan ini adalah lafazhnya serta Imam Ahmad dalam Musnadnya 2/204, hadits ini shahih, rawi rawinya tsiqat atas syarat Bukhari dan Muslim)
Atsar di atas menunjukan bahwa berdasarkan ijma atau kesepakatan para sahabat kumpul kumpul (misalkan untuk tahlilan, selamatan dan lainnya) di rumah ahli mayit setelah mayitnya dikuburkan adalah termasuk ke dalam perbuatan niyahah atau meratap.
Sedangkan niyahah atau meratap adalah sesuatu yang diharamkan oleh agama berdasarkan hadits hadits Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam berikut ini :
- Dari Umar bin Khaththab ra., Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, Al mayyitu yuadzibu fii qabriHi bimaa niiha alaiHi yang artinya Orang mati itu disiksa dalam kuburnya, karena apa yang diratapkan atasnya (HR. Bukhari dan Muslim)
- Dari Mughirah bin Syuaib ra., Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, Barangsiapa diratapi, sesungguhnya ia bakal disiksa dengan apa yang diratapkan kepadanya nanti pada hari kiamat (HR. Bukhari dan Muslim)
- Dari Ummu Athiyyah Nusaibah ra., ia berkata, Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam mengambil janji kami pada waktu baiat untuk tidak meratap ratap (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan apabila para sahabat Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam telah sepakat (ijma) terhadap suatu permasalahan maka tabiin, tabiut tabiin, imam yang empat dan seluruh ulama Islam dari zaman ke zaman pun mengikutinya yaitu bahwa berkumpul kumpul di rumah ahli
mayit setelah penguburan mayit adalah bagian dari meratap dan meratap itu adalah sesuatu yang diharamkan oleh agama.
Telah berkata imamnya para ulama, mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela sunnah, Al Imam Asy Syafii di dalam kitabnya Al Um (I/318),
Aku benci al matam yaitu berkumpul kumpul di rumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu
akan memperbaharui kesedihan
Imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya Zaadul Maaad (1/527-528) juga menegaskan bahwa kumpul kumpul (di rumah ahli mayit) dengan alasan takziyah dan membacakan Quran untuk mayit adalah perkara yang diada adakan yang tidak ada petunjuknya dari Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam.
Sedangkan perbuatan yang mulia dan terpuji berdasarkan sunnah Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam terhadap keluarga mayit, yaitu kaum muslimin, terutama sanak famili dan tetangga, mengenyangkan mereka dengan cara membuatkan makanan untuk keluarga mayit sehari semalam. Ini berdasarkan sabda Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam ketika Jafar bin Abi Thalib ra. wafat,
Buatkanlah makanan untuk keluarga Jafar karena sesungguhnya telah datang kepada mereka apa yang menyibukkan mereka (yakni musibah kematian) (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ahmad 1/205, hadits ini shahih)
Maraji
1. Al Masaa-il Jilid 2, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darus Sunnah, Jakarta , Cetakan Ketiga, 2005 M
2. Terjemah Riyadush
Shalihin Jilid 2, Imam An Nawawi, Pustaka Amani, Jakarta , Cetakan Pertama, Desember 1994.
Semoga Bermanfaat
piko_ipal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
saya pernah membaca penggalan sebuah hadits yang kurang lebih berbunyi
seperti ini "salah satu kebiasaan jahiliah yang masih menghinggapi
umatku adalah meratapi mayit, ...". yang ingin saya tanyakan adalah:
1. bagaimana derajat hadits ini dan bagaimana redaksi lengkapnya?
2. bagaimanakah yang diajarkan Rasulullah tentang berduka cita?
jazakumullah khairan katsira.
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.
--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
SPONSORED LINKS
| Islam | Beliefs | Religion |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "assunnah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
