wa'alaikumussalam

oh ya mau tanya juga dong, gimana dengan alasan orang tua akhwat yang  menolak 
lamaran ikhwan, dengan alasan ibunya si ikhwan adalah kafir  yakni nasrani, 
padahal si ikhwan dikenal sebagai pemuda muslim yang  baik dan bermanhaj lurus, 
dan juga keluarga si ikhwan sebetulnya  dikenal sebagai keluarga muslim hanya 
saja hidayah ALLAH belum datang  kepada si ibu padahal dakwah kepada si ibu 
terus dilakukan. apakah  sikap orang tua akhwat berhubungan dengan masalah 
sekufu dalam iman dan takwa? apakah alasan orang tua si akhwat adalah syar'i?

mohon penjelasannya

assalamu'alaikum

H.Nugroho
(L. 1984)


diah taman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum

Salah satu faktor yang menyebabkan sebuah keluarga kurang harmonis  adalah 
tidak sekufu. Sekufu yang dimaksud adalah dalam hal akidah.  Menurut Imam 
Syafi'i, sekufu dalam penampilan, materi, itu bisa  diabaikan. Tetapi, sekufu 
dalam akidah itu harus diutamakan. Karena  dengan itulah sebenarnya kunci 
kesuksesan dalam sebuah keluarga dapat  diwujudkan. Bahkan dalam Al-Qur'an 
disebutkan bahwa keluarga yang  bahagia itu adalah yang bertaqwa kepada Allah.

Keluarga yang bahagia dan harmonis, bukan berarti tanpa masalah.  Masalah akan 
selalu ada, tapi bisa diatasi dengan baik. Dan  penyelesaiannya pun manis, 
indah, elegan. Intinya, keharmonisan dan  kebahagiaan dalam sebuah keluarga 
akan dapat dicapai bila didasari  dengan kesamaan akidah dengan kualitas iman 
yang tinggi sebagai  ukurannya.

Bagi orang beriman, kerikil-kerikil yang akan mengganggu keharmonisan  
keluarganya akan selalu dilihat dengan memakai kacamata iman. Gangguan  
&#8212;baik dari dalam keluarga maupun dari luar&#8212; yang  akan merusak 
keutuhan rumah tangganya akan dipahami sebagai bentuk  ujian dari Allah untuk 
meningkatkan kualitas keimanannya. Luluskah  dirinya dalam mengahadapi ujian 
itu, atau sebaliknya gagal. Bila ia  menyerahkan semuanya pada Allah, maka 
Allah akan menolongnya dengan  memberikan ketenangan dan kejernihan berpikir 
dalam menyelesaikan  masalah yang muncul. Allah SWT berfirman, "Dia-lah yang 
telah  menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan  
mereka bertambah di samping keimanan mereka." (QS. Al-Fath [48] : 4).

Allah dalam Al-Qur'an telah menegaskan pula bahwa sekiranya ada  keluarga yang 
beriman dan bertaqwa maka pasti Allah bukakan pintu  berkah dari langit, berupa 
kebahagiaan, kepuasan, ketenangan, dan  kenikmatan. Bahkan akan mendapatkan 
keberkahan dari bumi, seperti  dimudahkan dalam bisnisnya, atau dalam 
bekerjanya. Itu janji Allah.

Karenanya, setiap kita seharusnya selalu meng-up grade keimanannya.  Agar 
simponi harmonisasi dalam keluarga kita dapat tetap terjaga.

Wallahu'alam

diah, Jinju


SARJONO ARJO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,
Kalau boleh tolong dong jelasin tentang se'kufu' itu apa sich dan  disertai 
dalil tentumya, (kalau itu berupa larangan/anjuran harus  sekufu!)


--- diah taman <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
saya hanya bisa menganjurkan, bahwa suatu perkawinan
itu bukan hanya untuk kalian berdua saja.
tapi perkawinan adalah managemen Allah dalam mengelola
alam semesta. jadi merupakan program Alloh. jangan,
main-main, harus serius, dan ini terkait dengan hal
yang lebih besar.

Dunia ini luas, tidak sempit.
masih banyak muslimah yang menunggu,

perkawinan salah satu pertimbangannya adalah "se
kufu".
antum se kufu, atau tidak dengan dia.

boleh saja, bersabar. tapi harus disertai sholat malam
dan puasa, seraya sambil dipikir, ini baik nggak untuk
ana, keluarga ana, komunitas ana, agama ana.

kalau sudah den\mikian, akan mantap apa yang akan
dipilih, terus atau putus.

wallahu '¹Ì¹Ç
Al Munawir, MD
Jinju South Korea


cuaca_sore <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalamu alaikum

langsung saja yang ingin saya tanyakan, seorang teman
dekat saya memiliki persoalan dan bermaksud
menanyakannya, persoalan beliau adalah :
apa hukumnya mempunyai perasaan cinta yang besar
kepada seorang wanita musyrik, yang saya bermasuk
mengajaknya masuk islam dan menikahinya. akan tetapi
sampai saat ini, sang wanita bersikap acuk tak acuh,
bolehkan saya terus bersabar mengharapkan dan
menunggunya, sampai ia masuk islam, dan bagaimana cara
menghilangkan segala keburukan yg diakibatkan seperti
rindu dan lain sebagainya ?
karena sahabat saya menjadi depresi berat pada saat
ini, mohon bantuannya !

Jazakumullahu khoir



---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke