Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Akhil karim, Edi Saputra,

Antum sedang diuji oleh Allah 'Azza Wa Jall, betapapun baiknya seorang manusia, 
pada saat dia marah maka tindakannya adalah tindakan syaithan. Oleh karena itu 
jangan menilai seseorang pada saat dia marah, tetapi nilailah pada saat dia 
normal.
Orang tua harus diperlakukan dengan dengan baik, baik mereka adalah seorang 
muslim maupun kafir. Budi pekerti yang baik dari antum (tentunya antum harus 
menggunakan "senjata" SABAR dan kesabaran yang tidak terbatas) serta do'a 
seorang anak yang shaleh semoga dapat meluluhkan hati orang tua.

Antum tidak perlu keluar rumah, karena ucapan-ucapan pada saat marah adalah 
ucapan syaithan. Antum harus menolong orang tua dengan cara: SABAR menghadapi 
mereka, berperilaku yang baik terhadap mereka, ajarkanlah mereka dienul Islam 
lewat ucapan maupun tulisan (buku, bulletin, dsb). Setiap orang tua pasti 
senang jika melihat anaknya tersenyum serta patuh kepada mereka (selama tidak 
melanggar syari'at). Orang tua antum membutuhkan bantuan perbaikan akhlak, 
tolong jangan tinggalkan mereka, berusahalah berbuat baik kepada mereka mumpung 
mereka masih hidup, bahkan apabila mereka meninggal dunia kelak, do'akanlah 
mereka setiap saat, jadilah anak yang shaleh (yang beribadah sesuai dengan 
tuntunan Nabi Sallallaahu 'Alaihi Wa Sallam, jangan ditambah-tambah dan jangan 
dikurangi).

Semoga kehidupan antum selalu bahagia di dunia dan akhirat, juga segenap kaum 
muslimin dan muslimat yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Amin

Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.



edi saputra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ila ahi pi assunnah,

Saya ingin bertanya tentang bebarapa hal penting bagi diri pribadi saya kepada 
ahi semua tentang masalah sikap seorang anak kepada uminya. Pertama saya kenal 
diri saya: saya adalah satu mahasiswa Master of Education program Educational 
Administration di International Islamic University Malaysia( IIUM). Pedidikan 
pertama saya adalah  SD, SMP, Pondok Pesatren Darussalam Di Lampung, MAN, 
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan sekarang sedang belajar di IIUM 
seperti yang saya sebutkan diatas. Saya tidak mengerti bagaimana cara saya 
mengahadapai sikap ibu saya yang tegas dan kadang menyinggung perasaan saya. 
contoh, jika dia marah dia selalu mengucap kata" menyesal lepas kamu sekolah" 
Saya sudah bosan lihat muka kamu" malin kundang tak tau diuntung" dan buang 
barang -barang meminta saya keluar rumah itu dilakukan ketika marah " Yang 
menjadi masalah adalah : Harus kah saya keluar dari rumah? salah kah saya 
meninggal mereka mencari jalan saya sendiri?
berdosakah saya? . Bagaimanapun  dia adalah sosok ibu yang sangat sayang kepada 
anak nya apalagi saya tak punya saudara/i  atau disebut anak tunggal. saya 
sangat hormati ibu saya didunia ini. tapi saya tidak mengerti sikap ibu yang 
susah saya pahami.

tolong beri nasehat yang tepat sesuai menurut ajaran islam. atas bantuan semua 
saya ucapakan terima kasih

__________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke