----- Original Message -----
From: "Bintang Timur" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, May 03, 2006 4:17 PM
Subject: [assunnah] Tanya: Hukum cerita fiksi


> assalamu'alaikum warohmatullah
>
> saya membutuhkan artikel tentang hukum cerita fiksi dalam islam seperti 
> cerpen, novel, dll. sebab teman saya ada yang bertanya
mengenai novel ayat-ayat cinta.
>
> adakah diantara ikhwah sekalian yang mengetahui hal ini? atau mungkin pernah 
> dibahas di milis ini.
>
> terima kasih, jazakumullah khoir
>
> wassalamu'alaikum warohmatullah
>
> H.Nugroho
> (L 1984)

http://muslim.or.id/?p=324
Konsultasi Ustadz : Berdakwah Melalui Sarana Cerpen
Penanya: Alaik
Dijawab Oleh: Ustadz Abu Saad, M.A.

Pertanyaan:
Assalammu'alaikum Wr Wb.
Ustadz yang dirahmati Allah, Ana mau tanya berhubungan dengan aktifitas dakwah 
yang selama ini ana dan kawan-kawan jalankan.

Apakah cerpen yang isinya dari kisah nyata, koran, cerita kawan, keluarga, 
konflik sosial, budaya dan lain-lain yang tetap mempunyai
nilai-nilai religius termasuk cerita dusta? Bagaiman hukum dakwah yang 
menggunakan media cerpen tersebut? Karena melihat fenomena
remaja sekarang, kalau dakwah kami langsung menggunakan artikel yang bahasanya 
baku dan kaku serta banyak ayat-ayat dan hadistnya,
mereka akan malas membacanya. Salah satu alternatif yang kami pilih adalah 
menggunakan media cerpen yang bahasanya renyah, gaul,
mudah dimengerti, meremaja, ringan dan sudah akrab dengan bacaan mereka. 
Kebetulan diantara kami ada beberapa yang mempunyai bakat
dalam bidang sastra tersebut, sayang kalau disia-siakan, kan bisa mubadzir. 
Mohon penjelasanya. Syukron, Jazakillah khairon.
Wassalammu'alaikum Wr. Wb.

Jawaban Ustadz:
Sebagaimana telah diketahui bahwasanya aktifitas dakwah merupakan ibadah yang 
agung dan juga Allah memerintahkan dan menganjurkannya
bahkan menjadikan pelakunya orang yang paling baik ucapannya dan amalnya.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, 
mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
"Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? (Al-Fushshilat: 33)

Maknanya:
Tidak ada seorang pun yang lebih baik ucapanya dari orang yang menyeru di jalan 
Allah, mengamalkan apa yang dia serukan dan
terang-terangan mengatakan bahwasanya dia termasuk orang-orang yang berserah 
diri. Dan banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an dan
hadist-hadist Nabi shollallahu'alaihiwasallam yang menjelaskan tentang 
kewajiban berdakwah dan keutamaannya yang semua ini
menunjukkan bahwa aktifitas dakwah adalah suatu ibadah yang agung. Maka 
sebagaimana yang ma'ruf di kalangan ahlul ilmi, suatu ibadah
tidaklah diterima di sisi Allah kecuali terkumpul padanya dua syarat:

Syarat pertama:
Ikhlas karena Allah, dengan dalil firman-Nya, yang artinya:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan 
ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang
lurus (Al-Bayyinah : 5)

Dan syarat ke dua:
Sesuai dengan tuntunan dari Nabi shollallahu'alaihiwasallam, dengan dalil sabda 
Nabi shollallahu'alaihiwasallam yang artinya:

Barangsiapa beramal denga suatu yang yang tidak ada perintah dari kami maka 
amalan tersebut tertolak (HR Bukhori)

dan ini sesuai dengan makna dari firman Allah subhanahuwata'ala:

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu 
yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun, (Al-Mulk : 2)

Yang ditafsirkan oleh Fudhail bin Iyadh makna yang lebih baik amalnya yaitu: 
yang lebih ikhlas dan lebih tepat dengan tuntunan Nabi.
Maka beranjak dari sini, ketika kita memulai aktifitas dakwah haruslah kita 
bertanya, apakah dakwah kita ikhlas karena Allah atau
sesuaikah dakwah kita dengan yang digariskan oleh Nabi kita 
shollallahu'alaihiwasallam, baik itu kaifiyyahnya, metodenya atau
wasilahnya/medianya, tempat ini bukan tempat untuk berijtihad dengan 
me-reka-reka kaifiyyah dakwah, metodenya ataupun medianya,
harus sesuai dengan syariat dan tuntunannya, karena seluruh bagian dari agama 
kita telah sempurna tanpa memerlukan lagi tambahan
ataupun pengurangan, sehingga dalam masalah kaifiyyah dakwah, metodenya ataupun 
medianya itu pun sudah jelas, tidak mungkin hal ini
diserahkan kepada kita untuk mengada-ngadakannya atau membuat-buatnya, maka ana 
nasehatkan kepada al-akh untuk kembali mempelajari
kitab-kitab para ulama' yang menjelaskan tentang masalah ini secara mendetail 
seperti kitab karya Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkholi
yang berjudul "Manhaj Dakwah Ilallah fihi Al-Hikmah wal Al-Aql" dan juga 
membekali dirinya dengan Ilmu-ilmu syar'i, karena ini
merupakan bekal yang utama dan pertama bagi seorang da'i ilallah, kalau 
menghendaki dakwahnya menjadi dakwah yang benar di atas
dasar Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi salaful-ummah 
serta memberikan buah yang berbarokah dan diterima di
sisi-Nya. Wallahu a'lam

http://muslim.or.id/?p=324








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke