HAK DAN KEUTAMAAN TETANGGA DALAM SUNNAH

Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi
sumber http://www.almanhaj.or.id



[1]. Haram Menyakiti Tetangga

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda.

"Artinya : Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman 
dari kejahatannya".

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6016) dan Muslim (46). Dan dikeluarkan juga 
oleh Ahmad (3/156), Al-Hakim (1/11) dan Ibnu Hibban (510) dengan sanad yang 
shahih dari Anas Radhiyallahu anhu. Dan juga dikeluarkan oleh Al-Bukhari 
(6016) dari Abi Syuraih Al-Ka'bi.]

Dalam bab ini banyak sekali riwayat dan jalan dari selain para shahabat 
tersebut Radhiyallahu 'anhum

[2]. Wasiat (untuk berlaku terpuji) Kepada Tetangganya dan Berbuat Baik 
Kepadanya

Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda.

"Artinya : Jibril terus menerus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik 
terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira dia akan menjadikannya sebagai 
ahli waris". [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6014) dan Muslim (2624). 
Dikeluarkan pula oleh Al-Bukhari (6015) dan Muslim (2625) dari Ibnu Umar. 
Dalam bab ini banyak riwayat dari para sahabat. Kalau hadits-hadits mereka 
dikumpulkan, niscaya akan menjadi satu juz yang besar]

[3]. Terkabulnya Laknat Terhadap Orang Yang Menyakiti Tetangganya

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata.

"Artinya : Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
mengadukan perihal tetangganya kepada beliau. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi 
wa sallam bersabda -tiga kali- : "Bersabarlah". Kemudian Nabi bersabda 
kepada orang tersebut pada kali yang keempat -atau ketiga- : Keluarkanlah 
barang-barangmu ke jalan". Maka orang itupun mengerjakan. (Abu Hurairah) 
berkata : Lalu mulailah orang-orang melewati orang tersebut dan bertanya 
kepadanya : Apa yang menimpamu ? Maka dia menjawab bahwa tetangganya telah 
menyakitinya. Lalu merekapun berkata : 'Semoga Allah melaknatnya'. Kemudian 
tetangganya datang sembari berkata : Kembalikan barang-barangmu. Demi Allah, 
saya tidak akan menyakitimu selama-lamanya".

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5153), Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 
(124) dan Al-Hakim (4/160) dengan sanad hasan. Dan Al-Bazzar (1904), 
Al-Hakim (4/166) dan Al-Bukhari dalam Al-Adab (125) membawakan riwayat 
sebagai syahid bagi hadits tersebut dari Abu Juhaifah. Dan di sanadnya ada 
kelemahan serta jahalah (rawi yang tidak dikenal)]

[4]. Anjuran Untuk Perhatian Terhadap Tetangga

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata : Kekasihku Shallallahu 'alaihi wa 
sallam berwasiat kepadaku.

"Artinya : Kalau kamu memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian 
lihatlah keluarga dari tetanggamu. Dan berilah mereka daripadanya dengan 
baik".

[Diriwayatkan oleh Muslim (2625) (143). Dan diriwayatkan pula oleh Al-Bazaar 
(1901), At-Thabrani dalam Al-Ausath -sebagaimana dalam Al-Majma (8/165) dari 
Jabir dengan sanad dha'if]

Dalam riwayat lain.

"Artinya : Wahai Abu Dzar ! Jika kamu masak sayur, maka perbanyaklah kuahnya 
dan perhatikanlah tetanggamu". [Diriwayatkan oleh Muslim (2625) (142).]

Dan dalam suatu lafazh.

"Artinya : Sesungguhnya hal itu lebih merata bagi keluarga dan tetangga". 
[Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (513), Ahmad (5/156) dengan sanad shahih.]

[5]. Toleran Terhadap Tetangga

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda.

"Artinya : Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian melarang 
tetangganya untuk menancapkan kayu di temboknya".

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2463) dan Muslim (1600) Hadits tersebut 
mempunyai syahid pada : Ahmad (3/479 dan 480) Ibnu Majah (2336) dari 
Mujamma' bin Jariyah. Dan yang lain dari Ibnu Abbas dalam (kitabnya) Ahmad 
(1/303), Al-Baihaqi (6/69)]

[6]. Tidak Menyakiti Tetangga Adalah Termasuk Iman

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah 
menyakiti tetangganya". [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6475) dan Muslim (47) 
(74)]

[7]. Sebaik-baik Tetangga

Dari Abdullah bin 'Amr berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda.

"Artinya : Sebaik-baik teman di sisi Allah adalah orang yang paling baik 
diantara mereka terhadap temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah 
adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya".

[Dikeluarkan oleh Tirmidzi (1944), Ahmad (2/167), Darimi (2/215) dan Hakim 
(1/164) dengan sanad shahih]

[8]. Tidak Ada Istilah Sedikit/Ringan Di Dalam Hal Menyakiti Tetangga

Dari Abdah bin Abi Lubabah (*) rahimahullah berkata : Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda.

"Tidak ada istilah sedikit/ringan dalam hal menyakiti tetangga".

[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (8/547) dengan sanad shahih dan mursal.
Diriwayatkan pula oleh Thabrani dalam Al-Kabir (23/258/No. 535) dan Abu 
Nu'aim dalam Al-Hilyah (10/27) dari Ummu Salamah.
Al-Haitsami dalam Majma' Az-Zawaid (8/170) berkata : "Dan orang-orang adalah 
tsiqat".

Saya berkata : Pada syaikhnya Thabrani ada pembicaraan. Tetapi tidak mengapa 
untuk menjadi syahid. Maka hadits tersebut adalah hasan.]

(*) Dalam Ad-Durr al-Mantsur (2/159) tertulis : "Dari Abu Lubabah", ini 
adalah salah.

[9]. Tetangga Yang Baik Adalah Termasuk Kebahagian

Dari Sa'd bin Abi Waqqash, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Ada empat perkara yang termasuk kebahagian : Istri yang shalihah, 
tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman. Dan 
empat perkara yang termasuk kesengsaraan : Tetangga yang jelek, istri yang 
jelek, tempat tinggal yang sempit dan kendaraan yang jelek".

[Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1232) dan Al-Khatib (12/99) dengan sanad 
yang shahih]

[10]. Berbuat Baik Kepada Tetangga

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata : Bersabda Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Jadilah engkau orang yang wara', niscaya akan menjadi manusia 
yang paling ahli beribadah. Jadilah orang yang qana'ah, niscaya akan menjadi 
manusia yang paling bersyukur. Cintailah manusia sebagaimana engkau 
mencintai dirimu sendiri, niscaya akan menjadi seorang mukmin. Dan 
bertetanggalah dengan baik terhadap tetanggamu, niscaya akan menjadi seorang 
muslim".

[Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4217), Abu Ya'la (5865), Abu Nu'aim dalam 
Al-Hilyah (10/365) dan dalam sanadnya ada seorang mudallis. Tetapi mempunyai 
syahid yang menguatkannya, dan telah saya bawakan serta saya keluarkan dalam 
Arba'i Ad-Da'wah wa Ad-Du'at (no. 13). Maka lihatlah.]

[11]. Dosa Memusuhi Tetangga Berlipat Ganda

Ini adalah judul bab yang dibuat oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah 
Ash-Shahihah (nomor : 85)

Dari Abu Dzaibah Al-Kala'iyyi berkata.

"Artinya : Aku mendengar Al-Miqdad bin Al-Aswad bercerita bahwa Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada mereka tentang zina. Maka 
mereka menjawab : Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Beliau 
bersabda : 'Sungguh jika seseorang berzina dengan sepuluh orang perempuan, 
itu lebih baik daripada berzina dengan istri tetangganya'. (Al-Miqdad) 
berkata : Dan Nabi bertanya kepada mereka tentang mencuri ? Maka mereka 
menjawab : Haram, telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Beliaupun 
bersabda : 'Sungguh seseorang mencuri dari sepuluh rumah, itu lebih ringan 
dosa-nya daripada mencuri dari satu rumah tetangganya"

[Diriwayatkan oleh Ahmad (6/8), Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (103) dan 
Thabrani dalam Al-Kabir (20/210/605) dengan sanad jayyid. Dan perkataan 
Al-Hafizh tentang Abu Dzabyah : 'maqbul' (bisa diterima), tidak bisa 
diterima, karena dia ditsiqahkan oleh Ibnu Ma'in dan lainnya. (Tsiqah lebih 
tinggi dari maqbul, ed)]

[12]. Seseorang Tidak Diperbolehkan Kenyang Sedangkan Tetangganya Kelaparan.

Ini adalah judul bab yang dibuat oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 
(1/194).

Dari Abdullah bin Musawir berkata : Aku mendengar Ibnu Abbas menyebutkan 
Ibnu Zubair, lalu menuduhnya sebagai orang yang bakhil. Kemudian berkata : 
'Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangganya 
di sampingnya kelaparan"

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (112), Hakim (4.167) 
dan Al-Khatib (10/392) dengan sanad yang didalamnya ada rawi majhul. Hadits 
tersebut mempunyai syahid pada musnad Al-Bazzar (119) dari Anas. Dan di 
dalam sanad tersebut ada Lai bin Zaid bin Jud'an. Dia adalah dha'if. Hadits 
tersebut juga mempunyai beberapa syahid lainnya. Lihat Haqq Al-Jar (hal. 38) 
karya Adz-Dzahabi. Maka dengan syawahid tersebut, hadits hasan -insya Allah]

Perhatian.
Dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas, bahwa haram bagi seorang 
tetangga yang kaya untuk membiarkan para tetangganya dalam keadaan lapar. 
Maka, wajib baginya untuk memberikan kepada mereka apa-apa yang 
menghilangkan rasa lapar. Demikian pula hendaknya ia memberikan pakaian jika 
mereka dalam keadaan telanjang. Serta hal-hal penting lainnya.

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6017) dan Muslim (1030) "Artinya : Janganlah 
seorang perempuan meremehkan suatu hadiah yang diberikan kepada tetangganya. 
Walaupun menghadiahkan sesuatu yang biasanya tidak bermanfaat".Seperti dalam 
Al-Fath (10/440).

[13]. Iman Akan Hilang Kecuali Dengan Mencintai Tetangga.

Dari Anas Radhiyallahu 'anhu. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 
bersabda.

"Artinya : Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba 
itu beriman, sehingga dia mencintai tetangganya -atau berkata : saudaranya- 
sebagaimana dia mencintai dirinya".

[14]. Wasiat Kepada Para Wanita Untuk Tidak Meremehkan Hadiah Yang Diberikan 
Kepada Tetangga.

Dari Abu Hurairah : Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Wahai para wanita Islam, janganlah sekali-kali seorang tetangga 
perempuan meremehkan hadiah yang diberikan kepada tetangganya walaupun hanya 
kuku kambing".

[15]. Hak Tetangga (didahulukan) Pada Pintu Yang Paling Dekat.

Ini adalah judul yang dibuat oleh Al-Bukhari dalam shahihnya (10/447-Fath).

Dari Aisyah berkata : Aku berkata.

"Artinya : Wahai Rasulullah ! Aku mempunyai dua tetangga, lalu kepada 
siapakah aku memberikan hadiah ? Beliau menjawab :'Kepada yang paling dekat 
pintunya darimu" [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6020)]

[16]. Berlindung (kepada Allah) Dari Tetangga Yang Jelek

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa 
sallam berdo'a.

"Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari tetangga 
jelek di daerah tempat tinggal. Karena seseungguhnya tetangga orang-orang 
Badui selalu berpindah-pindah".

[Hadits Shahih, telah saya takhrij dalam ta'liq saya terhadap At-Tuhfah 
An-Nadhiyyah bi Syarh Al-Lamiyyah Al-Wardiyyah (bait : 57) karya Al-Ghazali, 
dan masih dicetak.

[17]. Perdebatan Antara Tetangga.

Dari 'Uqbah bin Amir, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Dua orang yang berdebat pertama kali pada hari kiamat adalah dua 
orang tetangga".

[Diriwayatkan oleh Thabrani dalam Al-Kabir (836 dan 852), Ahmad (4/151) dari 
dua jalan, berasal dari Abi Usysyanah dari Uqbah bin Amir dengan sanad yang 
shahih. Dan dihasankan oleh Al-Haitsami dalam Al-Majma' (10/349) serta 
dianggap jayyid oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib (3/355)]

[18]. Menyakiti Tetangga Adalah Sebab Masuk Neraka

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata.

"Artinya : Seseorang berkata : 'Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya Fulanah 
banyak melakukan shalat, shadaqah dan puasa. Hanya saja dia menyakiti 
tetangga dengan lisannya'. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda 
: Sesungguhnya Fulanah diceritakan sedikit melakukan puasa dan shalat. 
Tetapi dia bershadaqah dengan beberapa potong keju dan tidak menyakiti 
tetangganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Dia di 
dalam surga".

[Diriwayatkan oleh Ahmad (2/440), Ibnu Hibban (2054) dan Hakim (4/165) dari 
jalan Abu Yahya, maula Ju'dah dari Abu Hurairah, dan sanadnya shahih.
Abu Yahya ditsiqahkan oleh Ibnu Ma'in, sebagaimana dalam Al-Jarh wa 
At-Ta'dil (9/457). Pen-tsiqah-an ini luput dari Al-Hafizh dalam At-Taqrib, 
karena itu dia berkata dalam At-Taqrib : 'Maqbul' (bisa diterima)]

[19]. Bersabar Atas Gangguan Tetangga.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda.

"Artinya : Ada tiga golongan yang dicintai oleh Allah ... dan seorang 
laki-laki yang mempunyai tetangga. Tetangga tersebut menyakitinya. Maka dia 
sabar atas gangguannya, hingga kematian atau kepergian memisahkan keduanya".

[Diriwayatkan oleh Ahmad (5/151), Ibnu Nashr dalam Qiyam Al-Lail (hal. 177), 
Ibnu Al-Mubarak dalam Al-Jihad (47) dan Ibnu Abi 'Ashim dalam Al-Jihad (127) 
dari beberapa jalan dari Al-Jirairi dari Abi Al-A'la dari Ibnu Ahmas dari 
Abu Dzar. Dan Ibnu Ahmas ada jahalah (tidak dikenal) padanya. Tetapi hadits 
ini hasan karena mempunyai jalan lain pada Ibnu Abu Syaibah (5/302-303) dan 
Abdurrazzaq (11/185) dari dua jalan dari Abu A'la langsung dari Abu Dzar. 
Dan pada salah satunya terang-terangan menggunakan lafazh sima' (mendengar). 
Dan ini adalah sanad yang shahih.

[20]. Kesaksian Tetangga

Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu berkata.

"Artinya : Seseorang bertanya kepada Nabi : Bagaimana saya bisa tahu bahwa 
saya telah berbuat baik dan berbuat jelek ? Beliau menjawab : 'Jika kamu 
mendengar tetangggamu berkata. 'Engkau telah berbuat baik', maka berarti 
kamu telah berbuat baik. Dan jika kamu mendengar mereka berkata :'Engkau 
telah berbuat jelek', maka berarti engkau telah berbuat jelek".

[Diriwayatkan oleh Ahmad (1/402), Ibnu Majah (4223), Ibnu Hibban (526) dan 
Al-Baghawi dengan sanad shahih.
Dan dalam bab ini dari Abu Hurairah, dikeluarkan oleh : Hakim (1/375) dan 
Al-Asbihani dalam At-Targhib (844)]

[21]. Fitnah (Godaan) Tetangga

Dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi 
wa sallam bersabda.

"Artinya : ... Fitnah (godaan) seseorang itu terletak pada keluarga, harta, 
anak dan tetangganya, bisa dihapus oleh shalat, puasa, shadaqah, amar 
(ma'ruf) dan nahi (mungkar)..." [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (525) dan 
Muslim (144).

[22]. Memberikan Shadaqah Kepada Tetangga

Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu .anhu berkata : Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Tidak halal shadaqah diberikan kepada orang kaya, kecuali 
fisabilillah, orang yang dalam perjalanan atau tetangga fakir yang diberi 
shadaqah kemudian memberikan hadiah kepadamu atau mengundangmu".

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1635) dan (1636), Ibnu Majah (1841), Ibnu 
Al-Jarud (365), Ibnu Khuzaimah (2374), Hakim (1/407), Baihaqi (7/15), Ahmad 
(3/56) dan Abdurrazaq (7151) dari jalan Zaid bin Aslam dari 'Atha dari Abu 
Sa'id Al-Khudri. Dan sanadnya shahih. Dalam hadits ini ada 'ilat yang tidak 
mempengaruhinya.]

[23]. Membantu Tetangga

Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata.

"Artinya : Demi Allah, sungguh kami melihat hilal (tanggal 1 bulan 
qamariyyah), kemudian hilal kemudian hilal, tiga hilal pada dua bulan, dan 
tidaklah dinyalakan api rumah-rumah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam. (Urwah bin Zubair) berkata : Saya bertanya : Wahai bibiku ! Apakah 
yang menjadikan anda sekalian tetap hidup ? Aisyah menjawab : Al-Aswadan 
(dua barang yang hitam) : kurma dan air. Hanya saja Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam mempunyai tetangga dari Anshar yang mempunyai kambing atau 
onta yang sedang menyesui. Maka mereka mengirimkan susu-susunya kepada 
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, sehingga kami meminumnya".

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2567) dan Muslim (2972).

[Disalin dari buku Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul 
Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF, Bab Hak dan keutamaan tetangga dalam 
sunnah, hal 19 - 32, terbitan Yayasan Al-Madinah - Surakarta]

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.com/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke