Bismillahirrohmaanirrohiim. >> Agus Chandra Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>kalau kita melakukan kesyirikan tapi kita tidak mengetahuinya >>bahwa perbuatan itu termasuk syirik, apakah Allah SWT >>juga tidak akan mengampuninya???. >>Bagaimana nasib orang-orang Islam yang melakukan kesyirikan >>karena memang belum datangnya hujjah pada mereka???
Ada pertanyaan yang semisal, pada Ustadz Arman Amri (Kajian Fathul Majid) beliau menjawab. Pada yg seperti ini ada 2 keadaan pada orang tsb. yakni, jika memang tidak ada yg menjelaskan/mengajarkan tentang syirik dan kesyirikan (tauhid) dan juga tidak pernah mendengar dr manapun penjelasan tentang tauhid (karena sekarang banyak media), maka untuk yg demikian ini dimaklumi oleh Allah Subhanahuwwata'ala dan kita serahkan keadaan org tsb pada Allah. (karena mereka tidak berbuat tsb dgn Ilmu dan Karena belum tegaknya hujjah/nasihat pada mereka) Namun org tsb mendapat Dosa dari sisi yg lain. yakni, tidak menggunakan akal sehatnya, kesehatannya dan kemampuannya untuk mencari ilmu. Dalam riwayat muslim : "hanya saja obat kebodohan adalah bertanya" >>Dan juga orang-orang kafir yang belum mengenal Islam karena sejak >>lahir dalam lingkungan kekafiran? Pertanyaan ini tentunya perlu didudukkan dengan tepat. Dan sesungguhnya pertanyaan ini tidak hanya disekitar tauhid tetapi juga masuk padanya pertanyaan tentang "Qadar" Ya akhi, sesungguhnya untuk yg seperti ini perlu diluruskan niat kita dulu yakni ikhlas dalam mencari kebenaran. Kita perlu mengedepankan "Sami'na wa ato'na" apabila disana dalil/nash-nya shahih, meskipun akal kita belum sampai padanya. karena demikianlah jawaban seorang mukmin (An Nuur:51) Kembali kepada pertanyaan, sesungguhnya Ahlus Sunnah wal Jama'ah Dalam masalah ini mereka menempuh jalan tengah dengan berpijak di atas dalil syar'i dan dalil 'aqli Mereka berpendapat bahwa perbuatan yang dijadikan Allah di alam semesta ini terbagi atas dua macam: 1. Perbuatan yang dilakukan oleh Allah, terhadap makhlukNya Dalam hal ini tidak ada kekuasaan dan pilihan bagi siapapun. Seperti; turunnya hujan, tumbuhnya tanaman, kehidupan, kematian, sakit, sehat dan banyak contoh lainnya yang dapat disaksikan pada makhluk Allah. Hal seperti ini, tentu saja tak ada kekuasaan dan kehendak bagi siapapun kecuali bagi Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. 2. Perbuatan yang dilakukan oleh semua makhluk yang mempunyai kehendak. Perbuatan ini terjadi atas dasar keinginan dan kemauan pelakunya karena Allah menjadikannya untuk mereka. Sebagaimana firman Allah: "Artinya : Bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus" [At-Takwir: 28] "Artinya : Di antara kamu ada orang yang- menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat." [Ali Imran : 152] "Artinya : Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir" [Al-Kahfi : 29] Manusia bisa membedakan antara perbuatan yang terjadi karena kehendaknya sendiri dan yang terjadi karena terpaksa. Sebagai contoh, orang yang dengan sadar turun dari atas rumah melalui tangga, ia tahu kalau perbuatannya itu atas dasar pilihan dan kehendaknya sendiri. Lain halnya kalau ia terjatuh dari atas rumah, ia tahu bahwa hal tersebut bukan karena kemauannya. Dia dapat membedakan antara kedua perbuatan ini, yang pertama atas dasar kemauannya dan yang kedua tanpa kemauannya. Dan siapapun mengetahui perbedaan ini. Begitu juga orang yang menderita sakit beser umpamanya, ia tahu kalau air kencingnya keluar tanpa kemauannya. Tetapi apabila ia sudah sembuh, ia sadar bahwa air kencingnya keluar dengan kemauannya. Dia mengetahui perbedaan antara kedua hal ini dan tak ada seorangpun yang mengingkari adanya perbedaan tersebut. Demikianlah segala yang terjadi dari manusia, dia mengetahui perbedaan antara mana yang terjadi dengan kemauannya dan mana yang tidak. Kita semua mengetahui perbedaan antara rasa sakit atau rasa senang yang kadangkala dirasakan seseorang dalam dirinya tanpa kemauannya serta dia sendiri tidak tahu sebabnya dan rasa sakit atau rasa senang yang timbul dari perbuatan yang dilakukan oleh dia sendiri. Dinukil dari : sumber : Almanhaj-kategori tauhid [..kitab Al-Qadha wal Qadar, edisi Indonesia Qadha & Qadhar, Penyusun Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah A.Masykur Mz, Penerbit Darul Haq, Cetakan Rabi'ul Awwal 1420H/Juni 1999M] Maka dari penjelasan tsb kita ketahui Apakah orang-orang yg kafir tsb keadaannya karena dipaksa atau dia sendiri yang memilihnya ? sebagaimana firman Allah: "Artinya : Di antara kamu ada orang yang- menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat." [Ali Imran : 152] "Artinya : Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir " [Al-Kahfi : 29] Dan siapa-siapa yang kafir. Maka telah jelas hukumnya pada mereka. Allohu'alam. Demikian yang ana bisa membantu.Semoga Allah melindungi kita pada jalan-NYA. Abu Hilmy Catt: Ikhwan Fillah. Mohon jangan biarkan ana dalam keadaan keliru. (mohon koreksinya) --------------------------------- Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min with Yahoo! Messenger with Voice. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
