assalamu'alaikum warah matullahi wabar katuh wahai akhi ...... ini tausiah dari para ulama tentang tuntunan menuntut ilmu, ana ucapkan sekali lagi para ulama yang mengatakan nya wahai akhi... dan Allah telah berfirman di suatu ayat dalam alqur'an "fas'alu ahlazzikri inkuntum laa ta'lamuun", "bertanyalah kepada ulama jika kamu tidak mengetahui", dan lihat lah ini akhi para ulama kita yang telah jelas aqidah dan manhaj nya memesan kan kepada kita para penuntut ilmu di jauh jauh hari, di antaranya dapat kita ambil ucapan seorang ulama di kalangan ahli hadits terkemuka yakni ibnu sirin berkata : "Ilmu ini adalah agama itu sendiri maka lihatlah darimana kamu mengambil ilmu tersebut" dan dari ucapan beliau juga : "Dahulu para salaf (sahabat) tidak pernah bertanya tentang isnad tapi ketika terjadi fitnah mereka bertanya : siapa guru-gurumu ? jika guru tersebut dari ahli sunnah maka diambil haditsnya tapi jika dari ahli bid'ah maka ditolak haditsnya" [Muqqoddimah Shohih Muslim dalam bab Annal Isnad Minad Diin]"
akhi tidak jelaskah bagi kita pesan dan nasehat dari ulama kita tadi,...? disitu jelas benar bagaimana seharusnya kita menuntut ilmu dan kepada siapa seharus nya kita menuntut ilmu, karena ilmu itu adalah bagian dari agama itu sendiri.. seorang ahlusunnah hanya mengambil ilmu dari ahli sunnah dan tidak kepada ahli bid'ah, karena ilmu itu adalah sanad wahai akhi.., antum bisa lihat bagaimana para salaf (pendahulu) kita menilai seseorang setelah terjadinya fitnah di tubuh kaum muslimin merekka berkata "siapa guru-gurumu ? ", renungkanlah akhi para sahabat saja begitu hati hati nya beliau dalam mengmbil ilmu kepada seseorang, dimana di kalangan mereka masih sangat banyak para ulama, orang orang berilmu dan fitnah kesesatan ketika itu masih belum begitu besar seperti halnya pada saat ini, kendati demikian mereka sangat sangat hati hati dalam mengambil ilmu , lantas bagaimana dengan kita..? yang mana setiap sudut disekitar kita dipenuhi dengan syubhat dan kesesatan yang tidak samar lagi bagi orang orang yang diberikan bashirah oleh Allah dalam melihat kebatilan yang dibungkus dengan kata kata yang melenakan, maka lebih lebih lagi kita harus waspada dan hati hati dalam mengmbil ilmu dari seseorang. karena sesungguhnya Hati itu lemah wahai akhi, sedangkan syubhat itu menyambar-nyambar, untuk jelasnya silahkan antum cerna satu lagi fatwa ulama kita yakni syaikh ali hasan hafidzhahullahu ta'ala salah sorang ulama ahli hadits murid dari ahli hadits abad ini yakni syaikh nasiruddin al albani rahimahullahu ttg bolehkah kita mengambil ilmu dari ahli bid'ah, berikut ana kutip fatwa beliau : Syaikh Ali Hasan ditanya: Apakah boleh kami membaca kitab orang-orang yang dicurigai sebagai sururi atau hizbi? Dan bagaimana sikap kita terhadap orang yang membolehkan untuk membacanya dengan alasan untuk mengambil kebaikan yang ada padanya dan mneninggalkan kejelekannya? Jawaban: Orang yang memberikan wasiat ini, kalau kita mendatangkan kepadanya syubhat-syubhat yang ada dalam kitab tersebut apakah dia mampu untuk membedakannya, keluar darinya, dan mampu untuk menjawabnya? Hati itu lemah, sedangkan syubhat itu menyambar-nyambar. Dengan demikian, maka sesunguhnya orang yang tertuduh dengan suatu bid'ah, kenyataannya memang demikian, dan dikhawatirkan orang awam akan bergabung dan bersikap dengannya, maka tidak boleh membaca kitab-kitab mereka. Dan adapun kebaikan yang ada pada mereka, sungguhnya kebaikan yang ada pada Ahlus-Sunnah lebih banyak, lebih besar dan lebih mulia. Allah tidak akan meninggalkan suatu kebaikan kecuali Ahlus Sunnah mendapatkan bagian. Dan sesuatu yang diduga bahwa itu adalah kebaikan yang ada pada tangan-tangan Ahlul bid'ah, sebenarnya itu adalah syubhat dan kesamaran, karena mereka tidak mendudukannya pada tempatnya. Yang pokok adalah tidak menoleh kepada perkara-perkara ini, dari jauh atau dari dekat. [Diambil dari Dialog dengan Syaikh Ali Hasan di Yogyakarta, Buletin Al-Manhaj, edisi 7/1419 H/1999M]. nah dengan dua fatwa tadi akhi kembali fikirkan perkataan akhi kembali yang ana kutip seperti ini > Astaghfirullah Al-Adzim > Ya Allah . . . Ampuni kami yg suka merasa benar > sendiri., akhi ada baiknya akhi baca hadits di bawah ini : Nash Hadits. "Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman RadhiyAllahu Ta'ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : 'Ada'. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da'i - da'i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama'ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama'ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu". [Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399]. baca dan renungkanlah hadits diatas wahai saudaraku... Rasulullah bersabda bagaimana keadaan kita ini akhi.. "Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da'i - da'i yang mengajak ke pintu Jahannam", akhi.. banyak sekali da'i da'i yang di elu elukan umat pada saat ini namun pada hakikatnya mereka menyeru kepada apa yang tidak pernah Rasulullah dan para sahabat berdiri di atasnya. lantas jika ada orang yang menyeru kepada manusia agar menjauhi da'wahnya da'i da'i yang menyelisihi manhaj da'wah nya Rasulullah, apakah itu dibilang mearasa benar sendiri...?, atau suka menggibah, atau suka melecehkan orang...?, jika itu yang dimaksud ada baiknya akhi baca hadits hadits di bawah ini, namu sebelumnya wahai saudaraku.. mengatakan dan membongkar hakikat para ustad itu untuk menjelaskan kepada umat bagaimana hakikat da'i da'i tersebut, karena banyak diantara kita yang tidak tahu siapa sebenarnya mereka dan hadits hadits ini adalah dalil yang sangat jelas menerangkan kepada kita : 1. Dari Aisyah beliau berkata : "Bahwa ada seorang yang meminta ijin untuk (menemui) Nabi, maka beliau mengatakan : Ijinkanlah dia, dia adalah sejelek-jeleknya kerabat". (HR. Bukhari 6054 dan Muslim 2591). Imam Bukhari berdalil dengan hadits ini dalam membolehkan ghibah terhadap para perusak (penyesat) 2. Dan dari beliau juga bahwa Rasulullah r pernah bersabda: "Aku kira fulan dan fulan itu tidak mengetahui sesuatupun dari agama kita" (HR. Bukhari 6067). Laits bin Sa'ad (salah seorang perawi hadits ini) mengatakan : dua orang tersebut termasuk orang-orang munafik. 3. Dari Fatimah binti Qois dia berkata : "Aku pernah mendatangi Nabi lalu aku berkata : Sesungguhnya Abu Jahm dan Mu'awiyah telah melamarku? Maka Rasulullah r mengatakan : "Adapun Mu'awiyah dia itu miskin tidak punya harta dan adapun Abu Jahm maka dia itu tidak pernah menaruh tongkat dari pundaknya." (HR. Muslim 1480). Didalam riwayat Muslim yang lain disebutkan: "Adapun Abu Jahm maka dia sering memukul perempuan" ini adalah penjelasan atas ucapan beliau (dia itu tidak pernah menaruh tongkat dari pundaknya). Ada juga yang menjelaskan bahwa maksudnya adalah sering berpergian jauh/safar. 4.Dari Aisyah beliau berkata : Hindun (istri Abu Sufyan) berkata kepada Nabi : Sesungguhnya Abu Sufyan seorang lelaki yang bakhil dia tidak memberiku dan anak-anakku nafkah yang cukup melainkan jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya? Maka beliau bersabda : "Ambillah apa yang mencukupimu dan anak-anakmu dengan cara yang baik" (HR. Bukhari 5359 dan Muslim 1714) akhi... baca dan renungkan lah fatwa seorang ulama besar kita yang bermazhab syafi'i penulis kitab Riyadhus shalihin akan bagaimana beliau mendudukan perkara ini : 1. Imam Nawawi (salah seorang ulama madzhab Syafi'i yang meninggal tahun 676 H) mengatakan dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" bab "penjelasan ghibah yang dibolehkan" : "Ketahuilah bahwa ghibah dibolehkan untuk tujuan yang benar dan disyariatkan, yang tidak mungkin tujuan itu tercapai kecuali dengan ghibah tersebut. Hal ini ada dalam enam perkara: a. Mengajukan kedzaliman orang lain. Dibolehkan bagi orang yang didzalimi untuk mengajukan yang mendzaliminya kepada penguasa atau hakim dan selain keduanya dari orang-orang yang memiliki kekuasaan atau kemampuan untuk mengadili sidzalim itu. Orang yang didzalimi itu boleh mengatakan si fulan itu telah mendzalimi/menganiaya diriku. b. Meminta pertolongan untuk merubah kemungkaran dan mengembalikan orang yang berbuat dosa kepada kebenaran. Seseorang boleh mengatakan kepada yang memiliki kekuatan yang ia harapkan bisa merubah kemungkaran: si fulan itu berbuat kejahatan ini dan itu, maka nasehati dia/dan larang dia berbuat jahat. Maksud ghibah disini adalah merubah kemungkaran/kejahatan, jika tidak bermaksud seperti ini maka ghibah tersebut haram. c. Meminta fatwa. Orang itu mengatakan kepada sang pemberi fatwa : ayahku atau saudaraku atau suamiku telah mendzalimi diriku, apakah hal ini boleh? Bagaimana jalan keluarnya? dll. Ghibah seperti ini boleh karena suatu kebutuhan/tujuan (yang syar'i-pent). Tapi yang lebih utama tidak disebutkan (personnya/namanya) semisal: Bagaimana pendapat Syaikh tentang seorang suami atau ayah yang begini dan begitu? Hal ini juga bisa dilakukan dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan meskipun tanpa menyebut nama/personnya. Tapi menyebutkan nama/personnya dalam hal ini hukumnya boleh seperti yang akan disebutkan dalam hasits Hindun -insya Allah-. d. Memperingatkan kaum Muslimin dari bahaya kesesatan (seseorang/kelompok-pent) dan sekaligus dalam rangka saling menasehati. Yang demikian itu mencakup beberapa hal: - Mencela para perawi-perawi (hadits) atau para saksi yang tidak memenuhi syarat. Hal ini dibolehkan secara ijma' kaum muslimin bahkan bisa jadi hal tersebut wajib hukumnya. - Meminta pendapat/musyawarah orang lain dalam hal menikahi seseorang atau bergaul dengannya atau meninggalkannya atau dalam hal bermuamalah dengannya dll. Maka wajib bagi yang diajak bermusyawarah untuk tidak menyembunyikan sesuatupun tentang keadaan orang tersebut bahkan dia harus menyebutkan semua kejelekannya dengan niat saling menasehati. - Apabila seseorang melihat penuntut ilmu sering berkunjung kepada ahli bid'ah (dai penyesat-pent) atau fasik untuk mengambil ilmu darinya dan dia khawatir si penuntut ilmu itu akan terkena racun kesesatan orang tersebut maka wajib baginya untuk menasehati si penuntut ilmu dengan menjelaskan hakekat (kesesatan) sang guru/dai penyesat itu dengan syarat tujuannya untuk menasehati. Dalam hal ini ada sebagian orang yang salah mempraktekkannya, dia tujuannya bukan untuk menasehati tapi karena hasad/dengki dengan orang yang ditahdzir (dighibahi itu), yang telah dihiasi oleh syaitan seolah-olah dia menasehati tapi hakekatnya dia hasad dan dengki. - Seseorang yang memiliki tanggung jawab/tugas tapi dia tidak menjalankannya dengan baik atau dia itu fasik dan lalai dll. Maka boleh bagi yang mengetahuinya untuk menyebutkan keadaan orang tersebut kepada atasannya agar memecatnya dan menggantinya dengan yang lebih baik atau agar hanya diketahui keadaannya saja lalu diambil tindakan hingga atasannya tidak tertipu dengannya atau agar atasannya tersebut menasehatinya kepada kebaikan. e. Menyebutkan aib orang yang menampakkan kefasikan dan bid'ahnya seperti orang yang bangga meminum khomer, menganiaya orang lain, merampas harta dan melakukan hal-hal yang batil. Boleh bagi orang yang mengetahui keadaan orang di atas untuk menyebutkan aib-aibnya (agar orang lain berhati-hati darinya -pent). f. Mengenalkan orang lain dengan menyebut gelar (laqob) nya yang sudah terkenal misalnya Al-A'masy (yang cacat matanya), Al-A'raj (yang pincang), Al-Ashom (yang tuli) dan selainnya. Boleh mengenalkan dengan julukan-julukan di atas tapi tidak untuk mencela/mengejeknya dan seandainya mengenalkan tanpa menyebutkan julukan-julukan tersebut ini lebih baik. wahai saudara ku sekarang sudah kah jelaskah bagi anda.. akan masalah ini...? atau mungkin ganjalan itu ada karena label PKS yang kami sisipkan pada nama ustad ustadz tsb...? thoyyib akhi... kita berdo'a semoga Allah memberikan hidayah dan diberikan kemampuan untuk menapaki hidayah yangg telah Allah tunjukan kepada kita, ana ingin bertanya ..? adakah Rasulullah dulu berjuang menegakkan islam berdasarkan ideologi yang di buat kaum kafir... wahai akhi..? ana yakin antum tau bahwasanya demokrasi itu asalnya dari seorang kafir yang bernama plato wahai saudaraku...? seorang yang atheis... tidak mengakui adanya illah di alam semesta ini akhi... , yang mana ideologi ini di bangkitkan dan disosialisasikan kembali oleh orang orang yahudi laknatullahi 'alaih pada zaman revolusi prancis, maka renungkanlah akhi.. pantaskah bagi kita seorang muslim menggunakan sebuah jalan/cara, yang mana jalan/cara itu dibuat seorang atheis dan merupakan ideologi mereka, yang disosialisasikan para yahud sebagai jalan da'wah untuk menegakkan syari'at islam...? sementara Allah tellah membentangkan di depan mata kita sirah perjalanan Rasulnya beserta para sahabat sahabat beliau untuk kita ikuti jejak nya, apakah begini jalan da'wahnya Rasulullah dan para sahabatnya dalam menegakkan agama Allah..?, wahai akhi ana gak akan menjelaskan panjang lebar tentang masalah bagaimana kedudukan demokrasi dalam islam, silahkan antum baca sebuah kitab "Madaarikun nadzar fi as siyasah as syar'iyyah" dan Alhamdulillah kitab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dengan judul "Pandangan Tajam Terhadap Politik" yang ditulis oleh Syaikh Abdul Maalik bin Ahmad Ramadhani Al Jazaairi, dan utuk lebih mudah dan jelasnya akhi bisa klik link atau copy paste di browser link link di bawah ini, semoga Allah memberi hidayah nya kepada kita semua, amiin. http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=577&bagian=0 http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=578&bagian=0 http://muslim.or.id/?p=209 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. --- rustam effendi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Astaghfirullah Al-Adzim > Ya Allah . . . Ampuni kami yg suka merasa benar > sendiri. > > > ----- Original Message ----- > From: "abah miqdad" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, May 10, 2006 8:59 AM > Subject: Re: [assunnah] JADWAL KAJIAN SALAF > (tanggapan) > > > Assalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokatuh > > > > Jazakallahu Khairon pada Akh Yusman atas > informasinya dan pada > > ikhwah sekalian ana sarankan untuk hati2 dalam > bermajlis, usahakan > > setiap kita mengikuti kajian, mengetahui dulu > siapa yang akan > > menyampaikan / pembicara pada kajian tersebut, > apakah ustadz > > tersebut berada di atas manhaj salaf atau bukan. > Karena kalau kita > > mengabaikan dalam masalah ini ditakutkan akan > terkena syubhat yang > > disampaikan oleh pembicara tersebut. Sebagaimana > yang dikatakan > > seorang salaf "Hati ini lemah sedangkan syubhat > itu kuat" (ana lupa > > namanya dan mohon koreksi perkataannya kalau > salah). Apalagi mungkin > > kita masih baru mengenal manhaj salaf. > > > > Dan harus antum pahami bahwa gelar akademis dan > sekolah bukanlah > > parameter untuk menilai bahwa seseorang berada > dalam kebenaran (di > > atas manhaj salaf). Sebagai contoh tidak sedikit > kita temui da'i2 > > lulusan dari Universitas Islam Madinah Saudi > Arabia dll dengan gelar > > yang tinggi bahkan sampai mendapatkan predikat cum > laude, akan > > tetapi ketika pulang ke Indonesia, kembali ke > pangkuan hizbiyyah > > (kepartaian) dan larut dalam kancah politik ala > Yahudi, ikut berebut > > kursi dan memperbanyak jumlah acungan jariâ?¦ > Wallahul mustaâ?Taan > > > > Semoga Allah mengembalikan mereka kepada > kebenaran. > > > > Perlu ditegaskan disini, bukan berarti ana > menganjurkan antum untuk > > bert'ashub (sebagaimana yang sering diklaim oleh > orang2 hizby, bahwa > > orang2 salafi ta'asub dengan ustadznya), akan > tetapi ana hanya > > mengingatkan saja pada ikhwah, hati2 dalam > bermajlis. > > > > Demikian tanggapan dari ana mohon koreksinya. > Yang benar datangnya > > dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan yang salah > datangnya dari ana dan > > dari syaiton. > > > > Semoga bermanfaat > > > > Jazakumullaahu khoiir > > > > Akhuhum > > Abu Miqdad as sundawy > > > > > > yusman alminangi <[EMAIL PROTECTED] > > wrote: > > wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh > > > > penjelasan untuk postingak akh novy, bahwasanya > tidak semua kajian > > di mesjd unwanul hidayah itu bermanhaj salaf, ada > beberapa ustad > > yang nggak jelas manhaj nya bahkan ada yang jelas > ustad itu org PKS, > > diantaranya : > > > > 2. Sabtu tanggal 6 Mei 2006 oleh Ust. Izzudin > Munaf, Lc.MA (pks) > > Sabtu pertama Ba'da Subuh, materi lanjutan Tafsir > Al-Quran > > > > 6. Ahad tanggal 14 Mei 2006 oleh Ust. Agus > Gunawan, Lc (pks) > > Ahad kedua Ba'da Isya, Kajian KitabBulughul Marom > > > > 8. Sabtu tanggal 20 Mei 2006 oleh Ust. > Abdurrahman Suheimi, Lc (pks) > > Sabtu ketiga. Bada Subuh, lanjutan Tafsir > Al-Qur'an > > > > 9. Ahad tanggal 21 Mei 2006 oleh Ust. Ahmad > Syahroni Marzuki > > Ahad ketiga Ba'da Isya, materi : Kajian Umum (yg > ini belum jelas > > manhaj nya) > > > > sekian info dari ana, berdasarkan referensi dari > ikhwan2 masjid > > unwanul hidayah. ------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
