Waalaikumussalaam warahmatullahi wabarakatuhu. Kebetulan saya sebelum menjadi salafiyyin sempat berinteraksi dengan fikrah-nya Ashaari Muhammad. Dia adalah pimpinan Jamaah sesat Al Arqam. Tentunya ikhwah sekalian masih ingat heboh Darul Arqam pertengahan 90-an dulu. Dialah pemimpin tertinggi Al Arqam Malaysia. Sekarang memang tidak ada lagi secara resmi yang namanya Al Arqam namun Ashari Muhammad masih menjadi pimpinan spiritual bagi kebanyakan mantan anggota Al Arqam. Dia masih tinggal di Malaysia. Di Malaysia sendiri (eks) Al Arqam sudah cenderung tidak ada gaungnya.
Kalau tidak salah, yang difatwakan dari pimpinan Al Arqam kepada anggota jamaahnya ketika Al Arqam dibredel pemerintah malaysia adalah memilih di antara tetap di Malaysia namun melepas segala atribut dan keterikatan jamaah (tanzimiyah) Al Arqam atau hijrah ke Indonesia (yang dianggapnya lebih kondusif bagi jamaah). Salah satu contoh yang memilih alternatif pertama adalah anggota grup nasyid Raihan (dan beberapa anggota grup nasyid Hijjaz). Mereka adalah mantan anggota grup nasyid The Zikr dan Nadamurni yang menjadi underbow dari Al Arqam yang kemudian melepas segala atribut ke-Al Arqam-an mereka. Yang memilih alternatif hijrah ke Indonesia sekarang banyak ada di Bintaro (mungkin ikhwah yang dari bintaro bisa bercerita lebih banyak) Mereka kadang-kadang disebut sebagai orang-orang muhajirin. Sementara ikhwan mereka di Indonesia sering disebut sebagai anshor. Gabungan muhajirin dan Anshor sering disebut Hawariyyin. Mereka membentuk perusahaan dan yayasan. Biasanya nama perusahaan dan yayasan mereka memakai kata Timur, Cahaya Timur, Giliran Timur atau nama-nama semacamnya. Nama ini berasal dari keyakinan yang sampai sekarang masih mereka pegang teguh bahwa Al Mahdi sekarang akan muncul dari Timur (yaitu Malaysia atau Indonesia). Mereka meyakini bahwa Al Mahdi mereka adalah Syaikh Suhaimi, pendiri Al Arqam. Grup nasyid resmi mereka sekarang adalah Qatrunnada. Ciri-ciri mereka, selain biasa memakai kata-kata "Timur", mereka juga gemar mengganti lafal Allah dengan kata "Tuhan", lafal Sholat dengan kata "sembahyang" (ini sesuai dengan kebiasaan Ashaari Muhammad). Dalam pembicaraan fikriyah mereka sering mengungkapkan ide mengenai "inilah saatnya 'Timur' berjaya", "Inilah waktunya muncul sang pembela" dan semacamnya. Selain itu penampilan fisik mereka sedikit khas. Dahulu (ketika masih berbentuk jamaah) laki-laki mereka dicirikan dengan jubah gelap dan surban yang diikat dengan cara khas (saya pernah diajari tapi nggak bisa-bisa ) sedangkan perempuan mereka berjubah hitam dengan cadar. Sekarang penampilan mereka sudah berubah seperti layaknya muslim lainnya, namun mereka tetap memiliki ke-khasan yang seperti yang bisa dilihat pada penampilan grup nasyid Qatrunnada (dengan atau tanpa surban). Mengenai rafaqah saya tidak tahu Wassalamuaikum warahmatullahi wabarakatuhu --------------------------------- Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------- Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id Website audio: http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
