NASEHATKU BAGI AHLUS SUNNAH

Penulis: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah

Hendaklah mereka menjauhi sebab-sebab perpecahan dan perselisihan, dimana 
aqidah Ahlus Sunnah satu dan visi mereka satu, tidak ada pada mereka alasan 
untuk berpecah dan berselisih kecuali kejahilan, kelaliman, dan syetan. Dalam 
Shahih Muslim:
"Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang 
ahli shalat di jazirah Arab, hanya saja dengan dia menaburkan benih perpecahan 
diantara mereka."

Perselisihan itu buruk, sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud 
sewaktu Utsman mengimami orang-orang shalat di Mina sebanyak empat raka'at, 
maka Abdullah bin Umar beristirja (yakni mengucapkan Innaa lillaahi wa innaa 
ilaihi raaji'un) lalu berkata : "Saya telah melakukan shalat bersama Rasulullah 
sebanyak dua rakaat, bersama Abu Bakar dua rakaat, juga bersama Umar (dua 
rakaat)."

Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Ibnu Mas'ud yang berkata: Dahulu 
Rasulullah meluruskan pundak-pundak kami untuk shalat dan Beliau bersabda:
"Janganlah kalian berbeda-beda, maka hati kalian akan berselisih. Hendaklah 
yang berada dibelakangku diantara kalian: orang-orang yang dewasa dan berilmu 
lalu berikutnya lalu yang berikutnya!"

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shohihnya dari an-Nu'man bin Basyir, ia 
berkata bahwa Rasulullah bersabda:
"Benar-benar kalian akan meluruskan shaf kalian ataukah Allah akan 
menyelisihkan antara wajah-wajah kalian."

Dari al-Barra' bin 'Azib, ia berkata: "Dahulu Rasulullah menusup-nyusupi shaf 
dari satu sisi ke sisi lainnya, Beliau meratakan dada dan pundak kami seraya 
beliau bersabda:
"Janganlah kalian berbeda-beda sehingga qalbu kalian berselisih." Rasulullah 
juga bersabda:
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat ber sholawat untuk shaf-shaf pertama"
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad shohih, rijalnya rijal shohih, kecuali 
Abdurrahman bin Usajah, namun an-Nasaai telah mentsiqohkannya.

Dalam Shohihain dari Ibnu Abbas, ia berkata : Ketika menjelang kematian Nabi 
sementara di rumah Beliau ada beberapa orang laki-laki termasuk Umar bin 
al-Khaththab,
Beliau bersabda: "Kemarilah saya akan menuliskan bagi kalian sebuah tulisan 
yang kalian tidak akan sesat setelahnya". Umar berkata, "Sesungguhnya Nabi 
telah merasakan sakit yang sangat sementara pada kalian ada Al-Qur'an, cukuplah 
bagi kita Kitabullah."
Akhirnya orang-orang yang ada di rumah itu berselisih dan bertengkar, di antara 
mereka ada yang berkata, "Dekatkanlah agar Rasulullah menuliskan buat kalian 
sebuah tulisan hingga kalian tidak akan tersesat setelahnya". Tetapi diantara 
mereka juga ada yang mengatakan seperti perkataan Umar. Sehingga tatkala mereka 
sudah sangat gaduh dan berselisih di sisi Rasulullah, Beliau bersabda: 
"Pergilah kalian dariku!".
'Ubaidullah berkata: Dahulu Ibnu 'Abbas berkata: "Sesungguhnya bencana, 
benar-benar bencana apa yang telah menghalangi Rasulullah untuk menuliskan bagi 
mereka tulisan itu, yakni perselisihan dan kegaduhan mereka."

Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shohihnya dari 'Ubadah bun ash-Shamit, ia 
berkata: Nabi keluar untuk mengabarkan kami tentang Lailatul Qadr. Lalu 
tiba-tiba ada dua orang kaum muslimin yang bertengkar, maka Rasulullah bersabda:
"Saya tadinya keluar hendak mengabarkan kalian tentang malam Lailatul Qadr, 
lalu si fulan dan fulan bertengkar, maka hal itu terangkat {terlupakan}. Semoga 
itu lebih baik bagi kalian, carilah di kesembilan, ketujuh, dan kelima!"

Muslim meriwayatkan dalam Shohihnya dari Abi Sa'id al-Khudri yang berkata: 
"Rasulullah beri'tikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan untuk mencari 
Lailatul Qadar sebelum ditampakkan bagi Beliau. Ketika selesai sepuluh hari 
pertengahan Ramadhan, Beliau memerintahkan untuk merobohkan bangunan masjid 
untuk diperbaiki. Setelah itu, ditampakkan bagi beliau bahwa Lailatul Qodr di 
sepuluh terakhir, maka Beliaupun memerintahkan untuk membangunnya, iapun 
dibangun kembali. Kemudian Beliau keluar menemui orang-orang seraya bersabda:
"Wahai manusia! Sesungguhnya tadi telah ditampakkan kepadaku Laialtul Qadr, 
serta saya telah keluar untuk mengabarkan kalian tentangnya, namun tiba-tiba 
datang dua laki-laki yang berpekara, keduanya disertai syetan, sehingga sayapun 
terlupakan (Lailatul Qadr), maka carilah di sepuluh terakhir Ramadhan!"
Sampai ucapan Imam Muslim: Ibnu Khallad meriwayatkan 'Dua laki-laki yang 
bertengkar' sebagai pengganti dari 'dua laki-laki yang berpekara'.

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Abi Tsa'labah al-Khusyani, 
ia berkata bahwa Umar berkata: Dahulu orang-orang kalau Rasulullah singgah di 
suatu tempat, merekapun berpencar ke perbagai celah bukit dan lembah, maka 
Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya berpencarnya kalian di celah-celah bukit dan lembah ini, hanyalah 
timbul sebab syetan."
Maka tidaklah Beliau singgah di suatu tempat setelah itu melainkan semua mereka 
berkumpul, sehingga diungkapkan (tentang mereka): "Andaikata dihamparkan satu 
kain untuk mereka maka itu sudah mencukupi."

Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari Ali yang berkata: "Putuskanlah 
sebagaimana dahulu kalian putuskan, sebab sesungguhnya saya tidak suka 
perselisihan, agar manusia menjadi satu jama'ah atau saya wafat sebagaimana 
wafatnya para shahabatku."

Kalian –Alhamdulilah- wahai Ahlus Sunnah!
Bukanlah seperti Rawafidh (orang-orang Syiah Rafidhah) yang sebagian mereka 
mengkafirkan sebagian lainnya, demikian juga para pemimpin Mu'tazilah, sebagian 
mereka mengkafirkan sebagian lainnya, sebagaimana yang tersebut dalam kitab 
al-Milal wan Nihal. Adapun Ahlus Sunnah –Alhamdulilah-, kebanyakan perselisihan 
mereka hanya tentang makna kalimat hadits dalam perkara-perkara ibadah yang 
memang datang dari Peletak syari'at secara beragam atau hanya tentang suatu 
hadits yang sisi pandang mereka berbeda-beda dalam menshahihkan atau 
mendhaifkan, dan lain sebagainya dari sebab-sebab perbedaan pendapat yang telah 
disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah.

Kalian mengetahui wahai Ahlus Sunnah! Kalau para musuh kalian sangat merindukan 
agar kalian tertimpa bencana.... Kalian tahu kalau para musuh Islam tidaklah 
menakuti selain kalian, sehingga mereka sangat berambisi untuk memecah belah 
kekuatan persatuan kalian dengan segala macam cara.

Sesungguhnya kewajiban Ahlus Sunnah untuk memiliki kesiapan memberikan solusi 
bagi semua persoalan dunia, merekalah yang mampu untuk itu dan pantas untuk 
itu, merekalah orang-orang yang telah Allah beri pemahaman terhadap Kitabullah 
dan Sunnah Rasul secara benar.

Sesungguhnya Ahlus Sunnah ternilai sebagai mayoritas penduduk dunia Islam, 
hanya saja berpecah belahnya mereka, berselisihnya mereka, dan kejahilan 
masing-masing bangsa tentang ihwal bangsa selainnya telah membuat mereka 
meleleh dalam pandangan masyarakat dunia. Namun kita benar-benar mengharapkan 
semoga Allah memberikan taufiq kepada semua yang tegak menda'wahkan Sunnah 
untuk benar-benar memperhatikan keadaan Ahlus Sunnah serta menutupi kekurangan 
dan keberadaannya, semoga Allah mengumpulkan kekuatan mereka.

Bukankah kalian wahai Ahlus Sunnah, manusia yang paling pantas dikumpulkan 
kekuatannya dan disatukan kalimatnya?! Rabbul Izzah berfirman dalam Kitab-Nya 
yang mulia:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu 
bercerai berai." (Ali-Imran:103)
Nabi bersabda sebagaimana yang tersebut dalam shahihain dari hadits Abi Musa:
"Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya 
menguatkan sebagian lainnya."
Dan beliau bersabda sebagaimana dalam shahihain dari hadits an-Nukman bin 
Basyir:
"Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta dan sayang mereka laksana satu 
tubuh, jikalau ada satu anggota tubuh yang mengeluh, maka seluruh tubuh ikut 
merasakan demam dan bergadang."

Rafidhah menyibukkan dunia dengan khabar beritanya dan menyesatkan banyak 
manusia, bahkan menghalangi mereka dari menunaikan manasik (ibadah) haji. 
Dimana manusia telah datang dari segala penjuru yang jauh untuk menunaikan 
manasik haji dan untuk mengingat Allah di berbagai tempat yang mengandung syiar 
penuh barokah itu, lalu tiba-tiba  keluar Rafidhah melakukan demonstrasi 
jahiliyah sambil meneriakkan "khomeini.... Khomeini....!!"

Maka siapakah yang sanggup untuk menghancurkan perkumpulan macam ini yang 
melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah dan menjadikan haji sebagai syiar 
anarkhis, kericuhan, dan seruan jahiliyah…?1 Tidak ada yang sanggup selain 
Ahlus Sunnah- dengan izin Allah jika kalimat mereka bersatu dan mereka 
benar-benar sebagai Ahlus Sunnah sejati.
Sesungguhnya kebangkitan Islam yang telah dikehendaki oleh Allah ini 
membutuhkan perhatian, lalu siapakah yang akan memperhatikannya selain dari 
Ahlus sunnah?!

(Dikutip dari buku terjemah berjudul "Mutiara Nasehat Syaikh Muqbil bin Hadi Al 
Wadi'I Kepada Para Penuntut Ilmu dan Salafiyin, Penerbit Pustaka Al-Haura)



---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone call rates.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------
Website Anda: http://www.assunnah.or.id & http://www.almanhaj.or.id
Website audio: http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke